<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215</id><updated>2012-01-17T17:20:12.438-08:00</updated><title type='text'>Kisah Sahabat</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-543730256887056053</id><published>2010-05-12T08:15:00.001-07:00</published><updated>2010-05-12T08:15:18.449-07:00</updated><title type='text'>Nasihat Rakyat kepada Pemimpin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Abu  Nu'am mengeluarkan dari Muhammad bin Suqah, dia berkata, "Aku menemui  Nu'aim bin Abu Hindun, yang kemudian dia mengeluarkan selembar kertas,  yang di atasnya tertulis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;    "Dari Abu Ubaidah bin Al-Jarrah dan Mu'adz bin Jabal,  kepada Umar bin Al-Khaththab. Kesejahteraan semoga dilirnpahkan  kepadamu. Amma ba'd.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;    Kami nasihatkan kepadamu, sehubungan dengan tugasmu yang  amat penting ini. Kini engkau sudah menjadi pemimpin ummat ini, apa pun  warna kulitnya. Di hadapanmu akan duduk orang yang mulia dan yang hina,  musuh dan teman. Masing-masing harus engkau perlakukan secara adil. Maka  pikirkan kedudukanmu dalam hal ini wahai Umar. Kami ingin mengingatkan  kepadamu tentang suatu hari yang pada saat itu wajah-wahaj manusia akan  mengisut, wajah mengering dan hujjah-hujjah akan terputus karena ada  hujjah Sang Penguasa yang memaksa mereka dengan kekuasaan-Nya. Semua  makhluk akan dihimpun di hadapan-Nya, mengharapkan rahmat-Nya dan takut  akan siksa-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;     Kami juga ingin memberitahukan bahwa keadaan umat ini akan muncul  kembali pada akhir zaman, yang boleh jadi mereka akan menjadi saudara di  luarnya saja, padahal mereka adalah musuh dalam selimut. Kami  berlindung kepada Allah agar surat kami ini tiba di tanganmu bukan di  suatu tempat seperti yang turun pada hati kami. Kami perlu menulis surat  ini sekedar untuk memberikan nasihat kepadamu. wassalamu alaika."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;(Al-Hilyah, 1:238, Ibnu Abi Syaibah  juga mengeluarkannya, seperti yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 8:209,  Ath-Thabrany seperti di dalam Al-Majma', 5:214, dan menurutnya,  rijalnya tsiqat). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-543730256887056053?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/543730256887056053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/05/nasihat-rakyat-kepada-pemimpin.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/543730256887056053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/543730256887056053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/05/nasihat-rakyat-kepada-pemimpin.html' title='Nasihat Rakyat kepada Pemimpin'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-1061531526396026267</id><published>2010-05-12T08:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T08:00:12.716-07:00</updated><title type='text'>Zaid bin Haritsah; Sosok Kesayangan Nabi saw, Gagah Berani, Perisai Nabi saw dan Panglima 7 Perang Gerilya</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;Beliau bernama Zaid bin Haritsah –semoga  Allah meridloinya-, dan sebelum Nabi saw diangkat menjadi Rasul bernama  Zaid bin Muhammad.&lt;br /&gt;Ibunya Su’di binti Tsa’labah pernah membawanya berziarah kerumah  salah seorang keluarganya di bani Ma’an, saat itu beliau berumur 8  tahun, saat dia tinggal ditengah kaumnya secara tiba-tiba penduduk Ma’an  diserang oleh sekelompok orang yang memusuhi mereka, hingga akhirnya  mereka kalah dan menjadi tawanan termasuk Zaid, lalu ibunya kembali ke  rumahnya (suaminya) sendirian dan tidak pernah mendengar kembali berita  tentang Zaid hingga terus mencarinya karena rindu atasnya, membawa  tongkat diatas pundaknya, berjalan mengitari perumahan menyusuri padang  pasir, bertanya ke setiap kabilah dan kafilah yang lewat tentang anaknya  dan buah hatinya, dan pada saat musim haji dan perdagangan tiba,  orang-orang dari kabilah Haritsah pergi kesana dan bertemu dengan Zaid  di Mekkah, dan mereka menceritakan keadaan kedua orang tuanya dan Zaid  menceritakan kejadian yang sebenarnya; bagaimana Banu Al-Qayn menyerang  kabilah ibunya dan mereka menahannya, kemudian dijual di pasar Ukaz  kepada seseorang dari Quraisy yang bernama Hakim bin Huzam bin  Khuwailid, kemudian dihadiahkan kepada bibinya Khadijah binti Khuwailid  dan diserahkan kembali ke suaminya Muhammad bin Abdullah, maka beliaupun  menciumnya dan memeluknya. Kemudian berkata kepada para hujjaj dari  kaumnya : berikanlah kabar ini kepada bapak dan ibu saya bahwa saya  berada dalam asuhan orang tua yang paling mulia.&lt;br /&gt;Setelah rombongan kembali dari Mekkah mereka menceritakan perihal  Zaid kepada orang tuanya, namun Haritsah sama sekali tidak mengetahui  tempat tinggal anaknya sampai dia dan saudaranya memutuskan untuk pergi  ke Mekkah dan bertanya tentang Muhammad bin Abdullah, dikatakan  kepadanya : bahwa dia (Muhammad) berada di Ka’bah, -saat itu nabi belum  diangkat menjadi Rasul- maka keduanya masuk ke rumah tersebut dan  berkata : Wahai putra Abdul Mutthalib, wahai putra dari kaum yang mulia,  kalian adalah penduduk yang menjaga rumah Allah dan tetangga darinya,  pembebas orang yang kesusahan, pemberi makan orang yang&amp;nbsp;ditawan, kami  datang untuk mencari anak kami, maka kabulkanlah permohonan kami, dan  berikanlah kebaikan dalam menebusnya, maka nabipun memberikan pilihan  kepada Zaid, maka Nabi berkata kepada keduanya : “Panggilah Zaid,  berikan kebebasan kepadanya untuk memilih, jika dia memilih kalian maka  dia milikmu tanpa ada tebusan, namun jika dia memilih saya maka demi  Allah tidaklah saya orang yang memilih kepada saya mengiginkan tebusan”.&lt;br /&gt;Maka Haritsah bergembira atas perkataan Nabi, kemudian dia berkata  kepadanya : sudikah engkau memberitahukan asal-usul kami, memberi bekal  kepada kami dan memberikan kebaikan kepada kami. Setelah Zaid tiba, nabi  bertanya kepadanya : tahukah engkau siapa mereka ? Zaid berkata : ya,  dialah Bapakku, dan yang satu lagi Pamanku, kemudian Rasul berkata  kepada Zaid : adapun Saya, Engkau telah mengetahui dan melihat, sebagai  teman bagimu, apakah engkau memilih saya atau mereka ? Zaid berkata :  saya bukanlah orang yang engkau paksa untuk memilih, engkau dihadapan  saya memiliki kedudukan sebagai Bapak dan Paman. Saat itu pula Bapaknya  dan Pamannya kaget dan tercengang lalu berkata : celaka engkau wahai  Zaid, apakah engkau lebih memilih menjadi budak daripada merdeka di  tengah&amp;nbsp;orang tuamu dan pamanmu serta keluargamu. Zaid berkata : benar,  saya telah mengetahui perihal orang ini yang saya tidak memilih  seorangpun selainnya”.&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah saw melihat kejadian tersebut beliau sangat  bergembira hingga air matanya menetes lalu menarik Zaid dan kaluar dari  batu Ka’bah mengelilngi orang-orang Quraisy yang sedang berkumpul, lalu  berseru : “Saksikanlah mulai saat ini Zaid adalah anakku, dia berhak  menjadi ahli waris dariku dan aku berhak menjadi ahli waris darinya”.  (Ibnu Hajar). Setelah Bapak dan Pamannya melihat kejadian tersebut  keduanya pasrah. Dan semenjak itu pula Zaid di Mekkah tidak dipanggil  oleh seseorang kecuali dengan menyebut Zaid bin Muhammad, kemudian  setelah&amp;nbsp;Nabi diangkat menjadi Rasul, Zaid ikut masuk Islam dan menjadi  orang kedua yang pertama masuk Islam, sedangkan Rasulullah saw sangat  mencintai dan menyayangi&amp;nbsp;beliau.&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah saw mengizinkan para sahabatnya berhijrah ke  Madinah Zaid ikut serta berhijrah, dan Rasulullah saw mempersaudarkannya  dengan Asid bin Khadir, dan pada saat itu Zaid masih dipanggil dengan  Zaid bin Muhammad hingga turun firman Allah SWT : &lt;em&gt;“Panggilah mereka  (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka”.&lt;/em&gt;  (Al-Ahzab:5), maka saat itu pula Zaib dipanggil nama dengan Zaid bin  Haritsah, dan Rasulullah saw menikahkannya dengan tuannya Ummu Aiman dan  melahirkan anak yang bernama Usamah bin Zaid, kemudian menikahkannya  kembali dengan putri pamannya Zainab binti jahsy, namun kehidupan  berlangsung tidak harmonis sehingga Zaid pergi menghadap Rasulullah saw  mengadukan hal tersebut, maka Rasulullah saw memerintahkannya untuk  menahannya dan bersabar atasnya, namun Allah SWT memeirntahkan kepada  Rasul-Nya untuk menceraikan Zainab dari Zaid kemudian beliau menikahi  mantan istri dari Zaid, yang demikian untuk menghilangkan persepsi  kebiasaan mengadopsi anak yang telah menjadi adat dikalangan jahiliyah,  bahwa pada waktu itu anak angkat diperlakukan seperti anak sendiri,  Allah berfirman : &lt;em&gt;“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang  yang telah Allah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah  memberi nikmat kepadanya : “Tahanlah terus istrimu dan bertaqwalah  kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang telah  allah menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedamg Allah-lah  yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri  keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), kami kawinkan kamu dengan  dia, supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawani)  istri-istri anak-anak angkat mereka, jika anak-anak angkat itu telah  menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah  itu pasti terjadi”.&lt;/em&gt; (Al-Ahzab:37)&lt;br /&gt;Dan cukuplah bagi Zaid mendapatkan kebanggaan namanya dicantumkan  dalam Al-Qur’an Al-Karim, dan kemudian Rasulullah saw menikahkan beliau  dengan Ummi Kultsum binti Uqbah.&lt;br /&gt;Zaid merupakan seorang panglima perang yang gagah berani, dan terbaik  dalam membidik panah, ikut dalam perang Badr, dan menjadi perisai  terhadap tubuh Nabi saat perang Uhud, ikut dalam perang Khandak,  perjanjian Hudaibiyah, penaklukan Khaibar, dan perang Hunain, dan  Rasulullah saw menjadikan sebagai panglima dalam 7 kali perang gerilya :  Al-jumu’, Al-thorf, al-‘aish, hismi dan lain-lainnya, Aisyah pernah  berkata tentangnya : “Rasulullah saw tidak pernah sama sekali mengutus  bala tentara kecuali mengangkat Zaid sebagai panglimanya”.&lt;br /&gt;Saat tentara Romawi mengubah perbatasan negara Islam dan menjadikan  Syam sebagai pusat pemerintahan mereka; Rasulullah saw mengirim pasukan  ke daerah Balqo di bagian negara Syam, dan memberikan wejangan dan pesan  kepada para prajuritnya setelah menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai  pemimpin pasukan, beliau bersabda : “jika Zaid terluka (syahid) maka  penggantinya adalah Ja’far bin Abu Tholib, dan jika Ja’far terluka maka  penggantinya adalah Abdullah bin Rowahah”. (Ibnu Ishaq).&lt;br /&gt;Setelah pasukan muslim berjalan dan saat tiba disamping kota yang  bernama mu’tah, pasukan muslim bertemu dengan pasukan Romawi yang  jumlahnya melebihi 200 ribu tentara, hingga terjadilah peperangan yang  sengit, dan Zaid dengan gagah maju ke tengah pasukan musuh tidak  mengindahkan jumlah dan perlengkapan mereka, dengan mengayunkan  pedangnya ke kiri dan ke kanan sambil membawa bendera di tangan yang  lainnya, dan ketika pasukan musuh melihat keberanian beliau mereka  menikamnya dari belakang hingga akhirnya beliau menemui syahidnya sambil  memegang bendera tersebut, dan Rasulullah saw pun berdo’a untuknya :  “Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian, sungguh (Zaid) telah menemui  cita-citanya untuk masuk surga”. (Ibnu Sa’ad).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-1061531526396026267?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/1061531526396026267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/05/zaid-bin-haritsah-sosok-kesayangan-nabi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1061531526396026267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1061531526396026267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/05/zaid-bin-haritsah-sosok-kesayangan-nabi.html' title='Zaid bin Haritsah; Sosok Kesayangan Nabi saw, Gagah Berani, Perisai Nabi saw dan Panglima 7 Perang Gerilya'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-3079320159949498849</id><published>2010-04-23T08:20:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T08:20:42.258-07:00</updated><title type='text'>Amir yang Selamat dari Adzab Allah Ta'ala</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ditakhrijkan  oleh At-Thabrani dari Abu Wail Shaqiq bin Salamah sesungguhnya Umar bin  Khathab ra. telah melantik Bashar bin Asim ra. untuk memungut zakat  penduduk Hawazin. Bashar ra. telah melewat-lewatkan kepergiannya lalu  beliau telah ditemui oleh Umar ra. dan telah berkata kepadanya, "Apakah  yang telah menyebabkanmu terlambat?". Adakah kamu tidak mendengar dan  thaat kepada perintah kami?". Bashar ra. berkata, "Tidak, melainkan aku  telah mendengar Rasulullah SAW bersabda,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;        "Barang siapa yang menjadi  ketua bagi sesuatu urusan kaum Muslimin, maka ia akan datang pada hari  kiamat sehingga ia akan berdiri di atas sebuah jembatan Neraka. Jika ia  telah melakukan kebaikan, ia akan selamat. Jika telah melakukan  kejahatan, jembatan itu akan runtuh lalu ia akan terjatuh ke dalam api  Neraka tersebut selama tujuh puluh tahun".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Abu Dzar ra. telah berkata kepada  Umar ra. "Adakah kamu telah mendengar sesuatu dari Rasulullah SAW?" Umar  ra. pun menjawab. "Tidak". Abu Dzar ra. berkata, "Sesungguhnya aku  telah mendengar Rasulullah SAW bersabda,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;        'Barangsiapa yang  bertanggungjawab ke atas urusan kaum Muslimin, ia akan datang pada hari  kiamat sehingga ia akan berdiri di atas sebuah jembatan neraka. Jika  beliau melakukan melakukan kebaikan dalam tanggungjawabnya ia akan  selamat. Jika sebaliknya jembatan itu akan rubuh dan ia akan tejatuh ke  dalam neraka itu selama tujuh puluh tahun dan Neraka itu amat gelap dan  hitam'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Maka  hadis yang mana satukah yang lebih menggetarkan hatimu?". Umar ra.  mejawab, "Kedua-duanya. Oleh itu adakah sesiapa yang mau mengambil  jabatan Khalifah ini?". Abu Dzar ra. pun berkata, "Hanya orang yang  hidungnya telah terpotong dan pipinya telah dilekapkan diatas tanah yang  akan mengambil alih jabatan ini. Adapun aku tidak mengetahui melainkan  jabatan Khalifah ini baik untuk mu. Karena jika kamu memberikan jabatan  Khalifah ini kepada seseorang yang tidak akan berlaku adil, kamu juga  akan menanggung dosa bersama dengannya".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sebagaimana dalam kitab At-Targhib.  Ditakhrijkan juga oleh Abdul Razak, Abu Nu'aim Abu Said An-Naqashi,  Al-Baghowi dan Ad-Daruqutni dari jalur Sawid sebagaimana dalam kitab  Al-Kanz. Ditakhrijkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Mundah dari selain  galur Sawid sebagaimana dalam kitab Al-Isobah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-3079320159949498849?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/3079320159949498849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/amir-yang-selamat-dari-adzab-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3079320159949498849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3079320159949498849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/amir-yang-selamat-dari-adzab-allah.html' title='Amir yang Selamat dari Adzab Allah Ta&apos;ala'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-8331970362763561459</id><published>2010-04-23T08:17:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T08:17:41.103-07:00</updated><title type='text'>Yang Layak Menjadi Amir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Telah  ditakhrijkan oleh At-Tirmidzi dan di hasankannya, Ibmu Majah, Ibnu  Hibban dan lafadznya oleh Bukhari dari Abu Hurairah ra. katanya,  Rasulullah shallallaahu 'alayhi wa sallam telah mengutus satu jema'ah  yang terdiri dari beberapa orang. Sebelum mengutus mereka keluar,  Rasulullah SAW telah mendengarkan bacaan Al-Qur'an dari setiap orang  dari mereka. Baginda SAW telah mendatangi seorang lelaki yang paling  muda di antara mereka lalu bertanya, "Adakah kamu menghafal Al-Qur'an?".  Lelaki itu menjawab, "Ya, aku hafal beberapa surah dan surah  Al-Baqarah". Rasulullah SAW bertanya lagi, "Apakah kamu hafal surah  Al-Baqarah?". Pemuda itu menjawab, "Ya". Rasulullah SAW pun bersabda,  "Pergilah, kamu adalah amir mereka". Seorang lelaki dari kalangan mereka  berkata, "Demi Allah! Kami takut untuk menghafalnya sekiranya kami  terpaksa mengamalkannya". Rasulullah SAW telah bersabda, "Belajarlah  Al-Qur'an dan bacalah ia, karena sesungguhnya perumpamaan Al-Qur'an itu  bagi sesiapa yang mempelajarinya dan membacanya adalah seperti kasturi  yang tersebar baunya di setiap tempat. Barang siapa yang mempelajarinya  dan menyimpannya adalah seumpama tempat penyimpanan yang mengandung  kasturi yang tertutup".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sebagaimana dalam kitab At-Targhib.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ditakhrijkan oleh Al-Hakim dalam  kitab Al-Kunya dari Asy-Sya'shy seumpamanya katanya, Umar bin Khathab  telah berkata, "Tunjukkanlah kepadaku seorang lelaki yang patut  akulantik sebagai amir untuk menguruskan hal ihwal kaum Muslimin?".  Mereka menjawab, "Abdul Rahman bin Auf (ra)". Umar ra. berkata, "DIa  seorang tua yang lemah". Mereka bertanya, "Siapakah yang kamu  kehendaki?". Umar ra. menjawab,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;        Seorang lelaki, jika ia menjadi Amir mereka, ia  menjadi seolah-olah orang biasa di antara mereka, dan apabila mereka ia  tidak menjadi Amir mereka, ia seolah-olah adalah amir mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Merekapun berkata, "Tidaklah kami  ketahui seorangpun kecuali Ar-Rabi' bin Ziyad Al-Haris". Umar ra. pun  berkata, "Kamu benar."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sebagaimana dalam kitab Al-Kanz&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-8331970362763561459?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/8331970362763561459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/yang-layak-menjadi-amir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8331970362763561459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8331970362763561459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/yang-layak-menjadi-amir.html' title='Yang Layak Menjadi Amir'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-3854767240043425721</id><published>2010-04-20T08:38:00.001-07:00</published><updated>2010-04-20T08:38:11.125-07:00</updated><title type='text'>Kisah Sa'id bin Amir bin Huzaim Al-Jumahy</title><content type='html'>Abu Nu'aim mengeluarkan dari Khalid bin Ma'dan, dia berkata, "Umar bin Al-Kbaththab ra. mengangkat Sa'id bin Amir bin Huzaim ra. sebagai amir kami di Himsh. Ketika Umar datang ke sana, dia bertanya, "Wahai penduduk Himsh, apa pendapat kalian tentang Sa'id bin Amir, amir kalian?" Maka banyak orang yang mengadu kepada Umar ra. Mereka berkata, "Kami mengadukan empat perkara. Yang pertama karena dia selalu keluar rumah untuk menemui kami setelah hari sudah siang.' Umar ra. berkomentar, "Itu yang paling besar. Lalu apa lagi?' Mereka menjawab, "Dia tidak mau menemui seseorang jika malam hari." "Itu urusan yang cukup besar," komentar Umar ra. Lalu dia bertanya, "Lalu apa lagi?" Mereka menjawab, "Sehari dalam satu bulan dia tidak keluar dari rumahnya untuk menemui kami." "Itu urusan yang cukup besar," komentar Umar ra. Lalu dia bertanya, "Lain apa lagi?" Mereka menjawab, "Beberapa hari ini dia seperti orang yang akan meninggal dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umar bin Al-Khaththab ra. mengkonfirmasi di antara Sa'id bin Amir ra. dan orang-orang yang mengadukan beberapa masalah tersebut. Saat itu Umar ra. berkata kepada dirinya sendiri, "Ya Allah, jangan sampai anggapanku tentang dirinya keliru pada hari ini." Lalu dia bertanya kepada orang-orang yang mengadu, "Sekarang sampaikan apa yang kalian keluhkan tentang diri Sa'id bin Amir ra.!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia selalu keluar rumah untuk menemui kami setelah hari sudah siang,' kata mereka. Sa'id menanggapi, "Demi Allah, sebenamya aku tidak suka untuk mengungkapkan hal ini. Harap diketahui, keluargaku tidak mempunyai pembantu, sehingga aku sendiri yang harus menggiling adonan roti. Aku duduk sebentar hingga adonan itu menjadi lumat, lalu membuat roti, mengambil wudhu', baru kemudian aku keluar rumah untuk menemui mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bertanya kepada mereka, "Apa keluhan kalian yang lain?" Mereka menjawab, 'Dia tidak mau menemui seorangpun pada malam hari." 'Lalu apa alibimu?' tanya Umar ra. kepada Sa'id bin Amir ra. "Sebenarnya aku tidak suka untuk mengungkapkan hal ini. Aku menjadikan siang hari bagi mereka, dan menjadikan malam hari bagi Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa keluhan kalian yang lain?" tanya Umar kepada mereka. Mereka menjawab, "Sehari dalam satu bulan dia tidak mau keluar dari rumahnya untuk menemui kami." "Apa alibimu? tanya Umar ra. kepada Said ra. "Aku tidak mempunyai seorang pembantu yang mencuci pakaianku, di samping itu, aku pun tidak mempunyai pakaian pengganti yang lain." Maksudnya, hari itu dia mencuci pakaian satu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa keluhan kalian yang lain?" tanya Umar kepada mereka. Mereka menjawab, "Beberapa hari ini dia seperti orang yang akan meninggal dunia." "Apa alibimu?" tanya Umar ra. kepada Sa'id ra. Sa'id ra. menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu aku menyaksikan terbunuhnya Hubaib Al-Anshary di Makkah. Aku lihat bagaimana orang-orang Quraish mengiris-iris kulit dan daging Hubaib ra. lalu mereka membawa tubuhnya ke tiang gantungan. Orang-orang Quraisy itu bertanya kepada Hubaib, 'Sukakah engkau jika Muhammad menggantikan dirimu saat ini?' Hubaib menjawab, 'Demi Allah, sekalipun aku berada di tengah keluarga dan anak-anakku, aku tidak ingin Muhamrnad Shallallahu Alaihi wa Sallam terkena duri sekalipun'. Kemudian dia berseru, 'Hai Muhammad, aku tidak ingat lagi apa yang terjadi pada hari itu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saat itu aku yang masih musyrik dan belum beriman kepada Allah Yang Maha Agung, tidak berusaha untuk menolongnya, sehingga aku beranggapan bahwa Allah ta'ala sama sekali tidak akan mengampuni dosaku. Karena itulah barangkali keadaanku akhir-akhir ini seperti orang yang akan meninggal dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Al-Khaththab ra. berkata, "Segala puji bagi Allah, karena firasatku tentang dirinya tidak meleset." Setelah itu Umar memberinya seribu dinar, seraya berkata, "Pergunakanlah uang ini untak menunjang tugas-tugasmu." Istri Sa'id ra. berkata kegirangan setelah menerima uang itu, 'Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kecukupan kepada kita atas tugas yang engkau emban ini." Sa'id bertanya kepada istrinya, "Apakah engkau mau yang lebih baik lagi? Kita akan memberikan uang ini kepada orang yang lebih membutuhkannya daripada kita. "Boleh," jawab istrinya. Lalu Sa'id memanggil salah seorang anggota keluarganya yang dapat dipercaya, dan dia memasukkan uang ke dalam beberapa bungkusan, seraya berkata, "Bawalah bungkusan ini dan berikan kepada janda keluarga Fulan, orang miskin keluarga Fulan, orang yang terkena musibah keluarga Fulan. Selebihnya disimpan, Istrinya bertanya, "Mengapa engkau tidak membeli seorang pembantu? Lalu untuk apa sisa uang itu?" Sa'id ra. menjawab, "Sewaktu-waktu tentu akan datang orang yang lebih membutuhkan uang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-Hilyah, 1:245)&lt;br /&gt;Posted by azharjaafar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-3854767240043425721?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/3854767240043425721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/kisah-said-bin-amir-bin-huzaim-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3854767240043425721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3854767240043425721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/kisah-said-bin-amir-bin-huzaim-al.html' title='Kisah Sa&apos;id bin Amir bin Huzaim Al-Jumahy'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-1885179879529864934</id><published>2010-04-20T08:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T08:35:06.110-07:00</updated><title type='text'>Rindu Rasulullah</title><content type='html'>Bilal bin Rabbah, sahabat Rasulullah SAW berkulit hitam namun berhati putih mempunyai banyak kenangan tersendiri pada lelaki mulia yang menjadi nabinya. Kenangan itu berkerak dan melekat dalam diri Bilal ra. sampai jauh setelah Rasulullah SAW wafat. Agar tak terkoyak moyak hatinya, Bilal ra. memutuskan untuk tak lagi adzan sepeninggal Rasulullah SAW. Sampai suatu ketika, rindu Bilal ra. tak tertahankan. Ia pun mengumandangkan adzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah itu diawali dengan cerita Bilal ra. tentang mimpinya semalam. Lelaki asal Ethiopia itu, suatu malam bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya, Bilal bertemu dengan Rasulullah SAW. “Bilal, betapa rindu aku padamu,” kata Rasulullah SAW dalam mimpi Bilal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu orang mendengar cerita Bilal ra. Tak berapa lama, orang pertama menceritakan mimpi Bilal ra. pada orang kedua. Orang keduapun bercerita pada orang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Menjelang sore, nyaris seluruh penduduk kota Madinah, kota yang sudah lama ditinggalkannya, tahu tentang mimpinya itu. Maka bersepakat penduduk Madinah, meminta Bilal ra. untuk adzan di masjid Rasulullah saat waktu shalat maghrib tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kuasa Bilal menolak keinginan sahabat-sahabatnya. Senja merah, angin sepoi dan langit bersih dari mega. Bilal mengumandangkan adzan. Penduduk Madinah tercekam kerinduan. Rasa dalam dada membuncah, detik-detik bersama Rasulullah, manusia tercinta terbayang kembali di pelupuk mata. Akhirnya, penduduk Madinah pun menitikkan air mata rindunya. Dan Bilal ra, tentu saja ia diharu biru rindu pada kekasihnya, nabi akhir zaman itu.&lt;br /&gt;Posted by azharjaafar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-1885179879529864934?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/1885179879529864934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/rindu-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1885179879529864934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1885179879529864934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/rindu-rasulullah.html' title='Rindu Rasulullah'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-7053033024674033409</id><published>2010-04-08T04:03:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T04:03:47.879-07:00</updated><title type='text'>Kisah Shahabat yang Mulia Salman Al-Farisy</title><content type='html'>Pada kesempatan ini kami sengaja menyusun kisah Shahabat yang Mulia Salman Al-Farisy yang mana kisah beliau radhiyallahu ‘anhu sarat dengan faedah ilmu. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan tulisan ini bermanfaat untuk kami dan para pemuda khususnya dan kaum yang menginginkan kebenaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam yang telah menciptakan zaman yang silih berganti, yang di dalam zaman tersebut terdapat berbagai macam pelajaran yang perlu untuk diketahui bagi orang-orang yang berakal. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi pula bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Amma ba’du:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku –semoga Allah memberikan hidayah kepadaku dan kepada kalian- bahwa telah kita ketahui suatu prinsip dari berbagai macam prinsip, dan telah tersebar luas dikalangan masyarakat tentang suatu ungkapan bahwa "Pengalaman itu adalah guru yang terbaik".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan kita adalah termasuk para pemuda yang tentunya sudah pernah melalui masa-masa dan sudah memperoleh berbagai macam pengalaman, dimana pengalaman tersebut ada yang manis dan ada pula yang pahit, ada yang menyenangkan dan ada yang menyedihkan, dan ada yang sangat memuaskan dan ada pula yang kurang memuskan. Dari pengalaman-pengalam an tersebut otomatis akan memberikan nuansa bagi kita untuk berfikir lebih dewasa dan lebih jeli terhadap suatu perkara baru yang kita akan hadapi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka pada kesempatan ini kami sengaja menyusun kisah Shahabat yang Mulia Salman Al-Farisy yang mana kisah beliau radhiyallahu ‘anhu sarat dengan faedah ilmu. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan tulisan ini bermanfaat untuk kami dan para pemuda khususnya dan kaum yang menginginkan kebenaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SALMAN AL-FARISI SEBUAH TELADAN BAGI PARA PEMUDA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada zaman dahulu ada seorang pemuda yang sangat cerdik dan sangat jeli terhadap suatu perkara, yang sangat perlu bagi kita mengambil ‘ibrah darinya. Dia adalah Salman Al-Farisy. Pada suatu ketika Salman A-Farisy bercerita kepada Ibnu Abbas [1], beliau berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku adalah orang Persia negara Parsia, dan aku tinggal di suatu tempat yang bernama Asfahan di desa Jayyu Ayahku seorang tokoh di desaku dan aku adalah makhluk Allah yang paling dicintainya. Ia amat mencintaiku sehingga aku dipingit di dalam rumah sebagaimana anak gadis dipingit dalam rumah. Aku ketika itu beragama penyembah api dan aku memiliki tugas khusus menjaga api yang harus senatiasa menyala terus dan tidak boleh padam sesaatpun. Bapakku mempunyai ladang yang sangat luas, pada suatu saat bapakku tersibukkan dengan bangunan, sehinga berkata kepadaku: Anakku pada hari ini aku sibuk dengan bangunan ini hingga tidak mempunyai waktu untuk mengurusi ladangku. Oleh karena itu pergilah kamu ke ladang! Ayahku memerintahkan beberapa hal yang perlu aku kerjakan, kemudian berkata kepadaku: Jangan terlambat pulang kepdaku, engkau lebih berarti bagiku daripada ladangku dan engkau membuatku lupa segala urusan yang ada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN TERTARIK DENGAN AGAMA NASRANI]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian aku pergi menuju ladang bapakku seperti diperintahkan bapakku. Dalam perjalanan menuju ladang bapakku, aku melewati salah satu gereja milik orang-orang Nasrani, dan aku dengar suara-suara mereka ketika mereka beribadah di dalamnya. Aku tidak tahu banyak persoalan manusia, karena aku dipingit bapakku di rumah, ketika itu aku mendengar suara-suara mereka, aku masuk kepada mereka untuk melihat dari dekat apa yag mereka kerjakan di dalamnya. Ketika aku melihat mereka aku, aku kagum terhadap ibadah-ibadah mereka dan tertarik kepada kegiatan mereka. Aku berkata demi Allah, agama mereka ini lebih baik dari pada agama yang aku peluk. Demi Allah aku tidak akan tinggalkan mereka sampai matahari terbenam, aku membatalkan pergi ke ladang bapakku, aku berkata kepada mereka (orang-orang Nasrani tersebut): Agama ini berasal dari mana?" Mereka menjawab dari Syam. Setelah itu, aku pulang ke rumah dan ternyata bapakku mencariku, dan aku membuatnya tidak mengerjakan pekerjaannya. Ketika aku telah kembali kebapakku, bapakku berkata kepadaku: Anakku dari mana saja Engkau? Bukankah engkau telah berbuat perjanjian denganku? Aku berkta: Ayah aku tadi berjalan melewati orang-orang yang sedang mengerjakan beribadah di gereja mereka, kemudian aku kagum terhadap agama mereka yang aku lihat. Demi Allah aku berada di tempat mereka hingga matahari terbenam. Bapakku berkata: Anakku tidak ada kebaikan pada agama tersebut. Aku berkata tidak, demi Allah, agama tersebut lebih baik daripada agama kita. Setelah kejadian tersebut bapakku mengkhawatirkanku, ia ikat kakiku dan aku dipingit dalam rumahnya. Aku mengutus seseorang kepada orang-orang Nasrani dan aku katakan kepada mereka, jika ada rombongan dari Syam datang kepada kalian, maka beri kabar kepadaku tentang mereka. Tidak lama setelah itu, datanglah pedagang-pedagang Nasrani dari Syam, kemudian mereka menghubungiku. Aku katakan kepada mereka, jika mereka telah selesai memenuhi hajatnya dan hendak mau pulang ke negeri mereka, maka beri izin kepadaku untuk aku ikut bersama mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN KABUR DAN BERANGKAT KE SYAM]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika para pedagang Nasrani, hendak kembali ke negerinya, orang-orang nasrani segera memberi kabar kepadaku tentang mereka, kemudian aku melepas rantai di kakiku dan aku pergi bersama mereka hingga sampai ke negeri Syam. Setelah tiba di Syam, aku bertanya, siapakah pemeluk agama ini yang paling banyak ilmunya? Mereka menjawab: Uskup di gereja, kemudian aku datang kepada Uskup tersebut dan berkata kepadanya, aku amat tertarik dengan agama ini. Jadi aku ingin bersamamu dan melayanimu di gerejamu dan agar bisa belajar bersamamu dan beribadah bersamamu. Uskup berkata masuklah! Aku pun masuk kepadanya, ternyata Uskup tersebut orang yang jahat. Ia mengajak ummat untuk bersedekah, namun ketika mereka telah mengumpulkan sedekahnya melalui dia, ia simpan untuk dirinya dan tidak menyerahkannya kepada orang-orang fakir miskin, hingga ia berhasil mengumpulkan tujuh peti penuh yang berisikan emas dan perak. Aku sangat marah kepadanya karena perbuatannya tersebut. Tidak lama kemudian Uskup tersebut mati. Orang-orang Nasrani berkumpul untuk mengurus jenazahnya, namun aku katakan kepada mereka: Sungguh orang ini telah berbuat jahat, ia menganjurkan kalian bersedekah, namun ketika kalian menyerahkan sedekah melaluinya, ia malah menyimpannya untuk dirinya sendiri dan tidak membagikannya sedikitpun kepada fikir miskin, mereka berkata: darimana engkau mengetahui ha ini? Aku katakan kepada mereka, mari aku tunjukan tempat penyimpanannya! Aku tunjukan tempat penyimpanan uskup tersebut kepada mereka, kemudian mereka mengeluarkan tujuh peti yang berisi penuh dengan emas dan perak. Ketika melihat ketujuh peti tersebut, mereka berkata: Demi Allah, kita tidak akan mengubur mayat uskup ini. Mereka menyalib Uskup tersebut dan melemparinya dengan batu. Setelah itu, mereka menunjuk orang lain untuk menjadi Uskup pengganti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN BERSAMA USKUP YANG SHOLIH]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tidak pernah melihat orang yang sholat yang lebih mulia, lebih zuhud, lebih cinta kepada akhirat, lebih tekun di siang dan malam hari dari Uskup baru tersebut. Aku mencintai Uskup tersebut dengan cinta yang tidak ada duanya. Aku tinggal bersamanya lama sekali hingga kemudian ajal menjemputnya. Aku berkata kepadanya (sebelum dia wafat), sesungguhnya aku telah hidup bersamamu dan aku mencintaimu dengan cinta yang tidak ada duanya, sekarang seperti yang telah lihat keputusan Allah telah datang kepadamu, maka engkau titipkan aku kepada siapa (untuk belajar)? Uskup menjawab: Anakku, demi Allah aku tidak tahu ada orang yang seperti diriku. Manusia sudah banyak yang meninggal dunia, mengubah agamanya dan meninggalkan apa yang sebelumnya mereka kerjakan, kecuali satu orang di Al-Maushil, yaitu Si Fulan, ia seperti diriku. Pergilah engkau kepadanya!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN BERSAMA USKUP DI AL-MAUSHIL]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika Uskup tersebut telah meninggal dunia dan di kubur, aku pergi kepada Uskup Al-Maushil. Ketika sampai di sana, aku katakan kepadanya: Hai Fulan, sesungguhnya Uskup si Fulan telah berwasiat kepadaku ketika hendak wafat agar aku pergi kepadamu. Ia jelaskan kepadaku bahwa engkau seperti dia, Uskup tersebut berkata: Tinggallah bersamaku! Aku menetap bersamanya. Aku melihat ia sangatlah baik seperti cerita shahabatnya. Tidak lama kemudian Uskup tersebut wafat. Menjelang wafatnya, aku berkata kepadanya: Hai Fulan, sesungguhnya Uskup si Fulan telah berwasiat kepadaku agar aku pergi kepadamu dan sekarang keputusan Allah telah datang kepadamu seperti yang engkau lihat, maka kepada siapa engkau wasiatkan? Apa yang engkau perintahan kepadaku? Uskup berkata: Anakku demi Allah, aku tidak tahu ada orang seperti kita kecuali satu orang saja di Nashibin, yaitu Si Fulan. Pergilah kepadanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN BERSAMA USKUP NASHIBIN]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika Uskup tersebut wafat dan usai dikubur, aku pergi kepada Uskup Nashibin. Aku jelaskan perihal diriku kepadanya dan apa yang diperintahkan dua shahabatku kepadanya. Ia berkata tinggallah bersamaku, aku tinggal bersamanya, dan aku dapati dia seperti dua shahabatku yang telah wafat. Aku tinggal bersama orang yang terbaik. Demi Allah tidak lama kemudian ia wafat. Menjelang kematiannya, aku berkata: Hai Fulan, sungguh Si Fulan telah berwasiat kepadaku agar aku pergi kepada Si Fulan, kemudian Si Fulan tersebut berwasiat kepadaku agar aku pergi kepadamu, maka kepada siapa aku engkau wasiatkan? Apa yang akan engkau perintahkan kepadaku? Uskup tersebut berkata: Anakku demi Allah, aku tidak tahu orang yang seperti kita dan aku perintahkan engkau pergi kepadanya kecuali satu orang di Ammuriyah wilayah Romawi. Ia sama seperti kita. Jika engkau mau, pergilah kepadanya, karena ia sama seperti kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN PERGI KE USKUP AMMURIYAH]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika Uskup Nashibin telah wafat dan dikuburkan, aku pergi kepada Uskup Ammuriyah. Aku jelaskan perihal diriku kepadanya. Ia berkata: Tinggallah bersamaku! Aku tinggal bersama orang yang terbaik sesuai dengan petunjuk shahabat-shahabatny a dan perintah mereka. Aku bekerja (sambil belajar), sehingga aku memiliki beberapa lembu dan kambing-kambing, tidak lama kemudian, Uskup tersebut wafat, menjelang wafatnya aku bertanya kepadanya: Hai Si Fulan sungguh aku pernah tinggal bersama Si Fulan, kemudian ia berwasiat kepadaku agar aku pergi kepada Si Fulan, kemudian Si Fulan tersebut berwasiat kepadaku agar pergi kepada Si Fulan, kemudian Si Fulan tersebut berwasiat agar aku pergi kepada Si Fulan, kemudian Si Fulan berwasiat agar aku pergi kepada engkau, maka kepada siapa engkau wasiatkan? Uskup berkata: Anakku, demi Allah, sungguh aku tidak tahu pada hari ini ada orang-orang yang seperti kita yang aku bisa perintahkan kepada engkau untuk pergi kepadanya, namun telah dekat datangnya seorang Nabi. Ia diutus dengan membawa agama Ibrahim –‘alaihis salam- dan muncul di negeri Arab. Tempat hijrahnya adalah daerah diantara dua daerah yang berbatu dan diantara dua daerah tersebut terdapat pohon-pohon kurma., Nabi tersebut mempunyai tanda-tanda yang tidak bisa disembunyikan; ia memakan hadiah dan tidak memakan sedekah. Diantara kedua bahunya terdapat cap kenabian. Jika engkau bisa pergi kenegeri tersebut, pergilah engkau kesana!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN PERGI KELEMBAH AL-QURO]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah Uskup tersebut wafat dan di makamkan. Dan aku tetap tinggal di Ammuriyah hingga beberapa lama. Setelah itu, sekelompok pedagang berjalan melewatiku. Aku berkata kepada mereka: Bawalah aku kenegeri Arab, niscaya aku serahkan kambingku ini kepada kalian, mereka berkata: Ya, aku berikan lembu dan kambing-kambingku kepada mereka, dan mereka membawaku. Namun ketika tiba di lembah Al-Quro, mereka mendzolimiku. Mereka menjualku kepada orang Yahudi sebagai seorang budak. Kemudian aku tinggal bersama orang Yahudi tersebut, dan aku melihat kurma. Aku berharap kiranya negeri ini yang pernah diisyaratkan shahabatku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN TIBA DI MADINAH]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Disaat aku tinggal dengan orang Yahudi tersebut, tiba-tiba saudara misan orang Yahudi yang berasal dari Bani Quraidzah tiba dari Madinah. Ia membeliku dari orang Yahudi tersebut, dan membawaku ke Madinah, demi Allah, ketika aku melihat Madinah, persis seperti yang dijelaskan shahabatku. Aku menetap di sana. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus sebagai Nabi dan masih menetap di Makkah dalam jangka waktu tertentu dan aku tidak mendapatkan informasi tentang beliau karena kesibukanku berstatus sebagai budak. Tidak lama setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN MENDENGAR TEMPAT HIJRAH NABI]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demi Allah, aku berada di atas pohon kurma mengerjakan beberapa pekerjaan untuk tuanku, sedang tuanku duduk di bawahku. Tiba-tiba saudara misan tuanku datang dan berdiri di depannya sembari berkata: Hai Fulan semoga Allah membunuh Bani Qailah. Demi Allah, sesungguhnya mereka sekarang berkumpul di Quba’ untuk menyambut kedatangan seorang laki-laki dari Makkah, dan mereka mengklaim bahwa orang tersebut adalah Nabi. Ketika aku mendengar ucapan saudara misan tuanku, aku menggigil seolah-olah aku jatuh mengenai tuanku. Kemudia aku turun dari atas pohon kurma dan bertanya kepada saudara misan tuanku, apa yang engkau katakan tadi? Tuanku marah kepadaku dan menamparku dengan sangat marah mendengar pertanyaanku, sembari berkata: Apa urusanmu dengan persoalan ini? Pergi sana dan bereskan pekerjaanmu! Aku berkata: tidak apa-apa, aku hanya kepingin tahu ucapannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN MENCARI TANDA-TANDA KENABIAN PADA RASULULLAH]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku mempunyai sesuatu yang telah aku siapkan. Pada sore hari, aku mengambilnya kemudian pergi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di Quba’. Aku masuk menemui beliau dan berkata kepadanya: Aku mendapat informasi bahwa engkau orang yang sholih. Engkau mempunyai shahabat-shahabat, terasing dan memerlukan bantuan. Ini sedekah dariku. Aku melihat kalian lebih berhak daripada orang lain. Aku serahkan sedekah tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau berkata kepada shahabat-shahabatny a: "Makanlah" beliau menahan mulutnya dan tidak memakan sedikitpun dari sedekahku. Aku berkata dalam hati, ini tanda pertama, kemudian aku minta pamit dari hadapan Rasulullah. Setelah itu ku mengumpulkan sesuatu yang lain, sementara Rasulullah shallallahu ;alaihi wa sallam sudah pindah ke Madinah. Aku datang kepada beliau dan berkata kepadanya: sungguh aku melihatmu tidak memakan harta sedekah. Ini hadiah khusus aku berikan kepadamu. Maka Rasulullah memakan hadiah dariku dan memerintahkan shahabat-shahabatny a ikut makan bersamanya. Aku berkata dalam hati ini tanda yang kedua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN MASUK ISLAM]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah itu aku mendatangi Rasulullah di Baqi’ Al-Gharqad yang ketika itu sedang mengantar jenazah salah seorang dari shahabatnya. Aku sudah mengetahui dua tanda pada beliau. Beliau sedang duduk di antara shahabat-shahabatny a, kemudian aku mengucapkan salam kepada beliau. Setelah itu aku berada di belakang beliau, karena ingin melihat punggung beliau, apakah aku bisa melihat cap kenabian yang dijelaskan shahabatku? Ketika Rasulullah melihatku berada di belakangnya, beliau mengetahui bahwa aku mencari sifat yang pernah dijelaskan shahabatku. Beliau membuka kain dari punggungnya, maka pada saat itulah aku melihat cap kenabian pada beliau. Kemudian aku balik ke depan beliau dan menangis. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku: Baliklah, aku berbalik arah dan duduk di depan beliau, aku ceritakan semua kisah tentang diriku kepada beliau sebagaimana aku ceritakan kisahku ini kepadamu, hai Ibnu Abbas! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin kisahku ini didengar pula oleh shahabat-shahabatny a. Setelah itu aku sibuk karena berstatus budak, hingga tidak bisa ikut perang Badar dan perang Uhud bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[SALMAN MENJADI ORANG MERDEKA]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku: Bebaskanlah dirimu dengan membayar sejumlah uang, hai Salman! Kemudian aku memerdekakan diriku dari tuanku dengan membayar tiga ratus pohon kurma yang aku tanam untuk tuanku dan emas empat puluh ons. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru shahabat-shahabatny a: Bantulah saudara kalian ini! Shahabat-shahabat Rasulullah memberi bantuan anak pohon kurma kepadaku. Ada shahabat yang memberiku dengan tiga puluh anak pohon kurma. Dan ada shahabat yang memberiku lima belas anak pohon kurma, dan ada shahabat yang memberiku sepuluh anak pohon kurma, setiap orang membantu sesuai dengan kemampuannya, hingga akhirnya terkumpul tiga ratus pohon kurma. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku: "Pergilah hai Salman, dan galilah lubang untuk anak-anak pohon kurma ini! Jika engkau telah selesai menggalinya, datanglah kepadaku, agar aku sendiri yang akan meletakannya dengan tanganku sendiri ke dalam lubangnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian aku menggali lubang untuk anak-anak pohon kurma tersebut dengan dibantu shahabat-shahabatku . Ketika aku telah selesai menggalinya, aku menghadap kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaporkan kepada beliau bahwa aku telah selesai membuat lubang. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi bersamaku ke lubang-lubang tersebut. Kami berikan anak pohon kurma kepada beliau dan diletakannya ke dalam lubang tersebut. Demi Dzat yang jiwa Salman berada di Tangan-Nya, tidak ada satu anak pohon kurma pun yang mati. Aku pelihara pohon-pohon kurma tersebut dan aku mempunyai sedikit harta. Tidak lama setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dengan membawa emas sebesar telur ayam dari salah satu lokasi pertambangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘"Ambil emas ini dan bayarlah hutangmu dengannya!" Aku berkata: Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Bagaimana emas ini bisa menutupi hutangku? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: Ambillah emas ini karena Allah akan menutup hutangmu dengannya!" [2] Demi Dzat yang jiwa Salman berada di tangan-Nya, ternyata berat emas tersebut pas empat puluh ons. Kemudian aku bayar hutangku pada tuanku dengan emas tersebut. Setelah itu aku menjadi orang merdeka. Aku bisa ikut perang Khandaq bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang merdeka dan sesudah perang itu akan tidak pernah melewatkan satu peperanganpun [3].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KEZUHUDAN SALMAN ALFARISY&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Abu Nu’aim mengeluarkan dari Athiyah bin Amir, dia berkata, "Aku pernah melihat Salman Al-Farisy radhiyallhu ‘anhu menolak makanan yang disuguhkan kepadanya, lalu dia berkata, "Tidak, tidak. Karena aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata: ‘Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia akan lebih lama laparnya di akhirat. Wahai Salman, dunia ini hanyalah penjara orang Mukmin dan surga orang kafir". [4]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PELAJARAN DARI KISAH SALMAN AL-FARISY&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diantara pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Salman Al-Farisy adalah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ﺀ Pada kisah Salman tersebut menunjukan bahwa yang namanya hidayah adalah urusannya Allah, Allah akan berikan kepada orang yang Dia kehendaki, sebagaimana Salman, beliau berniat ingin melaksakan perintah bapaknya untuk pergi bekerja ke ladang, sebagai salah satu wujud dari berbakti kepada bapaknya, namun di tengah perjalanan ia mendapati suatu kaum yang beribadah di dalam gereja, sehingga pada akhirnya ia mendapatkan hidayah dari Allah ‘azza wa jalla. Dan datangnya hidayah pada seseorang itu adakalanya dengan cara mencari dengan kesungguhan untuk mendapatkannya dan terkadang dengan tiba-tiba seseorang mendapatkan hidayah (tanpa dengan upaya untuk mencarinya), sekadar contoh masuk Islamnya Umar Ibnul Khoththob dengan tiba-tiba beliau masuk Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Samahatusy Syaikh Abdul ‘Aziz Abdullah bin Bazz berkata dalam ta’liqat Kitab Fathul Majiid: "Hidayah diberikan kepada penerima petunjuk pada hatinya dengan mengubahnya dari kesesatan, kekufuran dan kefasikan, untuk menuju kepada petunjuk, keimanan, ketaatan dan meluruskannya pada jalan Allah dan mengokohkannya. Petunjuk ini khusus pada Allah Ta’ala, karena Dialah yang Maha Kuasa membolak-balikan hati dan mengubahnya serta menunjukan dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang dikehendaki Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ﺀ Saudaraku –hadanallahu wa iyyakum- perhatikanlah perkataan bapak Salman: "Anakku tidak ada kebaikan pada agama-agama selain agama kita". Ini menunjukan bukti konkrit bahwa tidaklah ada suatu kelompok yang sesat sekalipun untuk mengaku jika ia berada dalam kesesatan, bahkan ia akan merasa di atas petunjuk dan kebenaran. Maka jangan kita tertipu! Kita adalah para pemuda yang sudah sampai pada jenjang-jenjang kedewasaan berfikir, maka konsentrasikan fikiran dan berupayalah untuk lebih jeli dan teliti dalam memilih dan memilah terhadap sesuatu perkara atau ketika kita akan membuat keputusan, dan ini peringatan bagi kita. Wallahul mustaan!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ﺀ Saudaraku seperjuangan –hayyakumullah- lihatlah sikap dan tindak tanduknya Salman ketika tiba di Syam, beliau langsung bertanya, siapakah pemeluk agama ini yang paling banyak ilmunya? Ini menunjukkan kecerdasan beliau, beliau benar-benar memahami akan pentingnya ilmu. Asy-Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr berkata: "Ilmu merupakan pokok pangkal segala kebaikan. Sedangkan kejahilan merupakan pokok pangkal segala kejelekan. Cinta kepada kezhaliman, permusuhan, melakukan kekejian dan melanggar larangan-larangan, sebabnya yang pertama adalah kejahilan serta rusaknya ilmu atau rusaknya niat. Dan rusaknya niat disebabkan karena rusaknya ilmu. Kejahilan dan rusaknya ilmu merupakan sebab pertama dalam kerusakan amal dan berkurangnya iman. [5]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beliau juga menjelaskan: "Jahil tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah penyakit yang berbahaya dan membinasakan yang akan menggiring pemiliknya menuju kecelakaan dan adzab yang besar. Barangsiapa yang penyakit ini mengakar pada dirinya dan menguasainya, jangan engkau bertanya tentang kebinasaannya (yakni pasti akan binasa). Dia akan berkubang dalam kemaksiatan dan dosa, terjungkir balik dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lurus, pasrah dalam seruan syubhat dan syahwat. Kecuali bila dia dijemput oleh rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan siraman hati dan cahaya penglihatan. Itulah kunci kebaikan, yaitu ilmu yang bermanfaat yang akan membuahkan amal shalih. Sebab, tidak ada obat terhadap penyakit itu melainkan ilmu. Dan seseorang tidak akan terlepas dari penyakit ini melainkan bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajarkan kepadanya ilmu yang bermanfaat dan memberikan bimbingan kepadanya. Barangsiapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala menginginkan kebaikan kepadanya, Dia akan mengajarkannya ilmu yang bermanfaat dan memberikan kedalaman tentang agama serta memperlihatkan kepadanya segala yang akan menjadikan dia bahagia dan bergembira, kemudian dia keluar dari kubangan kejahilan. Dan kapan saja Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menginginkan kebaikan untuknya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menetapkan dia di atas kejahilan. Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah kita meminta agar Dia menyirami hati kita dengan ilmu dan iman, serta melindungi kita dari kejahilan dan permusuhan." [6]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lihatlah apa yang menyebabkan bapaknya Salman menolak kebenaran dan bahkan tidak ridho kalau Salman mengikuti Agama Nabiullah Isa –‘alaihi salam-, ini menunjukan ketidak tahuannya terhadap kebenaran dan ia bodoh terhadap kebenaran, sungguh benar perkataan Ibnul Qayyim rahimahullahu: "Sebab tertolaknya kebenaran banyak sekali. Di antaranya adalah kejahilan, dan inilah sebab yang mendominasi pada kebanyakan orang. Karena barangsiapa jahil terhadap sesuatu niscaya dia akan menentangnya dan menentang pemeluknya." [7].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Imam Ahmad rahimahullahu berkata: "Sesungguhnya seseorang melakukan penyelisihan karena sedikitnya pengetahuan mereka tentang segala apa yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam." [8]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: "Kebenaran banyak hilang di tengah orang-orang yang jahil lagi ummi (tidak pandai membaca dan menulis)." [9]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku seperjuangan! -Semoga Allah menjaga kita- lihatlah apa yang diwasiatkan oleh para Uskup kepada Salman? Mereka semua memberikan wasiat untuk berkumpul dan berteman dengan orang-orang yang Sholih, dan telah kita maklumi bahwa seseorang itu tergantung agama temannya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam berkata: "(Agama) seseorang tergantung dari agama temannya, maka perhatikanlah kepada engkau temanmu." [10].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud berkata: "Nilailah seseorang itu dengan siapa ia berteman karena seorang Muslim akan mengikuti Muslim yang lain dan seorang fajir akan mengikuti orang fajir yang lainnya." [11] Dan ia juga berkata: "Seseorang itu akan berjalan dan berteman dengan orang yang dicintainya dan mempunyai sifat seperti dirinya." [12]. Beliau melanjutkan: "Nilailah seseorang itu dengan temannya sebab sesungguhnya seseorang tidak akan berteman kecuali dengan orang yang mengagumkannya (karena seperti dia)." [13].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yahya bin Abi Katsir mengatakan, Nabi Sulaiman bin Daud Alaihis Salam bersabda: "Jangan menetapkan penilaian terhadap seseorang sampai kamu memperhatikan siapa yang menjadi temannya." [14]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Qatadah berkata: "Sesungguhnya kami, demi Allah belum pernah melihat seseorang menjadikan teman buat dirinya kecuali yang memang menyerupai dia maka bertemanlah dengan orang-orang yang shalih dari hamba-hamba Allah agar kamu digolongkan dengan mereka atau menjadi seperti mereka." [15].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BERPIKIRLAH SEJENAK!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui kisah Salman Al-Farisy, mari kita mencoba merenungi dan meresapi kisah tersebut, bukankah Salman Al-Farisy adalah seorang anak yang paling disayangi oleh bapaknya, namun karena panggilan kebenaran beliau –radhiyallahu ‘anhu- lebih memilih untuk hidup bersama Uskup, hingga penderitaan demi penderitaan, kepedihan demi kepedihan beliau rasakan, dan bahkan ketika beliau mencari kebenaran beliau mendapatkan resiko yang sangat besar, hingga akhirnya beliau pun menjadi budak yang diperjual belikan. Apakah dengan ujian dan hambatan yang beliau dapati mengakibatkan beliau loyo dan patah semangat? Demi Allah beliau adalah orang paling penyabar dan kokoh keimanannya. Mampukah kita seperti beliau? Sudikah kita meninggalkan perkara-perkara mubah atau bahkan perkara haram karena menyambut panggilan kebenaran?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wahai saudaraku seperjuangan! Ingatlah perjuangan belum berakhir! Badai dan gelombang fitnah akan terus menghadai, maka dengan apa dan persiapan apa kita akan menghadapinya? Tidakkah kita mau berfikir dan mengambil pelajaran dari umat-umat yang telah mendahului kita?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku ingatlah usia semakin hari semakin berkurang! Apakah setiap usia yang kita luput darinya terdapat simpanan kebaikan? Ataukah bahkan usia yang kita sia-siakan tersebut memberi pengaruh jelek kepada kita? Ingatlah waktu dan perjuangan belum berakhir! Kapan lagi kita untuk bersegera kepada ampunan Rabb kita, kalau bukan mulai sekarang. Wabillahit taufiq!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga upaya yang kami lakukan ini ikhlas semata-mata karena mengharapkan wajah-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabiullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keluarga dan para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnote:&lt;br /&gt;[1] Kisah dikeluarkan oleh Ibnu Ishaq, ia berkata bahwa Ashim Ibnu Umar bin Qatadah Al-Anshary berkata kepadaku dari Mahmud bin Labib dari Abdullah bin Abbas.&lt;br /&gt;[2] Dalam suatu riwayat Salman berkata: Ketika aku berkata kepada: Wahai Rasulullah, bagaimana emas ini bisa menutupi hutangku? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memungut emas tersebut dan membolak-balikannya di depan mulut beliau. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: "Ambillah emas ini, hai Salman dan bayar hutangmu pada tuanmu dengan emas ini! Emas tersebut aku ambil, lalu aku bayar hutangku pada tuanku secara penuh, empat puluh ons.&lt;br /&gt;[3] Lihat Sirah Nabawy karya Ibnu Hisyam.&lt;br /&gt;[4] Lihat Al-Hilyah, 1/198, Bagian terakhir dari hadits di atas, "Dunia ini hanyalah penjara orang Mukmin", merupakan riwayat Muslim.&lt;br /&gt;[5] Asbab Ziyadatil Iman hal. 62&lt;br /&gt;[6] Asbab Ziyadatil Iman hal. 64&lt;br /&gt;[7] Hidayatul Hayara fi Ajwibati Al-Yahudi wan Nashara hal. 18&lt;br /&gt;[8] I’lamul Muwaqqi’in, 1/44&lt;br /&gt;[9] Majmu’ Fatawa 25/129&lt;br /&gt;[10] Hadits dari Abu Hurairah radhiyallhu ‘anhu, lihat As-Shahihah 927&lt;br /&gt;[11] Al Ibanah 2/477 nomor 502 dan Syarhus Sunnah Al Baghawi 13/70&lt;br /&gt;[12] Al Ibanah 2/476 nomor 499&lt;br /&gt;[13] Al Ibanah 2/477 nomor 501&lt;br /&gt;[14] Al Ibanah 2/480 nomor 514&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber: Darussalaf.or. id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-7053033024674033409?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/7053033024674033409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/kisah-shahabat-yang-mulia-salman-al.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/7053033024674033409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/7053033024674033409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/kisah-shahabat-yang-mulia-salman-al.html' title='Kisah Shahabat yang Mulia Salman Al-Farisy'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-113035365488843828</id><published>2010-04-03T22:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T22:23:11.232-07:00</updated><title type='text'>Perilaku Abu Ayyub ra. terhadap Nabi SAW.</title><content type='html'>Dari Abu Ayyub ra. "Ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah. maka Beliau tinggal di rumah Abu Ayyub ra. Rasulullah SAW tinggal di bagian bawah sedangkan Abu Ayyub di bagian atas rumah. Ketika malam tiba. Abu Ayyub tersadar bahwa ia tinggal di atas Nabi SAW berarti dirinya berada di antara Rasulullah SAW dan wahyu. Hal itu membuat ia susah untuk tidur. la pun khawatir jikalau ia menggerakkan kakinya dapat merontohkan debu-debu sehingga menyusahkan Nabi SAW.&lt;br /&gt;Ketika pagi hari tiba maka ia berkata kepada Nabi SAW "Wahai Rasulullah, saya baru tersadar bahwa saya berada diatasmu Dan engkau berada di bawahku. sehingga saya takut bergerak yang menyebabkan jatuhnya debu-debu kepadamu Dan saya pun berada di antara engkau dan wahyu." Jawab Nabi SAW, "Wahai Abu Ayyub jangan kamu berlebihan, maukah aku ajarkan kepadamu suatu ucapan yang jika kamu mengucapkannya setiap pagi dan sore, sebanyak sepuluh kali. maka Allah akan memberikan sepuluh kebaikan. menghapuskan sepuluh dosa dan mengangkatmu sepuluh derajat dan kelak padi hari Kiamat engkau akan digolongkan sebagai seorang yang telah mcmbebaskan sepuluh budak. Ucapan itu ialah:&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallaahu wahdahulaa syarikalahu ...&lt;br /&gt;(Thabrani, Kanzul Ummal, 1/294)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Ayyub katanya,"Ketika beliau tinggal di rumahku maka aku berkata kepadanya, "Demi ayah dan ibuku, sesungguhnya daku merasa tidak enak jika tinggal di atasmu dan engkau berada di bawahku." Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya lebih mudah bagi kami untuk tinggal di bawah saja, agar memudahkan kami ketika menerima tamu." (Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika tempat airku pecah maka airnya tumpah ke lantai. maka aku bersama istriku (Ummu Ayyub) segera mengeringkanya dengan kain milik kami padahal kami tidak memiliki lagi selimut lain kecuali itu. dengan perasaan takut dan khawatir air tersebut akan mengenai beliau dan menyusahkannva. Dan setiap hari kami menghidangkan makanan bagi Rasulullah SAW dan jika ada sisa dari makanan tersebut maka kami makan pada bagian bekas-bekas tangan Rasulullah SAW agar kami mendapat berkat dengan hal itu.&lt;br /&gt;Pada suatu malam ketika kami hidangkan makan malam. kami bubuhkan di dalam masakan tersebut bawang. Beliau mengembalikannya kepada kami. Dan kami melihat tidak ada sedikit pun bekas tangan beliau. Maka hal ini kami ceritakan kepada Rasulullah SAW, mengenai makanan kami dan apa sebab beliau tidak mau menyentuh makanan kami sedikit pun Kata Beliau, "Aku dapatkan pada makanan ini bau bawang putih, di karenakan aku adalah seorang lelaki vang senantiasa berdzikir kepada Allah. maka aku tidak senang bila mulutku tercium bau yang tidak enak. Sedangkan untuk kalian maka silahkan kalian memakannya."&lt;br /&gt;(Kanzul Ummal. 5/50)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-113035365488843828?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/113035365488843828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/perilaku-abu-ayyub-ra-terhadap-nabi-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/113035365488843828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/113035365488843828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/04/perilaku-abu-ayyub-ra-terhadap-nabi-saw.html' title='Perilaku Abu Ayyub ra. terhadap Nabi SAW.'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-1547646208864848158</id><published>2010-03-20T21:09:00.001-07:00</published><updated>2010-03-20T21:09:46.033-07:00</updated><title type='text'>Pembelaan Abu Bakar ra. terhadap Nabi SAW</title><content type='html'>Dalam peristiwa yang diberitakan oleh Abi Ya'la dari Anas bin Malik ra. katanya: Suatu kali, pernah kaum Quraisy memukul Nabi SAW sehingga beliau jatuh pingsan. Ada orang yang memberitahu Abu Bakar ra. lalu segera dia meleraikan mereka, seraya berkata: Celaka kamu sekalian! Apakah kamu hendak membunuh orang yang mengatakan 'Tuhanku Allah!' Kemudian orang-orang jahat bertanya: Siapa orang ini? Jawab mereka: Inilah Abu Bakar yang sudah gila itu! Mereka pun meninggalkan Nabi SAW lalu berkelahi dengan Abu Bakar.&lt;br /&gt;(Majma'uz Zawa'id 6:17; Hakim 3:67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bazzar memberitakan di dalam Musnadnya dari Muhammad bin Aqil dari Ali ra. bahwa pada suatu hari, dia berdiri berpidato kepada orang ramai, katanya: 'Siapakah orang yang paling berani?' 'Engkaulah, wahai Amirul Mukminin!' jawab orang-orang yang mendengarnya. 'Memang barangkali aku, kerana tiada siapa yang bertanding pedang denganku, melainkan aku membelahnya menjadi dua!' Ali lalu berdiam sebentar. Kemudian dia menyambung kata-katanya lagi: 'Tetapi yang benar-bena rberani adalah Abu Bakar ra. Pada suatu hari kita memdirikan untuk Nabi SAW sebuah pondok, lalu kita berkata: Siapa yang akan menjaga Nabi SAW supaya jangan ada orang musyrik mengapa-apakannya?! Demi Allah, tiada seorang pun yang maju ke depan, melainkan Abu Bakar ra. sedang dia menghunuskan pedangnya di kepala Rasulullah SAW tiada seorang musyrik yang coba mendekati beliau, melainkan diayunkan pedang itu kepadanya. Inilah orang yang paling berani!' ujar Ali ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia bercerita lagi: 'Pernah aku melihat kaum Quraisy mengancam Rasulullah SAW yang satu mengganggunya, dan yang lain menarik-nariknya seraya mengatakan: Engkaukah orangnya yang menjadikan tuhan-tuhan itu hanya Satu Tuhan saja? Demi Allah aku tidak melihat siapa pun datang untuk menolong beliau, selain Abu Bakar semata, dia memukul si fulan, menghadapi si fulan serta mendorong si fulan dan dia terus-menerus berkata: Celaka kamu! Celaka kamu! Apakah kamu mau membunuh orang yang mengatakan'Tuhanku Allah!?...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ali ra. menngambil kain burdah yang ada pada badannya, seraya dia menangis terisak-isak hingga membasahi janggutnya. Kemudian Ali ra. menanyai orang-orang yang mendengar pidatonya tadi dengan berkata: 'Aku meminta kepada kamu sekalian dengan nama Allah, tolongl beritahu aku, apakah orang Mukmin kaum Fir'aun itu yang lebih baik, atau dia (yakni Abu Bakar)? jawablah tuan-tuan sekalian!' Majlis itu senyap-sunyi, tiada siapa yang mahu menjawabnya, sehingga dia sendiri yang menjawabnya, katanya: 'Demi Allah, satu detik saja dari Abu Bakar adalah lebih baik dari seisi bumi yang dipenuhi oleh orang Mukmin kaum Fir'aun itu! Mereka itu menyembunyikan imannya! Namun Abu Bakar menampakkan imannya!' demikianlah Ali ra. mengenalkan kepada orang tentang keutamaan Abu Bakar ra.&lt;br /&gt;(Al-Bidayah Wan-Nihayah 3:271; Majma'uz Zawa'id 9:47)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-1547646208864848158?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/1547646208864848158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/pembelaan-abu-bakar-ra-terhadap-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1547646208864848158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1547646208864848158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/pembelaan-abu-bakar-ra-terhadap-nabi.html' title='Pembelaan Abu Bakar ra. terhadap Nabi SAW'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-6342017614935948530</id><published>2010-03-20T21:08:00.001-07:00</published><updated>2010-03-20T21:08:09.059-07:00</updated><title type='text'>Pesan Abu Bakar ra. sebelum Mengirim Pasukan Jihad</title><content type='html'>Baihaqi dan Ibnu Asakir telah memberitakan dari Said bin Al-Musaiyib, bahwa Khalifah Abu Bakar ra. pernah mengutus pasukan Islam ke Syam, dan menyerahkan kepemimpinan pasukan itu di tangan Yazid bin Abu Sufyan ra, Amru bin Al-Ash ra. dan Syurahbil bin Hasanah ra. Mereka pun menunggang kuda masing-masing untuk berangkat, namun Abu Bakar ra. tetap berjalan kaki untuk melepas pasukan itu hingga ke Tsaniyatil-Wadak. Maka para panglima Islam itu berkata kepada Khalifah Abu Bakar ra.: "Wahai Khalifah Rasulullah! Tidak enak rasanya, engkau berjalan kaki sedangkan kami menunggang kuda?!" "Jangan turun dari atas tunggangan kalian", jawab Khalifah Abu Bakar. "Aku menganggap langkah-langkah ini dari berjuang pada jalan Allah!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjalan kaki, Khalifah mengingatkan pasukan itu, katanya: Aku berpesan kepada kamu supaya bertaqwa kepada Allah. Berjuanglah pada jalan Allah, dan perangilah siapa yang mengkufuri Allah, kerana Allah senantiasa akan memenangkan agamaNya! Jangan membuat aniaya, jangan berkhianat, jangan melarikan diri, jangan membuat kerusakan di muka bumi, jangan mendurhakai perintah ketua. Jika kamu berhadapan dengan musuh dari kaum musyrik itu, insya Allah nanti, maka serulah mereka kepada tiga perkara. Jika mereka setuju, terimalah dari mereka dan jangan memerangi mereka lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula serulah mereka kepada Islam! jika mereka setuju memeluk Islam, terimalah mereka dan berhenti memerangi mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ajaklah mereka berpindah dari tempat mereka itu ke negeri Islam, tempat orang yang berhijrah. jika mereka mau datang, beritahulah mereka bahwa mereka akan mendapat hak sesuai dengan hak yang didapati oleh kaum Muhajirin, dan atas mereka hak sesuai dengan hak yang ditanggung oleh kaum Muhajirin. Tetapi jika mereka menerima Islam, lalu mereka memilih hendak menetap di negeri mereka sendiri, tidak sanggup untuk berhijrah ke negeri tempat menetapnya kaum Muhajirin, maka hendaklah kamu memberitahu mereka bahwa mereka akan dikenakan syarat seperti yang dikenakan ke atas kaum Arab yang lain yang mendiami negeri mereka. Mereka wajib menerima hukum-hukum Allah yang difardhukan ke atas semua kaum Mukminin, mereka tidak akan diberikan hasil upeti dan harta rampasan perang, sehingga mereka mau berjuang bersama-sama kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka enggan memeluk lslam, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka wajib membayar upeti (jizyah). Jika mereka setuju inembayar upeti, terimalah dari mereka dan berhentikan memerangi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu juga mereka enggan menerima, maka mohonlah bantuan Allah untuk memerangi mereka, dan teruskanlah perjuangan kamu insya Allah!. Tetapi janganlah memotong pepohonan korma, jangan membakamya, jangan membunuh binatang-binatang, jangan menebas pepohonan buah, jangan robohkan rumah kediaman, jangan membunuh anak-anak kecil, orang tua dan wanita. Dan jika kamu dapati orang yang menyembunyikan dirinya di dalam gereja atau rumah agama, maka jangan kamu mengganggu mereka, dan biarkanlah mereka dalam keadaan mereka itu. Dan kamu akan dapati dari kumpulan ini yang bertopengkan agama, yang menyediakan tempat untuk syaitan bersarang di kepalanya, maka jika kamu dapati orang serupa ini, hendaklah kamu tebas kepala mereka, insya Allah!&lt;br /&gt;(Kanzul Ummal 2:295-296)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baihaqi memberitakan dari Urwah, bahwa Abu Bakar As-Shiddiq ra. pernah menyerahkan kepemimpinan pasukan kepada Khalid bin Al-Walid ra. ketika diutus kepada kaum yang murtad dari orang-orang Arab, supaya dia mula-mula mengajak mereka kembali kepada Islam serta menerangkan kembali apa yang wajib bagi mereka dan ke atas mereka, dan meneguhkan keyakinan mereka kepada Islam! Maka barangsiapa yang menerima seruan itu di antara mereka, tidak kira yang merahnya ataupun yang hitamnya, mestilah dia menerima darinya. Sebab dia hanya disuruh untuk memerangi siapa yang mengkufuri Allah dan menolak keimanan kepadanya saja. Maka apabila orang yang diseru itu sudah menerima Islam, dan benar keimanannya, tidak ada jalan baginya untuk memeranginya lagi, dan Allah sajalah yang bakal membuat perhitungan dengannya! Tetapi, barangsiapa yang enggan menerima seruan Islam itu, dan tidak mau kembali kepada Islam dari orang yang murtad darinya, maka hendaklah dia memerangi dan membunuhnya!&lt;br /&gt;(Kanzul Ummal 3:143)&lt;br /&gt;Posted by azharjaafar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-6342017614935948530?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/6342017614935948530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/pesan-abu-bakar-ra-sebelum-mengirim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/6342017614935948530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/6342017614935948530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/pesan-abu-bakar-ra-sebelum-mengirim.html' title='Pesan Abu Bakar ra. sebelum Mengirim Pasukan Jihad'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-223362932421804532</id><published>2010-03-20T21:05:00.001-07:00</published><updated>2010-03-20T21:05:52.750-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Sunnah Rasulullah SAW</title><content type='html'>Dari Anas bin Malik ra. katanya, Rasulullah SAW telah berkata kepadaku: 'Hai anakku! Jika engkau mampu tidak menyimpan dendam kepada orang lain sejak dari pagi sampai ke petangmu, hendaklah engkau kekalkan kelakuan itu! Kemudian beliau menyambung pula: Hai anakku! Itulah perjalananku (sunnahku), dan barangsiapa yang menyukai sunnahku, maka dia telah menyukaiku, dan barangsiapa yang menyukaiku, dia akan berada denganku di dalam syurga! ' (Riwayat Tarmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Nabi SAW yang berkata: "Barangsiapa yang berpegang dengan sunnahku, ketika merata kerusakan pada ummatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid". (Riwayat Baihaqi) Dalam riwayat Thabarani dari Abu Hurairah ra. ada sedikit perbedaan, yaitu katanya: Baginya pahala orang yang mati syahid. (At-Targhib Wat-Tarhib 1: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thabarani dan Abu Nu'aim telah mengeluarkan sebuah Hadis marfuk yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. bahwa Nabi SAW telah bersabda: Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam zaman kerusakan ummatku akan mendapat pahala orang yang mati syahid. Hakim pula meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. juga bahwa Nabi SAW telah berkata: Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam masa perselisihan diantara ummatku adalah seperti orang yang menggenggam bara api. (Kanzul Ummal 1: 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Muslim pula meriwayatkan dari Anas ra. dari Rasulullah SAW katanya: Orang yang tidak suka kepada sunnahku, bukanlah dia dari golonganku! Demikian pula yang dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu Umar ra. cuma ada tambahan di permulaannya berbunyi: Barangsiapa yang berpegang kepada sunnahku, maka dia dari golonganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Daraquthni pula mengeluarkan sebuah Hadis dari Siti Aisyah r.a. dari Nabi SAW katanya: Sesiapa yang berpegang kepada sunnahku akan memasuki syurga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dikeluarkan oleh As-Sajzi dari Anas ra. dari Nabi SAW katanya: Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka dia telah mengasihiku, dan siapa yang mengasihiku dia akan memasuki syurga bersama-sama aku!&lt;br /&gt;Posted by azharjaafar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-223362932421804532?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/223362932421804532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/pentingnya-sunnah-rasulullah-saw.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/223362932421804532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/223362932421804532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/pentingnya-sunnah-rasulullah-saw.html' title='Pentingnya Sunnah Rasulullah SAW'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-2682768335197001631</id><published>2010-03-09T19:37:00.001-08:00</published><updated>2010-03-09T19:37:49.154-08:00</updated><title type='text'>Penderitaan Nabi SAW (1)</title><content type='html'>Baihaqi memberitakan dari Abdullah bin Ja'far ra. katanya: Apabila Abu Thalib telah meninggal dunia, mulailah Nabi SAW diganggu dan ditentang secara terang-terangan. Satu peristiwa, beliau telah dihadang di jalanan oleh salah seorang pemuda jahat Quraisy, diraupnya tanah dan dilemparkan ke muka beliau, namun beliau tidak membalas apa pun.&lt;br /&gt;Apabila beliau tiba di rumah, datang salah seorang puterinya, lalu membersihkan muka beliau dari tanah itu sambil menangis sedih melihat ayahnya diperlakukan orang seperti itu. Maka berkatalah Rasulullah SAW kepada puterinya itu: 'Wahai puteriku! Jangan engkau menangis begitu, Allah akan melindungi ayahmu!' beliau membujuk puterinya itu.&lt;br /&gt;Beliau pernah berkata: Sebelum ini memang kaum Quraisy tidak berani membuat sesuatu seperti ini kepadaku, sehinggalah selepas Abu Thalib meninggal dunia, mulailah mereka menggangguku dan mengacau ketenteramanku. Dalam riwayat yang lain, beliau berkata kepadanya karena menyesali perbuatan jahat kaum Quraisy itu: Wahai paman! Alangkah segeranya mereka menggangguku sesudah engkau hilang dari mataku!&lt;br /&gt;(Hilyatul Auliya 8:308; Al-Bidayah Wan-Nihayah 3:134)&lt;br /&gt;Thabarani telah memberitakan dari Al-Harits bin Al-Harits yang menceritakan peristiwa ini, katanya: Apabila aku melihat orang ramai berkumpul di situ, aku pun tergesa-gesa datang ke situ, menarik tangan ayahku yang menuntunku ketika itu, lalu aku bertanya kepada ayahku: 'Apa sebab orang ramai berkumpul di sini, ayah?' 'Mereka itu berkumpul untuk mengganggu si pemuda Quraisy yang menukar agama nenek-moyangnya!' jawab ayahku. Kami pun berhenti di situ melihat apa yang terjadi. Aku lihat Rasulullah SAW mengajak orang ramai untuk mengesakan Allah azzawajaila dan mempercayai dirinya sebagai Utusan Allah, tetapi aku lihat orang ramai mengejek-ngejek seruannya itu dan mengganggunya dengan berbagai cara sehinggalah sampai waktu tengah hari, maka mulailah orang bubar dari situ.&lt;br /&gt;Kemudian aku lihat seorang wanita datang kepada beliau membawa air dan sehelai kain, lalu beliau menyambut tempat air itu dan minum darinya. Kemudian beliau mengambil wudhuk dari air itu, sedang wanita itu menuang air untuknya, dan ketika itu agak terbuka sedikit pangkal dada wanita itu. Sesudah selesai berwudhuk, beliau lalu mengangkat kepalanya seraya berkata kepada wanita itu: Puteriku! lain kali tutup rapat semua dadamu, dan jangan bimbang tentang ayahmu! Ada orang bertanya: Siapa dia wanita itu? jawab mereka: Itu Zainab, puterinya - radhiallahu anha.&lt;br /&gt;(Majma'uz-Zawa'id 6:21)&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang sama dari Manbat Al-Azdi, katanya: Pernah aku melihat Rasulullah SAW di zaman jahiliah, sedang beliau menyeru orang kepada Islam, katanya: 'Wahai manusia sekaliani Ucapkanlah 'Laa llaaha lliallaah!' nanti kamu akan terselamat!' beliau menyeru berkali-kali kepada siapa saja yang beliau temui. Malangnya aku lihat, ada orang yang meludahi mukanya, ada yang melempar tanah dan kerikil ke mukanya, ada yang mencaci-makinya, sehingga ke waktu tengah hari.&lt;br /&gt;Kemudian aku lihat ada seorang wanita datang kepadanya membawa sebuah kendi air, maka beliau lalu membasuh wajahnya dan tangannya seraya menenangkan perasaan wanita itu dengan berkata: Hai puteriku! Janganlah engkau bimbangkan ayahmu untuk diculik dan dibunuh ... ! Berkata Manbat: Aku bertanya: Siapa wanita itu? Jawab orangorang di situ: Dia itu Zainab, puteri Rasuluilah SAW dan wajahnya sungguh cantik.&lt;br /&gt;(Majma'uz Zawa'id 6:21)&lt;br /&gt;Posted by azharjaafar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-2682768335197001631?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/2682768335197001631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/penderitaan-nabi-saw-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2682768335197001631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2682768335197001631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/penderitaan-nabi-saw-1.html' title='Penderitaan Nabi SAW (1)'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-8893287126111259942</id><published>2010-03-09T19:36:00.001-08:00</published><updated>2010-03-09T19:36:54.865-08:00</updated><title type='text'>Penderitaan Nabi SAW (2)</title><content type='html'>Bukhari meriwayatkan dari Urwah r.a. katanya: Aku bertanya Amru bin Al-Ash ra. mengenai apa yang dideritai Nabi SAW ketika beliau berdakwah mengajak orang masuk Islam, kataku: 'Beritahu aku tentang perbuatan yang paling kejam yang pernah dibuat oleh kaum musyrikin terhadap Rasulullah SAW? Maka Amru berkata: Ketika Nabi berada di Hijir Ka'bah, tiba-tiba datang Uqbah bin Abu Mu'aith, lalu dibelitkan seutas kain pada tengkuk beliau dan dicekiknya dengan kuat sekali. Maka seketika itu pula datang Abu Bakar ra. lalu dipautnya bahu Uqbah dan ditariknyanya dengan kuat hingga terlepas tangannya dari tengkuk Nabi SAW itu. Abu Bakar berkata kepada Uqbah: 'Apakah engkau hendak membunuh orang yang mengatakan 'Tuhanku ialah Allah!' padahal dia telah membawa keterangan dari Tuhan kamu?!' (Al-Bidayah Wan-Nihayah 3:46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah, dari Amru bin Al-Ash ra. katanya: Aku tidak pemah lihat kaum Quraisy yang hendak membunuh Nabi SAW seperti yang aku lihat pada suatu hari di bawah lindungan Ka'bah. Mereka bersepakat merencanakan pembunuhan beliau sedang mereka duduk di sisi Ka'bah. Apabila Rasulullah SAW datang dan bersembahyang di Maqam, lalu bangunlah Uqbah bin Abu Mu'aith menuju kepada Rasulullah SAW dan membelitkan kain ridaknya ke tengkuk beliau, lalu disentaknya dengan kuat sekali, sehingga beliau jatuh tersungkur di atas kedua lututnya. Orang ramai yang berada di situ menjerit, menyangka beliau telah mati karena cekikan keras dari Uqbah itu. Maka ketika itu segeralah Abu Bakar ra. datang dan melepaskan cekikan Uqbah dari Rasulullah SAW itu dari belakangnya, seraya berkata: Apa ini? Adakah engkau hendak membunuh orang yang mengatakan 'Tuhanku ialah Allah!' Uqbah pun segera berundur dari tempat Rasuluilah SAW itu kembali ke perkumpulan teman-temannya para pemuka Quraisy itu. Rasulullah SAW hanya bersabar saja, tidak mengatakan apa pun. Beliau lalu berdiri bersembahyang, dan sesudah selesai sembahyangnya dan ketika hendak kembali ke rumahnya, beliau berhenti sebentar di hadapan para pemuka Quraisy itu sambil berkata: 'Hai kaum Quraisy! Demi jiwa Muhammad yang berada di dalam genggaman Tuhan! Aku diutus kepada kamu ini untuk menyembelih kamu!' beliau lalu mengisyaratkan tangannya pada tenggorokannya, yakni beliau rnenjanjikan mereka bahwa mereka akan mati terbunuh. 'Ah, ini semua omong kosong!' kata Abu jahal menafikan ancaman Nabi SAW itu. 'Ingatlah kataku ini, bahwa engkau salah seorang dari yang akan terbunuh!' sambil menunjukkan jarinya ke muka Abu jahal. (Kanzul Ummal 2:327)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-8893287126111259942?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/8893287126111259942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/penderitaan-nabi-saw-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8893287126111259942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8893287126111259942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/penderitaan-nabi-saw-2.html' title='Penderitaan Nabi SAW (2)'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-6976273083915407941</id><published>2010-03-09T19:35:00.001-08:00</published><updated>2010-03-09T19:35:47.133-08:00</updated><title type='text'>Penderitaan Nabi SAW (3)</title><content type='html'>Ahmad memberitakan dari Urwah bin Az-Zubair dari Abdullah bin Amru ra. bahwa Urwah pernah bertanya kepada Abdullah: 'Tolong beritahu aku apa yang pernah engkau lihat dari kaum Quraisy ketika mereka menunjukkan permusuhannya kepada Rasulullah SAW?'. Abdullah bercerita: Aku pernah hadir dalam salah satu peristiwa ketika para pemuka Quraisy bermusyawarah di tepi Hijir (Ka'bah), mereka berkata: Apa yang kita tanggung sekarang lebih dari yang dapat kita sabar lagi dari orang ini! Dia telah mencaci nenek-moyang kita, memburuk-burukkan agama kita, memporak-perandakan persatuan kita, dan mencerca tuhan-tuhan kita, siapa lagi yang dapat bersabar lebih dari kita ... !'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah mereka berbincang-bincang itu, tiba-tiba muncullah Rasulullah SAW datang dan langsung menghadap sudut Ka'bah, lalu beliau bertawaf keliling Ka'bah, dan apabila beliau berlalu di tempat kaum Quraisy itu sedang duduk, mereka melontarkan beberapa perkataan kepadanya, namun beliau hanya berdiam diri belaka. Apabila beliau bertawaf kali kedua, mereka tetap menyampaikan kata-kata mengejek, namun beliau tidak berkata apa pun. Tetapi pada tawaf keliling ketiga, bila mereka mengejek-ngejek lagi, beliau lalu berhenti seraya berkata kepada mercka: 'Hai pemuka Quraisy! Dengarlah baik-baik! Demi jiwa Muhammad yang berada di dalam genggaman Tuhan, sebenarnya aku ini mendatangi kamu untuk menyembelih kamu!' Mendengar itu, semua orang yang di situ merasa berat sekali, sehingga setiap seorang di antara mereka merasakan seolah-olah burung besar datang untuk menyambarnya, sampai ada orang yang tidak sekeras yang lain datang untuk menenangkan perasaan beliau supaya tidak mengeluarkan kata-kata yang mengancam, karena mereka sangat bimbang dari kata-katanya. 'Kembalilah sudah, wahai Abu Al-Qasim!' bujuk mereka. 'Janganlah engkau sampai berkata begitu! Sesungguhnya kami sangat bimbang dengan kata-katamu itu!' Rasuluilah SAW pun kembalilah ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada hari besoknya, mereka datang lagi ke Hijir (Ka'bah) itu dan berbicarakan permasalahan yang sama, seperti kemarin, dan aku duduk di antara mereka mendengar pembicaraan mereka itu. 'Kamu semua cuma berani berkata saja, cuma berani mengumpat sesama sendiri saja, kemudian apabila Muhammad mengatakan sesuatu yang kamu tidak senang, kamu lalu merasa takut, akhirnya kamu membiarkannya!' kata yang satu kepada yang lain. 'Baiklah,' jawab mereka.' Kali ini kita sama-sama bertindak, bila dia datang nanti.' Dan seperti biasa Rasulullah SAW pun datang untuk bertawaf pada Ka'bah, maka tiba-tiba mereka melompat serentak menerkamnya sambil mereka mengikutinya bertawaf mereka mengancamnya: 'Engkau yang mencaci tuhan kami?' kata yang seseorang. 'Engkau yang memburuk-burukkan kepercayaan kami, bukan?' kata yang lain. Yang lain lagi dengan ancaman yang lain pula. Maka setiap diajukan satu soalan kepada Rasulullah SAW itu, setiap itulah dia mengatakan: 'Memang benar, aku mengatakan begitu!' Lantaran sudah tidak tertanggung lagi dari mendengar jawaban Nabi SAW itu, maka seorang dari mereka lalu membelitkan kain ridaknya pada leher beliau, sambil menyentakkannya dengan kuat. Untung Abu Bakar ra. berada di situ, lalu dia segera datang melerai mereka dari menyiksa Nabi SAW sambil berkata: 'Apakah kamu sekalian mau membunuh seorang yang mengatakan 'Tuhanku ialah Allah! 'diulanginya kata-kata itu kepada kaum Quraisy itu, dengan tangisan yang memilukan hati. Kemudian aku lihat kaum Quraisy itu meninggalkan tempat itu. Dan itulah suatu peristiwa sedih yang pernah aku lihat dari kaum Quraisy itu yang dilakukan terhadap Nabi SAW - demikian kata Abdullah bin Amru kepada Urwah bin Az-Zubair ra. (Majma'uz Zawa'id 6:16)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-6976273083915407941?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/6976273083915407941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/penderitaan-nabi-saw-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/6976273083915407941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/6976273083915407941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/penderitaan-nabi-saw-3.html' title='Penderitaan Nabi SAW (3)'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-1523994376623446442</id><published>2010-03-09T19:34:00.001-08:00</published><updated>2010-03-09T19:34:32.744-08:00</updated><title type='text'>Penderitaan Nabi SAW (4)</title><content type='html'>Bazzar dan Thabarani telah memberitakan dari Abdullah bin Mas'ud r. a. katanya: Satu peristiwa, ketika Rasulullah SAW bersembahyang di Masjidil Haram, dan ketika itu pula Abu jahal bin Hisyam, Syaibah dan Utbah keduanya putera dari Rabi'ah, Uqbah bin Abu Mu'aith, Umaiyah bin Khalaf dan dua orang yang lain, semua mereka tujuh orang, mereka sekalian sedang duduk di Hijir, dan Rasuluilah SAW pula sedang asyik bersembahyang, dan apabila beliau bersujud, selalunya beliau memanjangkan sujudnya. Maka berkatalah Abu Jahal: 'Siapa berani pergi ke kandang unta suku Bani fulan, dan mengambil taiknya untuk mencurahkan ke atas kedua bahunya, bila dia sedang sujud nanti?' 'Aku!' jawab Uqbah bin Abu Mu'aith, orang yang paling jahat di antara yang tujuh di situ. Lalu Uqbah pergi mengambil taik unta itu, dan diperhatikannya dari jauh, apabila Rasulullah SAW bersujud dicurahkan taik unta itu ke atas kedua bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata penyampai cerita ini, Abdullah bin Mas'ud ra.: Aku melihat perkara itu, tetapi aku tidak berdaya untuk menghalangi atau melawan kaum Quraisy itu. Aku pun bangun dan meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal dan sedih sekali. Kemudian aku mendengar, bahwa Fathimah, puteri Rasulullah SAW datang dan membuangkan kotoran itu dari bahu dan tengkuk beliau. Kemudian dia mendatangi mereka yang melakukan perbuatan buruk itu, sambil memaki mereka, tetapi mereka diam saja, tidak menjawab apa pun. Ketika itu Rasulullah SAW pun mengangkat kepalanya, sebagaimana beliau mengangkat kepala sesudah sempurna sujud. Apabila sudah selesai dari sembahyangnya, beliau lalu berdoa: Ya Allah! Ya Tuhanku! Balaslah kaum Quraisy itu atas penganiayaannya kepadaku! Balaslah atas Utbah, Uqbah, Abu Jahal dan Syaibah! Sekembalinya dari masjid, beliau telah ditemui di jalanan oleh Abul Bukhturi yang di tangannya memegang cambuknya.&lt;br /&gt;Bila Abul Bukhturi melihat wajah Nabi SAW dia merasa tidak senang, karena dia tahu ada sesuatu yang tidak baik terjadi terhadap dirinya: 'Hai Muhammad! Mengapa engkau begini?' tegur Abul Bukhturi. 'Biarkanlah aku!' jawab Nabi SAW ' Tuhan tahu, bahwa aku tidak akan melepaskanmu sehingga engkau memberitahuku, apa yang terjadi pada dirimu terlebih dulu?!' Abul Bukhturi mendesak Nabi SAW untuk memberitahunya apa yang telah terjadi. Apabilla dilihatnya beliau masih mendiamkan diri, dia berkata lagi: 'Aku tahu ada sesuatu yang terjadi pada dirimu, sekarang beritahu!' pinta Abul Bukhturi lagi Apabila Nabi SAW melihat bahwa Abul Bukhturi tidak mau melepaskannya, melainkan sesudah beliau memberitahunya apa yang terjadi, maka beliau memberitahunya apa yang terjadi: 'Abu jahal membuat angkara!' beritahu Nabi SAW 'Abu jahal lagi? Memang sudah aku kira, apa yang dibuat kepadamu kali ini?!' tanya Abul Bukhturi lagi. 'Dia menyuruh orang meletakkan kotoran unta ke atas badanku ketika aku sedang bersujud dalam sembahyangku,' jelas Nabi SAW 'Mari ikut aku ke Ka'bah,' bujuk Abul Bukhturi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Bukhturi dan Nabi SAW pun pergi ke Ka'bah dan terus menuju ke arah tempat duduk Abu jahal. Abul Bukhturi kelihatan marah sekali. 'Hai Bapaknya si Hakam!' teriak Abul Bukhturi. 'Engkau yang menyuruh orang meletakkan kotoran unta ke atas badan Muhammad ini?' katanya dengan keras. 'Ya,' jawab Abu Jahal. 'Apa yang engkau mau?' Abul Bukhturi tidak banyak bicara, melainkan ditariknya cambuknya lalu dipukulnya kepala Abu jahal berkali-kali. Orang ramai di situ lari berhamburan, dan teman-teman Abu jahal hiruk-pikuk menyalahkan Abul Bukhturi. 'Celaka kamu!' jerit Abu Jahal memprotes, dan badannya terlihat kesakitan karena pukulan cambuk Abul Bukhturi itu.' Dia layak diperlakukan begitu, karena dia menimbulkan permusuhan di antara kita sekalian, agar terselamat pula dia dan kawan-kawannya... !' tambah Abu jahal lagi. (Majma'uz Zawa'id 6:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ahmad yang meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra. katanya: Aku lihat semua orang yang dijanjikan Nabi SAW akan mati itu, semuanya terbunuh di medan Badar, tiada seorang pun yang terselamat. (Al-Bidayah Wan-Nihayah 3:44)&lt;br /&gt;Posted by azharjaafar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-1523994376623446442?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/1523994376623446442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/penderitaan-nabi-saw-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1523994376623446442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1523994376623446442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/penderitaan-nabi-saw-4.html' title='Penderitaan Nabi SAW (4)'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-7493000323262185879</id><published>2010-03-09T19:30:00.001-08:00</published><updated>2010-03-09T19:30:08.389-08:00</updated><title type='text'>Dakwah Khalid bin Walid ra. di medan perang</title><content type='html'>Menurut Al-Waqidi dan lainnya, mereka berkata: Satu peristiwa, pada pertempuran Yarmuk, keluarlah dari barisan musuh seorang panglima besar musyrik, lalu dia menyeru Khalid bin Al-Walid untuk keluar dari barisan kaum Muslimin. Khalid pun keluar dengan kuda tangkasnya, hingga hampir-hampir kedua kuda itu berlaga kerana ketangkasannya. Maka berkatalah panglima pasukan musyrik itu yang bernama Jarjah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkaukah yang dikenal Khalid, panglima pasukan ini?".&lt;br /&gt;"Ya, aku Khalid pedang Allah!" jawab Khalid.&lt;br /&gt;"Khalid, pedang Allah?" tanya Jarjah lagi.&lt;br /&gt;"Ya", jawab Khalid. "Dan engkau siapa?"&lt;br /&gt;"Aku Jarjah, panglima perang!"&lt;br /&gt;"Apa maksudmu memanggil aku ke sini?" tanya Khalid.&lt;br /&gt;"Hai Khalid! Bicaralah yang benar, dan jangan berdusta! Sebab orang yang merdeka itu tidak berdusta. Dan jangan pula engkau menipuku, kerana orang yang berkedudukan seperti engkau ini tidak akan menipu yang lain, apa lagi bila hal itu ada pertaliannya dengan Allah!" jarjah ingin menguji kejujuran Khalid.&lt;br /&gt;"Baiklah", jawab Khalid. "Aku akan berkata benar dan menjawab sesuai dengan kehendakmu!"&lt;br /&gt;"Engkau mengaku diri sebagai pedang Allah, bukan?" tanya Jarjah.&lt;br /&gt;"Ya", jawab Khalid pendek&lt;br /&gt;"Apakah Allah telah menurunkan pedang itu dari langit kepada Utusan kamu, lalu dia menyerahkan pedang itu kepadamu, dan engkau tidak akan menghunuskan kepada sesiapa pun, melainkan engkau akan mengalahkannya?" Jarjah meminta penerangan dari Khalid.&lt;br /&gt;"Tidak!" jawab Khalid pendek lagi.&lt;br /&gt;"Oh, tidak?!" Jarjah mengejek. "Jadi bagaimana engkau dipanggil sebagai pedang Allah? Bukankah itu ajaib sekali?!" Jarjah menambah lagi.&lt;br /&gt;"Tidak ajaib, jika engkau mendengar cerita yang sebenarnya!" jawab Khalid.&lt;br /&gt;"Kalau begitu ceritakanlah kepadaku!" pinta Jarjah.&lt;br /&gt;"Sekarang dengarlah ceritanya: Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada kita UtusanNya, lalu Beliau mengajak kami memeluk Islam, tetapi kami menjauhkan diri darinya, dan kami sekalian menyingkirkannya. Meskipun begitu ada juga setengah dari kami yang mempercayainya dan mengikutnya, manakala yang lain mendustakannya dan menentangnya, dan jika engkau ingin tahu aku adalah di antara orang-orang yang mendustakannya dan menentangnya", Khalid menceritakan dirinya dengan jujur.&lt;br /&gt;"Sesudah itu?" tanya Jarjah yang mendengar dengan penuh minat.&lt;br /&gt;"Kemudian Allah telah melembutkan hati kami, dan membukakan pemikiran kami, lalu kami diberiNya petunjuk untuk memeluk Islam, dan kami pun memberikan kesetiaan kami kepadanya", Khalid berdiam sebentar mengenang dirinya di masa lalu.&lt;br /&gt;"Kemudian, apa yang berlaku?" tanya Jarjah lagl&lt;br /&gt;'Kerana aku memeluk Islam itulah, maka beliau berkata kepadaku: Hai Khalid! Engkau ini adalah pedang dari pedang-pedang Allah, yang dihunuskan Allah ke atas kaum musyrik, dan beliau mendoakan bagiku dengan kemenangan!" jelas Khalid.&lt;br /&gt;"Sebab itulah engkau dikenal dengan pedang Allah?!" tanya Jarjah.&lt;br /&gt;"Ya, aku rasakan itu, dan aku orang yang paling keras di antara pasukan Islam ke atas kaum musyrik", 'jelas Khalid lagi.&lt;br /&gt;"Baiklah", tanya Jarjah. "Engkau membawa pasukanmu ke sini itu, untuk apa?"&lt;br /&gt;Aku datang ke sini untuk menyeru orang-orang seperti kamu kepada Islam, dan mempercayai Tuhan yang Satu!" jawab Khalid.&lt;br /&gt;"Tuhan yang Satu?" tanya Jarjah.&lt;br /&gt;"Ya, dengan menyaksikan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwasanya Muhammad itu adalah Utusan Allah, serta meyakini bahwa apa yang dibawa Muhammad itu adalah dari Allah yang Maha Mulia", terang Khalid.&lt;br /&gt;"Kalau kami tidak mahu menerimanya?"&lt;br /&gt;"Bayar upeti, dan kami akan melindungi kamu!"&lt;br /&gt;"Kalau kami tidak mahu membayar upeti itu?"&lt;br /&gt;"Kami akan memerangi kamu habis-habisan!"&lt;br /&gt;"Baiklah, apa kedudukan orang yang mengikut seruanmu itu, dan yang mendampingkan diri dalam apa yang engkau seru itu?"&lt;br /&gt;'Kedudukannya dengan kami sama tentang apa yang difardhukan Allah ke atas kami sekalian, baik dia orang berpangkat atau orang yang rendah, yang pertama memeluk Islam dan yang kebelakangan! Yakni siapa yang mengikut Muhammad sekarang ini akan memperoleh pahala yang sama dengan siapa yang telah mengikutnya lama sebelum ini, iaitu balasannya dan kelebihannya?!"&lt;br /&gt;"Bagaimana itu?" Jarjah meminta penjelasan.&lt;br /&gt;"Ya", jawab Khalid, "bahkan boleh jadi lebih utama lagi".&lt;br /&gt;"Bagaimana sampai begitu? Bagaimana agamamu menyamakan orang-orang ini dengan kamu, padahal kamu sudah mendahului mereka?" tanya Jarjah.&lt;br /&gt;"Mudah saja!" jawab Khalid. "Kita orang-orang yang terdahulu memeluk Islam secara terpaksa, kerana kita telah menentangnya sebelum itu. Kemudian kita memberikan kesetiaan kami kepadanya sedang dia hidup di sisi kita, berita-berita langit sedang turun kepadanya, dia memberitahu kita tentang firman-firman Allah itu serta dibuktikannya dengan keterangan-keterangan yang tidak dapat diragukannya lagi", kata Khalid.&lt;br /&gt;"Jadi, apa alasannya?" tanya Jarjah lagi.&lt;br /&gt;"Jadi orang-orang seperti kita ini sudah melihat semua bukti-bukti itu, dan kami mendengar sendiri darinya, sudah seharusnyalah kami mengikutnya dan menganut kepercayaannya. Tetapi kamu tidak seperti kami, kamu tidak melihat apa yang kami lihat, dan kamu tidak mendengar seperti apa yang kami dengar dan berbagai keajaiban dan bukti-bukti yang membenarkan seruan dan dakwaannya. Jadi barangsiapa yang mengikut perkara ini di antara kamu dengan kebenaran dan niat yang baik, tentulah dia lebih utama dari kami".&lt;br /&gt;Jarjah terharu dengan penerangan Khalid itu, lalu dia berkata: "Demi Allah, aku yakin engkau telah mengatakan yang benar, dan engkau tidak menipuku!"&lt;br /&gt;"Demi Allah, aku telah berkata yang benar, tiada suatu pun yang aku sembunyikan, dan Allah telah membantuku untuk menjawab soalan-soalanmu itu dengan yang benar", terang Khalid.&lt;br /&gt;"Kalau begitu, apa gunanya lagi aku menyandang perisai ini", kata Jarjah, dia lalu melepaskannya, sambil memeluk Khalid dan berkata: "Hai Khalid! Ajarkanlah aku agama Islam itu!" pinta Jarjah.&lt;br /&gt;Khalid Ialu mengajak Jarjah datang ke kemahnya, lalu disiramkan ke atasnya dengan qirbah air (kulit kambing yang dibuat untuk mengisi air), kemudian diajaknya Jarjah bersembahyang dengannya dua rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pasukan Romawi kecewa apabila Jarjah tidak kembali lagi kepada mereka. Lalu mereka memulai penyerangannya kepada pasukan Islam, dan pada mulanya mereka merasa bangga dengan kemenangan kecil di mana mereka dapat mematahkan sayap-sayap pasukan Islam, kecuali yang sedang dipertahankan oleh lkrimah bin Abu jahal ra. dan Al-Harits bin Hisyam ra. Khalid bin Walid ra. pun keluar ke medan peperangan untuk menyelamatkan pasukan Islam, dan keluar bersamanya Jarjah yang baru memeluk Islam. Keduanya pun memimpin pasukan Islam di tengah-tengah pasukan Romawi yang mencoba mengepung pasukan Islam. pasukan Islam pun berteriak semangat dan menggempur di belakang panglimanya, si pedang Allah, sehingga akhirnya pasukan Romawi tidak mampu bertahan lagi, dan mereka pun mundur kebarisan mereka yang asal. Khalid terus berjuang pedang dengan pedang bersama-sama pasukan Islam yang telah kembali semangat perjuangannya, sedang Jarjah turut berjuang sebelah-menyebelah dengan pasukan Islam dari sejak tengahari hingga matahari akan terbenam, dan masuk waktu maghrib. pasukan Islam bersembahyang shalat Dzhuhur dan Asar secara menunduk-nunduk saja kerana hebatnya pertarungan yang berlaku di antara dua pihak itu. Akhimya Jarjah, moga-moga Allah merahmatinya, gugur syahid setelah mendapat luka-luka berat, dan dia tidak bersembahyang kepada Allah selain dua rakaat yang dikerjakannya dengan Khalid ra. ketika dia memeluk Islam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-Bidayah Wan-Nibayah 7:12 - Menurut Abu Nu'aim dalam "Dalaa'ilun Nubuwah", nama panglima Romawi itu ialah jarjir bukan jarjah.)&lt;br /&gt;Posted by azharjaafar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-7493000323262185879?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/7493000323262185879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/dakwah-khalid-bin-walid-ra-di-medan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/7493000323262185879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/7493000323262185879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/dakwah-khalid-bin-walid-ra-di-medan.html' title='Dakwah Khalid bin Walid ra. di medan perang'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-8184444335523621787</id><published>2010-03-09T19:27:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T19:27:21.684-08:00</updated><title type='text'>Menginfakkan Harta dalam Jihad Fii Sabilillaah</title><content type='html'>Muslim telah mengeluarkan dari Abu Mas'ud Al-Anshari ra. dia berkata: Sekali peristiwa telah datang kepada Nabi SAW seorang lelaki menarik seekor unta yang terikat tali di hidungnya, Ialu menyerahkannya kepada beliau, katanya: Ini untuk sabilillah! Maka berkata Rasulullah SAW: Gantinya nanti di hari kiamat 700 ekor unta semuanya dengan bertali di hidungnya. (Shahih Muslim 2:37; jam'ul Fawa'id 2:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad telah mengeluarkan dari Abdullah bin As-Shamit, dia berkata: Pernah pada suatu peristiwa, aku berjihad bersama-sama Abu Dzar ra. Maka setelah dibagi-bagi ghanimah, yakni rampasan perang, dia mendapat bagiannya termasuk seorang jariah. Lalu dia pun membeli segala keperluannya, dan masih ada lagi banyak yang tersisa. Lalu dia menyuruh jariah tadi menukarkannya dengan mata uang untuk dibagi-bagikan kepada semua orang yang memerlukannya. Aku berkata kepada Abu Dzar: Biarlah jariah itu menahan dulu uang itu untuk keperluan di lain hari, ataupun mana tahu jika datang tamu, maka engkau tentu memerlukannya?! Abu Dzar menjawab: Temanku, yakni Rasulullah SAW sudah membuat perjanjian kepadaku, bahwa apa saja emas atau perak yang disimpan, maka itu sama dengan gumpalan api neraka disimpan oleh tuannya, sehinggalah diberikan kesemuanya pada jalan Allah azzawajalla. Dalam riwayat Ahmad dan Thabarani yang lain, bahwa siapa yang menyimpan emas atau perak, dan tidak diinfakkannya pada jalan Allah akan menjadi gumpalan-gumpalan api kelak di hari kiamat, dan akan disetrikakan tuannya dengan gumpalan-gumpalan api itu.&lt;br /&gt;(At-Targhib Wat-Tarhib 2:178)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thabarani telah mengeluarkan di dalam kitabnya 'Al-Awsath' dari Qais bin Salk Al-Anshari ra. bahwa saudara-saudaranya telah mengadukan halnya kepada Rasulullah SAW Mereka berkata: Saudara kami Qais suka membuang-buang hartanya, dan terlalu mewah sekali dalam berinfak lalu Qais datang kepada Rasulullah SAW: wahai Rasulullah! Aku mengambil bagianku dari korma dan berinfak untuk orang-orang yang keluar berjihad fi sabilillah, dan kepada siapa yang mengikutiku. Mendengar itu, Rasulullah SAW pun menepuk dadanya seraya berkata: Infakkanlah harta di jalan Allah, niscaya Allah akan menginfakkan gantinya - disebutkan sampai tiga kali. Pada lain waktu, aku keluar berjihad fi sabilillah dan aku sudah mempunyai kendaraan sendiri, dan aku orang yang paling banyak harta dan yang terkaya di antara kaum keluargaku pada hari ini.&lt;br /&gt;(At-Targhib Wat-Tarhib 2:172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thabarani telah mengeluarkan berita dari Mu'az bin Jabal ra. dia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Sangat beruntung orang yang memperbanyakkan zikir kepada Allah ketika sedang berjihad fi sabilillah, kerana baginya buat setiap kalimah tujuh puluh ribu hasanah, setiap hasanah darinya sama dengan sepuluh kali ganda apa yang ada di sisinya dari tambahannya. Para sahabat bertanya pula: Bagaimana pula dengan menginfakkan harta fi sabilillah, ya Rasulullah! jawab beliau: Menginfakkan harta sama kadarnya dengan yang demikian. Berkata Abdul Rahman: Maka aku bertanya kepada Mu'az r.a: Bukankah menginfakkan harta fi sabilillah itu diberikan pahalanya dengan 700 kali lipat? Jawab Mu'az: Barangkali engkau kurang faham tentang maksudnya. Dia itu apabila mereka menginfakkannya sedang mereka menetap dengan kaum keluarga mereka tidak ikut bersama-sama berperang. Tetapi jika mereka turut serta berperang dan menginfakkan hartanya pada jalan Allah, maka Allah akan menyimpan buat mereka dari khazanah (perbendaharaan) rahmatnya apa yang sampai tidak terlintas dari ilmu manusia dan sifatnya, mereka itulah partai Allah, dan partai Allah selalu jaya dan menang.&lt;br /&gt;(Majma'uz Zawa'id 5:282)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qazwini telah mengeluarkan berita dari seorang yang tidak terkenal dan beritanya mursal kepada Nabi SAW dari Al-Hasan, dari Ahmad, Abu Dardak, Abu Hurairah, Abu Umamah Abdullah bin Amru,jabir dan lmran bin Hushain-radhiallahu-anhum marfuk kepada Nabi SAW bahwa beliau telah berkata: Barangsiapa yang mengeluarkan hartanya fi sabilillah, dan dia duduk di rumahnya, maka baginya pahala bagi setiap dirham 700 dirham. Dan barangsiapa berperang serta bernafkah sekaligus fi sabilillah, maka baginya buat setiap dirham 700,000 dirham. Kemudian beliau membaca firman ini yang bermaksud: Dan Allah menggandakan pahalanya kepada siapa yang disukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Daud, lbnu Hibban telah meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa seorang lelaki berkata kepada Rasulullah SAW Ada seorang yang ingin berjihad, tetapi niatnya hendakkan harta dunia, bagaimana? Jawab beliau: Tidak ada pahala sama sekali! Ramai orang memandang berat jawaban beliau itu, Ialu mereka kembali kepada orang yang bertanya itu seraya memintanya bertanya sekali lagi, barangkaii dia salah dengar jawabannya, ataupun dia tidak faham maksud dari jawaban beliau itu. Maka orang itu kembali lagi kepada Rasulullah SAW Ialu bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan orang yang berjihad fl sabilillah, padahal niatnya hendakkan dunia? jawab beliau masih sama: Tidak ada pahalanya sama sekali! Mendengar jawaban yang kedua, orang ramai masih belum puas hati, lalu memintanya supaya bertanya untuk terakhir kalinya. Maka jawaban beliau masih tetap itu juga, yakni tidak ada pahalanya sama sekali.&lt;br /&gt;(At-Targhib Wat-Tarhib 2:419)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Daud dan Nasa'i meriwayatkan dari Abu Umamah ra. dia berkata: Telah datang seorang lelaki kepada Rasulullah SAW lalu bertanya: Apa katamu terhadap seorang lelaki yang berjihad fi sabilillah kerana inginkan pahala dan pujian, bagaimana keadaannya? Jawab beliau: Sia-sia saja jihadnya. Orang itu mengulangi lagi sampai tiga kali, dan setiap kali ditanya, tetap dijawab oleh beliau: Sia-sia saja jihadnya, kerana Allah tiada akan menerima sesuatu amal melainkan yang dibuat dengan penuh ikhlas kepadanya, dan mengharapkan keridhaannya! (At-Targhib Wat-Tarhib 2:421)&lt;br /&gt;Posted by azharjaafar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-8184444335523621787?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/8184444335523621787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/menginfakkan-harta-dalam-jihad-fii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8184444335523621787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8184444335523621787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/menginfakkan-harta-dalam-jihad-fii.html' title='Menginfakkan Harta dalam Jihad Fii Sabilillaah'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-693523359352013836</id><published>2010-03-01T20:11:00.001-08:00</published><updated>2010-03-01T20:11:19.716-08:00</updated><title type='text'>Perjuangan Meninggikan Kalimatullah</title><content type='html'>&lt;div class="post-body" id="post-4229049849663952215"&gt;Abu Nu'aim telah memberitakan dari Jubair bin Nufair dari ayahnya, katanya: Ketika sedang kami duduk-duduk dengan Al-Miqdad bin Al-Aswad r.a. pada suatu hari, tiba-tiba datang kepadanya seorang lelaki, lalu berkata: Beruntunglah kedua belah mata yang telah melihat Rasulullah SAW. Demi Allah, kami sungguh bercita-cita jika dapat melihat apa yang engkau lihat, dan menyaksikan apa yang engkau saksikan, engkau telah mendengar, lalu engkau merasa kagum dari kebaikan yang dikatakan kepadamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, Al-Miqdad bin Al-Aswad pun menghadapinya seraya berkata: Mengapa sampai ada seseorang di antara kamu yang bercita-cita untuk berada dalam sesuatu zaman yang telah dilewatkan oleh Allah azzawajalla, padahal dia sendiri masih tidak yakin apa yang terjadi ke atas dirinya sekiranya dia hadir pada zaman itu! Demi Allah, telah hadir di zaman Rasulullah SAW itu beberapa kaum, yang akan ditelungkupkan muka mereka menghujam neraka jahannam, karena mereka tidak menyambut seruannya dan tidak mempercayainya sama sekali. Bukan sebaiknya kamu bersyukur kepada Allah, karena Dia tiada melahirkan kamu, melainkan kamu telah mengenal Tuhan kamu serta mempercayai apa yang dibawa oleh Nabi kamu 'alaihis-salam, sedang kamu terhindar dari azab yang ditimpakan ke atas selain kamu itu? Demi Allah, sungguh Nabi SAW telah dibangkitkan pada suatu zaman yang sangat berat yang pernah dibangkitkan dari para Nabi yang sebelumnya. Beliau dibangkitkan pada masa yang penuh kerusakan dan jahiliah, yang mana manusia memandang agama itu tiada yang lebih baik dari menyembah berhala sebagai tuhan. Lalu beliau didatangkan membawa Al-Quran yang membedakan antara yang hak dengan yang batil, memisahkan antara ayah dan anaknya, sehingga ada orang yang mendapati ayahnya, atau anaknya, atau saudaranya sendiri kafir, sedang Allah telah membuka kunci hatinya untuk menampung iman, dan dia mengetahui akan binasalah siapa yang memasuki api neraka itu, sehingga tidak betah lagi pemikirannya karena dia mengetahui bahwa ada orang yang paling dekat kekerabatnya berada di dalam api neraka! Dan hal itu tepat sekali dengan apa yang disebutkan Allah azzawajalla 'Tuhan kami! jadikanlah anak isteri kami penyelamat bagi kami!'&lt;br /&gt;(Hilyatul Auliya' 1:175)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Ishak memberitakan dari Muhammad bin Ka'ab Al-Qurazhi, katanya:pernah suatu kali telah datang seorang dari penduduk Kufah, lalu berkata kepada Huzaifah bin Al-Yaman ra.: 'Hai Abu Abdullah!' kata orang ahli Kufah itu. 'Apakah engkau telah melihat Rasulullah dan bersahabat dengannya?' 'Ya, wahai saudaraku! ' jawab Huzaifah. 'Apakah yang sudah kamu lakukan terhadap beliau, coba ceritakan!' pinta orang dari Kufah itu. 'Kami lakukan apa yang semampu kami saja,'jawab Huzaifah.&lt;br /&gt;'Demi Allah,'kata orang itu,'jika kita yang menemuinya pada zaman itu, niscaya kami tidak membiarkannya berjalan di atas bumi sama sekali, niscaya kami memikulnya di atas punggung kami!'&lt;br /&gt;'Apa katamu, wahai saudaraku?!'tanya Huzaifah.'Demi Allah, aku masih ingat ketika hari menggali parit (Khandak) itu, aku dapati betapa susah-payahnya Rasulullah menanggung lapar dan dahaga, menanggung udara yang dingin dan merasa takut sekali!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim, maka berkata Huzaifah: "Engkau mengatakan yang engkau akan berbuat begitu kepada Rasulullah SAW? Aku pernah menyaksikan mereka bersama Rasulullah SAW pada malam perang Ahzab, pada suatu malam yang berangin sangat kencang dengan udaranya yang sangat dingin, betapa mereka menanggung semua itu. Kemudian Huzaifah melarang mereka mengatakan seperti itu terhadap para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-693523359352013836?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/693523359352013836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/perjuangan-meninggikan-kalimatullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/693523359352013836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/693523359352013836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/perjuangan-meninggikan-kalimatullah.html' title='Perjuangan Meninggikan Kalimatullah'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-4192069681352480595</id><published>2010-03-01T20:06:00.001-08:00</published><updated>2010-03-01T20:06:54.839-08:00</updated><title type='text'>Qunut Nazilah</title><content type='html'>Nu'man bin Bashir ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallaahu'alayhi wa sallaam bersabda, "Kalian akan melihat orang beriman saling berkasih sayang satu sama lain, mencintai satu sama lain, bersahabat satu sama lain bagaikan satu tubuh, Ketika satu bagian tangan (dari tubuh) merasakan sakit maka menyebabkan keseluruhan tubuh akan menjadi lemah dan merasa sakit" (Misykat : 422)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Musa ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seorang beriman dengan orang yang beriman lainnya seperti sebuah bangunan yang saling menguatkan satu sama lain (dengan tiap batanya)". (ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain, maka jangan menyusahkannya dan jangan menyerahkannya (kepada musuh-musuh ketika ia di dalam kesusahan)". (ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir bin Malik, ketua Bani Sulaym meminta bantuan kepada Rasulullah SAW untuk menghadapi musuh kaumnya. Rasulullah SAW menerima permohonannya dan mengirim 70 orang sahabat ra.hum. yang mereka terdiri dari para Quraa (ahli dalam bacaan Al-Qur'an). Kaum Bani Sulaym kemudian menawan para sahabat ra.hum. di sebuah tempat yang bernama Bir Ma'una dan kemudian membunuh mereka. Jibril AS memberitahukan peristiwa ini kepada Rasulullah SAW dan menyampaikan pesan terakhir dari para Quraaa tersebut, "Kabarkan kepada orang-orang bahwa kami telah berjumpa Rabb kami. Dia (Allah) ridha kepada kami dan kami ridha kepada-Nya". Kejadian ini telah menyebabkan Rasulullah SAW mengalami kesedihan yang mendalam. Abdullah bin Mas'ud ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah membaca Qunut Nazilah selama satu bulan "mengutuk" Bani Sulaym (Bukhari 2:586)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan riwaayat-riwayat di atas, para Fuqaha telah menggariskan bahwa apabila Ummt ini dalam krisis mereka harus mengikuti Sunnah untuk mengamalkan Qunut Nazila dan berdo'a untuk Ummat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-4192069681352480595?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/4192069681352480595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/qunut-nazilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/4192069681352480595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/4192069681352480595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/qunut-nazilah.html' title='Qunut Nazilah'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-5380713132739746174</id><published>2010-03-01T20:01:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T20:01:03.432-08:00</updated><title type='text'>Dakwah Rasulullah SAW di Medan Perang</title><content type='html'>&lt;div class="post-body" id="post-719470657130628357"&gt;Ada banyak riwayat yang mengatakan, bahwa Rasulullah SAW tidak akan memulai peperangan, kecuali sesudah menyeru terlebih dahulu untuk memeluk Islam.&lt;br /&gt;(Nashbur-Raayah 2:278; Majma'uz-Zawa'id 5:304; Kanzul Ummal 2:298).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mandah dan Ibnu Asakir telah memberitakan dari Abdul Rahman bin A'idz ra. katanya: Apabila Rasulullah SAW mengutus pasukannya ke medan perang, terlebih dahulu Beliau berpesan kepada mereka, katanya: Berlembutlah kepada manusia, dan jangan memulai sesuatu tindakan, sebelum kamu mengajak mereka kepada agama Allah. Sesungguhnya tiada penghuni rumah, atau penduduk kampung, yang dapat kamu membawa mereka kepadaku dalam keadaan memeluk Islam, itu adalah lebih baik kepadaku dari kamu membawa kepadaku wanita-wanita mereka dan anak-anak mereka yang kamu tawan, padahal kamu telah membunuh semua lelaki-lelaki mereka.&lt;br /&gt;(Al-Ishabah 3:152; Musnad Termidzi 1:195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Rasulullah SAW kepada Pasukan Jihad&lt;br /&gt;Riwayat dari Buraidah ra. katanya: Apabila Rasulullah SAW mengutus satu pasukan, atau pasukan untuk berperang, ia berpesan kepada ketua atau panglimanya supaya senantiasa bertaqwa kepada Allah, khususnya pada diri mereka dan juga pada semua kaum Muslimin, kata Beliau: "Jika kamu bertemu dengan musuh kamu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada satu dari tiga perkara, dan kiranya mereka menerima apa saja dari antara tiga perkara itu, hendaklah kamu menerimanya dan berhentikan menyerang mereka":&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ajak mereka untuk memeluk Islam, jika mereka menerimanya, biarlah mereka memeluk Islam, dan berhenti menyerang mereka.&lt;br /&gt;2. Ajaklah mereka untuk berpindah dari negeri mereka ke negeri orang yang berhijrah (yakni negeri Islam), dan beritahu mereka jika mereka setuju, akan diberi hak seperti yang diberikan kepada kaum yang berhijrah, dan menanggung hak seperti yang ditanggung oleh mereka. jika mereka enggan berpindah, dan ingin rnenetap di negeri mereka, maka beritahu mereka bahwa mereka harus bersikap seperti kaum badui Arab yang telah memeluk Islam, berlaku ke atas mereka semua hukum-hukum Allah yang dilaksanakan ke atas kaum yang beriman, dan bahwa mereka tidak berhak untuk menerima jizyah dan harta rampasan perang, kecuali jika mereka turut berjihad dengan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;3. Jika mereka enggan juga semua tawaran itu, maka berundinglah dengan mereka supaya mereka membayar jizyah (pajak), jika mereka terima, hendaklah disetujui dan hentikan serangan kepada mereka. Tetapi, jika mereka enggan dan menolak juga, maka mintalah bantuan kepada Allah dan perangilah mereka itu. Kemudian, apabila kamu mengepung penduduk yang berlindung di dalam bentengnya, lalu mereka memohon supaya kamu memberikan keputusan kepada mereka dengan hukuman Allah, maka janganlah kamu menuruti permohonan mereka itu, kerana kalian tidak mengetahui apa yang akan diputuskan Allah kepada mereka. Akan tetapi putuskanlah menurut kebijaksanaan kamu, dan tetapkanlah ke atas mereka sesudah itu apa yang dipandang wajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Muslim 2:82; Abu Daud, hal. 358; Ibnu Majah, hal. 210, dan Baihaqi 9:184)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa riwayat yang memberitakan dari Saiyidina Ali bin Abu Thalib ra. bahwa Rasulullah SAW pernah mengutusnya ke medan perang, dan setelah pasukannya berangkat, Beliau lalu menyuruh orang mengejar pasukan itu supaya menyampaikan pesan Rasulullah SAW yang berbunyi: jangan kamu memerangi musuh kamu sebelum kamu menyeru mereka kepada agama Islam terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembicaraan yang disampaikan oleh Sahel bin Sa'ad ra. yang dinukil oleh Bukhari dan lainnya, bahwa Rasulullah SAW berkata kepada Ali ra. pada peperangan Khaibar: Berangkatlah dengan segera, hingga engkau tiba di medan perang mereka, kemudian serulah mereka kepada Islam, dan beritahu mereka apa yang diwajibkan Allah dari hal hak-haknya. Demi Allah, seandainya Allah berikan petunjuknya kepada seorang saja di antara mereka di tanganmu, itu adalah lebih baik dari engkau memiliki unta-unta merah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Sa'ad telah meriwayatkan dari Farwah bin Missik Al-Qathi'i ra. berkata: Sekali peristiwa aku datang kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah! Boleh atau tidakkah aku memerangi kaumku yang enggan memeluk Islam dengan mereka yang telah memeluk Islam", tanya Farwah. "Ya, boleh!" jawab Rasulullah SAW "Tapi, wahai Rasulullah!" tambahku, "mereka itu dari keturunan Saba', mereka terkenal kuat dan berani mati!" aku cuba menerangkan situasi yang sebenarnya. "Ya, boleh dan aku benarkan kamu memerangi mereka itu, walaupun mereka Saba' sekalipun!" Rasulullah SAW mengizinkanku untuk meneruskan cita-citaku itu. Berkata Farwah: Aku pun meninggalkan majlis Rasulullah SAW itu kembali ke rumah untuk membuat persiapan. Rupanya waktu itu, telah turun firman Allah ta'ala yang menjelaskan lagi tentang permasalaan Saba' tadi. Lalu Beliau menyuruh mencariku dengan mengutus orang untuk memanggilku. Malangnya aku juga sudah berangkat. Maka utusan itu pun mengejarku dan mengajakku kembali untuk menemui Rasulullah SAW. Apabila aku memasuki majelisnya, aku dapati Beliau sedang duduk dan dikelilingi oleh beberapa orang sahabatnya, lalu Beliau berkata: "Wahai Farwah! Mulaikanlah dengan menyeru mereka kepada Islam terlebih dahulu, siapa yang setuju terimalah darinya. Dan siapa yang enggan, jangan engkau lakukan apa-apa terhadapnya, sehingga datang perintah Allah kepadaku!". "Ya Rasulullah! Apa itu Saba'?" terdengar seorang sahabat bertanya, "apakah dia mengenai tanah Saba' ataupun puterinya?". "Bukan", jawab Rasulullah SAW. "Dia bukan tanahnya atau puetrinya. Tetapi dia seorang lelaki Arab yang beranak sepuluh. Enam dari padanya berpindah ke Yaman, dan empat yang lain berpindah ke Syam". Rasulullah SAW menjelaskan hakikat Saba' itu. Kemudian Beliau menyambung pula: "Adapun yang pergi ke Syam, yaitu: Lakham, Judzam, Chassan dan Amilah", Beliau berhenti sebentar, kemudian menyambung lagi, "adapun yang ke Yaman, maka mereka itu: Azd, Kindah, Himyar, Asyfariyun, Anmar dan Mudzhij". Terdengar pula suatu pertanyaan lagi meminta penerangan, Siapakah Anmar itu?". "Dia itulah yang dari keturunan Khats'am dan Bujailah", jelas Rasulullah SAW, lagi.&lt;br /&gt;(Thabaqat Ibnu Sa'ad 2:154, dan Kanzul Ummal 1:260)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam versi Ahmad dan Abd bin Humaid yang diriwayatkannya dari Farwah juga, bahwa dia berkata: Aku telah mendatangi Rasulullah SAW meminta izinnya untuk memerangi orang yang tidak mau memeluk Islam, kataku: "Bolehkah aku memerangi orang yang enggan memeluknya dengan mereka yang telah memeluk Islam dari kaumku?". "Ya, boleh", jawab Rasulullah SAW. "Engkau boleh memerangi orang yang enggan memeluk Islam itu dengan siapa yang telah memeluk Islam dari kaummu". Setelah aku pergi, Beliau lalu memanggilku kembali, seraya berkata: "Jangan engkau memerangi mereka, sehingga engkau menyeru mereka kepada Islam terlebih dahulu". Tiba-tiba terdengar suara orang bertanya kepada Beliau, katanya: "Wahai Rasulullah! Saba' itu, apakah lembah, atau bukit, ataupun apakah dia sebenarnya?". "Bukan semua itu", jawab Rasulullah SAW, "tetapi dia adalah seorang Arab yang beranak sepuluh orang anak...". Dan seterusnya sehingga akhir penerangan Rasulullah SAW seperti yang disebutkan di atas tadi&lt;br /&gt;(Tafsir Ibnu Katsir 3:531)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thabarani meriwayatkan dari Khalid bin Said ra. katanya: Rasulullah SAW pernah mengutusku ke negeri Yaman, seraya berpesan: Siapa yang engkau temui dari kaum Arab, lalu terdengar darinya suara azan, janganlah engkau mengganggunya. Dan siapa yang mendatangi suara azan, ajaklah mereka kepada Islam.&lt;br /&gt;(Majma'uz-Zawa'id 5:307)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-5380713132739746174?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/5380713132739746174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/dakwah-rasulullah-saw-di-medan-perang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5380713132739746174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5380713132739746174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/03/dakwah-rasulullah-saw-di-medan-perang.html' title='Dakwah Rasulullah SAW di Medan Perang'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-3625539954406107882</id><published>2010-02-25T19:11:00.001-08:00</published><updated>2010-02-25T19:11:47.996-08:00</updated><title type='text'>Dakwah Nabi Kepada Kaisar</title><content type='html'>&lt;div class="post-body" id="post-3660396767965805339"&gt;Bazzar telah memberitakan dari Dihyah Al-Kalbi ra. katanya: Aku telah diutus oleh Rasulullah SAW dengan membawa sepucuk surat kepada Kaisar, Pembesar Romawi. Bila aku tiba di negerinya, aku terus mendatanginya, lalu aku serahkan surat itu kepadanya, sedang di sampingnya keponakannya yang berkulit merah, dan berambut lurus. Dia pun membaca surat itu yang berbunyi (Nas surat menyurat itu tersebut di dalam Al-Bidayah Wan-Nihayah 3:83). "Dari Muhammad Utusan Allah, kepada Heraklius, Pembesar Romawi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar bunyi surat itu, Pembesar Romawi mulai marah, lalu menyanggah: "Surat ini tidak boleh dibaca sekarang!" dia menyeringai. "Kenapa?" tanya Kaisar. "Dia memulai dengan namanya dulu sebelum engkau. Kemudian dia memanggilmu dengan pembesar Rom, bukan Maharaja Rom!". "Tidak", sambut Kaisar, "biar surat ini dibaca untuk diketahui isinya". Surat Nabi SAW itu terus dibacakan hingga selesai, dan setelah semua pengiring-pengiring Kaisar keluar dari majlisnya, aku pun dipanggil untuk masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu dipanggilkan Uskup yang mengetahui seluk-beluk agama mereka. Kaisar lalu memberitahu Uskup itu, dan dibacakan sekali lagi surat itu kepadanya. "Inilah yang selalu kita tunggu-tunggu, dan Nabi kita Isa sendiri telah memberitahukan kita lama dulu!" jawab Uskup itu kepada Kaisar. "Apa pendapatmu yang harus aku buat?" tanya Kaisar kepada Uskup. "Kalau engkau tanya pendapatku, aku tentu akan mempercayainya dan akan mengikut ajarannya", jawab Uskup dengan jujur. "Tetapi aku jadi serba salah", kata Kaisar, "Jika aku ikut nasihatmu, akan hilanglah kerajaanku!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun keluar meninggalkan tempat itu. Dan kebetulan sekali, waktu itu, Abu Sufyan bin Harb sedang berada di Rom. Abu Sufyan dipanggil oleh Kaisar ke istananya dan ditanyakan tentang diri Muhammad SAW itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba engkau beritahu kami tentang orang yang mengaku Nabi di negerimu itu?" tanya Kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia seorang anak muda", jawab Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kedudukannya dalam pandangan masyarakat kamu, dia mulia?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentang kedudukannya dan keturunannya, memang tiada siapa yang melebihi kedudukan dan keturunannya!" jawab Abu Sufyan jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini tentulah tanda-tandanya kenabian." Kaisar berbisik-bisik kepada orang-orang yang di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana bicaranya, adakah dia selalu berkata benar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar", jawab Abu Sufyan. "Dia memang tidak pemah berkata dusta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini lagi satu tanda-tandanya kenabian!" Kaisar terus berbisik-bisik kepada orang-orang yang mengiringnya itu. "Baiklah", kata Kaisar lagi. "Orang yang rnengikutnya dari rakyatmu itu, adakah dia meninggalkan agamanya, lalu kembali semula kepadamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak", jawab Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini lagi satu tanda-tandanya kenabian!" kata Kaisar pula. "Adakah terjadi peperangan di antara kamu dengannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada!" jawab Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang selalu menang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kadang-kadang dia mengalahkan kita, dan kadang-kadang kita mengalahkannya", jelas Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini lagi satu tanda-tanda kenabian!" kata Kaisar Romawi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Dihyah Al-Kalbi ra. seterusnya: Maka aku pun dipanggil oleh Kaisar Romawi itu, seraya dia berkata kepadaku: "Sampaikanlah berita kepada pembesarmu itu, bahwa aku tahu dia memang benar Nabi", dia menunjukkan muka yang sungguh benar dalam kata-katanya. "Tetapi apa daya", katanya lagi, "aku tak dapat buat apa-apa, kerana aku tidak bersedia ditumbangkan dari kerajaanku!" Kata Dihyah Al-Kalbi ra. yang menghayati semua peristiwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sang Uskup itu pula, maka ramailah orang yang datang ke gerejanya setiap hari Ahad. Dia terus menemui mereka dan menyampaikan semua ajaran Nasrani itu. Memang itulah kerjanya setiap hari Ahad. Tetapi apabila tiba hari Ahad sesudah pertemuan itu, dia terus berdiam di rumahnya, tiada mau keluar seperti biasanya. Sesudah perkenalan hari pertama, memang aku sering datang kepadanya untuk berbicara mengenai agama Islam, dan dia terus-menerus menanyakanku tentang Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad berikutnya, Uskup itu terus berdiam diri, dan orang ramai merasa kecewa menunggu, namun dia tidak datang juga. Maka datanglah orang ke rumahnya menanyakan kabar, maka dia minta diuzurkan kerana sakit. Hal serupa ini berlangsung sehingga berkali-kali, sehingga orang mencurigainya. Mereka lalu mengirim utusan kepada Uskup itu, memberikan peringatan kepadanya, jika tidak mau datang juga ke gereja untuk menyampaikan ajarannya, maka mereka akan datang beramai-ramai ke rumahnya dan akan membunuhnya, kerana mereka telah menyangka, bahwa sejak datangnya si orang Arab itu ke Rum, sikap Uskup telah banyak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uskup Romawi itu pun memanggilku datang ke rumahnya. "Ini suratku, ambillah dan serahkan kepada pembesarmu itu", pesan Uskup itu dengan hati yang tidak tenang. "Sampaikan salamku kepadanya, dan beritahukan bahwa aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahawasanya Muhammad itu adalah Utusan Allah. Katakan juga, bahwa aku beriman dengannya, mempercayainya, dan menjadi pengikutnya. Dan kaumku telah mengingkari semua kata-kata dan nasihatku, kemudian engkau ceritakanlah pula apa yang engkau saksikan itu", pesan Uskup itu kepadaku. Apabila Uskup itu enggan datang ke gereja lagi, mereka marah, lalu mereka membunuhnya. (Al-Haitsami: Majma'uz-Zawa'id 8:236-237. Abu Nu'Alm pula meriwayatkan cerita yang sama, tetapi ringkas, dalam Dalaa'ilun-Nubuwah, hal. 121.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdan memberitakan dari Ibnu Ishak yang menukil dari beberapa orang yang mengetahui peristiwa ini, katanya bahwa Heraklius berkata kepada Dihyah Al-Kalbi ra. "Celaka engkau, memang demi Allah, aku tahu bahwa pembesarmu itu adalah Nabi yang diutus, dan dialah orang yang kita tunggu selama ini, dan sifatnya tersebut di dalam kitab kami. Akan tetapi, apa daya, aku bimbang aku akan ditumbangkan dari kerajaanku. Kalau tidak kerana itu, tentu aku akan mengikutnya. Coba engkau pergi kepada Uskup kami dan jelaskan tentang perkara pembesarmu itu, kerana Uskup itu lebih dihormati orang dari hal agama dan bicaranya tentu lebih diterima!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Dihyah pun mendapatkan Uskup itu dan menceritakan berita yang dibawanya itu, maka setelah didengar semua berita itu, Uskup itu berkata: "Pembesarmu itu, demi Allah, adalah seorang Nabi yang diutus, kami mengetahuinya dengan sifat-sifatnya dan namanya!" Uskup itu lalu melepaskan pakaian gerejanya, dan menukarnya dengan pakaian serba putih. Dia pun keluar di khalayak ramai sambil mengisytiharkan penyaksiannya menjadi Islam. Orang ramai pun mengerumuninya dan membunuhnya. (Al-Ishabah 2:216)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-3625539954406107882?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/3625539954406107882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/dakwah-nabi-kepada-kaisar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3625539954406107882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3625539954406107882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/dakwah-nabi-kepada-kaisar.html' title='Dakwah Nabi Kepada Kaisar'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-6630951263987484203</id><published>2010-02-25T19:09:00.001-08:00</published><updated>2010-02-25T19:09:22.289-08:00</updated><title type='text'>Surat Balasan Heraklius</title><content type='html'>&lt;div class="post-body" id="post-5386934824339585344"&gt;Di dalam versi yang dikeluarkan oleh Abdullah bin Ahmad dan Abu Ya'la dari Said bin Abu Rasyid, katanya: Aku pernah menemui orang Tanukhi (dari negeri Tanukh) yang menjadi utusan Heraklius kepada Rasulullah SAW di Himsh (Syam), dan ketika itu dia seorang yang sudah sangat tua, dan dia tetanggaku maka aku berkata kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bolehkah engkau ceritakan kepadaku tentang surat kiriman Heraklius kepada Nabi SAW dan surat Beliau yang dikirimkan kepada Heraklius", aku membujuknya. "Boleh", jawabnya singkat. Orang tua itu lalu bercerita, katanya: Bila Rasulullah SAW tiba di Tabuk, Beliau mengutus Dihyah Al-Kalbi ra. kepada Heraklius, pembesar Romawi. Apabila surat Rasulullah SAW itu sampai ke tangan Heraklius, dipanggilnya semua rahib-rahib gereja dan pendetanya. Bila semua mereka telah hadir ditutupnya semua pintu-pintu, dan tinggallah kami bersama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraklius berkata: "Utusan ini datang kepada kita, sebagaimana kamu sekalian melihatnya, dan dia menyeruku untuk memilih salah satu dari tiga perkara berikut: Dia menyeruku untuk mengikuti agamanya, ataupun membayar upeti Jizyah dari hasil negeri kita, sedang negeri ini tetap di bawah kekuasaan kita, ataupun kita menemui mereka di medan perang! Demi Allah, kamu semua telah mengetahui dari apa yang kamu baca di dalam kitab-kitab kamu, bahwa kamu akan dikalahkannya. Maka lebih baiklah, kita mengikut agamanya, ataupun kita berikan saja upeti dari hasil harta kita"! Semua yang berkumpul di situ tidak senang dengan kata-kata Heraklius itu, muka mereka merah padam kerana marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata: "Apakah engkau mengajak kita untuk meninggalkan agama Kristen, supaya kita menjadi hamba kepada si orang badui yang datang dari negeri Hijaz itu?" Heraklius terkejut mendengar tentangan keras dari ahli-ahli agama itu. Dia kini yakin, bila mereka keluar dari pertemuan itu, tentu mereka akan sebarkan berita itu di luar kepada penguasa-penguasa negara, dan tentulah dia akan diturunkan dari kerajaannya. Maka segeralah dia berkelit: "Eh, nanti dulu! Jangan terburu nafsu!" kata Heraklius mempertahankan dirinya. "Sebenarnya aku katakan begitu hanya untuk menguji pendirian kamu, apakah kamu tetap teguh atas agama kamu itu?!" sambungnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Heraklius memanggil seorang Arab berbangsa Tujib yang memang menganut agama Nasrani dari kaum Arab Kristen, lalu dia memerintahkan: "Tolong carikan bagiku", kata Heraklius, "seorang yang pandai berbicara bahasa Arab, yang lidahnya lidah orang Arab. Bawa dia ke mari untuk membawa surat jawabanku kepada si orang badui itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata orang tua dari Tanukhi itu memberitakan peristiwa lama yang dialaminya, katanya: "Aku pun dibawa kepada Heraklius lalu dia menyerahkan kepadaku sepucuk surat yang ditulis di atas tulang, lalu dia berkata pula: "Bawalah suratku ini kepada orang yang mengaku Nabi itu", kata Heraklius. "Tetapi dengar baik-baik apa yang dikatakannya, dan ingat tiga hal berikut ini, jika dia sebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan jika dia menyebut sesuatu tentang surat yang dikirimkan kepadaku, dengar apa komentarnya? Perhatikan bila dibacakan suratku kepadanya, apakah dia akan menyebut perkataan malam! atau tidak? Dan yang terakhir, coba berusaha sampai engkau dapat melihat di belakang tubuhnya, adakah suatu tanda yang menarik perhatianmu?! Ingat baik-baik tiga perkara ini, dan beritahu apa yang engkau lihat kepadaku!" pesan Heraklius dengan hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun berangkat pergi membawa surat Heraklius itu, hingga aku tiba di Tabuk. Di situ aku bertanya kepada para sahabatnya: "Di mana ketua kamu, yang dikatakan Nabi?" tanyaku. "Di sana itu! Yang sedang duduk dikelilingi orang", jawab mereka. Aku lihat Nabi SAW itu sedang duduk di tepi takungan Air, di mana dia telah dikelilingi oleh para sahabatnya. Aku pun maju ke depan, lalu mereka memberikanku tempat di depannya, bila diketahuinya aku datang sebagai utusan dari Heraklius. Aku pun menyerahkan surat itu kepadanya, dan diletakkan surat itu di atas pangkuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berkata kepadaku: "Dari mana engkau?" "Aku orang Tanukh!" jawabku. "Maukah engkau kembali kepada agama yang suci dari kepercayaan nenek moyang kamu Ibrahim (AS)?" tanya Nabi SAW kepadaku. "Aku ini utusan sebuah negara dan menganut agama negara itu, tidaklah wajar aku mengubah agamaku ini sehinggalah aku kembali kepada mereka dulu!" jawabku dengan jujur. "Memang benar Tuhan telah mengatakan: Sesungguhnya engkau, hai Muhammad, tidak mampu memberikan petunjuk kepada siapa yang engkau suka, akan tetapi Allah-lah yang akan memberikan petunjuk itu kepada siapa yang disukai-Nya, dan Dia adalah lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk itu!" Nabi SAW terlihat kesal sekali, apabila orang menolak untuk menerima Islam. Aku berdiam diri saja, tidak tahu apa yang mesti aku katakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai saudara dari Tanukh!" tiba-tiba Nabi SAW menyeruku. "Aku telah menulis surat kepada Kisra (Pembesar Parsi), lalu suratku dikoyak-koyakkannya, kelak Allah akan mengoyak-ngoyakkannya dan kerajaannya", Nabi SAW berdiam sebentar. Kemudian menyambung lagi: "Dan aku menulis surat kepada Pembesarmu, maka dia masih ragu-ragu lagi, dan orang ramai masih boleh membuat alasan (tidak tahu) selama kehidupan mereka aman tenteram". Nabi SAW berhenti sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Beliau tadi aku berkata kepada diriku: Nah, salah satu dari tiga yang dipesan oleh Heraklius supaya aku ingat baik-baik. Aku pun keluarkan sarung isi panahku, lalu aku catat pada kulitnya. Kemudian Beliau menyerahkan surat Heraklius itu kepada seorang yang duduk di kirinya untuk dibacakannya. Aku lalu membisik orang yang di sebelahku bertanya: "Siapa dia orang yang akan membaca surat Heraklius itu?" "Mu'awiyah!" jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dalam surat pembesarku Heraklius ada sebutan mengajak ke syurga yang luasnya seluas petala langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa". Kemudian ada bertanya: "Di mana letaknya neraka? Bila mendengar saja bunyi pertanyaan itu, Nabi SAW pun menjawab: "Subhanallah!, ajaib sekali pertanyaan ini?!" ujar Nabi SAW "Jadi di manakah malam bila datang siang?!" tanya Beliau. Aku berkata pada diriku: Ini satu lagi dari ucapan Beliau yang mesti aku catat. Beliau telah menyebut malam, yang mesti aku sampaikan kepada Heraklius nanti. Sesudah selesai dibacakan kepada Beliau surat yang aku bawa itu, Beliau lalu berkata kepadaku: "Engkau patut diberi hadiah kerana engkau utusan kepada kami", ujar Beliau. "Kalau kami ada hadiah, tentu kami akan berikan kepadamu. Akan tetapi kami sekalian adalah orang-orang musafir yang memyimpan bekal yang terbatas", jelas Beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suatu suara dari hadapan Beliau, suara salah seorang sahabatnya: "Aku yang akan memberikannya hadiah, jika engkau benarkan, ya Rasulullah!" Orang itu lalu mengeluarkan dari bungkusannya sepasang pakaian kuning dan diletakkannya di pangkuannya. Lalu aku bertanya ingin tahu: "Siapa yang menghadiahkanku pakaian ini?" "Usman!" jawab mereka. Kemudian Rasulullah SAW berkata pula: "Siapa suka menerima orang ini sebagai tamunya?" "Saya!" kata seorang pemuda dari kaum Anshar. Orang Anshar itu pun bangun mengajak aku pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila aku hampir meninggalkan majlis Nabi SAW itu, Beliau memanggilku pula seraya berkata: "Hai saudara dari Tanukh!", kata Nabi SAW. Aku pun segera mendekatinya sehingga aku berdiri di sisinya. Beliau lalu menarik pakaiannya sehingga terbuka bagian belakangnya, sambil berkata kepadaku: "Mari ke sini, tunaikanlah tugasmu, sebagaimana yang disuruh oleh tuanmu!" kata Beliau. Maka terlihatlah padaku apa yang bertanda di belakang badannya itu, yaitu semacam cap (khatamun-nubuwah) di bagian atas bahunya seperti tanda bulat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-Haitsami: Ma'ma'uz-Zawa'id 8:235-236; Al-Bidayah Wan-Nihayah 5:15)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-6630951263987484203?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/6630951263987484203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/surat-balasan-heraklius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/6630951263987484203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/6630951263987484203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/surat-balasan-heraklius.html' title='Surat Balasan Heraklius'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-6820597907157450675</id><published>2010-02-25T19:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T19:00:08.152-08:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke Thaif</title><content type='html'>&lt;div class="post-body" id="post-5245777757387402584"&gt;Bukhari meriwayatkan dari Urwah, bahwa Aisyah ra. isteri Nabi SAW bertanya kepada Nabi SAW katanya: 'Adakah hari lain yang engkau rasakan lebih berat dari hari di perang Uhud?' tanya Aisyah ra. 'Ya, memang banyak perkara berat yang aku tanggung dari kaummu itu, dan yang paling berat ialah apa yang aku temui di hari Aqabah dulu itu. Aku meminta perlindungan diriku kepada putera Abdi Yalel bin Abdi Kilai, tetapi malangnya dia tidak merestui permohonanku! 'Aku pun pergi dari situ, sedang hatiku sangat sedih, dan mukaku muram sekali, aku terus berjalan dan berjalan, dan aku tidak sadar melainkan sesudah aku sampai di Qarnis-Tsa'alib. Aku pun mengangkat kepalaku, tiba-tiba aku terlihat sekumpulan awan yang telah meneduhkanku, aku lihat lagi, maka aku lihat Malaikat jibril alaihis-salam berada di situ, dia menyeruku: 'Hai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah mendengar apa yang dikatakan kaummu tadi, dan apa yang dijawabnya pula. Sekarang Allah telah mengutus kepadamu bersamaku Malaikat yang bertugas menjaga bukit-bukit ini, maka perintahkanlah dia apa yang engkau hendak dan jika engkau ingin dia menghimpitkan kedua-dua bukit Abu Qubais dan Ahmar ini ke atas mereka, niscaya dia akan melakukannya!' Dan bersamaan itu pula Malaikat penjaga bukit-bukit itu menyeru namaku, lalu memberi salam kepadaku, katanya: 'Hai Muhammad!' Malaikat itu lalu mengatakan kepadaku apa yang dikatakan oleh Malaikat Jibril AS tadi. 'Berilah aku perintahmu, jika engkau hendak aku menghimpitkan kedua bukit ini pun niscaya aku akan lakukan!' 'Jangan... jangan! Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah semata, tidak disekutukanNya dengan apa pun... !', demikian jawab Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa bin Uqbah menyebut di dalam kitab 'Al-Maghazi' dari Ibnu Syihab katanya, bahwa Rasulullah SAW apabila pamannya, Abu Thalib, meninggal dia keluar menuju ke Tha'if dengan harapan agar penduduknya akan melindunginya di sana. Maka beliau menemui tiga pemuka Tsaqif, dan mereka itu bersaudara, yaitu: Abdi Yalel, Khubaib dan Mas'ud dari Bani Amru. Beliau menawarkan mereka untuk melindunginya serta mengadukan halnya dan apa yang dibuat oleh kaumnya terhadap dirinya sesudah kematian Abu Thalib itu, namun bukan saja mereka menolakbeliau, tetapi mereka menghalaunya dan memperlakukan apa yang tidak sewajarnya.(Fathul Bari 6:198 - dari sumber Ibnu Ishak, Shahjh Bukhari 1:458, dan berita ini dikeluarkan juga oleh Muslim dan Nasa'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nu'aim memberitakan dengan lebih lengkapl dari Urwah bin Az-Zubair ra. katanya: Apabila Abu Thalib meninggal, maka semakin bertambahlah penyiksaan kaum Quraisy ke atas Nabi SAW Maka beliau berangkat ke Tha'if untuk menemui suku kaum Tsaqif dengan harapan penuh, bahwa mereka akan dapat melindunginya dan mempertahankannya. Beliau menemui tiga orang dari pemuka suku kaum Tsaqif, dan mereka itu pula adalah bersaudara, yaitu: Abdi Yalel, Kbubaib dan Mas'ud, semua mereka putera-putera dari Amru, lalu beliau menawarkan dirinya untuk diberikan perlindungan, di samping beliau mengadukan perbuatan jahat kaum Quraisy terhadap dirinya, dan apa yang ditimpakan ke atas pengikut-pengikutnya. Maka berkata salah seorang dari mereka: Aku hendak mencuri kelambu Ka'bah, jika memang benar Allah mengutusmu sesuatu seperti yang engkau katakan tadi?! Yang lain pula berkata: Demi Allah, aku tidak dapat berkatakata kepadamu, walau satu kalimah sesudah pertemuan ini, sebab jika engkau benar seorang Utusan Allah, niscaya engkau menjadi orang yang tinggi kedudukannya dan besar pangkatnya, tentu tidak boleh aku berbicara lagi kepadamu?! Dan yang terakhir pula berkata: Apakah Allah sampai begitu lemah untuk mengutus orang selain engkau? Semua kata-kata pemuka Tsaqif kepada RasuluUah SAW itu tersebar dengan cepat sekali kepada suku kaumnya, lalu mereka pun berkumpul mengejek-ngejek beliau dengan kata-kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketika beliau hendak pergi meninggalkan Tha'if itu, mereka berbaris di tengah jalannya dua barisan, mereka mengambil batu, lalu melempar beliau, setiap beliau melangkahkan kakinya batu-batu itu mengenai semua tubuh beliau sehingga luka-luka berdarah, dan sambil mereka melempar, mereka mengejek dan mencaci. Setelah bebas dari perbuatan suku kaum Tsaqif itu, beliau terlihat sebuah perkebunan anggur yang subur di situ. Beliau berhenti di salah satu pepohonannya untuk beristirahat dan membersihkan darah yang mengalir dari kaki dan tubuhnya yang lain, sedang hatinya sungguh pilu dan menyesal atas perlakuan kaum Tha'if itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian terlihatlah Utbah bin Rabi'ah dan Syaibah bin Rabi'ah yang baru sampai di situ. Beliau enggan datang menemui mereka, disebabkan permusuhan mereka terhadap Allah dan RasulNya dan penentangan mereka terhadap agama yang diutus Allah kepadanya. Tetapi Utbah dan Syaibah telah menyuruh hamba mereka yang bemama Addas untuk datang kepada beliau membawa sedikit anggur untuknya, dan Addas ini adalah seorang yang beragama kristen dari negeri Niniva (kota lama dari Iraq). Apabila Addas datang membawa sedikit anggur untuk beliau, maka beliau pun memakannya, dan sebelum itu membaca 'Bismillah!' Mendengar itu Addas keheranan, kerana tidak pernah mendengar orang membaca seperti itu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Siapa namamu?' tanya Nabi SAW 'Addas!' 'Dari mana engkau?' tanya beliau lagi. 'Dari negeri Niniva!' jawab Addas. 'Oh, dari kota Nabi yang saleh, Yunus bin Matta!' Mendengar jawaban Nabi itu, Addas menjadi lebih heran dari mana orang ini tahu tentang Nabi Yunus bin Matta? Dia tidak sabar lagi hendak tahu, sementara tuannya Utbah dan Syaibah melihat saja kelakuan hambanya yang terlihat begitu mesra dengan Nabi SAW itu. 'Dari mana engkau tahu tentang Yunus bin Matta?!' Addas keheranan. 'Dia seorang Nabi yang diutus Allah membawa agama kepada kaumnya,' jawab beliau. Beliau lalu menceritakan apa yang diketahuinya tentang Nabi Yunus AS itu, dan sudah menjadi tabiat beliau, beliau tidak pernah memperkecilkan siapa pun yang diutus Allah untuk membawa perutusannya. Mendengar semua keterangan dari Rasulullah SAW Addas semakin kuat mempercayai bahwa orang yang berkata-kata dengannya ini adalah seorang Nabi yang diutus Allah. Lalu dia pun menundukkan kepalanya kepada beliau sambil mencium kedua tapak kaki beliau yang penuh dengan darah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kelakuan Addas yang terakhir ini, Utbah dan Syaibah semakin heran apa yang dibuat sang hamba itu. Apabila kembali Addas kepada mereka, mereka lalu bertanya: 'Addas! Mari ke mari!' panggil mereka. Addas datang kepada tuannya menunggu jika ada perintah yang akan disuruhnya. 'Apa yang engkau lakukan kepada orang itu tadi?' 'Tidak ada apa-apa!' jawab Addas. 'Kami lihat engkau menundukkan kepalamu kepadanya, lalu engkau menciurn kedua belah kakinya, padahal kami belum pemah melihatmu berbuat seperti itu kepada orang lain?!' Addas mendiamkan diri saja, tidak menjawab. 'Kenapa diam? Coba beritahu kami, kami ingin tahu?' pinta Utbah dan Syaibah. 'Orang itu adalah orang yang baik, dia menceritakan kepadaku tentang seorang Utusan Allah atau Nabi yang diutus kepada kaum kami, 'jawab Addas. 'Siapa namanya Nabi itu?' 'Yunus bin Matta' jawab Addas lagi. 'Lalu?' 'Dia katakan, dia juga Nabi yang diutus!'Addas berkata jujur. 'Dia Nabi?!' Utbah dan Syaibah tertawa terbahak-bahak, sedang Addas mendiamkan diri melihatkan sikap orang yang mengingkari kebenaran Allah. 'Eh, engkau bukankah kristen?' 'Benar,'jawab Addas. 'Tetaplah saja dalam kristenmu itu! Jangan tertipu oleh perkataan orang itu!' Utbah dan Syaibah mengingatkan Addas. 'Dia itu seorang penipu, tahu tidak?!' Addas terus mendiamkan dirinya . Sesudah itu, Rasuluilah SAW kembali ke Makkah dengan hati yang kecewa sekali. (Dala'ilun-Nubuwah, hal. 103)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-6820597907157450675?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/6820597907157450675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/perjalanan-ke-thaif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/6820597907157450675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/6820597907157450675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/perjalanan-ke-thaif.html' title='Perjalanan ke Thaif'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-4705628540028809252</id><published>2010-02-17T06:23:00.001-08:00</published><updated>2010-02-17T06:23:29.064-08:00</updated><title type='text'>Mereka itu Berjalan Kaki di Atas Permukaan Bumi</title><content type='html'>Al-Baihaqiyy dan An-Naqoosy telah mentakhrijkan di dalam mu'jamnya dan Ibn An-Najjaar daripada Waaqid bin Salaamah daripada Yaziid Ar-Riqoosyiyy dari Anas ra. Bahawa Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallaam telah bersabda (mafhuumnya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudikah aku kabarkan kepada kalian akan qaum-qaum yang mana mereka itu adalah bukan para anbiyaa` dan buka pula para syuhadaa`, (walhal) pada hari qiyaamat (nanti) para anbiyaa` dan para syuhadaa` merasa ghibtoh (iri hati) terhadap mereka itu lantaran manaazil (status- status) mereka (begitu dekat) dengan Allah, di atas minbar-minbar daripada nuur mereka dikenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka (para Sahabat r.ahum) Bertanya : siapakah mereka itu wahai Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallaam? Baginda menjawab (mafhuumnya) : al-ladziina yuhabbibuuna `ibaadaloohi ilAllahi, wa yuhabbibuunAllaha ilaa `ibaadihi, wa yamsyuuna `alal-ardhi nushan; artinya: (yaitu) orang-orang yang menjadikan para hamba Allah dicintai oleh Allah SWT , dan menjadikan Allah SWT dicintai oleh para hambanya, dan mereka itu berjalan kaki di atas (permukaan) bumi dalam hal keadaan memberikan nasihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku berkata : ini menjadikan Allah SWT dicintai oleh para hambanya, maka bagaimanakah mereka menjadikan para hamba Allah SWT dicintai oleh Allah SWT ? Jawab baginda Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallaam (mafhuumnya) : mereka itu menyuruh para hamba Allah dengan apa yang Allah SWT suka dan mereka itu mencegah para hamba Allah SWT daripada apa yang Allah SWT benci, maka apabila para hamba Allah SWT itu mentho'ati mereka lalu Allah `azza wa jalla menyintai mereka itu (yakni para hamba Allah itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayaatush-Shohaabah, juzu` 3, halaman 288 dan 289.&lt;br /&gt;Risalah Fikir (229)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata, Nabi saw. bersabda, Tidak beriman seorang hamba (dalam hadis Abdul Warits, seorang laki-laki) hingga Aku lebih dicintainya daripada keluarga, hartanya, dan semua orang.&lt;br /&gt;Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 62&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, Tanda kemunafikan adalah membenci sahabat Ansar dan tanda keimanan adalah mencintai sahabat Ansar.&lt;br /&gt;Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 108&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Al Barra' ra. ia berkata, Nabi saw. bersabda tentang kaum Anshar, Yang mencintai mereka hanyalah orang yang beriman dan yang membenci mereka hanyalah orang munafik. Siapa yang mencintai mereka, maka Allah mencintainya, siap yang membenci mereka, maka Allah membencinya.&lt;br /&gt;Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 110&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Said Al Khudhri ra., Dari Tarek bin Syihab ra. ia berkata, Orang yang pertama berkhotbah pada hari raya sebelum salat Id, adalah Marwan. Ketika itu ada seorang berdiri mengatakan, salat Id itu sebelum khotbah! Marwan menjawab, telah ditinggalkan apa yang ada di sana. Abu Said berkata, Orang ini benar-benar telah melaksanakan kewajibannya, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran (hal yang keji, buruk), hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, itu adalah selemah-lemah iman.&lt;br /&gt;Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 70&lt;span class="post-author"&gt;Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-4705628540028809252?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/4705628540028809252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/mereka-itu-berjalan-kaki-di-atas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/4705628540028809252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/4705628540028809252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/mereka-itu-berjalan-kaki-di-atas.html' title='Mereka itu Berjalan Kaki di Atas Permukaan Bumi'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-45391791981620624</id><published>2010-02-17T06:20:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T06:20:12.566-08:00</updated><title type='text'>Cahaya Di Wajah Nabi SAW</title><content type='html'>&lt;div class="post-body" id="post-4595516278038135310"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Telah diriwayatkan dari Siti Aishah rha. bahwa ia telah berkata : "Ketika aku sedang menjahit baju pada waktu sahur (sebelum subuh) maka jatuhlah jarum dari tanganku, kebetulan lampu pun padam, lalu masuklah Rasulullah SAW. Ketika itu juga aku dapat mengutip jarum itu kerana cahaya wajahnya, lalu aku berkata, "Ya Rasulullah alangkah bercahayanya wajahmu! Seterusnya aku bertanya: "Siapakah yang tidak akan melihatmu pada hari kiamat?" Jawab Rasulullah SAW: "Orang yang bakhil." Aku bertanya lagi: "Siapakah orang yang bakhil itu?" Jawab baginda : "Orang yang ketika disebut namaku di depannya, dia tidak mengucap shalawat ke atasku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;BERDOA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Berkata Al-Barra' ra. bahwa Nabi SAW. bersabda: "Segala doa itu terdinding (terhalang untuk dikabulkan) dari langit sehingga orang yang berdoa itu mengucapkan shalawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad. "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-45391791981620624?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/45391791981620624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/cahaya-di-wajah-nabi-saw.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/45391791981620624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/45391791981620624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/cahaya-di-wajah-nabi-saw.html' title='Cahaya Di Wajah Nabi SAW'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-2904603794918599350</id><published>2010-02-17T06:17:00.001-08:00</published><updated>2010-02-17T06:17:59.390-08:00</updated><title type='text'>Puteri-Puteri Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;div class="post-body" id="post-738500843818351197"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;"&gt;1. ZAINAB BINTI RASULULLAH SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Zainab adalah putri tertua Rasulullah SAW.. Rasulullah SAW. telah menikahkannya dengan sepupu beliau, yaitu Abul 'Ash bin Rabi' sebelum beliau diangkat menjadi Nabi, atau ketika Islam belum tersebar di tengah-tengah mereka. lbu Abul 'Ash adalah Halah binti Khuwaylid, bibi Zainab dari pihak ibu. Dari pernikahannya dengan Abul 'Ash mereka mempunyai dua orang anak: Ali dan Umamah. Ali meninggal ketika masih kanak-kanak dan Umamah tumbuh dewasa dan kemudian menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra. setelah wafatnya Fatimah ra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Setelah berumah tangga, Zainab tinggal bersama Abul 'Ash bin Rabi' suaminya. Hingga pada suatu ketika, pada saat suaminya pergi bekerja, Zainab mengunjungi ibunya. Dan ia dapatkan keluarganya telah mendapatkan suatu karunia dengan diangkatnya, ayahnya, Muhammad SAW. menjadi Nabi akhir jaman. Zainab mendengarkan keterangan tentang Islam dari ibunya, Khadijah ra.. Keterangan ini membuat hatinya lembut dan menerima hidayah Islam. Dan keislamannya ini ia pegang dengan teguh, walaupun ia belum menerangkan keislamannya kepada suaminya, Abul 'Ash.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sedangkan Abul 'Ash bin Rabi' adalah termasuk orang-orang musyrik yang menyembah berhala. Pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai peniaga. Ia sering meninggalkan Zainab untuk keperluan dagangnya. la sudah mendengar tentang pengakuan Muhammad sebagai Nabi SAW.. Namun, ia tidak mengetahui bahwa istrinya, Zainab sudah memeluk Islam. Pada tahun ke-6 setelah hijrah Nabi SAW. ke Madinah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Abul 'Ash bin Rabi' pergi ke Syria beserta kafilah-kafilah Quraisy untuk berdagang. Ketika Rasulullah SAW. mendengar bahwa ada kafilah Quraisy yang sedang kembali dari Syria, beliau mengirim Zaid bin Haritsah ra. bersama 313 pasukan muslimin untuk menyerang kafilah Quraisy ini. Mereka menghadang kafilah ini di dekat Al-is di Badar pada bulan jumadil Awal. Mereka menangkap kafilah itu dan barang-barang yang dibawanya serta menahan beberapa orang dari kafilah itu, termasuk Abul 'Ash bin Rabi'. Ketika penduduk Mekkah datang unluk menebus para tawanan, maka saudara laki-laki Abul 'Ash, yaitu Amar bin Rabi', telah datang untuk menebus dirinya. Ketika itu, Zainab istri Abul 'Ash masih tinggal di Mekkah. la pun telah mendengar berita serangan kaum muslimin atas kafilah-kafilah Quraisy termasuk berita tertawannya Abul 'Ash.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Berita ini sangat meiiyedihkannya. Lalu ia mengirimkan kalungnya yang terbuat dari batu onyx Zafar hadiah dari ibunya, Khadijah binti Khuwaylid ra.. Zafar adalah sebuah gunung di Yaman. Khadijah binti Khuwaylid telah memberikan kalung itu kepada Zainab ketika ia akan menikah dengan Abul 'Ash bin Rabi'. Dan kali ini, Zainab mengirimkan kalung itu sebagai tebusan atas suaminya, Abul 'Ash. Kalung itu sampai di tangan Rasulullah SAW. Ketika beliau SAW. melihat kalung itu, beliau segera mengenalinya. Dan kalung itu mengingatkan beliau kepada istrinya yang sangat ia sayangi, Khadijah. Beliau berkata, 'Seorang Mukmin adatah penolong bagi orang Mukmin lainnya. Setidaknya mereka memberikan perlindungan. Kita lindungi orang yang dilindungi oleh Zainab. jika kalian bisa mencari jalan untuk niembebaskan Abul 'Ash kepada Zainab dan mengembalikan kalungnya itu kepadanya, maka lakukaniah.' Mereka menjawab, 'Baik, ya Rasulullah SAW' Maka mereka segera membebaskan Abul 'Ash dan mengembalikan kalung itu kepada Zainab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kemudian Rasulullah SAW. menyuruh Abul 'Ash agar berjanji untuk membiarkan Zainab bergabung bersama Rasulullah SAW. Dia pun berjanji dan memenuhi janjinya itu. Ketika Rasulullah SAW. pulang ke rumahnya, Zainab datang menemuinya dan meminta untuk mengembalikan kepada Abul 'Ash apa yang pernah diambil darinya. Beliau mengabulkannya. Pada kesempatan itu, Beliau pun telah melarang Zainab agar tidak mendatangi Abul 'Ash, karena dia tidak halal bagi Zainab selama dia masih kafir. lalu Abul 'Ash kembali ke Mekkah dan menyelesaikan semua kewajibannya. Kemudian dia masuk Islam dan kembali kepada Rasulutiah SAW sebagai seorang Muslim. Dia berhijrah pada bulan Muharram, 7 Hijriyah. Maka Rasulullah SAW. pun mengembalikan Zainab kepadanya, berdasarkan pernikahannya yang pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Zainab wafat pada tahun 8 Hijriyah. Orang-orang yang memandikan jenazahnya ketika itu, antara lain ialah; Ummu Aiman, Saudah binti Zam'ah, Ummu Athiyah dan Ummu Salamah ra.. Rasulullah SAW. berpesan kepada mereka yang akan memandikan jenazahnya ketika itu, 'Basuhiah dia dalarn jumlah Vang ganjil, 3 atau 5 kali atau iebih jika kalian merasa lebih baik begitu. Mulailah dari sisi kanan dan anggota-anggota wudhu. Mandikan dia dengan air dan bunga. Bubuhi sedikit kapur barus pada air siraman yang terakhir. Jika kalian sudah selesai beritahukaniah kepadaku.' Ketika itu, rambut jenazah dikepang meniadi tiga kepangan, di samping dan di depan lalu dikebelakangkan. Setelah selesai dari memandikan jenazah, Ummu Athiyah memberitahukan kepada Nabi SAW. Lalu Nabi SAW memberikan selimutnya dan berkata, 'Kafanilah dia dengan kain ini.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;"&gt;2. RUQAYYAH BINTI RASULULLAH SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ruqayyah telah menikah dengan Utbah bin Abu lahab sebelum masa kenabian. Sebenarnya hat itu sangat tidak disukai oleh Khadijah ra.. Karena ia telah mengenal perilaku ibu Utbah, yaitu Umrnu jamil binti Harb, yang terkenal berperangai buruk dan jahat. ta khawatir putrinya akan memperoleh sifat-sifat buruk dari ibu mertuanya tersebut. Dan ketika Rasulullah SAW. telah diangkat menjadi Nabi, maka Abu Lahablah, orang yang paling memusuhi Rasulullah SAW. dan Islam. Abu Lahab telah banyak menghasut orang-orang Mekkah agar memusuhi Nabi SAW. dan para sahabat ra.. Begitu pufa istrinya, Ummu Jamil yang senantiasa berusaha mencelakakan Rasulullah SAW. dan memfitnahnya. Atas perilaku Abu lahab dan permusuhannya yang keras terhadap Rasulullah SAW., maka Allah telah menurunkan wahyu-Nya, 'Maka celakalah kedu,7 tangan Abu lahab, (Al lahab: 1) Setelah ayat ini turun, maka Abu lahab berkata kepada kedua orang putranya, Utbah dan Utaibah, 'Kepalaku tidak haial bagi kepalamu selama kamu tidak menceraikan Putri Muhammad.' Atas perintah bapaknya itu, maka Utbah mericeraikan istrinya tanpa alasan. Setelah bercerai dengan Utbah, kemudian Ruqayyah dinikahkan oleh Rasulullah SAW. dengan Utsman bin Affan ra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Hati Ruqayyah pun berseri-seri dengan pernikahannya ini. Karena Utsman adalah seorang Muslim yang beriman teguh, berbudi luhur, tampan, kaya raya, dan dari golongan bangsawan Quraisy. Setelah pernikahan itu, penderitaan kaum muslimin bertambah berat, dengan tekanan dan penindasan dari kafirin Quraisy. Ketika semakin hari penderitaan kaum muslimin, termasuk keluarga Rasulutlah SAW. bertambah berat, maka dengan berat hati Nabi SAW. mengijinkan Utsman beserta keluarganya dan beberapa muslim lainnya untuk berhijrah ke negeri Habasyah. Ketika itu Rasulullah SAW. bersabda, 'Pergilah ke negeri Habasyah, karena di sana ada seorang raja yang terkenal baik budinya, tidak suka menganiaya siapapun, Di sana adalah bumi yang melindungi kebenaran. Pergilah kalian ke sana. Sehingga Allah akan membebaskan kalian dari penderitaan ini.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Maka berangkatlah satu kafilah untuk berhijrah dengan diketuai oleh Utsman bin Affan ra. Rasulullah SAW. bersabda tentang mereka, Mereka adalah orang yang pertama kali hijrah karena Allah setelah Nabi Luth as.' Setibanya di Habasyah mereka memperoleh perlakuan yang sangat baik dari Raja Habasyah. Mereka hidup tenang dan tenteram, hingga datanglah berita bahwa keadaan kaum muslimin di Mekkah telah aman. Mendengar berita tersebut, disertai kerinduan kepada kampung halaman, maka Utsman memutuskan bahwa kafilah muslimin yang dipimpimnya itu akan kembali lagi ke kampung halamannya di Mekkah. Mereka pun kembali. Namun apa yang dijumpai adalah berbeda dengan apa yang mereka dengar ketika di Habasyah. Pada masa itu, mereka mendapati keadaan kaum muslimin yang mendapatkan penderitaan lebih parah lagi. Pembantaian dan penyiksaan atas kaum muslimin semakin meningkat. Sehingga rombongan ini tidak berani memasuki Mekkah pada siang hari. Ketika malam telah menyelimuti kota Mekkah, barulah mereka mengunjungi rumah masingmasing yang dirasa aman. Ruqayyah pun masuk ke rumahnya, melepas rindu terhadap orang tua dan saudara-saudaranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Namun ketika matanya beredar ke sekeliling rumah, ia tidak menjumpai satu sosok manusia yang sangat ia rindukan. la bertanya, 'Mana ibu?..... mana ibu?....' Saudara-saudaranya terdiam tidak menjawab. Maka Ruqayyah pun sadar, orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu telah tiada. Ruqayyah menangis. Hatinya sangat bergetar, bumi pun rasanya berputar atas kepergiannya. Penderitaan hatinya, ternyata tidak berhenti sampai di situ. Tidak lama berselang, anak lelaki satu-satunya, yaitu Abdullah yang lahir ketika hijrah pertama, telah meninggal dunia pula. Padahal nama Abdullah adalah kunyah bagi Utsman ra., yaitu Abu Abdullah. Abdullah masih berusia dua tahun, ketika seekor ayam jantan mematuk mukanya sehingga mukanya bengkak, maka Allah mencabut nyawanya. Ruqayyah tidak mempunyai anak lagi setelah itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dia hijrah ke Madinah setelah Rasulullah SAWj. hijrah. Ketika Rasulullah SAW. bersiap-siap untuk perang Badar, Ruqayyah jatuh sakit, sehingga Rasulullah SAW. menyuruh Utsman bin Affan agar tetap tinggal di Madinah untuk merawatnya. Namun maut telah menjemput Ruqayyah ketika Rasulullah SAW. masih berada di medan Badar pada bulan Ramadhan. Kemudian berita wafatnya ini dikabarkan oleh Zaid bin Haritsah ke Badar. Dan kemenangan kaum muslimin yang dibawa oleh Rasulullah SAW. beserta pasukannya dari Badar, ketika masuk ke kota Madinah, telah disambut dengan berita penguburan Ruqayyah ra. Pada saat wafatnya Ruqayyah, Rasulullah SAW. berkata, Bergabunglah dengan pendahulu kita, Utsman bin Maz'un.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Para wanita menangisi kepergian Ruqayyah. Sehingga Umar bin Khattab ra. datang kepada para wanita itu dan memukuli mereka dengan cambuknya agar mereka tidak keterlaluan dalam menangisi jenazah Ruqayyah. Akan tetapi Rasulullah SAW. menahan tangan Umar ra. dan berkata, 'Biarkaniah mereka menangis, ya Umar. Tetapi hati-hatilah dengan bisikan syaitan. Yang datang dari hati dan mata adalah dari Allah dan merupakan rahmat. Yang datang dari tangan dan lidah adalah dari syaitan.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;"&gt;3. UMMU KULTSUM BINTI RASULULLAH SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ummu Kultsum adalah adik Ruqayyah ra., putri Rasulullah SAW. Ia telah menikah dengan Utaibah bin Abu Lahab, saudara Utbah yang telah menikahi Ruqayyah, sebelurn mereka mengenal Islam. Lalu ketika Rasulullah SAW. telah diangkat menjadi Nabi, ia dan saudara-saudaranya memeluk Islam dengan lapang dada. Dan dakwah Nabi SAW. yang selalu ditentang oleh Abu lahab beserta keluarganya ini, menyebabkan Allah telah mewahyukan kepada Nabi SAW. firman-Nya yang berbunyi, Maka celakalah kedua tangan Abu lahab'(Al-lahab: 1) ' Setelah tutun ayat ini, Abu lahab berkata kepads Utaibah anaknya, "Kepalaku tidak halal bagi kepalamu selama kamu tidak menceraikan putri Nabi. Maka dia pun menceraikan istrinya, Ummu Kultsum begitu saja. Utaibah mendatangi Nabi SAW. dan mengatakan kata-kata yang menyakitkan hati Rasulullah SAW. Atas periakuan itu, maka Rasulullah SAW. telah berdoa kepada Allah, agar mengirimkan anjing-anjing-Nya untuk membinasakan Utaibah. Dan apa yang telah didoakan oleh Nabi SAW. terhadap Utaibah itu benar-benar teriadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dalam suatu perjalanan, seekor singa yang ganas teiah memilih Utaibah di antara teman-temannya untuk diterkam kepalanya. Utaibah mati dalam keadaan yang sangat mengerikan. Setelah bercerai, maka Ummu Kultsum kembali tinggal bersama Rasulullah SAW. di Mekkah. Dia ikut hijrah ke Madinah ketika Rasulullah SAW. berhijrah, kemudian tinggal di sana bersama keluarga Rasulullah SAW. Ruqayyah dan Ummu Kultsum adalah dua orang saudara yang perjalanan hidup mereka hampir sama. Mereka berdua teriahir dari bapak yang sama, ibu yang sama, suami mereka pun kakak beradik yang namanya mempunyai arti yang sama; Utbah dan Utaibah, mempunyai mertua yang sama, masuk Islam pada hari yang sama, bercerai pada hari yang sama, dan setelah perceraian itu, mereka mempunyai suami yang sama pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ketika Ruqayyah meninggal dunia, maka Utsman bin Affan ra. menikahi Ummu Kultsum yang masih perawan yang belum terjamah oleb Utaibah. Pada waktu itu adalah bulan Rabi'ul-Awwal, tahun ke-3 Hijriyah. Dan keduanya baru berkumpul pada bulan Jumadits-Tsani. Mereka hidup bersama sampai Ummu Kultsum meninggal dunia tanpa mendapatkan seorang anak pun. Ummu Kultsum meninggal dunia pada bulan Sya'ban tahun ke-9 Hijriyah. Rasulullah SAW. berkata, 'Seandainya aku mempunyai sepuluh orang putri, maka aku akan tetap menikahkan mereka dengan Utsman.' Ummu Kultsum adaiah seorang wanita yang cantik. la senang memakai jubah sutra yang bergaris. Pada hari wafatnya, jenazahnya telah dimandikan oleh Asma' binti Umais dan Shafiah binti Abdul Muthalib. jenazahnya ditempatkan di atas sebuah keranda yang terbuat dari batang polgon palem yang baru dipotong. Dan pada saat penguburannya, Rasulullah SAW. duduk di dekat kuburan Ummu Kultsum dengan berlinangan air mata. Beliau berkata, siapa di antara kalian yang tidak bercampur dengan istrinya tadi malam?' Abu Thalhah ra. berkata, 'Aku, ya Rasulullah SAW' lalu Beliau menyuruhnya, "Turunlah kamu." Maka Abu Thalhah turun dan menguburkan Ummu Kultsum ra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;"&gt;4. FATIMAH BINTI RASULULLAH SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Pada suatu ketika, Abu Bakar ra. pernah datang kepada Rasulullah SAW. dan meminang Fatimah ra. untuk dijadian sebagai istrinya. Hal itu dijawab oleh Beliau SAW. dengan halus, "Wahai Abu Bakar, tunggulah ketetapan tentang Fatimah.' Jawaban Rasulullah SAW. ini diceritakan oleh Abu Bakar ra. kepada Umar bin Khattab ra.. Umar berkata, itu artinya beliau menolakmu, wahai Abu Bakar. Kemudian Abu Bakar ra. menyarankan kepada Umar ra, 'Sekarang cobalah kamu yang menanyai Rasulullah SAW. untuk meminang Fatimah.' Atas anjuran tersebut, maka Umar ra. pergi menjumpai Rasulullah SAW. dan meminta kepada Beliau SAW. untuk menikahkan Fatimah ra. dengannya. Pada kali itu pun Rasulullah SAW. menjawab, 'Wahai Umar, Tunggulah ketetapan tentangnya.' Setelah dijawab demikian, Umar ra. menemui Abu Bakar dan menceritakan hal ini kepadanya. 'Berarti beliau juga telah menolakmu wahai Umar.' Kata Abu Bakar ra.. Selanjutnya keluarga Ali ra. telah menyarankan kepada Ali ra., 'Mintalah kepada Rasulullah SAW. agar kamu dapat meminang Fatimah.' Maka Ali ra. mendatangi Rasulullah SAW. untuk meminang Fatimah. Pinangan ini diterima oleh beliau dengan baik. Dan pada hari itu juga Rasulullah SAW. telah menikahkannya dengan Fatimah ra. dengan mahar beberapa pakaian bekas dan kulit domba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dan ketika itu, perlengkapan pengantin wanitanya antara lain adalah tempat tidur dari dedaunan kurma, bantal kulit berisi jerami, bejana kulit kecil dan kantong air dari kulit. Untuk pernikahan itu, Ali ra. telah menjual seekor unta miliknya dan sebagian barang-barangnya, sehingga terkumpul 480 dirham. Setelah terkumpul Rasulullah SAW. menyuruh Ali, "Belikaniah dua pertiga dari uang itu untuk wangi-wangian dan yang sepertiganya untuk barang-barang.' Setelah menikahi Fatimah, maka Nabi SAW. berkata kepada Ali ra., 'Carilah rumah'. Maka Ali pun mencari sebuah rurnah untuk tempat tinggainya bersama keluarga baru. la menemukan sebuah rumah yang agak jauh dari kediaman Rasulullah SAW. Karena rasa sayang Rasulullah SAW. kepada Fatimah, beliau berkata kepada Fatimah, 'Aku ingin kalian pindah agar berdekatan denganku.' Fatimah menjawab, 'Sebaiknya ayahanda, meminta kepada Haritsa bin Nu'man untuk pindah demi aku.' Rasulullah SAW. menjawab, 'Haritsa dulu pernah pindah demi kita, jadi aku enggan untuk memintanya kembali.' Hal ini telah terdengar oleh Haritsa, sehingga ia datang menemui Rasulullah SAW. dan berkata, 'Ya Rasulullah SAW, aku telah mendengar bahwa engkau ingin agar Fatirnah pindah ke dekat rumahmu. Rumah-rumahku adalah rumah Bani Najjar yang paling dekat ke rumahmu. Aku dan hartaku adalah untuk Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, Ya Rasulullah SAW. aku lebih menyukai uang yang engkau ambil dariku daripada yang tinggal.' Rasulullah SAW. berkata, 'Engkau telah berkata dengan sebenarnya, semoga Allah memberkatimu.' Maka Rasulullah SAW. memindahkan Fatimah ke rumah Haritsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ali dan Fatimah ra. adalah pasangan suami istri yang hidup dengan penuh kesederhanaan. Tempat tidur mereka terbuat dari kulit domba. jika mereka akan tidur, mereka harus membalikkan bulunya terlebih dahulu. Sedangkan bantainya terbuat dari kulit yang diisi jerami. Walaupun demikian, hari-hari mereka telah diisi dengan kebahagiaan. Pada suatu ketika, Fatimah berkata, 'Demi Allah, aku telah menumbuk gandum sampai tanganku lecet.' Maka Ali ra. menganjurkan kepada istrinya, agar menjumpai Rasulullah SAW. untuk meminta tawanan-tawanan perang sebagai pembantu di rumahnya. Fatimah pun segera menemui Rasulullah SAW.. Sesampainya di sana, banyak sahabat sedang berkumpul di sisi Rasulullah SAW.. Rasulullah SAW. bertanya, 'Ada apa, wahai putriku?' Fatimah menjawab, 'Aku datang untuk mengucapkan salam untukmu.' Fatimah terlalu segan untuk mengutarakan maksudnya, sehingga ia kembali pulang tanpa tertunaikan maksud kedatangannya. Sesampainya di rumah Ali bertanya, "Bagaimana haslinya?' Fatimah menjawab, 'Aku terlalu malu untuk meminta kepada beliau.' Kemudian mereka berdua datang menghadap Rasulullah SAW.. Ali ra. berkata, 'Ya Rasulullah SAW., Fatimah telah menimba air sampai dadanya luka.ia telah menumbuk (gandum) sampai tangannya lecet. Dan Allah telah memberimu rampasan perang dan kekayaan, berilah kami seorang pelayan.' Namun Rasulullah SAW. menjawab, 'Demi Allah, aku tidak akan memberimu pelayan, dan membiarkan ahli Shuffah menahan perutnya karena kelaparan. Aku tidak mempunyai sesuatu untuk mereka, jadi aku akan menjual barang rampasan itu dan memberikannya kepada mereka. Maukah kalian kuceritakan sesuatu yang lebih baik daripada yang kalian minta tadi? Mereka menjawab, 'Ya, tentu saja.' Beliau berkata, 'Yaitu beberapa kalimat yang diajarkan Jibril kepadaku. Ketika kalian beristirahat di tempat tidur ucapkanlah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali. Dan nasehat itu telah menjadi amalan rutin keluarga Fatimah ra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ali ra. berkata, 'Demi Allah, aku tidak pernah mengabaikan bacaan itu sejak Rasulullah SAW. mengajarkannya kepada kami.' lbnu Kiwa' berkata kepadanya, 'Bahkan pada malam perang Siffin?' Ali menjawab, 'Semoga Allah murka pada kalian, wahai penduduk lrak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Suatu ketika, Ali ra. pernah berbuat kasar kepada Fatimah ra. Lalu Fatimah ra. mengancam Ali ra., Demi Allah, aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah SAW.!' Fatimah pun pergi kepada Nabi SAW. dan Ali ra. mengikutinya. Sesampainya di sana, Fatimah mengeluhkan tentang kekasaran Ali ra.. Nabi SAW. menyabarkannya, 'Wahai putriku, dengarkanlah, pasang telinga dan pahami. Bahwa tidak ada kepandaian sedikit pun bagi wanita yang tidak membalas kasih sayang suaminya ketika dia tenang.' Ali ra. berkata, 'Kalau begitu aku akan menahan diri dari yang telah kulakukan.' Fatimah pun berkata, Demi Allah, aku tidak akan berbuat apapun yang tidak engkau sukai.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Juga disebutkan dalam riwayat lain, Pernah terjadi pertengkaran antara Ali dan Fatimah. Lalu Rasulullah SAW. datang, dan Ali ra. menyediakan tempat untuk Rasulullah SAW. berbaring. Kemudian Fatimah datang dan berbaring di samping Nabi SAW.. lalu Ali pun berbaring di sisi lainnya. Rasulullah SAW. mengambil tangan Ali dan meletakkannya di atas perut beliau, lalu beliau mengambil tangan Fatimah dan meletakkannya di atas perut beliau. Selanjutnya beliau mendamaikan keduanya sehingga rukun kembali, Setelah itu barulah beliau keluar. Ada orang yang melihat kejadian itu lalu berkata kepada Rasulullah SAW., 'Tadi engkau masuk dalam keadaan demikian, lalu engkau keluar dalam keadaan berbahagia di wajahmu.'Beliau menjawab, 'Apa yang menahanku dari kebahagiaan, jika aku dapat mendamaikan kedua orang yang paling aku cintai?'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Pada suatu ketika, 'Aisyah ra. sedang duduk bersama Rasulullah SAW., kemudian datanglah Fatimah dengan gaya berjalannya yang sama dengan gaya berjalan Rasulullah SAW. Nabi SAW. menyambutnya, 'Selamat datang, Putriku.' Lalu Beliau mendudukkan Fatimah di sampingnya dan membisikkan sesuatu kepadanya sehingga Fatimah menangis. Kemudian beliau kembali membisiki lagi kepada Fatimah, dan dia tertawa. Melihat hal ini, 'Aisyah bertanya, 'Mengapa engkau menangis lalu tertawa setelah dibisiki oleh Rasulullah SAW. Apa gerangan yang telah dibisikkan Rasulullah SAW. kepadamu?' Fatimah menjawab, 'Aku tidak akan membuka rahasia beliau.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ketika Rasulullah SAW. wafat, 'Aisyah bertanya lagi kepada Fatimah, dan ia menjawab, 'Rasulullah SAW. membisikiku, 'Jibril selalu mendatangiku setiap tahun dan mengulangi Al-Qur'an kepadaku satu kali. Namun, pada tahun ini dia datang kepadaku dua kaii dan membacakan Al-Qur'an kepadaku dua kali. Aku merasa ajalku sudah dekat. Aku penghulu terbaik bagimu.' Maka aku menangis. Lalu Beliau membisikkan lagi, 'Engkau orang yang paling cepat menyusuiku dari keluargaku.' Maka aku tertawa karenanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Pada hari-hari menjelang kematiannya, Fatimah disrerang sakit yang parah. Abu Bakar ra. pergi mengunjungi Fatimah dan meminta izin untuk masuk. Maka Ali berkata kepada istrinya, Fatimah, 'Ada Abu Bakar di depan pintu. Apakah engkau mengizinkannya masuk?' Fatimah ra. mengembalikan pertanyaan itu kepada suaminya, 'Apakah engkau setuju?' 'Ya,' jawab Ali. Maka Abu Bakar ra. masuk untuk mengunjunginya dan menghiburnya sehingga membuat Fatimah senang. Dan pada ketika sakitnya itu, Salma datang menengoknya. Sedangkan pada hari itu Ali ra. sedang keluar. Fatimah berkata kepada Salma, 'Tuangkaniah air untuk mandiku.' Maka Salma menuangkan air untuk mandi Fatimah dengan cara yang terbaik. Kemudian Fatimah berkata, 'Bawakantah bajuku yang baru.' Maka Salma memberikan pakaian baru kepadanya dan dia pun mengenakannya. Kemudian Fatimah berkata lagi, 'Angkatlah tempat tidurku ke tengah-tengah ruangan.' Salma memindahkannya, lalu dia berbaring menghadap kiblat. Kemudian Fatimah berkata kepada Salma, 'Ibu, aku akan menemui ajal sekarang. Aku telah mandi, jadi jangan biarkan orang lain membuka bahuku.' Salma bercerita, 'Fatimah telah wafat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kemudian Ali datang dan aku mengabarkan hal itu kepadanya.' Ali ra. berkata, 'Demi Allah, tidak seorang pun yang akan membuka bahunya.' Dia mengangkat jenazah Fatimah dan menguburkannya dengan mandi itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-2904603794918599350?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/2904603794918599350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/puteri-puteri-rasulullah-saw.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2904603794918599350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2904603794918599350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/puteri-puteri-rasulullah-saw.html' title='Puteri-Puteri Rasulullah SAW'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-3856011212845644515</id><published>2010-02-05T19:30:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T19:30:00.222-08:00</updated><title type='text'>Kezuhudan Sebahagian Sahabat ra.</title><content type='html'>Kezuhudan Abu Bakar&lt;br /&gt;Ahmad mengeluarkan dari Aisyah r.ha, dia berkata, "Abu Bakar meninggal dunia tanpa meninggalkan satu dinar maupun satu dirham pun. Sebelum itu dia masih memilikinya, namun kemudian dia mengambilnya dan menyerahkannya ke Baitul-mal." Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 3/132.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezuhudan Umar bin Al-Khaththab&lt;br /&gt;Ahmad mengeluarkan di dalam Az-Zuhud, Ibnu Jarir dan Abu Nu'aim dari Al-Hasan, dia berkata, "Ketika Umar bin Al-Khaththab sudah menjadi khalifah, di kain mantelnya ada dua belas tambalan. Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 4/405.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezuhudan Utsman bin Affan&lt;br /&gt;Abu Nu'aiin mengeluarkan di dalam Al-Hilyah, 1/60, dari Abdul-Malik bin Syaddad, dia berkata, "Aku pernah melihat Utsman bin Affan berkhutbab di atas mimbar pada hari Jum'at, sambil mengenakan kain mantel yang tebal (kasar), harganya berkisar empat atau lima dirham. Kain ikat kepalanya juga ada yang robek. Diriwayatkan dari Al-Hasan, dia berkata, "Aku pernah melihat Utsman bin Affan yang datang ke masjid dalam keadaan seperti itu, pada saat dia sudah menjadi khalifah." Ahmad mengeluarkan di dalam Shifatush-Shafwah, 1/116.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezuhudan Ali Bin Abu Thalib&lt;br /&gt;Ahmad mengeluarkan dari Abdullah bin Ruzain, dia berkata, "Aku pernah masuk ke rumah Ali bin Abu Thalib pada hari Idul-Adhha. Dia menyuguhkan daging angsa kepadaku. Aku berkata, "Semoga Allah mlimpahkan kebaikan kepadamu. Karena engkau bisa menyuguhkan makanan ini, berarti Allah memang telah melimpahkan kebaikan kepadamu, " Dia berkata, "Wahai Ibnu Ruzain, aku pernah mendengar Rasuluilah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Tidak diperkenankan harta Allah bagi seorang khalifah kecuali sebanyak dua takaran saja, satu takaran yang dia makan bersama keluarganya, dan satu takaran lagi yang harus dia berikan kepada orang-orang." Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Bidayah, 8/3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezuhudan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah&lt;br /&gt;Abu Nu'airn mengeluarkan dari Abu Ma'mar, bahwa tatkala Umar mengadakan lawatan ke Syam, maka disambut para pemuka dan pemimpin masyarakat di sana. "Mana saudaraku?" tanya Umar. "Siapa yang engkau maksudkan?' tanya orang-orang. "Abu Ubaidah. " "Sekarang dia baru menuju ke sini. Ketika Abu Ubaidah sudah tiba, Umar turun dari kendaraannya lalu memeluknya. Kemudian Umar masuk ke rumah Abu Ubaidah dan tidak melihat perkakas apa pun kecuali pedang, perisai dan kudanya. Ahmad mengeluarkan hadits yang serupa seperti yang disebutkan di dalam Shifatush-Shafwah, 1/143. Ibnul-Mubarak juga meriwayatkannya di dalam Az-Zuhd, dari jalan Ma'mar, serupa dengan ini, seperti yang disebutkan di dalam Al-Ishabah, 2/253.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezuhudan Mush'ab bin Umair&lt;br /&gt;Al-Bukhary mengeluarkan di dalam Shahih-nya, dari Hibban, bahwa Mush'ab bin Umair meninggal dan hanya meninggalkan selembar kain. Jika orang-orang menutupkan kain itu ke kepalanya, maka kedua kakinya menyembul, dan jika ditutupkan ke kedua kakinya, maka kepalanya yang menyembul. Lalu Rasulullah SAW bersabda, "tutupkan dedaunan ke bagian kakinya." Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Ishabah, 3/421.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezuhudan Salman Al-Farisy&lt;br /&gt;Abu Nu'aim mengeluarkan dari Athiyah bin Amir, dia berkata, "Aku pernah melihat Salman Al-Farisy ra. menolak makanan yang disuguhkan kepadanya, lalu dia berkata, "Tidak, tldak. Karena aku pemah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,&lt;br /&gt;'Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia akan lebih lama laparnya di akhirat. Wahai Salman, dunia ini hanyalah penjara orang Mukmin dan surga orang kafir'.&lt;br /&gt;Di dalam Al-Hilyah, 1/198, Bagian terakhir dari hadits di atas, "Dunia ini hanyalah penjara orang Mukmin", merupakan riwayat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezuhudan Abu Dzarr Al-Ghifary&lt;br /&gt;Ahmad mengeluarkan dari Abu Asma', bahwa dia pernah masuk ke rumah Abu Dzarr di Rabadzah. Dia mempunyai seorang istri berkulit hitam yang sama sekali tidak memakai hiasan macam apa pun dan tidak pula mengenakan minyak wangi. Abu Dzarr berkata, "Apakah kalian tidak rnelihat apa yang disuruh para wanita berkulit hitam ini? Mereka menyuruhku unluk pergi ke Irak. Namun ketika kami tiba di Irak, mereka justru lebih senang kepada dunia. Padahal kekasihku (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) memberitahukan kepadaku bahwa di atas jembatan neraka ada rintangan dan halangannya. Kita akan menyeberangi jembatan itu sambil membawa beban kita. Maka lebih baik bagiku untuk menyeberang dengan selamat tanpa mernbawa beban apa pun." Begitulah yang disebutkan di dalain At-Targhib Wat-Tarhib, 3/93. Ahmad juga meriwayatkannya dan rawi-rawinya shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezuhudan Abud-Darda'&lt;br /&gt;Ath-Thabrany mengeluarkan dari Abud-Darda' Radhiyallahu Anhu, dia berkata, 'Dahulu sebelum Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menjadi rasul, kami adalah para pedagang. Namun setelah beliau diutus sebagai rasul, aku ingin terjun kembali dalam perniagaan dan sekaligus rajin beribadah. Tapi nyatanya aku tidak bisa mantap dalam ibadah. Akhirnya kutinggalkan perniagaan dan mengkhususkan diri dalam ibadah.' Menurut Al-Haitsainy, 9/367, rijalnya shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezuhudan Al-Lajlaj Al-Ghathafany&lt;br /&gt;Ath-Thabrany mengeluarkan dengan isnad yang tidak diragukan, dari Al-Lajlaj Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Sejak aku masuk Islam di hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, aku tidak pernah makan dan minum kecuali sekedar secukupnya." Begitulah yang disebutkan di dalarn At-Targhib, 31423. Abul-Abbas As-Siraj di dalam Tarikh-nya dan Al-Khathib di dalam Al-Muttafaq, seperti yang disebutkan di dalam Al-Ishabah, 2/328.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezuhudan Abdullah bin Umar&lt;br /&gt;Abul-Abbas As-Siraj mengeluarkan di dalam Tarikh-nya dengan sanad hasan, dari As-Sary, dia berkata, "Aku pernah melihat sekumpulan orang dari kalangan shahabat, bahwa tak seorang pun di antara mereka yang keadaannya senantiasa mirip dengan keadaan Rasuluilah Shallallahu Alaihi wa Sallam selain dari Ibnu Umar. "Abu Sa'id Al-Mraby mengeluarkan dengan sanad yang shahih, dari Jabir ra., dia berkata, 'Tidak ada seseorang di antara kami yang mendapatkan kekayaan dunia melainkan dia justru meninggalkannya selain dari Abdullah bin Umar.' Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Ishabah, 21347.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-3856011212845644515?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/3856011212845644515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/kezuhudan-sebahagian-sahabat-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3856011212845644515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3856011212845644515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/kezuhudan-sebahagian-sahabat-ra.html' title='Kezuhudan Sebahagian Sahabat ra.'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-1566185899327553591</id><published>2010-02-05T19:26:00.002-08:00</published><updated>2010-02-05T19:26:45.813-08:00</updated><title type='text'>Keperibadian Abu Bakar r.a.</title><content type='html'>Ibnu Sa'd mengeluarkan dari Aisyah, bahwa Abu Bakar adalah seorang pedagang, yang setiap hari pergi ke pasar untuk melakukan jual beli. Dia mempunyai sekumpulan domba yang dia urus sendiri dan terkadang menggembalakannya atau dia serahkan kepada orang lain. Dia juga memerah air susunya untuk diberikan kepada orang-orang kampung. Ketika dia sudah dibaiat sebagai khalifah, ada seorang gadis perempuan yang berkata,&lt;br /&gt;"Tentunya sekarang dia tidak mau lagi memerah air susu untuk diberikan kepada kami". Abu Bakar ra. sempat mendengar perkataan gadis itu. Maka dia berkata, 'Aku bersumpah untuk tetap memerah air susu bagi kalian, dan aku berharap agar tugasku yang baru ini tidak merubah kebiasaanku yang lalu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dia tetap memerah susu seperti biasanya dan diberikan kepada mereka. Namun kemudian dia perlu mempertimbangkan lagi tugas-tugasnya sebagai khalifah. Maka dia berkata,&lt;br /&gt;"Tidak demi Allah, urusan berdagang bisa mengganggu tugas-tugas ini, dan tugas ini tidak bisa berjalan lancar kecuali jika aku memusatkan perhatian terhadap urusan manusia. Tidak selayaknya aku hanya menyibukkan diri dengan urusan keluargaku."&lt;br /&gt;Maka dia pun meninggalkan usaha dagangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan diri dan keluarga dia mengambil gaji dari Baitul-mal milik umat, sekedar untuk mencukupi keperluannya setiap hari, juga untuk keperluan haji dan umrah. Gajinya untuk satu tahun sebanyak enam ribu dirham. Menjelang kematiannya, dia berkata,&lt;br /&gt;"Kembalikan sisa gaji yang ada di tangan kita ke Baitul-mal milik orang-orang Muslim, karena aku tidak ingin mengambil sedikit pun dari harta tersebut. Tanahku yang ada di tempat ini dan itu juga bagi orang-orang Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyerahkan kepada Umar seekor unta yang air susunya biasa diperah, seorang budak dan selembar permadani seharga lima dirham. Umar sempat berkata,&lt;br /&gt;"Dia menyebabkan kesusahan kepada khalifah sesudahnya."&lt;br /&gt;&lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-1566185899327553591?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/1566185899327553591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/keperibadian-abu-bakar-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1566185899327553591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1566185899327553591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/keperibadian-abu-bakar-ra.html' title='Keperibadian Abu Bakar r.a.'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-5602079218100376079</id><published>2010-02-05T19:26:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T19:26:00.049-08:00</updated><title type='text'>Menebar Salam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kamu kerjakan niscaya kamu sekalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam diantaramu sekalian." (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Abu Bakar ra. berkata: "Adalah kami bila melihat seseorang muncul dari kejauhan, selalu mendahuluinya dengan salam sebelum ia mengucapkannya." (at-Targhib)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dari Zuhrah bin Khumaishah ra. berkata: "Aku bersama Abu Bakar menaiki seekor unta. Setiap kali kami melewati suatu kaum kami mengucapkan salam kepada mereka. Kemudian mereka membalas salam kami lebih banyak dari apa yang kami katakan. Abu Bakar lalu berkata: "Hari ini manusia mengutamakan kita dengan kebaikan yang banyak."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Pada suatu hari Umar bin Khaththab pergi mengadukan perihal Ali bin Abi Thalib kepada Rasulullah saw. Katanya: "Ya Rasulullah, Ali bin Abi Thalib tidak pernah mendahului mengucapkan salam kepadaku." Mendengar pengaduannya, Rasulullah segera memanggil Ali ra untuk datang. Lalu Rasulullah bertanya kepadanya: "Ya Ali, benarkah engkau tidak pernah memberikan salam terlebih dahulu kepada Umar?" Ali ra. menjawab: "Ya Rasulullah, hal itu kulakukan karena sabdamu yang menyebutkan: "Siapa yang mendahului saudaranya mengucapkan salam, Allah akan memberikan baginya istana di surga." Karena itulah, ya Rasulullah, aku selalu ingin Umar mendahuluiku mengucapkan salam agar ia mendapat istana di surga."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-5602079218100376079?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/5602079218100376079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/menebar-salam.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5602079218100376079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5602079218100376079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/menebar-salam.html' title='Menebar Salam'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-5606579217964998223</id><published>2010-02-05T19:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T19:25:19.961-08:00</updated><title type='text'>Ketika Usaha Dakwah Terhenti</title><content type='html'>Ketika Khadijah rha. menemui suaminya Baginda Muhammad SAW. Ia (Khadijah rha) baru saja pulang dari rumah Waraqah. Ia menanyakan tentang tanda-tanda kenabian yang ada pada suaminya, pada saat itu lah Rasulullah SAW menerima wahyu ke-dua awal surah Al-Mudatsir. Rasulullah SAW kemudian berkata kepada istrinya "Tidak ada waktu lagi untuk istirahat... Jibril AS telah menyampaikan perintah Allah SWT kepadaku agar aku menjumpai setiap orang untuk mengajaknya kepada Islam, wahai istriku siapakah orang yang akan mengikutiku". "Aku ya Rasulullah, aku mengimani bahwa Allah SWT tiada tuhan selain Dia dan engkau adalah Rasulullah" Jawab Khadijah rha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah awal pengorbanan mereka yang tiada berhenti sehingga segala keperluan diri dikebelakangkan hanya untuk kemuliaan Islam. Hingga di akhir hayatnya Rasululah SAW ketika ditemani oleh Jibril AS yang datang untuk menghiburnya, Beliau SAW bertanya "bagaimana keadaan ummatku sepeninggalanku?". Keadaan ummatnya saja yang terfikir hingga akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir hayatnya Rasulullah SAW mengirim satu jema'ah besar keluar kota Madinah dipimpin seorang panglima yang masih sangat muda, anak dari seorang bekas budak hamba sahaya yang kemudian menjadi anak angkat Beliau, Usamah bin Zaid r.ahuma. Belum sampai ke tujuan Jema'ah tersebut mendapat berita tentang wafatnya Baginda Rasulullah SAW. Akhirnya diputuskan jema'ah tersebut kembali ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Madinatul Munawwarah keadaan pun sedikit kacau, karena begitu sedih dan bingung banyak dari sahabat r.anhum yang tidak tahu harus berbuat apa pada saat itu. Umar ra. menghunuskan pedang berkeliling Madinah sambil berkata tidak mungkin Rasulullah SAW wafat, Utsman ra. hanya diam tidak tahu berbuat apa.. Sehingalah Abu Bakar ra., setelah menjenguk jasad Baginda SAW, tampil ke depan menenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita...&lt;br /&gt;Usaha da'wah terhenti sebentar (dalam satu riwayat 7 hari), jema'ah yang dipimpin Usamah ra. belum diberangkatkan. Apa yang terjadi? Alim ulama menerangkan ketika da'wah terhenti sebentar ada 3 perkara besar terjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diangkatnya ketakutan dari hati orang kafir terhadap orang Islam&lt;br /&gt;2. Banyak orang kembali murtad dan sebagian tidak mau lagi membayar zakat.&lt;br /&gt;3. Munculnya Nabi palsu, Musailamah al Kahzab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara Romawi dan sekutu-sekutunya mengirim suatu kekuatan besar untuk membumi hanguskan Madinah dan seluruh orang Islam. Abu Bakar ra. memutuskan untuk segera mengirim kembali jema'ah yang sempat tertunda untuk menghadapi tentara kafir dengan tetap dipimpin oleh Usamah ra. Ada sebagian sahabat yang merasa keberatan dan ingin agar Usamah ra. dapat diganti dengan sahabat yang lebih berpengalaman tapi Abu Bakar ra. berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum lama jasad Rasulullah SAW dikebumikan, sekarang kalian hendak mengubah satu Sunnahnya"!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jema'ah tersebut tetap dipimpin oleh Usamah bin Zaid r.anhuma. Semua sahabat yang tidak ada uzur diperintahkan untuk menyertai jema'ah tersebut. Amirul Mukminin, Abu Bakar ra. meminta kesediaan Usamah ra. untuk membolehkan beberapa sahabat tetap tinggal di Madinah untuk tugas-tugas lain. Khalid bin Walid ra. ditugaskan memimpin 500 orang untuk menghancurkan Musailamah al Kahzab, Umar ra. ditugaskan memimpin 50 orang untuk menhadapi mereka yang tidak mau membayar zakat. Sehingga tinggallah di kota Madinah orang-orang tua dan Abu Bakar ra. sebagai Amirul Maukminin untuk mengendalikan keadaan di Madinah. Seorang sahabat lagi bertanya kepada Abu Bakar ra. berkata "Wahai Amirul mukminin kalau semua kita menyertai jema'ah ini bagaimana keadaan kota Madinah yang di dalamnya ada Ummahatul mukminiin, istri-istri Rasulullah SAW". Abu Bakar ra berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku lebih rela istri-istri nabi diserang musuh dan bangkainya dicabik-cabik serigala daripada agama dan usaha agama ini terhenti".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Jema'ah tersebut diberangkatkan dengan dilepas sendiri oleh Amirul Mukminin Abu Bakar ra. Di Madinah, semua sahabat yang uzur diperintahkan untuk membuat 'amalan masjid. Mengisinya dengan Da'wah menjumpai orang-orang di Madinah yang keyakinannya goyah atau telah keluar dari Islam untuk dapat kembali kepada Islam. Mereka kemudian diajak ke Masjid Nabawi untuk duduk di dalam majelis dan dibangkitkan semangatnya kembali serta memperbanyak 'amal ibadah dan berdo'a memohon bantuan Allah SWT. Sebagaian lagi diberi tugas untuk melayani tamu-tamu yang datang dan menyiapkan segala keperluan jema'ah masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari usaha dan kerja di Masjid Nabawi tersebut alim ulama menerangkan terbentuk beberapa jema'ah da'wah yang dikirim ke kawasan yang berdekatan dengan Madinah, menjumpai setiap orang yang berada di kabilah terdekat untuk kembali kepada Islam dan Iman. Sehingga di dalam suatu riwayat selama tiga hari-tiga malam di kota Madinah tidak terdengar suara adzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada Jema'ah yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid ra. Selama perjalanan untuk menghadapi tentara kafir mereka telah berhenti beberapa kali. Alim ulama menerangkan bahwa Usamah ra. telah memerintahkan jema'ah tersebut untuk berhenti dan membongkar segala perlengkapan dan memasang tenda dan berbagai keperluan lainnya. Ketika semua telah selesai, ia, Usamah ra. memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan. Semua sahabat r.ahum tha'at. Mereka segera membongkar tenda mengumpulkan segala perbekalan dan sebagainya. Di tempat yang lain Usamah ra. memberikan perintah yang sama sehingga beberapa kali jema'ah tersebut membongkar memasang dan membongkar lagi perbekalan serta tenda mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alim ulama menerangkan bahwa walaupun pada zhahirnya terlihat seperti tidak teratur dan tidak terorganisir akan tetapi dengan ketha'atan kepada Amir dan bergeraknya mereka tersebut fii sabilillaah. Allah SWT telah tanamkan kembali di dalam hati musuh Islam ketakutan terhadap ummat Islam. Tentara Romawi dan sekutunya menjumpai bekas-bekas perkemahan dan barang-barang perbekalan sahabat r.ahum dapat menghitung berapa kekuatan pasukan Muslimin. Di tempat yang lain mereka menjumpai tanda-tanda bahwa di tempat itu juga sepasukan yang besar pernah berkemah. Sehingga akhirnya tentara musuh Islam tersebut berkesimpulan kalau dengan jumlah sahabat r.ahum sedemikian besar yang berada di luar Madinah maka pasti jumlah yang lebih besar lagi ada di dalam Madinah. Dan mereka memutuskan untuk mundur karena mereka yakin mereka tidak akan menang menghadapi orang Islam. Begitu juga Musailamah al Kahzab dan pengikutnya beserta benteng di Yamamah yang telah didirikannya akhirnya dapat di hancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga perkara besar yang terjadi akibat usaha da'wah terhenti sebentar akhirnya dapat dikembalikan. Orang-orang kembali kepada Islam dan mau membayar zakat, Allah SWT tanamkan kembali ketakutan di dalam hati musuh Islam dan Allah SWT hancurkan nabi palsu.&lt;br /&gt;&lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-5606579217964998223?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/5606579217964998223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/ketika-usaha-dakwah-terhenti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5606579217964998223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5606579217964998223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/02/ketika-usaha-dakwah-terhenti.html' title='Ketika Usaha Dakwah Terhenti'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-7555928956168574540</id><published>2010-01-17T18:16:00.001-08:00</published><updated>2010-01-17T18:16:51.168-08:00</updated><title type='text'>Wasiat Umar radhiallahuanhu kepada Khalifah Sesudahnya</title><content type='html'>Ibnu Abi Syaibah, Abu Ubaidah, An-Nasa'y, Abu Ya'la, Al-Baihaqy dan Ibnu Hibban mentakhrij dari Umar bin Al-Khaththab ra., dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku berwasiat kepada khalifah sesudahku agar mengetahui hak orang-orang Muhajirin golongan yang pertama dan agar menjaga kehormatan mereka. Aku juga berwasiat kepadanya untuk memperhatikan orang-orang Anshar yang telah menyediakan tempat tinggal dan beriman sejak sebelum kedatangan orang-orang Muhajirin, hendaklah dia menerima kebaikan mereka dan memaafkan kesalahan-kesalahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga berwasiat kepadanya untuk berbuat baik kepada penduduk berbagai kota, karena mereka merupakan penolong bagi Islam, penyokong dana dan penghadang musuh. Janganlah dia mengambil harta pun dari mereka kecuali harta yang berlebih dan menurut kerelaan mereka. Aku juga berwasiat agar dia berbuat baik kepada orang-orang badui, karena mereka merupakan asal mula bangsa Arab dan sumber Islam. Dia harus mengambil shadaqah dari orang-orang yang kaya dan membagikannya kepada orang-orang yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga berwasiat kepadanya agar memenuhi hak Ahli Dzhimmi seperti yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, sesuai dengan perjanjian dengan mereka. Dia boleh memerangi orang-orang selain mereka, dan tidak membebankan kepada mereka kecuali menurut kesanggupan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Muntakhab, 4:439.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-7555928956168574540?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/7555928956168574540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/01/wasiat-umar-radhiallahuanhu-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/7555928956168574540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/7555928956168574540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/01/wasiat-umar-radhiallahuanhu-kepada.html' title='Wasiat Umar radhiallahuanhu kepada Khalifah Sesudahnya'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-2174172385652111586</id><published>2010-01-12T19:02:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T19:02:18.917-08:00</updated><title type='text'>Kisah Perang Badar</title><content type='html'>Perang Badar terjadi pada 7 Ramadhan, dua tahun setelah hijrah. Ini adalah peperangan pertama yang mana kaum Muslim (Muslimin) mendapat kemenangan terhadap kaum Kafir dan merupakan peperangan yang sangat terkenal karena beberapa kejadian yang ajaib terjadi dalam peperangan tersebut. Rasulullah Shallalaahu 'alayhi wa sallam telah memberikan semangat kepada Muslimin untuk menghadang khafilah suku Quraish yang akan kembali ke Mekkah dari Syam. Muslimin keluar dengan 300 lebih tentara tidak ada niat untuk menghadapi khafilah dagang yang hanya terdiri dari 40 lelaki, tidak berniat untuk menyerang tetapi hanya untuk menunjuk kekuatan terhadap mereka. Khafilah dagang itu lolos, tetapi Abu Sufyan telah menghantar pesan kepada kaumnya suku Quraish untuk datang dan menyelamatkannya. Kaum Quraish maju dengan pasukan besar yang terdiri dari 1000 lelaki, 600 pakaian perang, 100 ekor kuda, dan 700 ekor unta, dan persediaan makanan mewah yang cukup untuk beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafir Quraish ingin menjadikan peperangan ini sebagai kemenangan bagi mereka yang akan meletakkan rasa takut di dalam hati seluruh kaum bangsa Arab. Mereka hendak menghancurkan Muslimin dan mendapatkan keagungan dan kehebatan. Banyangkan, pasukan Muslimin dengan jumlah tentara yang kecil (termasuk 2 ekor kuda), keluar dengan niat mereka hanya untuk menghadang 40 lelaki yang tidak bersenjata akan tetapi harus menghadapi pasukan yang dipersiapkan dengan baik -3 kali- dari jumlah mereka. Rasulullah SAW dengan mudah meminta mereka Muslimin untuk perang dan mereka tidak akan menolak, akan tetapi, beliau SAW ingin menekankan kepada pengikutnya bahwa mereka harus mempertahankan keyakinan dan keimanan dan untuk menjadi pelajaran bagi kita. Beliau SAW mengumpulkan para sahabatnya untuk mengadakan musyawarah. Banyak di antara sahabat Muhajirin yang memberikan usulan, dengan menggunakan kata-kata yang baik untuk menerangkan dedikasi mereka. Tetapi ada seorang sahabat yaitu Miqdad bin Al-Aswad ra., dia berdiri dihadapan mereka yang masih merasa takut dan berkata kepada Rasulullah SAW,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah (SAW)!, Kami tidak akan mengatakan kepadamu seperti apa yang dikatakan oleh bani Israel kepada Musa (AS), 'Pergilah kamu bersama Tuhanmu, kami duduk (menunggu) di sini'( Dalam surah Al-Maidah). Pergilah bersama dengan keberkahan Allah dan kami akan bersama dengan mu !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW merasa sangat suka, akan tetapi Rasulullah hanya diam, beliau menunggu dan beberapa orang dari sahabat dapat mengetahui keinginan Beliau SAW. Sejauh ini hanya sahabat Muhajirin yang telah menyatakan kesungguhan mereka, akan tetapi Beliau menuggu para sahabat Anshor yang sebagian besar tidak hadir dalam baiat 'Aqaabah untuk turut serta dalam berperang melawan kekuatan musuh bersama-sama Rasulullah SAW di luar kawasan mereka. Maka, pemimpin besar sahabat Anshor, Sa'ad bin Muadh angkat bicara, "Ya Rasulullah (SAW) mungkin yang engkau maksudkan adalah kami". Rasulullah SAW menyetujuinya. S'ad kemudian menyampaikan pidatonya yang sangat indah yang mana dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai utusan Allah, kami telah mempercayai bahwa engkau berkata benar, Kami telah memberikan kepadamu kesetiaan kami untuk mendengar dan thaat kepadamu... Demi ALlah, Dia yang telah mengutusmu dengan kebenaran, jika engkau memasuki laut, kami akan ikut memasukinya bersamamu dan tidaka ada seorangpun dari kami yang akan tertinggal di belakang... Mudah-mudahan Allah akan menunjukkan kepadamu yang mana tindakan kami akan menyukakan mu. Maka Majulah bersama-sama kami, letakkan kepercayaan kami di dalam keberkahan Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sangat menyukai apa yang disampaikan dan kemudian beluai bersabda, "Majulah ke depan dan yakinlah yang Allah telah menjajikan kepadaku satu dari keduanya (khafilah dagang atau perang), dan demi Allah, seolah olah aku telah dapat melihat pasukan musuh terbaring kalah". Pasukan Muslimin bergerak maju dan kemudian berhenti sejenak di tempat yang berdekatan dengan Badar (tempat paling dekat ke Madinah yang berada di utara Mekkah). Seorang sahabat bernama, Al-Hubab bin Mundhir ra., bertanya kepada Rasulullah SAW, " Apakah ALlah mewahyukan kepadamu untuk memilih tempat ini atau ianya strategi perang hasil keputusan musyawarah?". Rasulullah SAW bersabda, "Ini adalah hasil strategi perang dan keputusan musyawarah". Maka Al-Hubab telah mengusulkan kembali kepada Rasulullah SAW agar pasukan Muslimin sebaiknya bermarkas lebih ke selatan tempat yang paling dekat dengan sumber air, kemudian membuat kolam persediaan air untuk mereka dan menghancurkan sumber air yang lain sehingga dapat menghalang orang kafir Quraish dari mendapatkan air. Rasulullah SAW menyetujui usulan tersebut dan melaksanakannya [*]. Kemudian Sa'ad bin Muadh mengusulkan untuk membangun benteng untuk Rasulullah SAW untuk melindungi beliau dan sebagai markas bagi pasukan Muslimin. Rasulullah SAW dan Abu Bakar ra. tinggal di dalam benteng sementara Sa'ad bin Muadh dan sekumpulan lelaki menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah menghabiskan sepanjang-panjang malam dengan berdoa dan beribadah walaupun beliau SAWmengetahui bahwa Allah ta'ala telah menjanjikannya kemenangan. Ianya melebihi cintanya dan penghambaannya dan penyerahandiri kepada Allah ta'ala dengan ibadah yang Beliau SAW kerjakan. Dan ianya telah dikatakan sebagai bentuk tertinggi dari ibadah yang dikenal sebagai 'ainul yaqiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-2174172385652111586?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/2174172385652111586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/01/kisah-perang-badar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2174172385652111586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2174172385652111586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/01/kisah-perang-badar.html' title='Kisah Perang Badar'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-1461377361814006388</id><published>2010-01-12T19:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T19:01:14.668-08:00</updated><title type='text'>Kisah Perang Mautah</title><content type='html'>Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallam biasa mengirim surat kepada para raja untuk berdakwah dan bertabligh kepada mereka. Salah satu surat beliau telah dibawa oleh Harits bin Umair ra. yang akan diberikan kepada Raja Bushra. Ketika sampai di Mautah, maka Syarahbil Ghassani yang ketika itu menjadi salah seorang hakim kaisar telah membunuh utusan Rasulullah SAW. Membunuh utusan, menurut aturan siapa saja, adalah suatu kesalahan besar. Rasulullah SAW sangat marah atas kejadian itu. Maka Rasulullah SAW menyiapkan pasukan sebanyak tiga ribu orang. Zaid bin Haritsah ra. telah dipilih menjadi peniimpin pasukan tersebut. Rasulullah SAW bersabda, "Jika ia mati syahid dalam peperangan, maka Ja'far bin Abi Thalib ra. menggantinya sebagai pemimpin pasukan. Jika ia juga mati syahid, maka penlimpin pasukan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah ra. Jika ia juga mati syahid, maka terserah kaum muslim untuk memilih siapa pemimpinnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Yahudi, ketika mendengar perkataan ini berkata, "Ketiga orang sahabat yang telah ditunjuk sebagai amir tersebut pasti akan mati. Anbiya AS. pun, dahulu telah mengucapkan kata-kata yang demikian". Kemudian Rasulullah SAW memberikan bendera berwarna putih epada Zaid bin Haritsah ra. Beliau sendiri ikut mengantar rombongan untuk melepas mereka. Di luar kota, ketika orang-orang yang mengantarkan pasukan tersebut akan kembali, maka beliau berdoa untuk para mujahidin ini dengan doa keselamatan, kejayaan, dan agar mereka dijauhkan dari semua perkara yang buruk sampai mereka kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do'a Rasulullah SAW ini dijawab oleh Abdullah bin Rawahah ra. dengan membaca tiga bait syair yang maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau meminta ampunan dari Tuhanmu.&lt;br /&gt;Sedangkan kami menginginkan pedang yang akan memutuskan pembuluh-pembuluh darah atau tombak yang akan menusuk lambung dan hatiku&lt;br /&gt;Jika nanti, orang-orang melewati kuburan kami, mereka akan berkata:&lt;br /&gt;Inilah orang-orang yang telah berjuang untuk Allah. Sungguh, kalian betul-betul telah mendapat petunjuk dan kejayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, berangkatlah pasukan tersebut. Syarahbil pun telah mendengar tentang keberangkatan pasukan ini. Dia telah menyiapkan pasukan sebanyak seratus ribu tentara untuk melawan kaum muslimin. Dalam pada itu, para sahabat r.ahum. juga telah mendengar kabar bahwa Heraclius, raja Romawi, juga telah mengirim seratus ribu tentaranya untuk ikut menyerang kaum muslimin. Maka dengan jumlah musuh yang demikian banyak tersebut membuat sebagian sahabat ra. menjadi ragu: meneruskan bertempur melawan musuh, ataukah memberitahukan kepada Rasulullah SAW. Abdullah bin Rawahah ra. berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang. Apa yang kalian takuti?&lt;br /&gt;Untuk apa kalian keluar meninggalkan Romawiah kalian?&lt;br /&gt;Apakah kalian keluar ini bukan untuk mati syahid?&lt;br /&gt;Kami adalah orang-orang yang tidak memperhitungkan kekuatan ataupun banyaknya orang dalam pertempuran.&lt;br /&gt;Kami hanya berperang agar di suatu hari nanti, Allah s.wt. memuliakan kita.&lt;br /&gt;Majulah. Setidaknya salah satu di antara dua kemenangan mesti kita dapatkan. Mati syahid, atau menang dalam pertempuran ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata tersebut, semangat kaum muslimin pun bangkit kembali. Mereka terus maju sehingga sampailah pasukan tersebut di Mut'ah dan mulailah pertempuran berlangsung antara mereka dengan pasukan musuh. Dalam permulaan pertempuran, bendera dibawa oleh Zaid bin Haritsah ra. Dengan bendera di tangan, ia telah menyerang ke tengah Pertempuran. Mulailah berlangsung pertempuran. Ketika itu saudara Syarahbil telah terbunuh sedangkan kawan-kawannya melarikan diri. Syarahbil sendiri telah lari ke sebuah benteng dan bersembunyi di dalamnya. Kemudian Raja Heraclius mengirimkan bala bantuan lagi kurang lebih sebanyak dua ratus ribu orang tentara. Pertempuran berlangsung dengan begitu dahsyatnya. Akhirnya, Zaid ra. gugur syahid. Maka bendera kaum Muslimin segera diambil oleh Ja'far bin Abi Thalib ra., setelah itu ia memotong kaki kudanya agar tidak berpikiran lagi untuk kembali. Sambil menyerang musuh, ia membaca beberapa bait syair yang terjemahannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang, apakah tidak baik surga itu&lt;br /&gt;Dan surga itu sudah dekat&lt;br /&gt;Betapa indahnya ia&lt;br /&gt;Dan betapa sejuknya air surga&lt;br /&gt;Telah dekat masa siksa bagi raja Romawi&lt;br /&gt;Dan saya mempunyai kewajiban untuk membunuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca syair tersebut, dipotonglah kaki kudanya dengan tangannya sendiri. Agar hatinya tidak berpikir untuk kembali. la menghunus pedangnya dan terjun ke tengah pertempuran melawan orang-orang kafir tersebut. Karena ia adalah pimpinan pasukan, maka bendera itu tetap berada di tangannya. Pada mulanya, bendera tersebut dipegang dengan tangan kanannya. Tetapi salah seorang pasukan kafir telah memenggal tangan kanannya sehingga bendera pun terjatuh. Maka bendera tersebut segera diambil dengan tangan kirinya. Tetapi, orang kafir itu telah memotong kembali tangan kirinya. Maka ia segera mendekap bendera itu di dada dengan kedua lengannya yang masih tersisa dan digigitnya bendera itu dengan sekuat tenaga. Kemudian, seorang musuh dari arah belakang menebasnya dengan pedang sehingga tubuhnya terpotong menjadi dua. Ia pun roboh ke tanah, dan gugur dalam keadaan syahid. Pada saat itu, Ja'far bin Abi Thalib ra. baru berumur tiga puluh tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar ra. berkata bahwa setelah Jafar ra. menjadi mayat, ketika mayat tersebut diangkat, di bagian muka tubuhnya terdapat sembilan puluh buah luka. Ketika Ja'far bin Abi Thalib ra. telah mati syahid, maka orang-orang memanggil Abdullah bin Rawahah ra. Ketika itu, ia sedang berada di sebuah sudut dengan beberapa tentara muslimin, sedang memakan sepotong daging karena sudah tiga hari lamanya mereka tidak makan sesuatu pun. Mendengar suara yang memanggilnya, maka dilemparkanlah sisa daging itu. Ia berkata memarahi dirinya sendiri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai lihatlah, Ja'far telah syahid, sedangkan kamu masih sibuk dengan keduniaanmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia segera maju menyerang ke depan dan mengambil bendera kaum muslimin. Tetapi, jari tangannya telah terluka berlumuran darah dan terkulai hampir putus. Kemudian jari itu diinjak dengan kakinya sendiri lalu ditarik tangannya sehingga terpotonglah jarinya tersebut. Kemudian, jari yang sudah terputus itu ia lemparkan, kemudian ia maju kembali ke medan pertempuran. Dalam keadaan susah dan payah seperti ini, ia merasa sedikit ragu di dalam hatinya karena hampir tidak ada semangat dan kekuataan lagi untuk berperang. Tetapi, keraguan tersebut hanya terlintas sebentar saja dalam hatinya. Ia segera berkata pada dirinya sendiri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai hati, apa yang masih kamu ragukan, apa yang menyebabkan kamu ragu-ragu? Istrikah? Ia sudah saya talak tiga. Atau hamba sahaya yang kamu miliki? Semuanya telah saya merdekakan. Ataukah kebun? Itu pun telah saya korbankan di jalan Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ia membaca syair berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai hati, kamu harus turun Meskipun dengan senang hati, ataupun dengan berat hati Kamu telah hidup dengan ketenangan beberapa lama. Berpikirlah, pada hakikatnya, kamu berasal dari setetes air mani Lihatlah orang-orang kafir telah menyerang orang-orang Islam Apakah kamu tidak menyukai surga jika kamu tidak mati sekarang suatu saat nanti, akhirnya kamu akan mati juga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ia turun dari kudanya. Seorang sepupunya, yaitu anak pamannya, telah memberi sekerat daging kepadanya sambil berkata, "Makanlah ini untuk meluruskan tulang punggungmu." Karena sudah berhari-hari ia tidak makan, maka daging tersebut diterimanya. Baru saja ia mengambil daging tersebut, terdengarlah suara kekalahan. Akhirnya, dilemparkanlah daging tersebut. Ia segera mengambil pedangnya dan menyerbu ke kancah pertempuran melawan orang-orang kafir. Ia terus bertempur hingga mati syahid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-1461377361814006388?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/1461377361814006388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/01/kisah-perang-mautah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1461377361814006388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1461377361814006388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/01/kisah-perang-mautah.html' title='Kisah Perang Mautah'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-9002921386617970405</id><published>2010-01-11T20:23:00.001-08:00</published><updated>2010-01-11T20:23:40.026-08:00</updated><title type='text'>Usamah ra. sebagai Panglima</title><content type='html'>Ibnu Asakir telah memberitakan dari Az-Zuhri dari Urwah dari Usamah bin Zaid ra. bahwa Rasulullah SAW memerintahkannya untuk menyerang suku kaum Ubna pada waktu pagi dan membakar perkampungannya. Maka Rasulullah SAW berkata kepada Usamah: "Berangkatlah dengan nama Allah!". Kemudian Rasulullah SAW keluar membawa bendera perangnya dan diserahkannya ke tangan Buraidah bin Al-Hashib Al-Aslami ra. untuk dibawa ke rumah Usamah ra. Beliau juga memerintahkan Usamah untuk membuat markasnya di Jaraf di luar Madinah sementara kaum Mukmin membuat persiapan untuk keluar berjihad. Maka Usamah ra. mendirikan kemahnya di suatu tempat berdekatan dengan Siqayat Sulaiman sekarang ini. Maka mulailah orang berdatangan dan berkumpul di tempat itu. Siapa yang sudah selesai kerjanya segera datang ke perkemahan itu, dan siapa yang masih ada urusan diselesaikan urusannya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada seorang pun dari kaum Muhajirin yang unggul, melainkan dia ikut dalam pasukan jihad ini, termasuk Umar bin Al-Khatthab, Abu Ubaidah, Sa'ad bin Abu Waqqash, Abul A'war Said bin Zaid bin Amru bin Nufail radiallahuanhum dan banyak lagi para pemuka Muhajirin yang ikut serta. Dari kaum Anshar pun di antaranya Qatadah bin An-Nu'man dan Salamah bin Aslam bin Huraisy ra.huma dan lain-lain. Ada di antara kaum Muhajirin yang kurang setuju dengan pimpinan Usamah ra. itu, karena usianya masih terlalu muda (18 tahun). Di antara orang yang banyak mengkritiknya ialah Aiyasy bin Abu Rabi'ah ra. dia berkata: "Bagaimana Rasuluilah mengangkat anak muda yang belum berpengalaman ini, padahal banyak lagi pemuka-pemuka kaum Muhajirin yang pernah memimpin perang". karena itulah banyak desas-desus yang memperkecilkan kepemimpinan Usamah ra. Umar bin Al-Khatthab ra. menolak pendapat tersebut serta menjawab keraguan orang ramai. Kemudian dia menemui Rasulullah SAW serta memberitahu tentang apa yang dikatakan orang ramai tentang Usamah. Beliau SAW sangat marah, lalu memakai sorbannya dan keluar ke masjid. Bila orang ramai sudah berkumpul di situ, beliau naik mimbar, memuji-muji Allah dan mensyukurinya, lalu berkata: "Amma ba'du! Wahai sekalian manusia! Ada pembicaraan yang sampai kepadaku mengenai pengangkatan Usamah? Demi Allah, jika kamu telah menuduhku terhadap pengangkatanku terhadap Usamah, maka sebenarnya kamu juga dahulu telah menuduhku terhadap pengangkatanku terhadap ayahnya, yakni Zaid. Demi Allah, si Zaid itu memang layak menjadi panglima perang dan puteranya si Usamah juga layak menjadi panglima perang setelahnya. Kalau ayahnya si Zaid itu sungguh sangat aku kasihi, maka puteranya juga si Usamah sangat aku kasihi. Dan kedua orang ini adalah orang yang baik, maka hendaklah kamu memandang baik terhadap keduanya, karena mereka juga adalah di antara sebaik-baik manusia di antara kamu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu, beliau turun dari atas mimbar dan masuk ke dalam rumahnya, pada hari Sabtu, 10 Rabi'ul-awal. Kemudian berdatanganlah kaum Muhajirin yang hendak berangkat bersama-sama pasukan Usamah itu kepada Rasulullah SAW untuk mengucapkan selamat tinggal, di antaranya Umar bin Al-khatthab ra. dan Rasulullah SAW terus mengatakan kepada mereka: "Biarkan segera Usamah berangkat! Seketika itu pula Ummi Aiman ra. (yaitu ibu Usamah) mendatangi Rasulullah SAW seraya berkata: "Wahai Rasulullah! Bukankah lebih baik, jika engkau biarkan Usamah menunggu sebentar di perkemahannya, sehingga engkau merasa sehat, karena, jika Usamah ra. berangkat juga dalam keadaan seperti ini, tentulah dia akan merasa bimbang dalam perjalanannya!". Tetapi Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Biarkan segera Usamah berangkat!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ramai sudah berkumpul di perkemahan pasukan Usamah itu, dan mereka menginap di situ pada malam minggu itu. Usamah datang lagi kepada Rasulullah SAW pada hari Ahad dan Beliau SAW terlalu berat sakitnya, sehingga mereka memberikannya obat. Usamah menemui Beliau sedang kedua matanya mengalirkan air mata. Ketika itu Al-Abbas berada di situ, dan di sekeliling Beliau ada beberapa orang kaum wanita dari kaum keluarganya. Usamah menundukkan kepalanya dan mencium Rasulullah SAW sedang Beliau tidak berkata apa-apa, selain mengangkat kedua belah tangannya ke arah langit serta mengusapkannya kepada Usamah. Berkata Usamah: "Aku tahu bahwa Rasulullah SAW mendoakan keberhasilanku. Aku kemudian kembah ke markas pasukanku". "Pada besok harinya, yaitu hari Senin, aku menggerakkan pasukanku sehingga kesemuanya telah siap untuk berangkat. Aku mendapat berita bahwa Rasulullah SAW telah segar sedikit, maka aku pun datang sekali lagi kepadanya untuk mengucapkan selamat tinggal, kata Usamah". Beliau berkata kepadaku: "Usamah! Berangkatlah segera dengan diliputi keberkatan dari Allah!". Aku lihat isteri-isterinya cerah wajah mereka karena gembira melihat beliau sedikit segar pada hari itu. Kemudian datang pula Abu Bakar ra. dengan wajah yang gembira, seraya berkata:"Wahai Rasulullah! Engkau terlihat lebih segar hari ini, Alhamduillah. Hari ini hari pelangsungan pernikahan puteri Kharijah, izinkanlah aku pergi". Maka Rasulullah SAW mengizinkannya pergi ke Sunh (sebuah perkampungan di luar kota Madinah), Usamah ra. pun kembali kepada pasukannya yang sedang menunggu penntahnya untuk bergerak, dan dia telah memerintahkan siapa yang masih belum berkumpul di markasnya supaya segera datang karena sudah tiba waktunya untuk bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum jauh pasukan itu meninggalkan Jaraf, tempat markas perkemahannya, datanglah utusan dari Ummi Aiman memberitahukan bahwa Rasulullah SAW telah kembali ke rahmatullah. Usamah segera memberhentikan pergerakan pasukan itu, dan segera menuju ke kota Madinah bersama-sama dengan Umar ra. dan Abu Ubaidah ra. ke rumah Rasulullah SAW dan mereka mendapati beliau telah meninggal dunia. Beliau wafat ketika matahari tenggelam pada hari Senin malam 12 Rabi'ul-awal. Kaum Muslimin yang bermarkas di Jaraf tidak jadi berangkat ke medan perang, lalu kembali ke Madinah. Buraidah bin Al-Hashib yang membawa bendera Usamah, lalu menancapkannya di pintu rumah Rasulullah SAW. Sesudah Abu Bakar ra. diangkat menjadi Khalifah Rasulullah SAW dia telah menyuruh Buraidah ra. mengambil bendera perang itu dan menyerahkan kepada Usamah, dan supaya tidak dilipat sehingga Usamah memimpin pasukannya berangkat ke medan perang Syam. Berkata pula Buraidah: "Aku pun membawa bendera itu ke rumah Usamah , dan pasukan itu pun bergerak menuju ke Syam". Setelah selesai tugas kami di Syam, kami kembali ke Madinah dan bendera itu terus saya tancapkan di rumah Usamah sehingga Usamah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila berita wafatnya Rasulullah SAW sampai kepada kaum Arab, sebagian mereka telah murtad keluar dari agama Islam. Abu Bakar ra. memanggil Usamah lalu menyuruhnya supaya menyiapkan diri untuk berangkat memerangi bangsa Romawi sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebelum wafatnya dahulu. pasukan Islam mulai berkumpul lagi di Jaraf di perkemahan mereka dulu. Buraidah ra. yang diamanahkan untuk memegang bendera perang telah berada di markasnya di sana. Tetapi para pemuka kaum Muhajirin yang terutama, seperti Umar, Usman, Abu Ubaidah, Sa'ad bin Abu Waqqash, Said bin Zaid dan lainnya mereka telah datang kepada Khalifah Abu Bakar ra. seraya berkata: "wahai Khalifah Rasulullah! Sesungguhnya kaum Arab sudah mula memberontak, dan adalah tidak wajar engkau akan membiarkan pasukan Islam ini meninggalkan kami pada masa ini. Bagaimana kalau engkau pecahkan pasukan ini menjadi dua. Yang satu untuk engkau kirimkan kepada kaum Arab yang murtad itu untuk mengembalikan mereka kepada Islam, dan yang lain engkau pertahankan di Madinah untuk menjaganya, siapa tahu kalau-kalau ada yang datang untuk menyerang kita dari mereka itu. Kalau tidak, maka yang tinggal di sini hanya anak-anak kecil dan wanita saja, bagaimana mereka dapat mempertahankannya? Seandainya engkau menangguhkan memerangi kaum Romawi itu, sehingga keadaan kita dalam negeri aman, dan kaum Arab yang murtad itu kembali ke pangkuan kita, ataupun kita kalahkan mereka terlebih dahulu, kemudian kita mengirim pasukan kita untuk memerangi bangsa Romawi itu, bukankah itu lebih baik?! Kita pun tidak merasa bimbang dari bangsa Romawi itu untuk datang menyerang kita pada masa ini!. Abu Bakar ra. hanya mendengar bermacam-macam pandangan dari para pemuka Muhajirin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mereka berkata, maka Abu Bakar ra. bertanya lagi: Adakah yang mau memberikan pendapatnya lagi, atau kamu semua telah memberikan pendapat kamu?! jawab mereka: "Kami sudah berikan apa yang harus kami sampaikan!". "Baiklah, kalau begitu. Saya telah dengar semua apa yang hendak kamu katakan itu", ujar Abu Bakar. Demi jiwaku yang berada di tangannya! Kalau aku tahu bahwa aku akan dimakan binatang buas sekalipun, niscaya aku tetap akan mengutus pasukan ini ke tujuannya, dan aku yakin bahwa dia akan kembali dengan selamat. Betapa tidak, sedang Rasulullah SAW yang telah diberikan wahyu dari langit telah berkata: "Berangkatkan segera pasukan Usamah". Tetapi ada suatu hal yang akan aku beritahukan kepada Usamah sebagai panglima pasukan itu. Aku minta darinya supaya memembiarkan Umar tetap tinggal di Madinah untuk membantuku di sini, karena aku sangat perlu kepada bantuannya. Demi Allah, aku tidak tahu apakah Usamah setuju atau tidak. Demi Allah, jika dia enggan membenarkan sekalipun, aku tidak akan memaksanya! Kini tahulah para pemuka Muhajirin itu, bahwa khalifah mereka yang baru itu telah berazam sepenuhnya untuk mengirim pasukan Islam, sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar ra. lalu pergi ke rumah Usamah ra., dan memintanya agar membiarkan Umar ra. tinggal di Madinah untuk membantunya. Usamah ra. setuju. Untuk meyakinkan dirinya, maka Abu Bakar ra. berkata lagi: "Benar engkau mengizinkannya dengan hati yang rela?" Jawab Usamah: "ya!". Khalifah Abu Bakar ra. lalu mengeluarkan perintah supaya tidak ada seorang pun mengelakkan dirinya dari menyertai pasukan Usamah itu sesuai dengan perintah Rasulullah SAW sebelum wafatnya. Dia berkata lagi: "Siapa saja yang melewatkan dirinya untuk keluar, niscaya aku akan menyuruhnya mengejar pasukan itu dengan berjalan kaki". Kemudian Abu Bakar ra. memanggil orang-orang yang pernah mengecil-ngecilkan pengangkatan Usamah sebagai panglima perang, dan memarahi mereka serta menyuruh mereka ikut keluar bersama-sama pasukan itu, sehingga tiada seoran pun yang berani memisahkan dirinya. Apabila pasukan itu sudah mulai bergerak, Abu Bakar ra. datang untuk mengucapkan selamat berangkat kepada mereka. Usamah mendahului para sahabatnya dari Jaraf, dan mereka kurang lebih 3,000 orang, di antaranya ada 1,000 orang yang menunggang kuda. Abu Bakar ra. berjalan kaki di sisi Usamah ra. untuk mengucapkan selamat jalan kepadanya: "Aku serahkan kepada Allah agamamu, amanatmu dan kesudahan amalmu! Sesungguhnya Rasulullah SAW sudah berpesan kepadamu, maka laksanakanlah segala pesannya itu, dan aku tidak ingin menambah apa-apa pun, tidak akan menyuruhmu apa pun atau melarangmu dari apa pun. Aku hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Rasuluflah SAW saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah ra. dan pasukannya maju dengan cepat. Dia telah melalui beberapa negeri yang tetap mematuhi Madinah dan tidak keluar dari Islam, seperi Juhainah dan lainnya dari suku kaum Qudha'ah. Apabila dia tiba di Wadilqura, Usamah mengutus seorang mata-mata dari suku Hani Adzrah, dikenal dengan nama Huraits. Dia maju meninggalkan pasukan itu, hingga tiba di LThna dan dia coba mendapatkan berita di sana, kemudian dia kembali secepatnya dan baru bertemu dengan pasukan Usamah sesudah berjalan selama dua malam dari Ubna itu. Huraits lalu memberitahu Usamah, bahwa rakyat di situ masih belum berbuat apa-apa. Mereka belum berkumpul untuk menentang pasukan yang mereka, dan mengusulkan supaya pasukan Usamah segera menggempur sebelum mereka dapat mengumpulkan pasukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-9002921386617970405?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/9002921386617970405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/01/usamah-ra-sebagai-panglima.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/9002921386617970405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/9002921386617970405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2010/01/usamah-ra-sebagai-panglima.html' title='Usamah ra. sebagai Panglima'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-3979981420215690173</id><published>2009-12-25T07:42:00.001-08:00</published><updated>2009-12-25T07:42:47.684-08:00</updated><title type='text'>Abdurrahman Bin 'auf RA</title><content type='html'>Abdurrahman bin 'Auf adalah seorang shahabat Nabi s.a.w. yang mempunyai banyak keistimewaan, di antaranya adalah beliau diberitahukan masuk syurga oleh Allah s.w.t. ketika masih hidup serta termasuk salah seorang dari enam orang anggota syura. Beliau dilahirkan pada tahun kesepuluh dari tahun gajah dan umurnya lebih lebih muda dari Nabi selama sepuluh tahun karena Nabi dilahirkan pada tahun gajah yaitu tanggal 20 April 571M. Dengan demikian Abdurrahman dilahirkan pada tahun 581M. Namanya pada masa jahiliyah adalah Abdu Amru dan dalam satu pendapat lain Abdul Ka'bah. Lalu Nabi s.a.w. menggantikannya menjadi Abdurrahman. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Auf bin Abdu Manaf bin Abdul Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah al-Qurasyi al-Zuhri. Nasabnya bertemu dengan Nabi s.a.w. pada Kilab bin Murrah. Kinayahnya adalah Abu Muhammad sedangkan laqabnya al-Shadiq al-Barr. Ibunya bernama Asysyifa binti 'Auf bin Abdu bin al-Harits bin Zuhrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau termasuk di antara orang yang paling dini memeluk Islam karena keislamannya terjadi sebelum Nabi s.a.w. mengkoordinir pengajian rutin di rumah al-Arqam bin al-Arqam, dan di antara orang yang masuk Islam berkat dakwah Abu Bakar al-Shiddiq. Keislamannya juga diikuti oleh saudara sebapanya al-Aswad bin 'Auf, akan tetapi ia (al-Aswad) berhijrah (ke Madinah) agak lambat yaitu beberapa saat sebelum pembukaan Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu keislamannya juga diikuti saudara sebapanya Abdullah bin 'Auf dan Hamnan bin 'Auf. Namun keduanya tidak berhijrah (ke Madinah) akan tetapi tetap tinggal di Mekkah. Hamnan termasuk di antara yang panjang umurnya karena pada masa jahiliyah telah hidup selama enam puluh tahun dan pada masa Islam hidup selama enam puluh tahun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas Dakwah dan Perniagaan&lt;br /&gt;Jauh sebelum berhijrah ke Madinah â€“seperti yang diceritakan oleh Ibnu Hisyam dalam kitab sirahnya- Abdurrahman bin 'Auf termasuk di antara para shahabat yang hijrah ke Habsyah gelombang pertama, kemudian kembali ke Mekkah dan seterusnya hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti layaknya para muhajirin lainnya yang meninggalkan kota Mekkah, Abdurrahman bin Auf di samping meninggalkan kota kelahirannya Mekkah juga meninggalkan seluruh harta yang dimilikinya sehingga setibanya di Madinah beliau tidak memiliki apapun harta dan bahkan beliau tidak memiliki isteri. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, sesungguhnya Abdurrahman bin Auf telah dipersaudarakan (oleh Nabi s.a.w.) dengan Sa'ad bin al-Rabi' al-Ansari tatkala tiba di Madinah. Lalu Sa'ad berkata kepadanya: Saudaraku! Saya adalah salah seorang penduduk Madinah yang punya banyak harta, pilihlah dan ambillah/ dan saya juga mempunya dua orang isteri, lihatlah salah satunya yang mana yang menarik hatimu sehingga saya bisa mentalaknya untukmu. Abdurrahman menjawab semoga Allah memberkatimu pada hartamu dan keluargamu (akan tetapi) tunjukkanlah di mana letak pasarmu. Merekapun menunjukkan pasar, maka beliaupun melakukan transaksi jual beli sehingga mendapatkan laba (yang banyak) dan telah mampu membeli keju dan lemak. Kemudian tidak lama berselang iapun sudah dipenuhi oleh wewangian (menikah). Lalu Rasulullah s.a.w. bertanya: "apa gerangan yang terjadi denganmu?", Ia menjawab:" Wahai Rasulullah, aku telah menikah. Baginda bertanya: apa maharnya? Ia menjawab: "emas sebesar biji kurma". Baginda bertanya kembali: "buatlah walimah (pesta perkawinan) walaupun dengan satu ekor kambing".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. sangat jeli melihat keadaan Abdurrahman bin Auf sehingga beliau dipersaudarakan dengan Sa'ad bin al-Rabi' yang merupakan salah seorang penduduk Madinah yang mempunyai banyak harta. Persaudaraan ini membuahkan hasil yang sangat kuat sekali bagi terjalinnya ikatan yang sangat kuat di antara keduanya. Hal ini digambarkan ketika Sa'ad bin al-Rabi' menawarkan setengah kekayaannya untuk dibagi percuma dan istrinya yang dicintai untuk dinikahi oleh Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman. Walaupun Sa'ad bin al-Rabi' menawarkannya didasarkan oleh niat tulus ikhlas namun Abdurrahman bin Auf bukanlah tipe manusia yang memanfaatkan kesempatan sehingga beliau menolak secara halus dengan ungkapan semoga Allah memberkatimu, keluargamu dan hartamu.&lt;br /&gt;Ia boleh miskin materi, tapi ia tidak akan pernah menjadi miskin mental. Jangankan meminta, ia pun pantang menerima pemberian orang selain upahnya sendiri. 'Tangan di bawah' sama sekali bukan perilaku mulia. Abdurrahman bukan hanya tahu, melainkan memegang teguh nilai itu. Ia pun memutar otak bagaimana dapat keluar dari kemiskinan tanpa harus menerima pemberian orang lain. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Ia pun pergi ke pasar dan mengamatinya secara cermat. Dari pengamatannya ia tahu, pasar itu menempati tanah milik seorang saudagar Yahudi. Para pedagang berjualan di sana dengan menyewa tanah tersebut, sebagaimana para pedagang sekarang menyewa kios di mal.&lt;br /&gt;Kreativitas Abdurrahman pun muncul. Ia minta tolong saudara barunya untuk membeli tanah yang kurang berharga yang terletak di samping tanah pasar itu. Tanah tersebut lalu dipetak-petak secara baik. Siapa pun boleh berjualan di tanah itu tanpa membayar sewa. Bila dari berdagang itu terdapat keuntungan, ia mengimbau mereka untuk memberikan bagi hasil seikhlasnya. Para pedagang gembira dengan tawaran itu karena membebaskan mereka dari biaya operasional. Mereka berbondong pindah ke pasar baru yang dikembangkan Abdurrahman. Keuntungannya berlipat. Dari keuntungan itu, Abdurahman mendapat bagi hasil. Semua gembira. Tak perlu makan waktu lama, Abdurrahman keluar dari kemiskinan, bahkan menjadi salah seorang sahabat Rasul yang paling berada. &lt;br /&gt;Kegigihannya dalam berdagang juga seperti yang beliau ungkapkan sendiri: "aku melihat diriku kalau seandainya akau mengangkat sebuah batu aku mengharapkan mendapatkan emas atau perak". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBANGAN DI JALAN ALLAH S.W.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba dari perniagaannya yang semakin meningkat dari ke hari tidaklah menyebabkan beliau menjadi manusia yang pelit dan kikir serta jauh dari jalan Allah. Bahkan beliau tidak segan-segan untuk menyumbangkan hartanya di jalan Allah dan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa beliau menyumbangkan setengah dari hartanya. Hal ini seperti disebutkan Zuhri bahwa Abdurrahman bin Auf menyumbangkan setengah dari hartanya sebanyak empat ribu dirham pada masa Rasulullah s.a.w., kemudian beliau menyumbangkan empat ribu dirham, kemudian empat puluh dinar, kemudian lima ratus kuda perang di jalan Allah, kemudian seribu lima ratus tunggangan/ rahilah di jalan Allah, dan semua penghasilannya bersumber dari perniagaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemurahan hatinya untuk menyumbangkan hartanya di jalan tidak hanya berhenti dengan menyumbangkan setengah dari hartanya bahkan dalam kesempatan lainnya disebutkan bahwa beliau menyumbangkan keseluruhan hartanya. Hal ini seperti diceritakan oleh Ibnu Abbas r.a. bahwa manakala Abdurrahman bin Auf ditimpa oleh sebuah penyakit beliau mewasiatkan sepertiga hartanya, maka tatkala sembuh beliau menyumbangkan sendiri dengan tangannya, kemudian berkata: Wahai shahabat Rasulullah s.a.w.: saya akan memberikan sebanyak empat ratus dinar ke atas semua pasukan Badar, lalu Uthman dan beberapa orang lainnya datang menemuinya: lalu orang-orang bertanya kepadanya: Wahai Abu Umar, bukankah anda orang kaya? Ia berkata: ini adalah waslah dari Abdurrahman dan bukan sedekah, dan ia termasuk harta yang halal. Maka ia menyumbangkan sebanyak seratus lima puluh ribu dinar kepada mereka, lalu tatkala menjelang malam beliau duduk sendiri di rumahnya, lalu menuliskan sebuah memo untuk dibagikan semua hartanya kepada para muhajirin dan Anshar, bahkan beliau menulis bajunya yang dipakainya dalam memo tersebut, dan tidak ada satupun yang disisakannya kecuali dibagikan semuanya kepada kaum fakir.&lt;br /&gt;Ketika menunaikan shalat shubuh di belakang Rasulullah s.a.w. turunlah Jibril dan berkata: Wahai Muhammad sesungguhnya Allah berfirman kepadamu: kirimkanlah salam saya buat Abdurrahman dan terimalah semua memonya kemudian kembalikanlah semua kepadanya dan katakan kepadanya:Allah telah menerima sedekahmu dan ia adalah wakil Allah dan wakil RasulNya maka kembangkanlah hartanya sesuai dengan kemauannya, dan kelolalah hartanya sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya dan ia tidak akan diminta pertanggungjawab dan beritahulah kabar gembir (ia dijamin masuk syurga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping menyumbangkan hartanya untuk fakir miskin dan orang-orang tertentu beliau juga diceritakan merupakan orang yang paling banyak memerdekan hamba. Dalam sebuah riwayat Ja'far bin Burqan berkata: saya pernah mendengar bahwa Abdurrahman bin Auf telah memerdekan hamba sebanyak tiga puluh ribu jiwa. Dan Abu Amr berkata: dalam satu riwayat disebutkan bahwa beliau memerdekakan sebanyak tiga puluh hamba dalam satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN ABDURRAHMAN BIN 'AUF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keislaman Abdurrahman bin Auf sejak dini menjadikan beliau sebagai pribadi yang paling pertama menghadapi kerasnya penentangan dari penduduk Quraisy Mekkah, sehingga akhirnya beliau dan beberapa shahabat lainnya diizinkan oleh Nabi s.a.w. berhijrah ke Habsyah pada gelombang pertama. Menurut para ulama, pemilihan kota Habsyah (Ethiopia) sebagai tujuan hijrah pada masa itu disebabkan Habsyah adalah merupakan sebuah negara yang tidak mempunyai ikatan diplomasi dengan negara-negara Arab sehingga dalam hukum international di era modern disebutkan bahwa negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik maka tidak boleh melakukan ektradisi terhadap orang yang berlindung di dalam negaranya. Dan ini merupakan pemilihan yang sangat tepat dari Rasulullah s.a.w. dan diceritakan bahwa ketika utusan Quraisy membujuk Najasyi agar mengusir para muhajirin dari bumi Habsyah, beliau berkata bahwa saya tidak akan melakukan kecuali setelah mengetahui alasan dari pribadi tersebut. Dan ternyata setelah mendengarkan penjelasan dari Ja'far bin Abi Thalib, Najasyi mengembalikan semua hadiah yang diberikan oleh utusan Quraisy dan mengusir keduanya serta menjamin keamanan seluruh kaum muslimin di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan akhirnya beliau merupakan di antara para shahabat yang mendapatkan beberapa keistimewaan di antaranya:&lt;br /&gt;1. Menjagi Imam Shalat Nabi s.a.w.&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dalam satu peperangan Nabi s.a.w. menjadi makmum Abdurrahman bin Auf. Dalam cerita panjang lebar Amr bin Wahab mengatakan bahwa al-Mughirah bin Syu'bah menyebutkan bahwa menjelang shubuh hari Nabi mengajak al-Mughirah untuk menemaninya membuang hajat. Setelah buang hajat Nabi s.a.w. memintanya untuk mengambalikan air wudhu' namun ternyata mereka sudah terlambat karena rombongan sedang menunaikan shalat yang diimami oleh Abdurrahman bin Auf. Ketika itu ia mencuba untuk menghentikan shalat jemaah tersebut dengan kembali mengumandangkan azan namun Nabi s.a.w. melarangnya sehingga Nabi s.a.w. menjadi makmun kepada Abdurrahman bin Auf. Dalam satu hadits lainnya diriwayatkan oleh al-Mughirah: Nabi tidak meninggal sehingga menjadi makmum orang shalih dari ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Calon Penghuni Syurga&lt;br /&gt;Beliau merupakan salah seorang shahabat Nabi s.a.w. yang dijamin masuk syurga Diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Sa'id bin Zayd berkata: Rasulullah s.a.w. berkata: sepuluh orang yang dijamin masuk syurga: Abu Bakar, Umar, Ali, Utsman, Zubair, Thalhah, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Sa'ad bin Abi Waqqas. Beliau berkata: beliau telah menyebutkan satu persatu dari yang sembilan orang dan kemudian berhenti sejenak pada bilang yang kesepuluh. Maka orang bertanya-tanya: kami memohon kepadamu atas nama Allah siapakah orang yang kesepuluh? Beliau menjawab: kalian meminta keseriusan saya atas nama Allah, (orang yang yang kesepuluh adalah) Abu al-A'war (kinayah terhadap Sa'id bin Zaid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kecintaan Nabi s.a.w. terhadap Abdurrahman bin Auf r.a.&lt;br /&gt;Ummu Salamah r.a. menceritakan bahwa Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya yang akan menjaga kamu sekalian sepeninggalku adalah al-Shadiq al-Bar (Abdurrahman bin Auf), Ya Allah hidangkanlah minuman mata air syurga kepada Abdurrahman bin Auf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w.  juga bersabda: "Engkau adalah orang kepercayaan penduduk bumi dan engkau juga orang kepercayaan penduduk langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ayat al-Quran yang memujinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Quran memuji keutamaannya, di antaranya seperti yang diriwayatkan dari Saib tentang firman Allah ta'ala (al-Baqarah:267) diturunkan untuk Uthman dan Abdurrahman bin Auf. Adapun tentang Abdurrahman bin Auf diceritakan bahwa ia menyumbangkan empat ribu dirham kepada Nabi s.a.w. lalu ia berkata: sebenarnya saya punya delapan ribu dirham (akan tetapi) saya tinggalkan empat ribu dirham untuk diri sendiri dan keluarga sedangkan empat ribu dirham saya sumbangkan di jalan Allah maka Nabi s.a.w bersabda: semoga Allah memberkati apa yang telah engkau tinggalkan dan apa yang telah engkau sumbangkan.&lt;br /&gt;5. Salam dan berita masuk syurga dari Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas r.a. berkata: "manakala kafilah dagang Abdurrahman bin Auf kembali dari Syam langsung dibawa kepada Nabi s.a.w. lalu Nabi s.a.w. berdoa untuknya agar dimasukkan syurga, lalu turunlah Jibril berkata: Sesungguhnya Allah mengirimkan salam untukmu dan berkata: kirimkanlah salam saya kepada Abdurrahman bin Auf dan sampaikan berita gembira beliau masuk syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Penghargaan Nabi s.a.w.&lt;br /&gt;Abu Umar dan beberapa orang lainnya berkata: Abdurrahman bin Auf ikut dalam perang Badar dan semua peperangan lainnya, beliau tetap setia membentengi Nabi s.a.w. pada perag Uhud, salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk syurga, salah seorang dari lapan orang yang terdahulu masuk syurga, salah seorang dari enam orang anggota syurga yang disaksikan oleh Umar bahwa Rasulullah s.a..w telah ridha terhadap mereka, salah seorang dari lima orang yang masuk Islam dalam tangan Abu Bakar, Rasulullah s.a.w pernah mengutusnya ke Dumah al-Jandal, memakaikan surban dan menyalipnya pada ke dua bahunya lalu berkata kepadanya: pergilah dengan mengucapkan bismillah dan mewasiatkannya beberapa wasiat, dan berkata kepadanya: jika Allah memberi kemenangan kepadamu maka kawinilah anak perempuan dari pemimpin mereka, atau disebutkan berkata anak perempuan raja mereka sedangkan pemimpin mereka adalah al-Asbagh bin Tha'labah al-Kalibi lalu iapun mengawini anak perempuannya Tamadhur dan ia adalah ibu dari anaknya Abi Salamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kepercayaan Nabi s.a.w. terhadap kekuatan imannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubaidillah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud berkata: Bahwa Rasulullah s.a.w. memberikan (sesuatu) kepada khalayak ramai dan tidak memberikan apapun kepada Abdurrahmah bin Auf sedangkan ia berada dalam khalayak tersebut, lalu Abdurrahman bin Auf keluar dari barisan tersebut dalam keadaan menangis, maka Umar bin Khattab melihat dan berkata: apa yang membuatmu menangis? Ia menjawab: Rasulullah s.a.w. memberikan sesuatu kepada orang ramai padahal saya ada di tengah orang-orang tersebut, maka aku takut Rasulullah s.a.w. tidak memberikan sesuatu kepadaku disebabkan oleh hal yang tidak disukai dariku. Beliau berkata: lalu Umar masuk menemui Nabi s.a.w. dan menceritakan peristiwa yang dialami oleh Abdurrahman bin Auf, lalu Rasulullah s.a.w. berkata: Saya tidak marah kepadanya akan tetapi telah menyerahkannya kepada keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Orang yang sudah bahagia dalam perut ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf berkata: manakala Abdurrahman bin Auf terlelap sebentar kemudian bangun kembali lalu bercerita: sesungguhnya telah datang kepadaku dua orang malaikat yang berperawakan menakutkan lalu keduanya berkata: ikuti bersama kami untuk diadukan kepada Allah. Ia berkata: lalu keduanya dijumpai oleh seorang malaikat maka berkata: mau dibawa kemana lelaki tersebut? Keduanya menjawab: kami mau mengadukannya kepada Allah. Ia berkata: lepaskanlah ia karena sesungguhnya ia telah dituliskan sebagai lelaki bahagian sedangkan ia masih dalam kandungan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Keilmuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas r.a. bahwa ketika Umar menuju ke Syam dan manakala sampai di Sara' beliau dikabarkan bahwa Syam telah dilanda oleh penyakit waba' (penyakit menular), lalu mengumpulkan semua shahabat Rasulullah s.a.w. dan meminta pendapat, sehingga muncullah berbagai pendapat namun beliau menyetujui pendapat untuk kembali (agar tidak meneruskan perjalanan). Tiba-tiba muncullah Abdurrahman bin Auf yang menghilang beberapa saat karena buang hajat lalu berkata: Sesungguhnya saya sangat mengertia masalah ini, karena aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: apabila terjadi penyakit menular di suatu tempat maka janganlah kamu masuk ke dalamnya dan apabila terjadi di suatu tempat sedangkan kamu berada di dalamnya maka janganlah kamu keluar darinya karena lari dari penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Rujukan Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas r.a. menceritakan bahwa peminum khamar Nabi s.a.w. dijatuhkan hukuman jilid dengan pelepah kurma dan sandal sebanyak empat puluh kali dan demikian juga Abu Bakar. Seterusnya Anas r.a. menceritakan ketika Umar diangkat menjadi Khalifah: sesungguhnya orang kampung telah datang ke kota, apa pendapat kalian tentang hukum peminum khamar? Lalu Abdurrahman bin Auf berkata: kita menetapkan hukumannya di bawah hukuman hudud maka (Umarpun) menetapkan hukuman sebanyak delapan puluh kali jilid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ketawadhuannya&lt;br /&gt;Walaupun beliau merupakan sosok shahabat Nabi s.a.w. yang telah dijanjikan masuk syurga namun beliau titel tersebut tidak menyebabkan beliau lupa diri. Sa'id bin Jubair berkata: Abdurrahman bin Auf tidak dapat dibedakan di antara hamba sahayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAFAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau meninggal pada tahun 31H, dalam pendapat lain disebutkan pada tahun 32H ketika berumur 75tahun. Dalam pendapat lain disebutkan berumur 72tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman Baqi' yang diimami oleh Utsman berdasarkan wasiatnya. Diriwayatkan oleh Ibnu al-Najjar di dalam kitab Akhbar al-Madinah dengan sanadnya dari Abdurrahman bn Humaid dari Bapaknya berkata: ketika ajal hendak menjemputnya Aisyah mengirimkan seseorang kepadanya supaya dikuburkan di sisi Rasulullah s.a.w. dan kedua saudaranya, maka ia menjawab: saya tidak mau menyempitkan ruang rumahmu karena sesungguhnya saya telah berjanji kepada Ibnu Maz'un siapa saja yang meninggal maka akan dikuburkan di sisi sahabatnya dan dengan demikian makam Utsman bin Maz'un dan Abdurrahman bin Auf berada di sisi qubah Ibrahim bin Nabi s.a.w. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARTA WARISANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau meninggalkan dua puluh delapan anak lelaki dan delapan anak perempuan. Hal yang sangat menarik sekali bahwa walaupun sudah menyumbangkan hampir keseluruhan hartanya di jalan Allah s.w.t. namun beliau masih meninggalkan harta warisan yang sangat banyak sekali. Dalam sebuah riwayat dari Muhammad, beliau menceritakan bahwa di antara harta peninggalan Abdurrahman bin Auf adalah emas murni sehingga tangan para tukang merasa kewalahan (lecet) untuk membagikannnya dan empat orang isterinya masing-masing menerima harta warisan sebanyak delapan puluh ribu dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Amr berkata: beliau adalah seorang pedagang sukses dalam bidang bidang perniagaan, sehingga mendapatkan laba yang sangat banyak dan meninggalkan sebanyak seribu unta, tiga ratus kambing, seratus kuda perang yang digembalakan di daerah Naqi' dan mempunyai lahan pertanian sehingga kebutuhan keluarganya setahun dipasok dari hasil tanaman tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-3979981420215690173?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/3979981420215690173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/12/abdurrahman-bin-auf-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3979981420215690173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3979981420215690173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/12/abdurrahman-bin-auf-ra.html' title='Abdurrahman Bin &apos;auf RA'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-2778415464619879275</id><published>2009-12-17T01:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-17T01:29:52.523-08:00</updated><title type='text'>SAYYIDINA UMAR AL-KHATAB RA.</title><content type='html'>&lt;div align="left" style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;       &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Biodata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 85%;"&gt;       &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Nama sebenar  : Umar b Al-Khattab b Nufail b Abdul Uzza        b Ribaah b Abdillah b Qarth b Razaah b 'Adi b Kaab&lt;br /&gt;Nama Ibu          : Hantamah bte Hasyim bin Al-Mughirah        bin Abdillah bin Umar bin Makhzum.&lt;br /&gt;Gelaran             : &lt;b&gt; Al-Faruq&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Keturunan         : Arab Quraisy (Kabilah Bani Adi)&lt;br /&gt;Tarikh lahir        : 13 tahun selepas berlakunya        peristiwa Abrahah (menurut Imam Nawawi)&lt;br /&gt;Jawatan             : Khalifah Ar-Rasyidin Kedua&lt;br /&gt;Tarikh Lantikan  : 634M&lt;br /&gt;Tempoh Jawatan : 10 tahun&lt;br /&gt;Tarikh M/Dunia  : 23H @ 644M&lt;br /&gt;Umur                     : 63 tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;Semasa sebelum memeluk Islam, beliau merupakan duta bagi kaumnya terutama untuk mengadakan perundingan antara kabilah yang bermusuhan. Beliau merupakan mertua Rasulullah SAW apabila Rasulullah bernikah dengan anaknya, Hafsah bte Umar. Beliau salah seorang yang dijamin Syurga oleh Rasulullah SAW. .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Hadith        tentang Umar &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;1. Semasa tidur, aku bermimpi bahawa aku berada dalam Syurga. aku lihat seorang perempuan sedang berwudhuk dekat sebuah istana. Aku bertanya untuk siapa istana ini. Katanya : Untuk Umar" Hadith riwayat Shiekhaini (Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;2. Sesungguhnya        Allah menjadikan lidah dan hati Umar itu di atas        kebenaran. Hadith riwayat At-Turmizi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;3. Sekiranya        selepas aku ada nabi, sudah pasti Umarlah orangnya.        Hadith riwayat At-Turmizi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;4. Sesungguhnya aku lihat syaitan-syaitan dari kalangan jin dan manusia lari lintang pukang dari Umar. Hadith riwayat At-Turmizi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;5. Umar cahaya        bagi penduduk Syurga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;6. Semua malaikat        di langit menyayangi Umar dan semua syaitan di dunia        melarikan diri dari Umar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;7. Sesungguhnya ada seseorang di kalangan umat sebelum kamu yang menjadi sebutan ramai (kerana kebaikannya), jika perkara ini terjadi dalam umat Islam, sudah tentu Umarlah orangnya. Hadith riwayat Bukhari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;8. Tidak ada sesuatu perkara yang diperkatakan oleh orang ramai dan kemudian diperkatakan oleh Umar, nescaya turunlah al-Quran sebagaimana yang dilafazkan oleh mulut Umar. (Kata-kata Abdullah bin Umar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Umar        Sebagai Orang Yang Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;1. Pertama        digelar Amirul Mukminin&lt;br /&gt;2. Pertama menggunakan Hijrah sebagai kalendar Islam&lt;br /&gt;3. Pertama mengenakan pukulan 80 kali ke atas peminum        arak&lt;br /&gt;4. Pertama mengharamkan nikah mut'ah&lt;br /&gt;5. Pertama mewajibkan zakat ke atas kuda&lt;br /&gt;6. Pertama menubuhkan jabatan-jabatan&lt;br /&gt;7. Pertama sunatkan Qiyyam Ramadhan&lt;br /&gt;8. Pertama mengarahkan solat Jenazah berjemaah dengan 4        takbir&lt;br /&gt;9. Pertama memperkenalkan Al-'Aul dalam masalah Faraid        (harta pusaka)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Umar        Dan Al-Quran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;Saidina Umar Al-Khattab mempunyai pemikiran yang sangat hebat. Beberapa pendapatnya merupakan sebab turunnya al-Quran. Di antara ayat-ayat al-Quran yang diturunkan sempena pendapat beliau ialah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 130%;"&gt;1) Kisah        tawanan Badar  - ayat 28 Surah Al-Anfal&lt;br /&gt;2) Ayat Menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat solat -        Ayat 125  Surah Al-Baqarah&lt;br /&gt;3) Ayat Hijab - Ayat 53  Surah Al-Ahzab&lt;br /&gt;4) Ayat tentang asal-usul kejadian manusia - Ayat 12          Surah Al-Mukminun&lt;br /&gt;&amp;gt;5) Ayat tentang arak  -    Ayat 219   Surah Al-Baqarah        dan Ayat 43  Surah An-Nisa'&lt;br /&gt;6) Ayat Larangan Mensolati Jenazah Orang Munafiq - Ayat        84   Surah At-Taubah&lt;br /&gt;7) Kisah orang Munafiq - Ayat 6 Surah Al-Munafiqun&lt;br /&gt;8) Ayat 5  Surah Al-Anfal&lt;br /&gt;9) Ayat 16  Surah An-Nur&lt;br /&gt;10) Ayat tentang penghalalan jima' di malam bulan        Ramadhan - Ayat 187  Surah Al-Baqarah&lt;br /&gt;11) Ayat 97  Surah Al-Baqarah&lt;br /&gt;12) Ayat 65  Surah An-Nisa'&lt;br /&gt;13) ayat 13 Surah Al-Waqiah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-2778415464619879275?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/2778415464619879275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/12/sayyidina-umar-al-khatab-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2778415464619879275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2778415464619879275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/12/sayyidina-umar-al-khatab-ra.html' title='SAYYIDINA UMAR AL-KHATAB RA.'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-8877373334318954939</id><published>2009-12-03T18:20:00.001-08:00</published><updated>2009-12-03T18:20:27.161-08:00</updated><title type='text'>PENDERITAAN PARA SAHABAT RADHIYALLAHU 'ANHUM</title><content type='html'>Ibnu Ishak menceritakan dari Said bin Jubair ra. katanya, aku pernah bertanya kepada Abdullah bin Abbas (rbnu Abbas) ra.: Apakah kaum Musyrikin sangat berlebih-lebihan saat menyiksa para sahabat Rasulullah SAW supaya mereka mau meninggalkan agama mereka? Ibnu Abbas ra. menjawab: Benar, demi Allah, mereka akan memukul siapa saja yang mereka dapati, mereka melaparkan dan menahan air darinya, sehingga orang Muslim itu tidak sanggup lagi duduk kerana beratnya penanggungan yang dideritainya. Kadang-kadang difitnahnya supaya mengaku hal-hal yang membahayakan kepercayaannya, seperti disuruhnya mengaku, bahwa berhala Laata dan Uzza itu adalah dua tuhan selain dari Allah. Sampai ada kalanya diakui oleh si Muslim itu kerana tidak tertanggungnya lagi penyiksaan yang dideritanya. (Al-Bidayah Wan-Nihayah 3:59) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Mundzir, Thabarani, Hakim, Ibnu Mardawaih dan Baihaqi juga telah meriwayatkan dari Said bin Manshur dari Ubai bin Ka'ab ra. dia berkata: Tatkala Nabi SAW dan para sahabatnya berlindung kepada kaum Anshar, semua kaum Arab seiya sekata keluar memburu mereka, sehingga mereka tidak tidur melainkan di samping mereka ada senjata, dan begitu pula pada siang hari ke mana-mana mereka pergi mesti membawa senjata bersamanya. Mereka lalu berkata sesama mereka: Bilakah masanya, kita dapat hidup dengan aman sentosa, tiada siapa pun yang mengancam, tidak ada yang kita takuti lagi selain Allah saja. Maka turunlah ketika itu firman Allah yang bermaksud: Allah menjanjikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan beramal sholih, akan diberikan kuasa kepada mereka di muka bumi ini hingga akhirnya. (Kanzul Ummal 1:259) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Asakir dan Abu Ya'la dari Abu Musa ra. dia berkata: Pernah kami keluar berpatroli dengan Rasulullah SAW di antara kami ada enam orang yang bergilir-gilir menunggang, berganti-gantian, sehingga pecah-pecah kaki kami, ada yang sampai tercabut kukunya, kami lalu membungkus kaki kami dengan kain kerana terlalu banyak luka. Dan kerana itu dinamakan Ghazwah (perang) ini perang Zaatir Riqak, yaitu berbungkus-bungkus kaki. (Kanzul Ummal 5:310) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELIAU2 RELA MENDERITA DEMI MEMPERTAHANKAN IMAN DAN ISLAM...&lt;br /&gt;BAGAIMANA DENGAN KITA???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-8877373334318954939?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/8877373334318954939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/12/penderitaan-para-sahabat-radhiyallahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8877373334318954939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8877373334318954939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/12/penderitaan-para-sahabat-radhiyallahu.html' title='PENDERITAAN PARA SAHABAT RADHIYALLAHU &apos;ANHUM'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-5049722744525589226</id><published>2009-11-30T06:11:00.001-08:00</published><updated>2009-11-30T06:11:37.458-08:00</updated><title type='text'>Ummu Abiha</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Panggilan kesayangan bagi Fathimah rha. adalah Ummu Abiha (ibu  dari ayahnya). Dia adalah puteri yang mulia dari pemimpin para makhluq,  Rasulullah SAW, Abil Qasim, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib  bin Hasyim. Dia juga digelari Al-Batuul, yaitu yang memusatkan  perhatiannya pada ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan,  ilmu, akhlaq, adab, hasab dan nasab. Fathimah rha.lebih muda dari  Zainab, isteri Abil Ash bin Rabi' dan Ruqayyah, isteri Utsman bin Affan.  Juga dia lebih muda dari Ummu Kultsum. Dia adalah anak yang paling  dicintai Nabi SAW sehingga beliau bersabda :"Fathimah rha.adalah darah  dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkan aku dan apa yang  mengganggunya juga menggangguku." (Ibnul Abdil Barr dalam Al-Istii'aab)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sesungguhnya dia adalah pemimpin  wanita dunia dan penghuni syurga yang paling utama, puteri kekasih  Robbil'aalamiin, dan ibu dari Al-Hasan dan Al-Husein. Az-Zubair bin  Bukar berkata :"Keturunan Zainab telah tiada dan telah sah riwayat,  bahwa Rasulullah SAW menyelimuti Fathimah rha.dan suaminya serta kedua  puteranya dengan pakaian seraya berkata :"Ya, Allah, mereka ini adalah  ahli baitku. Maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka  sebersih-bersihnya." ["Siyar A'laamin Nubala', juz 2, halaman 88]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata  :"Datang Fathimah rha.kepada Nabi SAW meminta pelayan kepadanya. Maka  Nabi SAW bersabda kepadanya : "Ucapkanlah :"Wahai Allah, Tuhan pemilik  bumi dan Arsy yang agung. Wahai, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu  yang menurunkan Taurat, Injil dan Furqan, yang membelah biji dan benih.  Aku berlindung kepada- Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau  kuasai nyawanya. Engkau- lah awal dan tiada sesuatu sebelum-Mu.  Engkau-lah yang akhir dan tiada sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang  batin dan tiada sesuatu di bawah- Mu. Lunaskanlah utangku dan cukupkan  aku dari kekurangan." (HR.Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Inilah Fathimah rha.binti Muhammad  SAW yang melayani diri sendiri dan menanggung berbagai beban rumahnya.  Thabrani menceritakan, bahwa ketika kaum Musyrikin telah meninggalkan  medan perang Uhud, wanita- wanita sahabah keluar untuk memberikan  pertolongan kepada kaum Muslimin. Di antara mereka yang keluar terdapat  Fathimah. Ketika bertemu Nabi SAW, Fathimah rha.memeluk dan mencuci  luka-lukanydengan air, sehingga darah semakin banyak yangk keluar.  Tatkala Fathimah rha.melihat hal itu, dia mengambil sepotong tikar, lalu  membakar dan membubuhkannya pada luka itu sehingga melekat dan darahnya  berhenti keluar." (HR. Syaikhani dan Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dalam kancah pertarungan tampaklah  peranan puteri Muslim supaya menjadi teladan yang baik bagi pemudi  Muslim masa kini. Pemimpin wanita penghuni Syurga Fathimah Az-Zahra',  puteri Nabi SAW, di tengah-tengah pertempuran tidak berada dalam sebuah  panggung yang besar, tetapi bekerja di antara tikaman-tikaman tombak dan  pukulan- pukulan pedang serta hujan anak panah yang menimpa kaum  Muslimin untuk menyampaikan makanan, obat dan air bagi para prajurit.  Inilah gambaran lain dari puteri sebaik-baik makhluk yang kami  persembahkan kepadada para pengantin masa kini yang membebani para suami  dengan tugas yang tidak dapat dipenuhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ali r.a. berkata :"Aku menikahi  Fathimah, sementara kami tidak mempunyai alas tidur selain kulit domba  untuk kami tiduri di waktu malam dan kami letakkan di atas unta untuk  mengambil air di siang hari. Kami tidak mempunyai pembantu selain unta  itu." Ketika Rasulullah SAW menikahkannya (Fathimah), beliau  mengirimkannya (unta itu) bersama satu lembar kain dan bantal kulit  berisi ijuk dan dua alat penggiling gandum, sebuah timba dan dua kendi.  Fathimah rha.menggunakan alat penggiling gandum itu hingga melecetkan  tangannya dan memikul qirbah (tempat air dari kulit) berisi air hingga  berbekas pada dadanya. Dia menyapu rumah hingga berdebu bajunya dan  menyalakan api di bawah panci hingga mengotorinya juga. Inilah dia,  Az-Zahra', ibu kedua cucu Rasulullah SAW :Al-Hasan dan Al-Husein.  Fathimah rha.selalu berada di sampingnya, maka tidaklah mengherankan  bila dia meninggalkan bekas yang paling indah di dalam hatinya yang  penyayang. Dunia selalu mengingat Fathimah rha., "ibu ayahnya,  Muhammad", Al- Batuul (yang mencurahkan perhatiannya pada ibadah),  Az-Zahra' (yang cemerlang), Ath-Thahirah (yang suci), yang taat  beribadah dan menjauhi keduniaan. Setiap merasa lapar, dia selalu sujud,  dan setiap merasa payah, dia selalu berdzikir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Imam Muslim menceritakan kepada kita  tentang keutamaan-keutamaannya dan meriwayatkan dari Aisyah' r.a. dia  berkata : "Pernah isteri-isteri Nabi SAW berkumpul di tempat Nabi SAW.  Lalu datang Fathimah rha.sambil berjalan, sedang jalannya mirip dengan  jalan Rasulullah SAW. Ketika Nabi SAW melihatnya, beliau menyambutnya  seraya berkata :"Selamat datang, puteriku." Kemudian beliau  mendudukkannya di sebelah kanan atau kirinya. Lalu dia berbisik  kepadanya. Maka Fathimah rha.menangis dengan suara keras. Ketika melihat  kesedihannya, Nabi SAW berbisik kepadanya untuk kedua kalinya, maka  Fathimah rha.tersenyum. Setelah itu aku berkata kepada Fathimah  rha.:Rasulullah SAW telah berbisik kepadamu secara khusus di antara  isteri-isterinya, kemudian engkau menangis!" Ketika Nabi SAW pergi, aku  bertanya kepadanya :"Apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepadamu ?"  Fathimah rha.menjawab :"Aku tidak akan menyiarkan rahasia Rasul Allah  SAW." Aisyah berkata :"Ketika Rasulullah SAW wafat, aku berkata  kepadanya :"Aku mohon kepadamu demi hakku yang ada padamu, ceritakanlah  kepadaku apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepadamu itu ?" Fathimah  rha.pun menjawab :"Adapun sekarang, maka baiklah. Ketika berbisik  pertama kali kepadaku, beliau mengabarkan kepadaku bahwa Jibril biasanya  memeriksa bacaannya terhadap Al Qur'an sekali dalam setahun, dan  sekarang dia memerika bacaannya dua kali. Maka, kulihat ajalku sudah  dekat. Takutlah kepada Allah dan sabarlah. Aku adalah sebaik-baik orang  yang mendahului-mu." Fathimah rha.berkata :"Maka aku pun menangis  sebagaimana yang engkau lihat itu. Ketika melihat kesedihanku, beliau  berbisik lagi kepadaku, dan berkata :"Wahai, Fathimah, tidakkah engkau  senang menjadi pemimpin wanita-wanita kaum Mu'min atau ummat ini ?"  Fathimah rha.berkata :"Maka aku pun tertawa seperti yang engkau lihat."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Inilah dia, Fathimah Az-Zahra'. Dia  hidup dalam kesulitan, tetapi mulia dan terhormat. Dia telah menggiling  gandum dengan alat penggiling hingg berbekas pada tangannya. Dia  mengangkut air dengan qirbah hingga berbekas pada dadanya. Dan dia  menyapu rumahnya hingg berdebu bajunya. Ali r.a. telah membantunya  dengan melakukan pekerjaan di luar. Dia berkata kepada ibunya, Fathimah  binti Asad bin Hasyim :"Bantulah pekerjaan puteri Rasulullah SAW di luar  dan mengambil air, sedangkan dia akan bekerja di dalam rumah :yaitu  membuat adonan tepung, membuat roti dan menggiling gandum." Tatkala  suaminya, Ali, mengetahui banyak hamba sahaya telah datang kepada Nabi  SAW, Ali berkata kepada Fathimah, "Alangkah baiknya bila engkau pergi  kepada ayahmu dan meminta pelayan darinya." Kemudian Fathimah rha.datang  kepada Nabi SAW. Maka beliau bertanya kepadanya :"Apa sebabnya engkau  datang, wahai anakku ?" Fathimah rha.menjawab :"Aku datang untuk memberi  salam kepadamu." Fathimah rha.merasa malu untuk meminta kepadanya, lalu  pulang. Keesokan harinya, Nabi SAW datang kepadanya, lalu bertanya :  "Apakah keperluanmu ?" Fathimah rha.diam. Ali r.a. lalu berkata :"Aku  akan menceritakannya kepada Anda, wahai Rasululllah. Fathimah menggiling  gandum dengan alat penggiling hingga melecetkan tangannya dan  mengangkut qirbah berisi air hingga berbekas di dadanya. Ketika hamba  sahaya datang kepada Anda, aku menyuruhnya agar menemui dan meminta  pelayan dari Anda, yang bisa membantunya guna meringankan bebannya."  Kemudian Nabi SAW bersabda :"Demi Allah, aku tidak akan memberikan  pelayan kepada kamu berdua, sementara aku biarkan perut penghuni Shuffah  merasakan kelaparan. Aku tidak punya uang untuk nafkah mereka, tetapi  aku jual hamba sahaya itu dan uangnya aku gunakan untuk nafkah mereka."  Maka kedua orang itu pulang. Kemudian Nabi SAW datang kepada mereka  ketika keduanya telah memasuki selimutnya. Apabila keduanya menutupi  kepala, tampak kaki-kaki mereka, dan apabila menuti kaki, tampak  kepala-kepala mereka. Kemudian mereka berdiri. Nabi SAW bersabda  :"Tetaplah di tempat tidur kalian. Maukah kuberitahukan kepada kalian  yang lebih baik daripada apa yang kalian minta dariku ?" Keduanya  menjawab :"Iya." Nabi SAW bersabda: "Kata-kata yang diajarkan Jibril  kepadaku, yaitu hendaklah kalian mengucapkan : Subhanallah setiap  selesai shalat 10 kali, Alhamdulillaah 10 kali dan Allahu Akbar 10 kali.  Apabila kalian hendak tidur, ucapkan Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah  33 kali dan takbir (Allahu akbar) 33 kali."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dalam mendidik kedua anaknya,  Fathimah rha.memberi contoh : Adalah Fathimah rha.menimang-nimang  anaknya, Al-Husin seraya melagukan :"Anakku ini mirip Nabi, tidak mirip  dengan Ali." Dia memberikan contoh kepada kita saat ayahandanya wafat.  Ketika ayahnya menjelang wafat dan sakitnya bertambah berat, Fathimah  rha.berkata : "Aduh, susahnya Ayah!" Nabi SAW menjawab :"Tiada kesusahan  atas Ayahanda sesudah hari ini." Tatkala ayahandanya wafat, Fathimah  rha.berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;     "Wahai, Ayah, dia telah memenuhi panggilang Tuhannya. Wahai, Ayah, di  surga Firdaus tempat tinggalnya. Wahai, Ayah, kepada Jibril kami  sampaikan beritanya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Fathimah rha.telah meriwayatkan 18 hadits dari Nabi SAW. Di  dalam Shahihain diriwayatkan satu hadits darinya yang disepakati oleh  Bukhari dan Muslim dalam riwayat Aisyah. Hadits tersebut diriwayatkan  oleh Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud. Ibnul Jauzi berkata: "Kami  tidak mengetahui seorang pun di antara puteri-puteri Rasulullah SAW yang  lebih banyak meriwayatkan darinya selain Fathimah rha."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Imam Adz-Dzhabi telah meriwayatkan  bahwa Fathimah rha. pernah mengeluh kepada Asma' binti Umais tentang  tubuh yang kurus. Dia berkata : "Dapatkah engkau menutupi aku dengan  sesuatu ?" Asma' menjawab :"Aku melihat orang Habasyah membuat usungan  untuk wanita dan mengikatkan keranda pada kaki-kaki usungan." Maka  Fathimah rha.menyuruh membuatkan keranda untuknya sebelum dia wafat.  Fathimah rha.melihat keranda itu, maka dia berkata :"Kalian telah  menutupi aku, semoga Allah menutupi aurat kalian." (Siyar A'laamin  Nubala). Semacam itu juga dari Qutaibah bin Said ...dari Ummi Ja'far.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ibnu Abdil Barr berkata : "Fathimah  adalah orang pertama yang dimasukkan ke keranda pada masa Islam." Dia  dimandikan oleh Ali dan Asma', sedang Asma' tidak mengizinkan seorang  pun masuk. Ali r.a. berdiri di kuburnya dan berkata : Setiap dua teman  bertemu tentu akan berpisah dan semua yang di luar kematian adalah  sedikit kehilangan satu demi satu adalah bukti bahwa teman itu tidak  kekal Semoga Allah SWT meridhoinya. Dia telah memenuhi pendengaran, mata  dan hati. Dia adalah 'ibu dari ayahnya (Ummu Abiha)', orang yang paling  erat hubungannya dengan Nabi SAW dan paling menyayanginya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ketika Nabi SAW terluka dalam  Perang Uhud, dia keluar bersama wanita-wanita dari Madinah menyambutnya  agar hatinya tenang. Ketika melihat luka-lukanya, Fathimah rha.langsung  memeluknya. Dia mengusap darah darinya, kemudian mengambil air dan  membasuh mukanya. Betapa indah situasi di mana hati Muhammad SAW  berdenyut menunjukkan cinta dan sayang kepada puterinya itu. Seakan-akan  kulihat Az-Zahra' a.s. berlinang air mata dan berdenyut hatinya dengan  cinta dan kasih sayang. Selanjutnya, inilah dia, Az-Zahra', puteri Nabi  SAW, puteri sang pemimpin. Dia memberi contoh ketika keluar bersama 14  orang wanita, di antara mereka terdapat Ummu Sulaim binti Milhan dan  Aisyah Ummul Mu'minin rha. dan mengangkut air dalam sebuah qeribah dan  bekal di atas punggungnya untuk memberi makan kaum Mu'minin yang sedang  berperang menegakkan agama Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-5049722744525589226?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/5049722744525589226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/ummu-abiha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5049722744525589226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5049722744525589226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/ummu-abiha.html' title='Ummu Abiha'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-399783076322728249</id><published>2009-11-30T05:53:00.001-08:00</published><updated>2009-11-30T05:53:39.695-08:00</updated><title type='text'>Detik Kewafatan Rasullullah SAW</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dari Ibnu Mas'ud ra bahwa ia berkata: Ketika ajal Rasulullah  SAW sudah dekat, baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah ra.  Kemudian baginda memandang kami sambil berlinangan air matanya, lalu  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;     "Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah  menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat  kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah  sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong  terhadap Allah." Allah berfirman: "Kebahagiaan dan kenikmatan di  akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan  dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu  bagi orang-orang yang bertakwa."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kemudian kami bertanya: "Bilakah ajal baginda ya  Rasulullah? Baginda menjawab: Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke  hadhrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyi  la' la." Kami bertanya lagi: "Siapakah yang akan memandikan baginda ya  Rasulullah? Rasulullah menjawab: Salah seorang ahli bait. Kami bertanya:  "Bagaimana nanti kami mengafani baginda ya Rasulullah?" Baginda  menjawab: "Dengan bajuku ini atau pakaian Yamaniyah." Kami bertanya:  "Siapakah yang mensolatkan baginda di antara kami?" Kami menangis dan  Rasulullah SAW pun turut menangis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kemudian baginda bersabda:  "Tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah  memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku,  di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku, kemudian keluarlah kamu  semua dari sisiku. Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah  sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Malaikat  Izrail (Malaikat Maut) beserta bala tenteranya. Kemudian masuklah anda  dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki  dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu  semua."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Semenjak  hari itulah Rasulullah SAW bertambah sakitnya, yang ditanggungnya  selama 18 hari, setiap hari ramai yang mengunjungi baginda, sampailah  datangnya hari Senin, di saat baginda menghembus nafas yang terakhir.  Sehari menjelang baginda wafat yaitu pada hari Ahad, penyakit baginda  semakin bertambah serius. Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah ra.  selesai mengumandangkan azannya, ia berdiri di depan pintu rumah  Rasulullah SAW, kemudian memberi salam: "Assalamualaikum ya Rasulullah?"  Kemudian ia berkata lagi "Assolah yarhamukallah." Fatimah menjawab:  "Rasulullah dalam keadaan sakit?" Maka kembalilah Bilal ke dalam masjid,  ketika bumi terang disinari matahari siang, Bilal datang lagi ke tempat  Rasulullah, lalu ia berkata seperti perkataan yang tadi. Kemudian  Rasulullah memanggilnya dan menyuruh ia masuk. Setelah Bilal bin Rabah  masuk, Rasulullah SAW bersabda: "Saya sekarang dalam keadaan sakit,  Wahai Bilal, kamu perintahkan saja agar Abu Bakar menjadi imam dalam  solat." Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya  sambil berkata: "Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan  ibuku?" Kemudian ia memasuki masjid dan berkata kepada Abu Bakar ra.  agar beliau menjadi imam dalam solat tersebut. Ketika Abu Bakar ra.  melihat ke tempat Rasulullah SAW yang kosong, sebagai seorang lelaki  yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia  menjerit dan akhirnya ia pingsan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Orang-orang yang berada di dalam  masjid menjadi ribut sehingga terdengar oleh Rasulullah SAW. Baginda  bertanya: "Wahai Fatimah, suara apakah yang ribut itu? Fatimah rha.  menjawab: "Orang-orang menjadi ribut dan bingung kerana Rasulullah SAW  tidak ada bersama mereka." Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali bin Abi  Thalib dan ibnu Abbas ra, sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka  baginda berjalan menuju ke masjid. Baginda solat dua rakaat, setelah itu  baginda melihat kepada orang ramai dan bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;    "Ya ma'aasyiral Muslimin, kamu  semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah, sesungguhnya Dia  adalah penggantiku atas kamu semua setelah aku tiada. Aku berwasiat  kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT, kerana aku akan  meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku  memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia  ini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Malaikat  Maut Datang Bertamu Pada hari esoknya, yaitu pada hari Senin, Allah  mewahyukan kepada Malaikat Maut supaya ia turun menemui Rasulullah SAW  dengan berpakaian sebaik-baiknya. Dan Allah menyuruh kepada Malaikat  Maut mencabut nyawa Rasulullah SAW dengan lemah lembut. Seandainya  Rasulullah menyuruhnya masuk, maka ia dibolehkan masuk, namun jika  Rasulullah SAW tidak mengizinkannya, ia tidak boleh masuk, dan hendaklah  ia kembali saja. Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah  Allah SWT. Ia menyamar sebagai seorang biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Setelah sampai di depan pintu tempat  kediaman Rasulullah SAW, Malaikat Maut itupun berkata: "Assalamualaikum  Wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Fatimah rha berkata kepada tamunya  itu: "Wahai Abdullah (Hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan  sakit." Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi: "Assalamualaikum.  Bolehkah saya masuk?" Akhirnya Rasulullah SAW mendengar suara Malaikat  Maut itu, lalu baginda bertanya kepada puterinya Fatimah: "Siapakah yang  ada di muka pintu itu? Fatimah menjawab: "Seorang lelaki memanggil  ayah, saya katakan kepadanya bahwa ayahanda dalam keadaan sakit.  Kemudian ia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma."  Rasulullah SAW bersabda: "Tahukah kamu siapakah dia?"Fatimah menjawab:  "Tidak wahai baginda." Lalu Rasulullah SAW menjelaskan: "Wahai Fatimah,  ia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang  meramaikan kubur."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Masuklah, Wahai Malaikat  Maut. Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan `Assalamualaika  ya Rasulullah." Rasulullah SAW pun menjawab: Waalaikassalam Ya Malaikat  Maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?"  Malaikat Maut menjawab: "Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut  nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan, kalau tidak, saya akan  pulang. Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Malaikat Maut, di mana engkau  tinggalkan kecintaanku Jibril? "Saya tinggal ia di langit dunia?" Jawab  Malaikat Maut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Baru  saja Malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril as datang kemudian  duduk di samping Rasulullah SAW.Maka bersabdalah Rasulullah SAW: "Wahai  Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahwa ajalku telah dekat? Jibril  menjawab: Ya, Wahai kekasih Allah." Seterusnya Rasulullah SAW bersabda:  "Beritahu kepadaku Wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah  untukku di sisinya? Jibril pun menjawab: "bahwa pintu-pintu langit telah  dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut  rohmu." Baginda SAW bersabda: "Segala puji dan syukur bagi Tuhanku.  Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku? Jibril  menjawab lagi: bahwa pintu-pintu Syurga telah dibuka, dan  bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan  buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu." Baginda  SAW bersabda lagi: "Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi  wahai Jibril, apa lagi yang di sediakan Allah untukku? Jibril menjawab:  Aku memberikan berita gembira untuk tuan. Tuanlah yang pertama-tama  diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti." Kemudian  Rasulullah SAW bersabda: "Segala puji dan syukur, aku panjatkan untuk  Tuhanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Wahai  Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku?"  Jibril as bertanya: "Wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan  tanyakan? Rasulullah SAW menjawab: "Tentang kegelisahanku, apakah yang  akan diperolehi oleh orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah  yang akan diperolehi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan  sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berziarah ke  Baitul Haram sesudahku?" Jibril menjawab: "Saya membawa khabar gembira  untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah berfirman: Aku telah  mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau dan umatmu  memasukinya terlebih dahulu." Maka berkatalah Rasulullah SAW: "Sekarang,  tenanglah hati dan perasaanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku?" Lalu Malaikat  Maut pun berada dekat Rasulullah SAW. Ali ra bertanya: "Wahai Rasulullah  SAW, siapakah yang akan memandikan baginda dan siapakah yang akan  mengafaninya? Rasulullah menjawab: Adapun yang memandikan aku adalah  engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan airnya dan Jibril  akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam Syurga. Kemudian Malaikat  Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah. Ketika roh baginda sampai di  pusat perut, baginda berkata: "Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut."  Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril as memalingkan mukanya. Lalu  Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka  memandang mukaku? Jibril menjawab: Wahai kekasih Allah, siapakah yang  sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang merasakan  sakitnya maut?" Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad  Rasulullah SAW. Kesedihan Sahabat Berkata Anas ra: "Ketika aku melalui  depan pintu rumah Aisyah ra aku dengar ia sedang menangis, sambil  mengatakan: Wahai orang-orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai  orang-orang yang keluar dari dunia dengan perut yang tidak pernah  kenyang dari gandum. Wahai orang yang telah memilih tikar dari  singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut  Neraka Sa'ir."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-399783076322728249?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/399783076322728249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/detik-kewafatan-rasullullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/399783076322728249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/399783076322728249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/detik-kewafatan-rasullullah-saw.html' title='Detik Kewafatan Rasullullah SAW'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-2529483410908113628</id><published>2009-11-30T05:52:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T05:52:35.673-08:00</updated><title type='text'>Keadaan Lapar Rasulullah SAW</title><content type='html'>Dalam riwayat Muslim pula dari An-Nu'man bin Basyir ra. katanya, bahwa  pada suatu ketika Umar ra. menyebut apa yang dinikmati manusia sekarang  dari dunia! Maka dia berkata, aku pernah melihat Rasulullah SAW seharian  menanggung lapar, karena tidak ada makanan, kemudian tidak ada yang  didapatinya pula selain dari korma yang buruk saja untuk mengisi  perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu riwayat yang diberitakan oleh Abu Nu'aim, Khatib,  Ibnu Asakir dan Ibnun-Najjar dari Abu Hurairah ra. dia berkata: Aku  pernah datang kepada Rasulullah SAW ketika dia sedang bersembahyang  duduk, maka aku pun bertanya kepadanya: Ya Rasulullah! Mengapa aku  melihatmu bersembahyang duduk, apakah engkau sakit? jawab beliau: Aku  lapar, wahai Abu Hurairah! Mendengar jawaban beliau itu, aku terus  menangis sedih melihatkan keadaan beliau itu. Beliau merasa kasihan  melihat aku menangis, lalu berkata: Wahai Abu Hurairah! jangan menangis,  karena beratnya penghisaban nanti di hari kiamat tidak akan menimpa  orang yang hidupnya lapar di dunia jika dia menjaga dirinya di kehidupan  dunia. (Kanzul Ummal 4:41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad meriwayatkan dari Aisyah ra.  dia berkata: Sekali peristiwa keluarga Abu Bakar ra. (yakni ayahnya)  mengirim (sop) kaki kambing kepada kami malam hari, lalu aku tidak  makan, tetapi Nabi SAW memakannya - ataupun katanya, beliau yang tidak  makan, tetapi Aisyah makan, lalu Aisyah ra. berkata kepada orang yang  berbicara dengannya: Ini karena tidak punya lampu. Dalam riwayat  Thabarani dengan tambahan ini: Lalu orang bertanya: Hai Ummul Mukminin!  Apakah ketika itu ada lampu? Jawab Aisyah: Jika kami ada minyak ketika  itu, tentu kami utamakan untuk dimakan.&lt;br /&gt;(At-Targhib Wat-Tarhib 5:155;  Kanzul Ummal 5:155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ya'la memberitakan pula dari Abu  Hurairah ra. katanya: Ada kalanya sampai berbulan-bulan berlalu, namun  di rumah-rumah Rasulullah SAW tidak ada satu hari pun yang berlampu, dan  dapurnya pun tidak berasap. Jika ada minyak dipakainya untuk dijadikan  makanan. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:154; Majma'uz Zawatid 10:325)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari  dan Muslim meriwayatkan pula dari Urwah dari Aisyah ra. dia berkata:  Demi Allah, hai anak saudaraku (Urwah anak Asma, saudara perempuan  Aisyah), kami senantiasa memandang kepada anak bulan, bulan demi bulan,  padahal di rumah-rumah Rasulullah SAW tidak pernah berasap. Berkata  Urwah: Wahai bibiku, jadi apalah makanan kamu? Jawab Aisyah: Korma dan  air sajalah, melainkan jika ada tetangga-tetangga Rasulullah SAW dari  kaum Anshar yang membawakan buat kami makanan. Dan memanglah  kadang-kadang mereka membawakan kami susu, maka kami minum susu itu  sebagai makanan. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Jarir  meriwayatkan dari Aisyah ra. katanya: sering kali kita duduk sampai  empat puluh hari, sedang di rumah kami tidak pernah punya lampu atau  dapur kami berasap. Maka orang yang mendengar bertanya: Jadi apa makanan  kamu untuk hidup? Jawab Aisyah: Korma dan air saja, itu pun jika dapat.  (Kanzul Ummal 4:38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarmidzi memberitakan dari Masruq, katanya:  Aku pernah datang menziarahi Aisyah ra. lalu dia minta dibawakan untukku  makanan, kemudian dia mengeluh: Aku mengenangkan masa lamaku dahulu.  Aku tidak pernah kenyang dan bila aku ingin menangis, aku menangis  sepuas-puasnya! Tanya Masruq: Mengapa begitu, wahai Ummul Mukminin?!  Aisyah menjawab: Aku teringat keadaan di mana Rasulullah SAW telah  meninggalkan dunia ini! Demi Allah, tidak pernah beliau kenyang dari  roti, atau daging dua kali sehari. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  riwayat Ibnu Jarir lagi tersebut: Tidak pernah Rasulullah SAW kenyang  dari roti gandum tiga hari berturut-turut sejak beliau datang di Madinah  sehingga beliau meninggal dunia. Di lain lain versi: Tidak pernah  kenyang keluarga Rasulullah SAW dari roti syair dua hari berturut-turut  sehingga beliau wafat. Dalam versi lain lagi: Rasulullah SAW telah  meninggal dunia, dan beliau tidak pernah kenyang dari korma dan air.&lt;br /&gt;(Kanzul  Ummal 4:38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Baihaqi  telah berkata Aisyah ra.: Rasulullah SAW tidak pernah kenyang tiga hari  berturut-turut, dan sebenarnya jika kita mau kita bisa kenyang, akan  tetapi beliau selalu mengutamakan orang lain yang lapar dari dirinya  sendiri. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:149)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abid-Dunia  memberitakan dari Al-Hasan ra. secara mursal, katanya: Rasulullah SAW  selalu membantu orang dengan tangannya sendiri, beliau menampal bajunya  pun dengan tangannya sendiri, dan tidak pernah makan siang dan malam  secara teratur selama tiga hari berturut-turut, sehingga beliau kembali  ke rahmatullah. Bukhari meriwayatkan dari Anas ra. katanya: Tidak pernah  Rasulullah SAW makan di atas piring, tidak pernah memakan roti yang  halus hingga beliau meninggal dunia. Dalam riwayat lain: Tidak pernah  melihat daging yang sedang dipanggang (maksudnya tidak pernah puas makan  daging panggang). (At-Targhib Wat-Tarhib 5:153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarmidzi  memberitakan dari Ibnu Abbas ra. katanya: Rasulullah SAW sering tidur  malam demi malam sedang keluarganya berbalik-balik di atas tempat tidur  karena kelaparan, karena tidak makan malam. Dan makanan mereka biasanya  dari roti syair yang kasar. Bukhari pula meriwayatkan dari Abu Hurairah  ra. katanya: Pernah Rasulullah SAW mendatangi suatu kaum yang sedang  makan daging bakar, mereka mengajak beliau makan sama, tetapi beliau  menolak dan tidak makan. Dan Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah SAW  meninggal dunia, dan beliau belum pernah kenyang dari roti syair yang  kasar keras itu. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:148 dan 151)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah  Fathimah binti Rasulullah SAW datang kepada Nabi SAW membawa sepotong  roti syair yang kasar untuk dimakannya. Maka ujar beliau kepada Fathimah  ra: Inilah makanan pertama yang dimakan ayahmu sejak tiga hari yang  lalu! Dalam periwayatan Thabarani ada tambahan ini, yaitu: Maka  Rasulullah SAW pun bertanya kepada Fathimah: Apa itu yang engkau bawa,  wahai Fathimah?! Fathimah menjawab: Aku membakar roti tadi, dan rasanya  tidak termakan roti itu, sehingga aku bawakan untukmu satu potong  darinya agar engkau memakannya dulu! (Majma'uz Zawa'id 10:312)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu  Majah dan Baihaqi meriwayatkan pula dari Abu Hurairah ra. katanya:  Sekali peristiwa ada orang yang membawa makanan panas kepada Rasulullah  SAW maka beliau pun memakannya. Selesai makan, beliau mengucapkan:  Alhamdulillah! Inilah makanan panas yang pertama memasuki perutku sejak  beberapa hari yang lalu. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:149)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari  meriwayatkan dari Sahel bin Sa'ad ra. dia berkata: Tidak pernah  Rasulullah SAW melihat roti yang halus dari sejak beliau dibangkitkan  menjadi Utusan Allah hingga beliau meninggal dunia. Ada orang bertanya:  Apakah tidak ada pada zaman Nabi SAW ayak yang dapat mengayak tepung?  Jawabnya: Rasulullah SAW tidak pernah melihat ayak tepung dari sejak  beliau diutus menjadi Rasul sehingga beliau wafat. Tanya orang itu lagi:  Jadi, bagaimana kamu memakan roti syair yang tidak diayak terlebih  dahulu? Jawabnya: Mula-mula kami menumbuk gandum itu, kemudian kami  meniupnya sehingga keluar kulit-kulitnya, dan yang mana tinggal itulah  yang kami campurkan dengan air, lalu kami mengulinya. (At-Targhib  Wat-Tarhib 5:153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarmidzi memberitakan daiipada Abu Talhah ra.  katanya: Sekali peristiwa kami datang mengadukan kelaparan kepada  Rasulullah SAW lalu kami mengangkat kain kami, di mana padanya terikat  batu demi batu pada perut kami. Maka Rasulullah SAW pun mengangkat  kainnya, lalu kami lihat pada perutnya terikat dua batu demi dua batu.  (At-Targhib Wat-Tarhib 5:156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abid Dunia memberitakan dari  Ibnu Bujair ra. dan dia ini dari para sahabat Nabi SAW Ibnu Bujair  berkata: Pernah Nabi SAW merasa terlalu lapar pada suatu hari, lalu  beliau mengambil batu dan diikatkannya pada perutnya. Kemudian beliau  bersabda: Betapa banyak orang yang memilih makanan yang halus-halus di  dunia ini kelak dia akan menjadi lapar dan telanjang di hari kiamat! Dan  betapa banyak lagi orang yang memuliakan dirinya di sini, kelak dia  akan dihinakan di akhirat. Dan betapa banyak orang yang menghinakan  dirinya di sini, kelak dia akan dimuliakan di akhirat.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari  dan Ibnu Abid Dunia meriwayatkan dari Aisyah ra. dia berkata: Bala yang  pertama-tama sekali berlaku kepada ummat ini sesudah kepergian Nabi SAW  ialah kekenyangan perut! Sebab apabila sesuatu kaum kenyang perutnya,  gemuk badannya, lalu akan lemahlah hatinya dan akan merajalelalah  syahwatnya!&lt;br /&gt;(At-Targhib Wat-Tarhib 3:420).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-2529483410908113628?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/2529483410908113628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/keadaan-lapar-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2529483410908113628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2529483410908113628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/keadaan-lapar-rasulullah-saw.html' title='Keadaan Lapar Rasulullah SAW'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-2996871990003680732</id><published>2009-11-17T18:01:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T18:01:19.980-08:00</updated><title type='text'>FATIMAH RADHIYALLAHU 'ANHA DAN GILINGAN GANDUM</title><content type='html'>Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra  rha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian)  dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil  menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, "apa yang menyebabkan  engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan  matamu menangis". Fathimah rha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan  urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis". Lalu  duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah rha. melanjutkan  perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'aliy  (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda  menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah".  Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW  mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang  diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu  seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan  tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah  SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya  dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya  seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga  habislah butir-butir syair itu digilingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW  berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin  Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan  itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala  sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih,  "ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda  dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh  hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba  gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah  SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya) &lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang  beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan  bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar,  yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang  dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang  dititahkan". &lt;br /&gt;Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi  batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada  batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu  dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam sorga". Maka bergembiralah  penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  SAW bersabda kepada anandanya, "jika Allah SWT menghendaki wahai  Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu.  Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa  kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya  untukmu beberapa derajat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling  tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan  untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan  mengangkatnya satu derajat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Fathimah perempuan mana yang  berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT  menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah,  perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut  mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan  baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang  yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya  Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya  maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada  hari kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua  adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha  denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai  Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu  dari kemarahan Allah SWT?. Ya Fathimah, apabil seseorang perempuan  mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat  untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu  kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai  sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala  orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil.  Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti  keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal  tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan  akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga,  dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah  serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan  mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan  ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya  semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau  dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada  tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala  haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan  suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya  Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk  berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka  berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "teruskanlah 'amalmu  maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari  dosamu dan sesuatu yang akan datang". Ya Fathimah, perempuan mana yang  meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya  serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari  sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya,  dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman  sorga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan  selamatlah ia melintas di atas titian Shirat". &lt;br /&gt;Syarah 'Uquudil  lijjaiin-Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani.&lt;br /&gt;ciambil dari ninja muslim group.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-2996871990003680732?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/2996871990003680732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/fatimah-radhiyallahu-anha-dan-gilingan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2996871990003680732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2996871990003680732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/fatimah-radhiyallahu-anha-dan-gilingan.html' title='FATIMAH RADHIYALLAHU &apos;ANHA DAN GILINGAN GANDUM'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-2898380142480487180</id><published>2009-11-15T18:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T18:10:13.405-08:00</updated><title type='text'>Kisah Salman al-Farisi Mencari Kebenaran</title><content type='html'>Salman al-Farisi pada awal hidupnya adalah seorang bangsawan dari  Persia yang menganut agama Majusi. Namun dia tidak merasa nyaman dengan  agamanya. Pergolakan batin itulah yang mendorongnya untuk mencari agama  yang dapat menentramkan hatinya.Kisah Salman diceritakan  langsung kepada seorang sahabat dan keluarga dekat Nabi Muhammad bernama  Abdullah bin Abbas:Salman dilahirkan dengan nama Persia,  Rouzbeh, di kota Kazerun, Fars, Iran. Ayahnya adalah seorang Dihqan  (kepala) desa. Dia adalah orang terkaya di sana dan memiliki rumah  terbesar.Ayahnya menyayangi dia, melebihi siapa pun. Seiring  waktu berlalu, cintanya kepada Salman semakin kuat dan membuatnya  semakin takut kehilangan Salman. Ayahnya pun menjaga dia di rumah,  seperti penjara.Ayah Salman memiliki sebuah kebun yang luas,  yang menghasilkan pasokan hasil panen berlimpah. Suatu ketika ayahnya  meminta dia mengerjakan sejumlah tugas di tanahnya. Tugas dari ayahnya  itulah yang menjadi awal pencarian kebenaran."Ayahku memiliki  areal tanah subur yang luas. Suatu hari, ketika dia sibuk dengan  pekerjaannya, dia menyuruhku untuk pergi ke tanah itu dan memenuhi  beberapa tugas yang dia inginkan. Dalam perjalanan ke tanah tersebut,  saya melewati gereja Nasrani. Saya mendengarkan suara orang-orang shalat  di dalamnya. Saya tidak mengetahui bagaimana orang-orang di luar hidup,  karena ayahku membatasiku di dalam rumahnya! Maka ketika saya melewati  orang-orang itu (di gereja) dan mendengarkan suara mereka, saya masuk ke  dalam untuk melihat apa yang mereka lakukan."&lt;br /&gt;"Ketika saya  melihat mereka, saya menyukai salat mereka dan menjadi tertarik  terhadapnya (yakni agama). Saya berkata (kepada diriku), 'Sungguh, agama  ini lebih baik daripada agama kami'".Salman memiliki pemikiran  yang terbuka, bebas dari taklid buta. "Saya tidak meninggalkan mereka  sampai matahari terbenam. Saya tidak pergi ke tanah ayahku."Dan  ketika pulang, ayahnya bertanya. Salman pun menceritakan bertemu dengan  orang-orang Nasrani dan mengaku tertarik. Ayahnya terkejut dan berkata:  "Anakku, tidak ada kebaikan dalam agama itu. Agamamu dan agama nenek  moyangmu lebih baik.""Tidak, agama itu lebih baik dari milik  kita," tegas Salman.Ayah Salman pun bersedih dan takut Salman  akan meninggalkan agamanya. Jadi dia mengunci Salman di rumah dan  merantai kakinya.Salman tak kehabisan akan dan mengirimkan  sebuah pesan kepada penganut Nasrani, meminta mereka mengabarkan jika  ada kafilah pedagang yang pergi ke Suriah. Setelah informasi didapat,  Salman pun membuka rantai dan kabur untuk bergabung dengan rombongan  kafilah.Ketika tiba di Suriah, dia meminta dikenalkan dengan  seorang pendeta di gereja. Dia berkata: "Saya ingin menjadi seorang  Nasrani dan memberikan diri saya untuk melayani, belajar dari anda, dan  salat dengan anda."Sang pendeta menyetujui dan Salman pun masuk  ke dalam gereja. Namun tak lama kemudian, Salman menemukan kenyataan  bahwa sang pendeta adalah seorang yang korup. Dia memerintahkan para  jemaah untuk bersedekah, namun ternyata hasil sedekah itu ditimbunnya  untuk memperkaya diri sendiri.Ketika pendeta itu meninggal dunia  dan umat Nasrani berkumpul untuk menguburkannya, Salman mengatakan  bahwa pendeta itu korup dan menunjukkan bukti-bukti timbunan emas dan  perak pada tujuh guci yang dikumpulkan dari sedekah para jemaah.Setelah  pendeta itu wafat, Salman pun pergi untuk mencari orang saleh lainnya,  di Mosul, Nisibis, dan tempat lainnya.Pendeta yang terakhir  berkata kepadanya bahwa telah datang seorang nabi di tanah Arab, yang  memiliki kejujuran, yang tidak memakan sedekah untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Salman  pun pergi ke Arab mengikuti para pedagang dari Bani Kalb, dengan  memberikan uang yang dimilikinya. Para pedagang itu setuju untuk membawa  Salman. Namun ketika mereka tiba di Wadi al-Qura (tempat antara Suriah  dan Madinah), para pedagang itu mengingkari janji dan menjadikan Salman  seorang seorang budak, lalu menjual dia kepada seorang Yahudi.Singkat  cerita, akhirnya Salman dapat sampai ke Yatsrib (Madinah) dan bertemu  dengan rombongan yang baru hijrah dari Makkah. Salman dibebaskan dengan  uang tebusan yang dikumpulkan oleh Rasulullah SAW dan selanjutnya  mendapat bimbingan langsung dari beliau.&lt;br /&gt;Betapa gembira hatinya,  kenyataan yang diterimanya jauh melebihi apa yang dicita-citakannya,  dari sekadar ingin bertemu dan berguru menjadi anugerah pengakuan  sebagai muslimin di tengah-tengah kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang  disatukan sebagai saudara.&lt;br /&gt;Kisah kepahlawanan Salman yang  terkenal adalah karena idenya membuat parit dalam upaya melindungi kota  Madinah dalam Perang Khandaq. Ketika itu Madinah akan diserang pasukan  Quraisy yang mendapat dukungan dari suku-suku Arab lainnya yang  berjumlah 10.000 personel. Pemimpin pasukan itu adalah Abu Sufyan.  Ancaman juga datang dari dalam Madinah, di mana penganut Yahudi dari  Bani Quradhzah akan mengacau dari dalam kota.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pun  meminta masukan dari sahabat-sahabatnya bagaimana strategi menghadapi  mereka. Setelah bermusyawarah akhirnya saran Salman Al Farisi atau yang  biasa dipanggil Abu Abdillah diterima. Strategi Salman memang belum  pernah dikenal oleh bangsa Arab pada waktu itu. Namun atas ketajaman  pertimbangan Rasulullah SAW, saran tersebut diterima.&lt;br /&gt;Atas saran  Salman itulah perang dengan jumlah pasukan yang tak seimbang dimenangkan  kaum Muslimin.&lt;br /&gt;Setelah meninggalnya Nabi Muhammad, Salman  dikirim untuk menjadi gubernur di daerah kelahirannya, hingga dia wafat.&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Diolah  dari: Wikipedia, The Search for The Truth -by a Man Known as Salman the  Persian karangan Dr Saleh as-Saleh, dan sumber-sumber lainnya.&lt;/em&gt;  (jri)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-2898380142480487180?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/2898380142480487180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/kisah-salman-al-farisi-mencari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2898380142480487180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/2898380142480487180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/kisah-salman-al-farisi-mencari.html' title='Kisah Salman al-Farisi Mencari Kebenaran'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-1289979762868486968</id><published>2009-11-10T18:42:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T18:42:16.416-08:00</updated><title type='text'>Keberaniana Az zubair Ibnu Al awwam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ibnu Asakir telah mengeluarkan dari Said bin Al-Musaiyib, dia berkata: Orang pertama yang menghunus pedangnya fi sabilillah ialah Az-Zubair bin Al-Awwam ra. Pada suatu hari, sedang dia sibuk dengan kerjanya, tiba-tiba terdengar olehnya desas-desus bahwa Rasulullah SAW telah dibunuh orang. Az-Zubair tidak membuang waktu lagi, lalu mengambil pedangnya keluar mencari-cari sumber berita itu. Di tengah jalan dia bertemu dengan Rasulullah SAW sedang berjalan, wajahnya tertegun. Rasulullah SAW lalu bertanya: Mengapa engkau wahai Zubair, terkejut? Jawabnya: Aku dengar berita, bahwa engkau telah dibunuh orang! Rasulullah SAW juga terkejut, lalu berkata: Kalau aku dibunuh orang, maka apa yang hendak engkau buat? Jawab AzZubair: Aku akan menantang semua orang Makkah, kerana itu! RasuluHah SAW lalu mendoakan segala yang baik-baik baginya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ibnu Asakir dan Abu Nuaim memberitakan dari Urwah bahwa Az-Zubair bin Al-Awwam pernah mendengar bisikan syaitan yang mengatakan bahwa Muhammad SAW telah dibunuh dan ketika itu Az-Zubair baru saja berusia dua belas tahun. Az-Zubair lalu mengambil pedangnya, dan berkeliaran di lorong-lorong Makkah mencari Nabi SAW yang ketika itu berada di daerah tinggi Makkah, sedang di tangan Az-Zubair pedang yang terhunus. Apabila dia bertemu dengan Nabi SAW Beliau bertanya: Kenapa engkau dengan pedang yang terhunus itu hai Zubair?! Dia menjawab: Aku dengar engkau dibunuh orang Makkah. Rasulullah SAW tersenyum, lalu bertanya lagi: Apa yang hendak engkau perbuat, jika aku terbunuh? jawab Az-Zubair: Aku akan menuntut balas akan darahmu kepada siapa yang membunuhmu! Rasulullah SAW lalu mendoakan bagi Az-Zubair dan bagi pedangnya, kemudian menyuruhnya kembali saja. Maka itu dianggap sebagai pedang pertama yang terhunus fii sabilillah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;(Kanzul Ummal 5:69; Al-Ishabah 1:545)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Yunus menyebut dari Ibnu Ishak, bahwa Talhah bin Abu Talhah Al-Abdari, pembawa bendera kaum Musyrikin pada hari Uhud telah mengajak perang tanding, tetapi tiada seorang pun yang mau keluar menemuinya. Maka Az-Zubair bin Al-Awwam ra. keluar untuk menghadapinya. Mereka berdua bertarung sampai Az-Zubair melompat ke atas untanya, dan menariknya jatuh ke atas tanah, dan di situ dia bertarung dengan Talhah, sehingga akhirnya Az-Zubair dapat mengalahkan Talhah dan membunuhnya dengan pedangnya. Lantaran itu Rasulullah SAW telah berkata: Tiap-tiap Nabi ada pengiringnya, dan pengiringku ialah Az-Zubair. Kemudian Beliau berkata lagi: Kalau Az-Zubair tidak keluar melawannya, niscaya aku sendiri yang akan keluar dan melawannya, kerana melihat ramai orang yang tidak sanggup melawannya. (Al-Bidayah Wan-Nihayah 4:20)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Yunus memberitakan lagi dari Ibnu Ishak yang berkata: Pada hari pertempuran Khandak, telah keluar Naufal bin Abdullah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi seraya mengajak untuk lawan tanding. Maka segera keluar menghadapinya Az-Zubair bin Al-Awwam ra. dan melawannya sehingga dia dapat membelah tubuh musuhnya menjadi dua, sehingga pedangnya menjadi tumpul. (Al-Bidayah Wan-Nihayah 4:107)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;lbnu jarir telah mengeluarkan dari Asma binti Abu Bakar ra. dia berkata: Telah datang seorang Musyrik yang lengkap dengan senjatanya, dia lalu mendaki di sebuah tempat yang tinggi, seraya menjerit: Siapa yang mau bertanding dengan aku! Rasulullah SAW berkata kepada seseorang di situ: Boleh engkau bertanding dengan dia? Jawab orang itu: Jika engkau suruh, hai Rasulullah! Maka tiba-tiba Az-Zubair menjengukkan dirinya, maka dia dilihat oleh Rasulullah SAW seraya berkata kepadanya: Hai putera Shafiyah! Bangun menghadapinya! Az-Zubair ra. segera mendatangi musuh itu dan mendaki bukit hingga tiba di puncaknya. Mereka lalu berduel, sehingga kedua-duanya berguling- guling dari atas bukit itu. Lalu Rasulullah SAW yang dari tadi melihat peristiwa itu, berkata: Siapa yang tersungkur ke bawah bukit itu, dialah yang akan mati. Maka masing-masing Nabi SAW dan kaum Muslimin mendoakan supaya yang jatuh dahulu itu si kafir. Maka benarlah si kafir itu yang jatuh dulu, manakala Az-Zubair jatuh ke atas dadanya, lalu si kafir itu mati. (Kanzul Ummal 5:69)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Baihaqi memberitakan dari Abdullah bin Az-Zubair ra. dia berkata: Pada hari pertempuran Khandak, aku masih kecil dan aku dikumpulkan dengan kaum wanita dan anak-anak kecil di tempat yang tinggi, dan bersama kami ialah Umar bin Abu Salamah. Kerap Umar membenarkan aku menaiki bahunya untuk melihat apa yang terjadi di bawah sana. Aku melihat ayahku mengayunkan pedangnya ke kanan dan ke kiri, pendek kata siapa saja yang coba mendekatinya, dihabisinya dengan pedangnya. Pada waktu petang, datang ayahku ke tempat kami untuk menjenguk, lalu aku berkata kepadanya: Ayah! Aku lihat engkau berperang pada hari ini, dan apa yang engkau lakukan tadi! Ayahku menjawab: Engkau lihat apa yang ayah buat, duhai anakku?! Jawabku: Ya. Dia lalu berkata lagi: Aku lakukan untuk mempertahankanmu, demi ayah dan ibuku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;(Al-Bidayah Wan-Nihayah 4:107)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Bukhari telah mengeluarkan dari Urwah ra. bahwa para sahabat Rasulullah SAW berkata kepada Az-Zubair ra. pada hari pertempuran di Yarmuk: pimpinlah kami untuk menerobos barisan musuh, kami akan ikut di belakangmu! Az-Zubair menjawab: Nanti kalau aku menggempur mereka, kamu akan duduk di belakang saja. Jawab mereka: Tidak, kami akan sama-sama menggempur! Maka Az-Zubair pun menerobosi barisan musuh serta menggempur mereka, dan tidak ada seorang pun bersamanya ketika itu, lalu dia kembali lagi ke barisannya, sedang lehemya penuh luka-luka oleh pukulan musuh. Ada dua bekas luka di situ, yang satu adalah dari bekas kena pukulan di hari Badar. Berkata Urwah r.a.: Aku pernah memainkan tempat bekas luka itu ketika aku kecil, dan ketika itu Abdullah juga masih kecil, umurnya sepuluh tahun, lalu ayah kami Az-Zubair mengajaknya naik di atas kuda, kemudian diserahkannya kepada orang lain. (Al-Bidayah Wan-Nihayah 7:11) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="post-author"&gt; Posted by azharjaafar &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-1289979762868486968?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/1289979762868486968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/keberaniana-az-zubair-ibnu-al-awwam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1289979762868486968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1289979762868486968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/keberaniana-az-zubair-ibnu-al-awwam.html' title='Keberaniana Az zubair Ibnu Al awwam'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-5092256698497107986</id><published>2009-11-08T18:06:00.001-08:00</published><updated>2009-11-08T18:06:42.764-08:00</updated><title type='text'>BILAL BIN RABAH  Muaddzin Rasulullah …..Lambang Persamaan  Derajat Manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: #333300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Arial; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: #333300;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: #333300;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;a adalah Muaddzin Rasul. Asalnya seorang budak, yang disiksa oleh tuannya dengan batu panas, agar ia meninggalkan Islam, tetapi jawabnya: “….Ahad….Ahad..!—Allah Yang Maha Tunggal….Allah Yang Maha Tunggal….!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Dan setelah Anda lihat keabadian yang telah dianugerahkan Islam kepada Bilal…., bahwa sebelum Islam, Bilal ini tidak lebih dari seorang budak belian; yang menggembalakan unta milik tuannya dengan imbalan dua genggam kurma! Tanpa Islam, pastilah ia takkan luput dari kenistaan perbudakan—sampai maut datang merenggutnya—setelah itu orang melupakannya……&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kebenaran iman dan keagungan Agama yang diyakininya telah meluangkan baginya dalam kehidupan dan riwayat hidup, suatu kedudukan tinggi pada deretan tokoh-tokoh Islam dan orang-orang sucinya….! Banyak di antara orang-orang terkemuka—golongan berpengaruh dan mempunyai harta – yang tidak berhasil mendapatkan agak sepersepuluh dari keharuman nama yang diperoleh Bilal…!&lt;br /&gt;Bahkan tidak sedikit tokoh-tokoh sejarah yang tidak mencapai separuh kemasyhuran yang dicapai oleh Bilal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Kehitaman warna kulit; kerendahan kasta dan bangsa; serta kehinaan dirinya di antara manusia selama itu sebagai budak belian, sekali-kali tidaklah menutup pintu baginya untuk menempati kedudukan tinggi yang dirintis oleh kebenaran, keyakinan, kesucian dan kesungguhannya setelah ia memasuki Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Semua itu adalah karena dalam neraca penilaian dan penghormatan yang diberikan kepadanya, tak&amp;nbsp; ada perhitungan lain kecuali kekaguman; yakni&amp;nbsp; ketika dijumpai kebesaran yang tidak terduga. Orang menyangka bahwa seorang hamba seperti Bilal, biasanya asal-usulnya tidak menentu; tidak berdaya dan tidak mempunyai keluarga, serta tidak memiliki suatu hak pun dari hidupnya. Dirinya adalah milik tuannya yang telah membeli dengan hartanya, dan kerjanya berada di tengah hewan ternak, pulang balik di antara unta dan domba tuannya. Menurut dugaan mereka, makhluk seperti ini takkan mampu melakukan sesuatu,&amp;nbsp; atau menjadi sesuatu yang berarti!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Kiranya ia berbeda dengan apa yang disangka dan diperkirakan itu. Karena ia mampu mencapai derajat keimanan yang tidak mungkin dicapai oleh lainnya…., lalu menjadi muaddzin pertama bagi Rasulullah dan Islam; suatu amal yang menjadi inceran bagi setiap pemimpin dan pembesar Quraisy yang telah masuk Islam dan menjadi pengikut Rasul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;Benar…., Bilal bin Rabiah!&lt;br /&gt;Corak kepahlawan apakah, dan bentuk kebesaran manakah yang ditonjolkan oleh ketiga kata-kata ini,”Bilal bin Rabah…?” Ia seorang Habsyi dari golongan orang berkulit hitam. Taqdir telah membawa nasibnya menjadi budak dari Bani Jumah di kota Mekah, karena ibunya salah seorang hamba sahaya mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupannya tidak berbeda dengan budak&amp;nbsp; biasa. Hari-harinya berlalu secara rutin tapi gersang, tidak memiliki sesuatu pada hari itu, tidak pula menaruh harapan pada hari esok. Dan berita-berita mengenai Nabi Muhammad saw. telah mulai sampai ke telinganya, yakni ketika orang-orang di Mekah menyampaikannya dari mulut ke mulut. Juga ketika mendengar obrolan majikannya bersama tetamunya; terutama majikannya Umayah bin Khalaf, salah seorang pemuka Bani Jumah, yaitu kabilah yang menjadi majikan yang dipertuan oleh Bilal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Lamalah sudah didengarnya Umayah ketika membicarakan Rasulullah, baik dengan kawan-kawannya maupun sesame warga sukunya; mengeluarkan kata-kata berbisa; penuh dengan rasa amarah, tuduhan dan kebencian. Di antara apa yang dapat ditangkap oleh Bilal dari ucapan kemarahan yang tidak berujungpangkal itu, ialah sifat-sifat yang melukiskan Agama baru baginya. Dan munurutnya hematnya, sifat-sifat itu merupakan hal-hal baru dipandang dari sudut lingkungan di mana ia tinggal. Sebagaimana juga di antara ucapan-ucapan yang keras penuh ancaman itu, tapi pula kedengaran olehnya pengakuan mereka akan kemulian Nabi Muhammad saw, tentang kejujuran dan keterpercayaannya….!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Didengarnya mereka mempercakapkan kesetiaannya menjaga amanat…, tentang kejujuran dan ketulusannya….., tentang akhlak dan kepribadiannya…. Didengarnya pula mereka berbisik-bisik mengenai sebab yang mendorong mereka menentang dan memushinya, yaitu: pertama kesetiaan mereka terhadap kepercayaan yang diwariskan nenek moyangnya; dan kedua kekhawatiran merosotnya kemuliaan Quraisy, kemuliaan yang mereka peroleh sebagai imbalan kedudukan mereka menjadi markas keagamaan, sebagai pusat ibadah dan upacara haji di srat jazirah Arab…., kemudian kedengkian terhadap Bani Hasyim, kenapa munculnya Nabi dan Rasul itu dari golongan ini dan bukan dari pihak mereka…!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Pada suatu hari, Bilal bin Rabah mendengar imbauannya dalam lubuk hatinya yang suci murni. Maka ia mendapatkan Rasulullah saw dan menyatakan keislamannya. Dan tidak lama antaranya, berita rahasia keislaman Bilal terungkaplah…, dan beredar di antara kepala tuan-tuannya dari Bani Jumah yakni Umayah bin Khalaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksaan demi siksaan yang didapat dari majikannya agar ia melepaskan keislamannya. Tetapi Bilal bin Rabah tetap tegar. Waktu pagi hampir berlalu, waktu zuhur dekat menjelang dan Bilal pun dibawa orang ke padang pasir, tetapi tetap sabar dan tabah, tenang tak tergoyah, sementara mereka menyiksanya, tiba-tiba datanglah Abu Bakar Shiddiq, serunya: “Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena mengatakan bahwa Tuhanku ialah Allah?!” Kemudian katanya kepada Umayah bin Khalaf:”Terimalah ini untuk tebusannya, lebih tinggi dari harganya, bebaskan ia…”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Bagai orang yang hampir tenggelam, tiba-tiba diselamatkan oleh sampan penolong, demikian halnya Umayah saat itu; hatinya lega dan merasa amat beruntung demi didengarnya Abu Bakar hendak menebus budaknya.&amp;nbsp; Ia telah berputus asa akan menundukkan Bilal. Apalagi mereka adalah orang-orang saudagar, dengan dijualnya Bilal mereka melihat keuntungan yang tidak akan diperoleh dengan jalan membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Kemudian pergilah Sayidina Abu Bakar bersama Bilal sahabatnya itu kepada Rasululullah saw. dan menyampaikan berita gembira tentang kebebasannya, maka saat itu pun tak ubah bagai hari raya besar juga..!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Pada hari itu pilihan Rasulullah jatuh atas dirinya sebagai muaddzin pertama dalam Islam. Dan dengan suaranya yang merdu dan empuk diisinya dengan keimanan dan telinga dengan keharuan , sementara seruannya menggemakan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-5092256698497107986?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/5092256698497107986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/bilal-bin-rabah-muaddzin-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5092256698497107986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5092256698497107986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/bilal-bin-rabah-muaddzin-rasulullah.html' title='BILAL BIN RABAH  Muaddzin Rasulullah …..Lambang Persamaan  Derajat Manusia'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-3849444599222927952</id><published>2009-11-08T18:05:00.001-08:00</published><updated>2009-11-08T18:05:49.672-08:00</updated><title type='text'>HUDZAIFAH IBNUL YAMAN  Seteru Kemunafikan, Kawan Keterbukaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: #333300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Arial; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: #333300;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: #333300;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Semenjak ia bersama saudaranya, Shafwan, menemani bapaknya menghadap Rasulullah saw dan ketiganya memeluk Islam, sementara Islam menyebabkan wataknya bertambah terang dan cemerlang…., maka sungguh, ia menganutnya itu secara teguh dan suci, serta lurus dan gagah berani, dan dipandangnya sifat pengecut, bohong dan kemunafikan sebagai sifat yang rendah dan hina….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: #333300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Arial; font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="color: #333300;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;Ia terdidik di tangan Rasulullah saw dengan kalbu terbuka tak ubah bagai cahaya shubuh, hingga tak suatu pun dari persoalan hidupnya yang tersembunyi. Tak ada rahasia terpendam dalam lubuk hatinya…., seorang yang benar dan jujur, mencintai orang-orang yang teguh membela kebenaran, sebaliknya mengutuk orang-orang yang berbelit-belit dan riya, orang-orang culas bermuka dua….!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: #333300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Arial; font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="color: #333300;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;Ia bergaul dengan Rasulullah saw dan sungguh, tak ada lagi tempat baik di mana bakat Hudzaifah ini tumbuh subur dan berkembang sebagai halnya di arena ini, yakni dalam pangkuan Agama Islam, di hadapan Rasulullah dan di tengah-tengah golongan besar Kaum perintis dari sahabat-sahabat Rasulullah saw….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: #333300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Arial; font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="color: #333300;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Bakatnya ini benar-benar tumbuh menurut kenyataan…..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hingga ia berhasil mencapai keahlian dalam membaca tabiat dan airmuka seseorang. Dalam waktu selintas kilas, ia dapat menebak air muka dan tanpa susah payah akan mampu menyelidiki rahasia-rahasia yang tersembunyi serta simpanan yang terpendam…..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kemampuannya dalam hal ini, telah sampai kepada apa diinginkannya, hingga Amirul Mu’minin Umar ra yang dikenal sebagai orang yang penuh dengan inspirasi – seorang yang cerdas dan ahli, sering juga mengandalkan pendapat Hudzaifah, begitu pula ketajaman pandangannya dalam memilih tokoh dan mengenali mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sungguh Hudzaifah telah dikaruniai fikiran jernih, menyebabkan sampai pada suatu kesimpulan, bahwa dalam kehidupan ini sesuatu yang baik itu adalah yang jelas dan gamblang, yakni bagi orang yang betul-betul menginginkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Berkatalah ia:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“orang-orang menanyakan kepada Rasululla saw tentang kebaikan, tetapi saya menanyakan kepadanya tentang kejahatan, karena takut akan terlibat di dalamnya. Pernah kubertanya: “Wahai Rasulullah, dulu kita berada dalam kejahiliyahan dan diliputi kejahatan, lalu Allah mendatangkan kepada kita kebaikan ini……, apakah di balik kebaikan ini ada kejahatan…? “Ada”, ujarnya. “Kemudian apakah setelah kejahatan masih ada lagi kebaikan…?” tanyaku pula. “Memang, tetapi kabur dan bahaya….?” Apa bahaya itu…? “Yaitu segolongan ummat mengikuti sunnah bukan sunnahku, dan mengikuti petunjuk bukan petunjukku. Kenalilah mereka olehmu dan laranglah…”.”Kemudian setelah kebaikan tersebut masihkah ada lagi kejahatan…?”, tanyaku pula. “Masih”, ujar Nabi, “yakni para tukang seru di pintu neraka. Barangsiapa menyambut seruan mereka, akan mereka lemparkan ke dalam neraka….!”&lt;br /&gt;Lalu kutanyakan kepada Rasulullah:”Ya Rasulullah, apa yang harus saya perbuat bila saya menghadapi hal demikian…?” Ujar Rasulullah: “senantiasa mengikuti jama’ah kaum muslimin dan pemimpin mereka…!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Bagaiamana kalau mereka tidak punya jama’ah dan tidak pula pemimpin…?” “Hendaklah kamu tinggalkan golongan itu semua, walaupun kamu akan tinggal di rumpun kayu sampai kamu menemui ajal dalam keadaaan demikian…!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Nah tidakkah anda perhatikan ucapannya: “Orang-orang menanyakan kepada Rasulullah saw tentang kebaikan, tetapi saya menanyakan kepadanya tentang kejahatan, karena takut akan terlibat di dalamnya…!”?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pengalaman Hudzaifah yang luas tentang kejahatan dan ketekunannya untuk melawan dan menentangnya, menyebabkan lidah dan kata-katanya menjadi tajam.. Hal ini diakuinya kepada kita secara ksatria, katanya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Saya datang menemui Rasulullah saw, kataku padanya: Wahai Rasulullah, lidahku agak tajam terhadap keluargaku, dan saya khawatir kalau-kalau hal itu akan menyebabkan saya masuk neraka….Maka ujar Rasulullah saw: Kenapa kamu tidak beristighfar…? Sungguh, saya beristighfar kepada Allah tiap hari seratus kali…”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Inilah dia Hudzaifah musuh kemunafikan dan sahabat keterbukaan… Dan tokoh semacam ini pastilah imannya teguh dan kecintaannya mendalam. Demikianlah pula halnya Hudzaifah, dalam keimanan dan kecintaanya…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Disaksikannya bapaknya yang telah beragama Islam tewas di perang Uhud…, dan di tangan srikandi Islam sendiri, yang melakukan kekhilafan karena menyangkanya sebagai orang musyrik…!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Huzdaifah melihat dari jauh pedang sedang dihunjamkan kepada ayahnya, ia berteriak: “ayahku …ayahku… jangan ia ayahku”… Tetapi Qadla Allah telah tiba….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dan&amp;nbsp; ketika Kaum Muslimin mengetahui hal itu, mereka pun diliputi suasana duka dan sama-sama membisu. Tetapi sambil memandangi mereka dengan sikap kasih sayang dan penuh pengampunan, katanya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Semoga Allah mengampuni tuan-tuan, Ia adalah sebaik-baik Penyayang…!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kemudian dengan pedang terhunus ia maju ke daerah tempat berkecamuknya pertempuran dan membaktikan tenaga serta menunaikan tugas kewajibannya…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Akhirnya peperangan pun usailah dan berita tersebut sampai ke telinga Rasulullah saw. Maka disuruhnya membayar diyat atas terbunuhnya ayahanda Hudzaifah (Husail bin Yabir) yang ternyata ditolak oleh Sayidina Hudzaifah ini dan disuruh membagikannya kepada kaum Muslimin. Hal itu menambah sayang dan tingginya penilaian Rasulullah terhadap dirinya….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pada suatu hari diantara hari-hari yang datang silih berganti dalam tahun 36 hijrah, Hudzaifah mendapat panggilan menghadap Ilahi…Dan tatkala ia sedang berkemas-kemas untuk berangkat melakukan perjalanannya yang terakhir, masuklah beberapa orang sahabatnya. Maka ditanyakannya kepada mereka:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Apakah tuan-tuan membawa kain kafan…?”&lt;br /&gt;“Ada”, ujar mereka.&lt;br /&gt;“Coba lihat”, kata Hudzaifah pula.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Maka tatkalah dilihatnya kain kafan itu baru dan agak mewah, terlukislah pada kedua bibirnya senyuman terakhir bernada ketidaksenangan, lalu katanya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Kain kafan ini tidak cocok bagiku…!&lt;br /&gt;Cukuplah bagiku dua helai kain putih tanpa baju..!&lt;br /&gt;Tidak lama aku akan berada dalam kubur, menunggu diganti dengan kain yang lebih baik atau dengan yang lebih jelek..!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kemudian ia menggumamkan beberapa kalimat dan sewaktu didengarkan oleh hadirin dengan mendekatkan telinga mereka kedengaranlah ucapannya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Selamat datang, wahai maut&lt;br /&gt;Kekasih tiba di waktu rindu&lt;br /&gt;Hati bahagia tak ada keluh atau sesalku…”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ketika itu ruhnya kembali ke hadirat Ilahi, ruh suci di antara arwah para shalihin, ruh yang cemerlang, taqwa, tunduk dan berbakti….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-3849444599222927952?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/3849444599222927952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/hudzaifah-ibnul-yaman-seteru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3849444599222927952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3849444599222927952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/hudzaifah-ibnul-yaman-seteru.html' title='HUDZAIFAH IBNUL YAMAN  Seteru Kemunafikan, Kawan Keterbukaan'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-7538242643680791251</id><published>2009-11-08T18:04:00.001-08:00</published><updated>2009-11-08T18:04:38.953-08:00</updated><title type='text'>ASMA BINTI YAZID BIN SAKAN (Ahli Pidato Kaum Wanita)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: #333300; font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-family: Arial; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: #333300;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: maroon; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: #333300;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Kuniyah (panggilan) nya adalah Ummi Amiral-Ausiyah al Asyhaliyah. Ia putri paman Mu’adz bin Jabal. Dia telah berbai’at kepada Rasulullah Saw. Asma binti Yazid bin Sakan bertanya banyak masalah kepada Rasulullah Saw dan menyampaikan pertanyaan dengan detail dalam masalah fiqih. Dialah yang pernah bertanya kepada beliau, ”Apakah wanita terzhihar karena haidh?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;Asma binti&amp;nbsp; Yazid adalah seorang&amp;nbsp; ahli pidato yang ulung yang datang kepada Rasulullah Saw berkenaan dengan tawanan wanita ujarnya, ”Wahai Rasulullah, seorang utusan datang setelah aku dari kalangan kaum wanita beriman yang semuanya berkata sesuai perkataanku dan mereka sependapat denganku, bahwa Allah Ta’ala telah mengutus engkau untuk kaum pria dan wanita, lalu kami beriman dan mengikuti agama engkau. Namun kami sebagai kaum wanita terbatas langkahnya, tinggal di rumah, mengurus suami dan melahirkan anak-anak mereka, sementara kaum pria diberi kelebihan dengan berkumpul, menghadiri jenazah dan berjihad. Manakala mereka keluar untuk jihad, kami pelihara harta mereka, kami didik anak-anaknya, kami juga ingin mendapat pahala seperti yang mereka dapatkan itu.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabatnya, ”Sudikah kalian mendengar ucapan wanita yang menyampaikan pertanyaan paling baik tentang agamanya selain dari dia?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Para sahabat menjawab, ”Ya, kami mendengarnya wahai Rasulullah!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Maka Rasulullah Saw menanggapi ucapan Asma sebagai berikut, ”Wahai Asma, pergilah dan sampaikanlah kepada teman dan saudar-saudaramu dari kalangan wanita bahwa berbakti kepada suami dan berusaha meraih redhanya serta mematuhinya, pahalanya sebanding dengan pahala yang didapat kaum pria yang engkau sebutkan itu.” (HR. Hakim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;Asma binti Yazid pernah menjadi pelayan Rasulullah Saw. Ujarnya,”Sungguh, aku telah memegang tali unta Rasulullah saat turun kepadanya Surat Al-Maidah seluruhnya. Karena turunnya surat tersebut nyaris memecahkan leher unta beliau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Dan Asma juga bercerita,”Sekali waktu Rasulullah Saw menjumpai aku bersama sekelompok kaum wanita. Lalu beliau mengucap salam dan kami menjawabnya.&amp;nbsp; Dan Aku telah ikut dalam banyak peperangan untuk mengobati tentara yang terluka terutama pada perang Yarmuk.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;Semoga Allah meredhai Sayidatina Asma binti Yazid&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-7538242643680791251?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/7538242643680791251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/asma-binti-yazid-bin-sakan-ahli-pidato.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/7538242643680791251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/7538242643680791251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/asma-binti-yazid-bin-sakan-ahli-pidato.html' title='ASMA BINTI YAZID BIN SAKAN (Ahli Pidato Kaum Wanita)'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-3145476309278408615</id><published>2009-11-08T18:02:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T18:02:41.265-08:00</updated><title type='text'>UTSMAN BIN MAZHUN (Yang Berkurban Demi Islam)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;Utsman bin Mazhun adalah pendeta kuil kehidupan. Dia orang yang ke-14 dari mereka yang masuk Islam. Dan sahabat yang pertama kali dikubur di pekuburan Baqi’, sebagaimana ia juga orang yang pertama kali hijrah ke negeri Habasyah dan yang melakukan dua kali hijrah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;Saat ia mengetahui bahwa sikap permusuhan orang-orang Quraisy terhadap kaum muslimin menjadi lunak, maka ia kembali ke Makkah, namun ternyata ia mendapat penyiksaan. Maka ia bergabung dengan orang yang mendapat perlindungan dari Walid bin Mughirah sehingga iapun mendapat perlindungan. Dan saat ia menyaksikan kaum muslimin disiksa, maka ia keluar darinya sambil berkata, ”Aku rela mencari perlindungan dari Allah dan tidak sudi meminta perlindungan kepada selain-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;Lalu ia duduk untuk mendengarkan seorang penyair tenar Labid bin Rabi’ah, salah seorang penggubah bait-bait al-Mu’allaqat. Ia melantunkan satu bait,”Ketahuilah, bahwa apa saja selain Allah adalah bathil.”&lt;br /&gt;Maka Utsman menyahut,”Engkau benar.”&lt;br /&gt;Lalu Labid melanjutkan,”Dan setiap kenikmatan pasti hilang.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;Mendengar ucapan Labid itu, maka ia menimpali, ”Sesungguhnya nikmat surga tidak akan fana.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;Labid merah mendengar kata-kata ’Utsman seperti itu, ia berseru,”Wahai segenap bangsa Quraisy, temanmu ini menyakiti.”&lt;br /&gt;Maka seorang pria mendekati Utsman dan memukul mukanya hingga matanya luka. Menyaksikan kejadian itu, maka Walid menukas,”Engkau sebelum ini berada dalam perlindungan yang kuat.”&lt;br /&gt;Utsman menyahut, ”Demi Allah, kedua mataku yang sehat sungguh membutuhkan sesuatu yang menimpa saudara-saudaranya karena Allah. Sesungguhnya aku berada dalam perlindungan Dzat yang lebih mulia dari engkau, hai Walid!”&lt;br /&gt;Ia disiksa di jalan Allah. Namun ia tegar dan tabah. Ia pergi hijrah ke Madinah dan berubah menjadi seorang rahib (ahli ibadah) yang beribadah kepada Allah siang dan malam. Ia bahkan meninggalkan isterinya sampai ia ditegur oleh Rasulullah Saw, ”Hai Utsman, tiadakah engkau menjadi teladan bagiku?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;Utsman bin Mazhun menjawab,”Bagaimana mungkin , bukankah engkau adalah teladan yang baik?&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bertutur,”Tubuhmu punya hak yang harus engkau penuhi. Matamu memiliki hak yang harus engkau tunaikan dan keluargamu mempunyai hak yang harus engkau penuhi.” (HR. Muttafaq ’alaih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;Rasulullah Saw mencintainya bahkan menangisinya saat ia pergi dari alam dunia untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;Ketika putri Nabi yang bernama Ruqayyah meninggal, beliau berkata kepadanya: ”Pergilah engkau bergabung dengan pendahulu kita yang shaleh, Utsman bin Mazhun.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: small;"&gt;Rasulullah Saw melepas kepergiannya dengan ucapannya,”Mudah-mudahan Allah mengucuri rahmat kepada engkau wahai Abu Saib. Engkau keluar dari dunia ini dengan apa yang engkau dapat kan dari dunia dan apa yang diperoleh dunia darimu.” (Usud Al-Ghabah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Semoga Allah meredhai Utsman bin Mazhun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-3145476309278408615?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/3145476309278408615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/utsman-bin-mazhun-yang-berkurban-demi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3145476309278408615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/3145476309278408615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/utsman-bin-mazhun-yang-berkurban-demi.html' title='UTSMAN BIN MAZHUN (Yang Berkurban Demi Islam)'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-8221390127888887655</id><published>2009-11-07T18:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-07T18:33:05.823-08:00</updated><title type='text'>Gurau dan Canda Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang. Baginda menerima hamba, orang buta, dan anak-anak. Baginda bergurau dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka, bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi Baginda tidak berkata kecuali yang benar saja.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta”, katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta”, kata Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“Ia tidak mampu”, kata perempuan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“Ia tidak mampu”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Para sahabat yang berada di situ berkata,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“bukankah unta itu juga anak unta?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“Semoga suamimu yang dalam matanya putih”, kata Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya. Suaminya bertanya dengan keheranan, “kenapa kamu ini?”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih”, kata istrinya menerangkan. “Bukankah semua mata ada warna putih?” kata suaminya.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-329"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Seorang perempuan lain berkata kepada Rasulullah SAW,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam syurga”. “Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Perempuan itu lalu menangis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Rasulullah menjelaskan, “tidakkah kamu membaca firman Allah ini,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; Serta kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Para sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagai gunung yang teguh. Na’im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan tertawa. Mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya, Rasulullah turut tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;http://azharjaafar.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-8221390127888887655?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/8221390127888887655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/gurau-dan-canda-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8221390127888887655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8221390127888887655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/11/gurau-dan-canda-rasulullah-saw.html' title='Gurau dan Canda Rasulullah SAW'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-8102103592426026856</id><published>2009-04-19T02:49:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T02:51:02.654-07:00</updated><title type='text'>ABD'ULLAHBIN MAS'UD</title><content type='html'>ABD'ULLAHBIN MAS'UD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Yang Pertamakali mengumandangkan Al-Quran dengan suara merdu )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke rumah Arqam, Abdullah bin Mas'ud telah beriman kepadanya dan merupakan orang keenam yang masuk Islam dan mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dengan demikian ia termasuk golongan yang mula pertama masuk Islam&lt;br /&gt;  Pertemuannya yang mula-mula dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam itu diceritakannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Ketika itu saya masih remaja, menggembalakan kambing kepunyaan Uqbah bin Mu'aith. Tiba-tiba datang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersama Abu Bahar radhiyallahu 'anhu, dan bertanya: "Hai nak, apakah kamu punya susu untuk minuman kami': "Aku orang kepercayaan" ujarku': "dan tak dapat memberi anda berdua minuman ...!"&lt;br /&gt;maka sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Apakah kamu punya kambing betina mandul, yang belum dikawini oleh salah seekor jantan"? ada : ujarku. Lalu saya bawa ia kepada mereka. Kambing itu diihat kahinya oleh Nabi lalu disapu susunya sambil memohon kepada Allah. Tiba-tiba susu itu berair banyak .... Kemudian Abu Bahar mengambikan sebuah batu cembung yang digunakan Nabi untuk menampung perahan susu. Lalu Abu Bakar pun minum lah, dan saya pun tidak ketinggalan .... Setelah itu Nabi menitahhan kepada susu: "Kempislah!': maka susu tu menjadi kempis....&lt;br /&gt;  Setelah peristiwa itu saya datang menjumpai Nabi, katahu: "Ajarkanlah kepadaku kata-kata tersebutl"&lt;br /&gt;  Ujar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Engkau akan menjadi seorang anak yang terpelajar!''&lt;br /&gt;Alangkah heran dan ta'jubnya Ibnu Mas'ud ketika menyaksikan seorang hamba Allah yang shalih dan utusan-Nya yang dipercaya memohon kepada Tuhannya sambil menyapu susu hewan yang belum pernah berair selama ini, tiba-tiba mengeluarkan kurnia dan rizqi dari Allah berupa air susu murni yang enak buat diminum ...!&lt;br /&gt;Pada sa'at itu belum disadarinya bahwa peristiwa yang disaksikannya itu hanyalah merupakan mu'jizat paling enteng dan tidak begitu berarti, dan bahwa tidak berapa lama iagi dari Rasululla~i yang mulia ini akan disaksikannya mu'jizat yang akan menggoncangkan dunia dan memenuhinya dengan petunjuk serta cahaya ....&lt;br /&gt;Bahkan pada saat itu juga belum diketahuinya, bahwa dirinya sendiri yang ketika itu masih seorang remaja yang lemah lagi miskin, yang menerima upah sebagai penggembala kambing milik 'Uqbah bin Mu'aith, akan muncul sebagai salah satu dari mu'jizat ini, yang setelah ditempa oleh Islam menjadi seorang beriman, akan mengalahkan kesombongan orang-orang Quraisy dan menaklukkan kesewenangan para pemukanya....&lt;br /&gt;Maka ia, yang selama ini tidak berani lewat di hadapan salah seorang pembesar Quraisy kecuali dengan menjingkatkan kaki dan menundukkan kepala, di kemudian hari setelah masuk Islam, ia tampil di depan majlis para bangsawan di sisi Ka'bah, sementara semua pemimpin dan pemuka Quraisy duduk berkumpul, lain berdiri di hadapan mereka dan mengumandangkan suaranya yang merdu dan membangkitkan minat, berisikan wahyu Iiahi al-Quranul Karim:&lt;br /&gt;  Bismillahirrahmanirrahim ....&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Rahman ....&lt;br /&gt;Yang telah mengajarkan al-Quran ....&lt;br /&gt;Menciptakan insan ....&lt;br /&gt;Dan menyampaikan padanya penjelasan ....&lt;br /&gt;Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan ....&lt;br /&gt;Sedang bintang dan kayu-kayuan sama sujud kepada Tuhan....&lt;br /&gt;Lain dilanjutkannya bacaannya, sementara pemuka-pemuka Quraisy sama terpesona, tidak percaya akan pandangan mata dan pendengaran telinga mereka .... dan tak tergambar dalam fikiran mereka bahwa orang yang menantang kekuasaan dan kesombongan mereka ..., tidak lebih dari seorang upahan di antara mereka, dan penggembala kambing dari salah seorang bangsawan Quraisy .... yaitu Abdullah bin h/las'ud, seorang miskin yang hina dina .... !&lt;br /&gt;Marilah kita dengar keterangan dari saksi mata melukiskan peristiwa yang amat menarik dan mena'jubkan itu! Orang itu tiada lain dari Zubair radhiyallah 'anhu katanya:&lt;br /&gt;"Yang mula-mula menderas al-quran di Mekah setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ialah Abdullah bin Masitd radhiyallah 'anhu . Pada suatu hari para shahabat Rasulullah berkumpul, kata mereka:&lt;br /&gt;"Demi Allah orang-orang Quraisy belum lagi mendengar sedikit pun al-quran ini dibaca dengan suara keras di hadapan mereka....&lt;br /&gt;Nah, siapa di antara kita yang bersedia memperdengarkannya kepada mereka ...."&lt;br /&gt;Maha kata Ibnu Mas'ud: "Saya ".&lt;br /&gt;Kata mereka: "Kami Khawatir akan keselamatan dirimu!&lt;br /&gt;Yang kami inginkan ialah seorang laki-laki yang mempunyai kerabat yang akan mempertahankannya dari orang-orangg itu jika mereka bermaksud jahat ....':&lt;br /&gt;"Biarkanlah saya!" kata Ibnu Mas'ud pula, "Allah pasti membela Maka datanglah Ibnu Mas'ud kepada kaum Quraisy di waktu dluha, yakni ketika mereka sedang berada di balai pertemuannya....&lt;br /&gt;la berdiri di panggung lalu membaca: Bismillahirrahmaanirrahim, dan dengan mengerashan suaranya: Arrahman Allamal Quran ....&lt;br /&gt;Lalu sambil menghadap kepada mereka diteruskanlah bacaannya. Mereka memperhatikannya sambil bertanya sesamanya:&lt;br /&gt;"Apa yang dibaca oleh anak si Ummu 'Abdin itu ... .&lt;br /&gt;Sungguh, yang dibacanya itu ialah yang dibaca oleh Muhammad"&lt;br /&gt;Mereka bangkit mendatangi dan memukulinya, sedang Ibnu Mas'ud meneruskan bacaannya sampai batas yang dihehendaki Allah .Setelah itu dengan muka dan tubuh yang babak-belur ia kembali hepada para shahabat. Kata mereka:&lt;br /&gt;"Inilah yang kami khawatirkan terhadap dirimu ....!"&lt;br /&gt;Ujar Ibnu Mas'ud "Sekarang ini tak ada yang lebih mudah bagimu dari menghadapi musuh-musuh Allah itu! Dan seandainya tuan-tuan menghendaki, saya akan mendatangi mereka lagi dan berbuat hal yang sama esok hari "&lt;br /&gt;Ujar mereha: "Cukuplah demikian! Kamu telah membacakan kepada mereka barang yang menjadi tabu bagi mereka!"&lt;br /&gt;Benar, pada saat Ibnu Mas'ud tercengang melihat susu kambing tiba-tiba berair sebelum waktunya, belum menyadari bahwa ia bersama kawan-kawan senasib dari golongan miskin tidak berpunya, akan menjadi salah satu mu'jizat besar dari Rasulullah, yakni ketika mereka bangkit memanggul panji-panji Allah dan menguasai dengannya cahaya slang dan sinar matahari. Tidak diketahuinya bahwa saat itu telah dekat .... Kiranya secepat itu hari datang dan lonceng waktu telah berdentang, anak remaja buruh miskin dan terlunta-lunta serta-merta menjadi suatu mu'jizat di antara berbagai mu'jizat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam....!&lt;br /&gt;  Dalam kesibukan dan berpacuan hidup, tiadalah ia akan menjadi tumpuan mata ....&lt;br /&gt;Bahkan di daerah yang jauh dari kesibukan pun juga tidak ... .! Tak ada tempat baginya di kalangan hartawan, begitu pun di dalam lingkungan ksatria yang gagah perkasa, atau dalam deretan orang-orang yang berpengaruh.&lt;br /&gt;Dalam soal harta, ia tak punya apa-apa, tentang perawakan ia kecil dan kurus, apalagi dalam seal pengaruh, maka derajatnya jauh di bawah ....Tapi sebagai ganti dari kemiskinannya itu, Islam telah memberinya bagian yang melimpah dan perolehan yang cukup dari pebendaharaan Kisra dan simpanan Kaisar. Dan sebagai imbalan dari tubuh yang kurus dan jasmani yang lemah, dianugerahi-Nya kemauan baja yang dapat menundukkan para adikara dan ikut mengambil bagian dalam merubah jalan sejarah. Dan untuk mengimbangi nasibnya yang tersia terlunta-lunta, Islam telah melimpahinya ilmu pengetahuan, kemuliaan serta ketetapan, yang menampilkannya sebagai salah seorang tokoh terkemuka dalam sejarah kemanusiaan ....&lt;br /&gt;Sungguh, tidak meleset kiranya pandangan jauh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau mengatakan kepadanya: "Kamu akan menjadi seorang pemuda terpelajar". Ia telah diberi pelajaran oleh Tuhannya hingga menjadi faqih atau ahli hukum ummat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam , dan tulang punggung para huffadh al-Quranul Karim .&lt;br /&gt;  Mengenai dirinya ia pernah mengatakan:&lt;br /&gt;"Saya telah menampung 70 surat alquran yang kudengar langsung dari RasululIah Shallallahu 'alaihi wa sallam tiada seorang pun yang menyaingimu dalam hal ini...."&lt;br /&gt;Dan rupanya Allah swt. memberinya anugerah atas keberaniannya mempertaruhkan nyawa dalam mengumandangkan alQuran secara terang-terangan dan- menyebarluaskannya di segenap pelosok kota Mekah di saat siksaan dan penindasan merajalela, maka dianugerahi-Nya bakatistimewadalammembawakanbacaanal-Qurandankemampuanluaubiasadalam memahamiartidanmaksudnya.&lt;br /&gt;  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telahmemberiwashiatkepadaparashahabat agarmengambilIbnuMas'udsebagaiteladan,sabdanya:&lt;br /&gt;"Berpegang-teguhlahkepadailmuyangdiberihanoleh IbnuUmmi'Abdin....!"&lt;br /&gt;Diwashiatkannyapulaagarmencontohbacaannya,dan mempelajaricaramembacaal-Qurandaripadanya. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang ingin hendak mendengar al-quran tepat seperti diturunhan, hendaklah ia mendengarhannya dari Ibnu Ummi ilbdin ...!&lt;br /&gt;Barangsiapa yang ingin hendak membaca al-quran tepat seperti diturunkan, hendaklah ia membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi ;Ibdin ...!"&lt;br /&gt;Sungguh, telah lama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallammenyenangi bacaan al-Quran dari mulut Ibnu Mas'ud .... Pada suatu hari ia memanggilnya sabdanya:&lt;br /&gt;  "Bacakanlah kepadaku, hai Abdullah!"&lt;br /&gt;"Haruskah aku membacakannya pada anda, wahai Rasulullah..?"&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah: "Saya ingin mendengarnya dari mulut orangiain"&lt;br /&gt;Maka Ibnu Mas'ud pun membacanya dimulai dari surat an-Nisa hingga sampai pada firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;Maka betapa jadinya bila Kami jadikan dari setiap ummat itu seorang saksi, sedangkan kamu Kami jadikan sebagai saksi bagi mereka ... .!&lt;br /&gt;Ketika orang-orang kafir yang mendurhakai Rasul sama berharap kiranya mereka disamaratakan dengan bumi ... .! dan mereka tidah dapat merahasiahan pembicaraan dengan Allah ....!" (QS 4 an-Nisa: 41--42)&lt;br /&gt;MakaRasulullah shallallahu 'alaihi wasallam takdapatmanahantangisnya,airmatanya melelehdandengantangannyadiisyaratkankepadaIbnu Mas'udyangmaksudnya:"Cukup...,cukuplahsudah,hai lbnuMas'ud...!"&lt;br /&gt;  SuatuketikapernahpulaIbnuMas'udmenyebut-nyebut karuniaAllahkepadanya,katanya:&lt;br /&gt;  '"Tidahsuatupundarial-quranituyangditurunkan, kecuali akumengetahui mengenaiperistiwaapa diturunkannya.&lt;br /&gt;DantidahseorangpunyanglebihmengetahuitentangKitab Allahdaripadaku.Dansehiranyaaku tahuadaseseorangyang dapatdicapaidenganberkendaraanuntadanialebihtahu tentangKitabullahdaripadaku,pastilahakuahanmenemui nya.Tetapiakubukanlahyangterbaihdiantaramu!"&lt;br /&gt;  KeistimewaanIbnuMas'udinitelahdiakuiolehparashahab at.AmirulMu'mininUmarberkatamengenaidirinya:&lt;br /&gt;  "Sungguhilmunyatentangfiqihberlimpah-Iimpah':&lt;br /&gt;  DanberkataAbuMusaai-Asy'ari:&lt;br /&gt;  "Jangantanyakankepada kamisesuatumasalah,selama kiyaiiniberadadiantaratuan-tuan.'"&lt;br /&gt;Danbukanhanyakeunggulannyadalamal-Qurandanilmu fiqihsajayangpatutberolehpujian,tetapijugakeunggul annya dalamkeshalihandanketaqwaan.&lt;br /&gt;  BerkataHudzaifahtentangdirinya:&lt;br /&gt;"Tidahseorangpunsayalihatyanglebihmirip kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam baikdalamcarahidup,perilakudan ketenanganjiwanya,daripadaIbnuMas'ud....&lt;br /&gt;Danorang-orangyangdikenaldarishahabat-shahabatRasulullahsamamengetahuibahwaputeradariUmm i'Abdin adalahyangpalingdekat kepadaAllah ....!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-8102103592426026856?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/8102103592426026856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/04/abdullahbin-masud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8102103592426026856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/8102103592426026856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/04/abdullahbin-masud.html' title='ABD&apos;ULLAHBIN MAS&apos;UD'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-5287833882405227050</id><published>2009-04-19T02:47:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T02:49:04.539-07:00</updated><title type='text'>Abdullah Ibnu Ummi Maktum radhiallâhu 'anhu</title><content type='html'>"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa). atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi manfa'at kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Rabb itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya." ('Abasa 1-2)&lt;br /&gt;  Menurut beberapa orang Ahli tafsir, 7 ayat-ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Abdullah Ibnu Ummi Maktum radhiallâhu 'anhu&lt;br /&gt;Siapakah dia dan darimana asal-usulnya? Apakah ia mempunyai kedudukan sosial dalam kabilah Arab atau tengah-tengah kaum Quraisy? Apakah ia tergolong salah seorang penyair tenar yan suaranya berkumandang di Suuq 'Ukazh, mendeklamasikan kepahlawanan dan keutamaan suatu kabilah, lalu suaranya itu terdengar ke sana kemari, menjadi pembicaraan orang ramai? Atau, barangkali ia seorang ahli perang yang berani dan pahlawan yang tak terkalahkan di medan laga, yang dijagokan para penyair dalam syairnya? Atau, ia termasuk salah seorang tokoh yang berpikiran cerdik dan jenius, suara dan caranya diterima serta dihargai para tokoh Arab dan penguasanya?&lt;br /&gt;Ibnu Ummi Maktum radhiallaahu 'anhu bukanlah salah seorang dari mereka, bahkan namanya pun belum pernah dikenal orang sebelum Islam. Apalagi orang akan mengindahkan suaranya. Ia seorang awam di kota Mekah, hidup untuk diri dan bersama dirinya. Suaranya tidak pernah didengar orang dan rupanya tidak pernah dikenal orang.&lt;br /&gt;Malah, namanya pun ada yang memperselisihkan. Penduduk kota Madinah berpendapat bahwa namanya adalah Abdullah Ibnu Ummi Maktum, tetapi orang Iraq berpendapat bahwa namanya adalah 'Amru bin Ummi Maktum. Walaupun demikian, mereka semua sepakat bahwa nama ibunya adalah Atikah binti Abdullah bin Ma'ish. Dia adalah putera dari bibi Khadijah binti Khuwalid.&lt;br /&gt;Matanya buta sejak kecil, penduduk kota Mekah mengenalnya sebagai seorang yang rajin mencari rezeki dan belajar ilmu pengetahuan. Meskipun ia seorang tunanetra , namun semangatnya bergelora untuk belajar dan mengetahui segala yang didengarnya. Ia menggunakan pendengarannya sebagai pengganti matanya, apa yang didengarnya tidak dilupakan lagi sehingga ia mampu mengutarakan kembali apa yang pernah didengarnya dengan baik sekali.&lt;br /&gt;Dia mendengar orang-orang mustadh'afin dan budak-budak (hamba sahaya) di kota Mekah bersembunyi-sembunyi pergi ke Darul Arqam untuk mendengarkan berita-berita dari langit yang dibawakan Muhammad al-Amin. Ia merasa bahwa di Mekah terjadi pergolakan yang lain dari biasanya. Perang urat saraf mulai tampak di permukaan ; wahyu yang disampaikan kepada Muhammad al-Amin itu menganjurkan persamaan dan persaudaraan antar sesama umat manusia. Kaum Mustadh'afin dan para hamba sahaya tertarik akan semua seruan itu, sedangkan tohok-tokoh Quraisy berusaha keras mempertahankan system kehidupan Jahiliah, tanpa mengindahkan perkembangan zaman dan tuntutan hati nurani masyarakat umum.&lt;br /&gt;Ibnu Ummi Maktum memutuskan untuk pergi sendiri ke majelis Ibnul Arqam untuk mendengarkan dan meyakini berita yang sedang ramai diperbincangkan orang itu. Ia mengambil tongkatnya dan mengayunkan langkahnya menuju kesana. Ternyata apa yang didengarnya lebih hebat dari apa yang diberitakan orang; rasanya suara yang didengarnya berhasil membuka pintu hatinya dan menimbulkan rasa ketenangan serta kedamaian dalam kalbunya. Kini, ia tidak takut dan gentar terhadap seluruh kekuatan bumi, sesudah ia mendengarkan kalamullah yang diwahyukan kepada Muhammad al-Amin dengan perantaraan Malaikat Jibril, untuk mengukuhkan tauhid kepada Allah al-Khaliq, untuk mempersamakan antar umat manusia, untuk menegakkan keadilan antar berbagai lapisan masyarakat, dan untuk mengumandangkan rasa persaudaraan serta kedamaian ke seluruh pelosok dunia yang sedang dilanda kezaliman dan kesesatan.&lt;br /&gt;Ibnu Ummi Maktum mengulurkan tangannya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menyatakan ke-Islamannya, keluar dari lingkungan Jahiliah, dan masuk kedalam barisan kaum beriman, menyatakan janji kepada Allah Ta'ala dan kepada Rasul-Nya untuk mengorbankan segala-segala, termasuk nyawanya demi tegaknya agama Islam. Semangatnya untuk mengetahui agama itu lebih banyak dan mendalam, tidak tertahankan lagi; di saat ada kesempatan bertanya, ia mengajukan pertanyaan tentang berbagai persoalan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Apa yang didengarnya dicerna dan diresapi dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Kaum Quraisy tidak mampu menumpas dakwah langit itu. Akhirnya, mereka mengubah taktik dengan memperlambat gerak dan mempersempit penyebarannya dengan mengejar-ngejar dan memaksa para pengikutnya yang tidak berdaya dan tidak bersenajta. Akhirnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Memberikan izin kepada para pengikutnya pergi berhijrah dengan membawaserta agamanya. Di antara para Muhajirin itu terdapat Ibnu Ummi Maktum. Para sejarawan muslim berbeda pendapat tentang sejarah hijrahnya itu. Ada yang menetapkan bahwa ia hijrah sesudah perang Badar dan tinggal di Darul Qurra'. Ada pula yang mengatakan bahwa ia hijrah sebelum Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tiba di Madinah, sebelum perang Badar. Saya lebih condong menerima riwayat yang terakhir ini, seperti yang diutarakan Abu Ishaq dari al-Barra' bin Azib, 'Pada waktu itu, orang yang pertama hijrah ke negeri kami ialah Mush'ab bin Umair dari bani Abdid-Dar bin Qushai. Kami tanyakan kepadanya , 'Apa kabar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ?' Ia menjawab , 'Beliau baik-baik saja di Mekah, sedang para sahabat-nya akan segera menyusulku.' Sesudah itu datang Abdullah Ibnu Ummi Maktum yang tunanetra itu. Kami tanyakan pula kepadanya, 'Apa kabar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam .?' Ia menjawab 'Mereka segera akan menyusulku.'"&lt;br /&gt;Ia mulai melakukan tugasnya yang sejak lama sudah dipersiapkannya dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu mengajarkan dasar-dasar agama Islam, mengajar penduduk kota Madinah menghafal ayat-ayat al-Qur'anul-Karim, dan menyiapkan hati serta jiwa masyarakat menyambut kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam . Tak lama setelah itu, sampailah berita bahwa Rasulullah akan segera datang di Madinah. Ibnu Ummi Maktum bersama para penyambut lainnya berderet-deret di tepi jalan menyambut kedatangan kekasih Allah yang sudah lama tidak terdengar suara dan pelajarannya.&lt;br /&gt;Menurut sebagian perawi, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tinggal di rumah Bani an-Najjar. Beliau lalu membangun masjidnya untuk dijadikan sekolah terbesar bagi generasi yang pernah dikenal umat manusia, yang mengemban petunjuk dan Kitab Allah. Ibnu Ummi Maktum senantiasa menyertai kegiatan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Ia ikut aktif dalam pembangunan masjidnya, tidak pernah absen dalam mengikuti pelajaran yang diberikannya, selalu shalat jama'ah di belakang beliau, dan hampir tidak ada ayat yang turun di Madinah yang tidak diketahuinya. Malah, ia puaskan telinganya dalam mendengarkan semua sabda Rasulullah dan pengarahan langit yang dikirimkan Allah Ta'ala kepada hamba-Nya, untuk memancarkan persamaan, kedamaian, dan keadilan di seluruh jagat raya ini.&lt;br /&gt;Menurut Anas bin Malik radhiallaahu 'anhu, "Pada suatu hari, Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Disana ada Ibnu ummi Maktum; ia lalu bertanya , 'Sejak kapan kau tidak dapat melihat?'&lt;br /&gt;  'Sejak kanak-kanak.'&lt;br /&gt;  'Allah Ta'ala berfirman, 'Apabila Aku mengambil indra penglihatan hamba-Ku, tiada imbalan baginya selain surga."&lt;br /&gt;'Selamat bagimu, wahai Ibnu Ummi Maktum! Engkau telah berhasil menjadi sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan mendapat berita gembira masuk surga, langsung dari malaikat Jibril.'"&lt;br /&gt;Apabila Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menjumpainya, beliau suka berucap, "Selamat datang, wahai orang yang dititipkan Tuhanku untuk diperlakukan dengan baik!"&lt;br /&gt;Apabila Bilal radhiallaahu 'anhu tidak ada, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam suka sekali menyuruhnya mengumandangkan azan shalat lima waktu karena suaranya merdu dan lembut, tetapi kalau Bilal hadir, ia yang adzan dan Ibnu Ummi Maktum yang iqamat. Pada bulan Ramadhan, Bilal radhiallaahu 'anhu azan untuk mengingatkan orang akan waktu makan-minum sahur, tetapi kalau terdengar azan Ibnu Ummi Maktum, makan-minum harus dihentikan; itu tanda waktu imsak sudah tiba.&lt;br /&gt;Menurut Abdullah bin Umar radhiallaahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "Apabila bilal azan pada malam hari, maka kalian boleh makan dan minum hingga mendengar azannya Ibnu Ummi Maktum!"&lt;br /&gt;Ibnu Ummi Maktum termasuk sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang sangat mencintai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Di hatinya, beliau lebih dari sanak keluarga, bahkan dari diri pribadinya sendiri. Mereka semua, termasuk Ibnu Ummi Maktum, sanggup menahan derita serta cerca orang terhadap diri dan sanak keluarganya, bahkan bisa memaafkan hal itu, tetapi tidak bisa menerima dan memaafkan hal itu bila ditujukan kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;Ibnu Ummi Maktum pernah tinggal di rumah seorang wanita Yahudi, bibi seorang Anshar. Wanita itu baik budi dan melayani makan-minumnya, tetapi mulutnya tidak pernah diam menyerang orang-orang yang paling dicintai Ibnu Ummi Maktum. Ia tidak sabar mendengar ejekan dan cercaan itu. Ia berusaha beberapa kali menegurnya, tetapi teguran dan peringatannya itu tidak diindahkan. Terpaksalah ia memukulnya. Ternyata pukulan itu mematikan. Hal ini dilaporkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sesudah ia dihadapkan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya,&lt;br /&gt;   "Mengapa kau bertindak demikian?"&lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah! Sungguh, ia seorang yang baik budi terhadap diriku, namun ia senantiasa mencela dan mencerca Allah dan Rasul-Nya, maka terpaksalah aku memukulnya untuk menghentikannya, namun kiranya ajalnya sudah sampai."&lt;br /&gt;   "Allah telah menjauhkannya dan ia telah membatalkan darahnya?????."&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sering mengangkatnya sebagai wakil apabila beliau keluar meninggalkan Madinah dalam peperangan, umpamanya ketika pergi menyerang Kabilah Banu Sulaim dan Kabilah Ghathafan. Ia menjadi Imam jamaah dan Khatib shalat Jumat. Begitu pula ketika Rasulullah pergi berperang ke Uhud, Hamra'al-Asad, Bani an-Nadhir, Khandaq, Bani Quraizah, Bani Lahyan, al-Ghabah, Dzi Qirad, dan Umrah al-Hudaibiyah.&lt;br /&gt;"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam terlibat dalam penyerangan ofensif sebanyak tiga belas kali; beliau selalu mengangkat Ibnu Ummi Maktum sebagai pejabat untuk menggantikannya di Madinah, mengimami orang shalat jamaah, dan lain-lain, padahal ia seorang tunanetra," demikian ucap asy-Sya'bi.&lt;br /&gt;Ia mengikuti kehidupan sosial dan politik kaum muslimin, mengikuti kegiatan berbagai perutusan yang pergi dan datang menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Ia sering sekali berpuasa dan shalat malam. Hampir seluruh masa hidupnya diisi dengan peribadatan atau ikut berperang altig?????? dalam kegiatan kaum muslimin. Kemudian, turunlah firman Allah,&lt;br /&gt;"Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak terut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat…" (Q.,. 4/an-Nisaa': 95)&lt;br /&gt;Jadi, di sana masih terdapat lapangan peribadahan yang ganjarannya lebih utama dari ganjaran yang mungkin diperolehnya. Ada suatu taqarrub yang dilakukan orang, yang lebih mendekatkan orang itu kepada Allah Ta'ala lebih dari dirinya. Ia lalu merintih menangisi nasibnya kepada Allah Ta'ala, "Ya Allah, Engkau mengujiku dengan kebutaan. Apa yang dapat aku lakukan selain mengharap rahmatMu yang meliputi segala-galanya." Lalu turunlah firman-Nya,.. "yang tidak mempunyai uzur…," sebagai pelengkap.&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Abbas radhiallaahu 'anhu, "Ketika firman Allah, 'Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yagn berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka…,' diturunkan, Abdullah bin Ummi Maktum yang buta (tunanetra) itu datang menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam , lalu bertanya, 'Wahi Rasulullah, Allah telah menurunkan keutamaan jihad fi sabilillah ; seperti yang baginda ketahui, aku ini seorang tunanetra, tidak bisa ikut berjihad, apakah kepadaku diberi izin tidak ikut berjihad?&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Aku belum mendapat keterangan mengenai dirimu dan orang-orang yang senasib denganmu.'&lt;br /&gt;Ibnu Ummi Maktum lalu menengadahkan wajahnya dan mengangkat kedua tangannya seraya berseru, 'Ya Allah, aku memohon pertimbangan-Mu mengenai pengelihatanku ini.' Lalu, turunlah ayat, 'Tidak sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunya uzur dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka…'"&lt;br /&gt;Izin sudah ia peroleh dari Allah Ta'ala; apakah ia memanfaatkan izin itu? akan mengikuti pasukan Islam yang menuju ke al-Qadisiyah. Ia ingin memperoleh ganjaran seorang mujahid. Ia memohon kepada komandan perang, "Hai kekasih Allah, hai sahabat Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam , Hai pahlawan perang, serahkan bendera perang itu kepadaku. Aku seorang tunanetra, tak mungkin bisa lari. Nanti tempatkanlah aku diantara kedua pasukan yang berperang."&lt;br /&gt;Menurut Qotadah, Anas bin Malik radhiallaahu 'anhu berkata: "dalam perang al-Qadisiyah, Abdullah bin Ummi Maktum memegang bendera hitam dan memakai baju besi."&lt;br /&gt;  Ia lalu kembali ke Madinah dan meninggal dunia di sana. Semoga Allah Ta'ala merahmatinya, aamin.&lt;br /&gt;  Sebab turunnya Ayat&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Abbas radhiallaahu 'anhu : "Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sedang menerima kedatangan Utbah bin Rabi'ah, Abu Jahal, dan al-Abbas bin Abdul Muththalib, pada waktu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berusaha keras menawarkan Islam kepada mereka supaya mereka beriman, tiba-tiba datanglah seorang tunanetra yang dikenal dengan panggilan Abdullan bin Ummi Maktum. Ia minta kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam supaya kepadanya dibacakan ayat-ayat Al-Qur'anul Karim, "Ya Rasulullah, ajarkan kepadaku apa yang diajarkan Allah kepadamu!".&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam lalu mengerutkan mukanya dan memalingkan pandangannya, kesal kepada omongannya. Ia lalu meneruskan pembicaraannya melayani tamu-tamunya. Sesudah pertemuan itu usai, beliau terus pergi dan keluarganya meninggalkan tempat itu, kemudian turunlah ayat, " 'Abasa warawalla" .&lt;br /&gt;Sesudah ayat-ayat itu turun, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sangat menghormati Ibnu Ummi Maktum. Kalau ia datang, selalu ditanyakan," Apa keperluanmu..? Apa perlu bantuanku?" Kalau ia hendak pergi, selalulah ditanyakan," Apakah kau memerlukan sesuatu?"&lt;br /&gt;Seorang miskin yang tunanetra itu datang menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam seperti biasanya ingin belajar dan memperdalam agama Allah Ta'ala. Kali ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sedang sibuk melayani beberapa tokoh Quraisy, dengan harapan kalau mereka masuk Islam maka akan meringankan tugasnya dan akan memudahkan perkembangan agama itu karena merekalah yang selalu merintangi perkembangan Islam dengan harta, kedudukan, dan wibawanya. Mereka berusaha keras menghalang-halangi orang dari agama Islam dan menyempitkan ruang gerak dakwah dengan berbagai cara sehingga hampir tidak berkembang di Mekah. Orang-orang di luar kota Mekah sudah tentu sulit menerima agama baru yang ditentang keras oleh orang-orang yang paling dekat dengan penganjurnya itu.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menyibukkan diri dengan orang-orang itu bukan demi kepentingan pribadinya, tapi demi kepentingan pengembangan Islam dan kepentingan kaum muslimin juga. Kalau mereka masuk Islam maka diharapkan semua rintangan yang membentang di hadapan para dai dan dakwah Islam bisa disingkirkan. Ibnu Ummi Maktum mengulang-ngulang harapannya itu sehingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam makin kesal dan gusar karena ia telah mengganggu pembicaraannya dengan para tamunya itu. Rasa benci nampak diwajahnya dengan mengerutkan mukanya dan juga memalingkan pandangannya. Disini, Allah berfirman dengan jelas dan tegas, dan mencela sikap Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam seorang yang memiliki akhlak yang luhur. Firman-Nya,&lt;br /&gt;Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa). atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi manfa'at kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. (Q.,. 'Abasa: 1-6)&lt;br /&gt;Sejak itulah, kata ats-Tsauri, kalau Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam melihat Ibnu Ummi Maktum datang, beliau menggelar baju luarnya seraya bersabda, "Selamat datang sahabat, yang kau dicela Tuhanku karenannya! Apa kau memerlukan sesuatu?"&lt;br /&gt;  Renungan&lt;br /&gt;Kami ucapkan selamat kepadamu, sahabat Rasulullah, atas darmabaktimu terhadap agama Islam dan kaum muslimin, dan dengan ganjaransurga Tuhanmu yang kau raih.&lt;br /&gt;Seorang yang buta matanya, tetapi tajam matahatinya. Allah Ta'ala mengabadikan namanya dalam Al-Qur'anul Karim, sekaligus diproklamasikan berdirinya suatu negara orang-orang saleh yang berbudi luhur, suatu negara pemeluk Ilahi di muka bumi. Ia sebagai proklamasi bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan harus ditegakkan. Hak asasi manusia untuk bersaing secara sehat dan untuk mendapatkan persamaan dan keadilan dijamin untuk merealisasikan firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang termulia di antara kalian di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa."&lt;br /&gt;Sejak saat itulah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menyambut baik kedatangan para sahabatnya yang terbilang lemah dan miskin, yang ternyata kemudian suara mereka menggema ke seluruh permukaan bumi, mengumandangkan suara perdamaian, keadilan persamaan, dan persaudaraan. Mereka pancarkan cahaya agama Alah Ta'ala untuk menghalau kegelapan dan kesesatan; mereka berusaha keras menanggulangi kebodohan dan kemiskinan; dunia menyambut kedatangan mereka sebagai pemimpin dan guru.&lt;br /&gt;Segelintir orang keluar dari tengah-tengah gurun pasir yang gersang , pergi mengembara ke Timur, menerobos benteng Cina yang besar, mengembangkan agama Allah Ta'ala sampai ke pedalaman negeri itu. Mereka mengembangkan agama Allah ke India dan kepulauan-kepulauan di Lautan Teduh, lalu berhasil menerobos ke Eropa, maka bertemulah Timur dan Barat dalam pengakuan Islam. Pasukan Maslamah bin Abdul Malik berhasil menaklukan Konstantinopel di sebelah Timur, sedangkan pasukan Abdurrahman al-Ghafiqi berhasil membebaskan Iberia (Spanyol dan Portugal) dari sebelah barat, sehingga para pelaut Islam menguasai Laut Tengah sepenuhnya, memiliki dan mengawasi keamanan pulau-pulau yang ada, sehingga pelayaran antar pulau-pulai itu, Sicilia, Siprus, dan Koriska, tempat Napoleon diasingkan, berjalan dengan lancar dan aman. Salah seorang penyair menggambarkan masa jaya itu sebagai berikut.&lt;br /&gt;  "Dahulu, mereka hanyalah penggembala unta sebelum kebangkitannya.&lt;br /&gt; Sesudah itu, mereka penuhi alam raya ini dengan peradaban.&lt;br /&gt;Apabila menara masjid di tengah negeri Cina mengumandangkan azan, Anda akan mendengarkan di negeri Maghribi suara tahlil orang shalat.".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-5287833882405227050?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/5287833882405227050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/04/abdullah-ibnu-ummi-maktum-radhiallahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5287833882405227050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/5287833882405227050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/04/abdullah-ibnu-ummi-maktum-radhiallahu.html' title='Abdullah Ibnu Ummi Maktum radhiallâhu &apos;anhu'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-1139307092121606515</id><published>2009-04-19T02:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T02:47:19.286-07:00</updated><title type='text'>Abdullah Ibnu Rawahah radhiallahu 'anhu</title><content type='html'>Abdullah Ibnu Rawahah radhiallahu 'anhu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bersemboyan :&lt;br /&gt;Wahai Diri ……..&lt;br /&gt;Jika Kau Tidak Gugur di Medan Juang ……..&lt;br /&gt;Kau Tetap Akan Mati ……..&lt;br /&gt;Walau di Atas Ranjang ..……&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu itu Rasulullah saw. sedang duduk di suatu tempat dataran tinggi kota Mekah, menghadapi para utusan yang datang dari kota Madinah, denganbersembunyi-sembunyi dari kaum Quraisy. Mereka yang datang ini terdiri dari duabelasorang utusan suku atau kelompok yang kemudian dikenal dengan nama Kaum Anshar.(penolong Rasul). Mereka sedang dibai'at Rasul (diambil Janji sumpah setia) yang terkenal pula dengan nama Bai'ah Al-Aqabah al-Ula (Aqabah pertama). Merekalah pembawa dan penyi'ar IsIam pertama ke kota Madinah, dan bai'at merekalah yang membuka jalan bagi hijrah Nabi beserta pengikut beliau, yang padagilirannya kemudian, membawa kemajuan pesat bagi Agama Allah yaitu Islam ....Maka salah seorang dari utusan yang dibai'at Nabi itu, adalah Abdullah binRawahah.&lt;br /&gt;Dan sewaktu pada tahun berikutnya, Rasulullah saw. membai'at. lagi tujuhpuluh tiga orang Anshar dari penduduk Madinah pada bai'at 'Aqabah kedua, maka tokoh Ibnu Rawahah ini pun termasuk salahseorang utusan yang dibai'at itu.&lt;br /&gt;Kemudian sesudah Rasullullah bersama shahabatnya hijrah ke Madinah dan menetap di sana, maka Abdullah bin Rawahah pulalah yang paling banyak usaha dan kegiatannya dalam membela Agama dan mengukuhkan sendi-sendinya. Ialah yang paling waspada mengawasi sepak terjang dan tipu muslihat Abdulla bin Ubay (pemimpin golongan munafik) yang oleh penduduk Madinah telah dipersiapkan untuk diangkat menjadi raja sebelum Islam hijrah ke sana, dan yang tak putus-putusnya berusaha menjatuhkan Islam dengan tidak menyia-nyiakan setiapkesempatan yang ada. Berkat kesiagaan Abdullah bin Rawahah yang terus-menerus mengikuti gerak-gerik Abdullah bin Ubay dengan cermat, maka gagalah usahanya, dan maksud-maksud jahatnya terhadap Islam dapat di patahkan.&lt;br /&gt;Ibnu Rawahah adalah seorang penulis yang tinggal di suatu lingkungan yang langkadegankepandaiantulisibaca.Iajuga seorang penyair yang lancar, untaiansyair-syairnyameluncur dari lidahnya dengan kuat danindahdidengar ....&lt;br /&gt;Semenjak ia memeluk Islam, dibaktikannyakemampuannya bersyair itu untuk mengabdi bagi kejayaanIslam.....Dan Rasullullah menyukai dan menikmati syair-syairnya dan sering beliau minta untuk lebih tekun lagi membuat syair.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, beliau duduk bersama para sahabatnya, tiba-tiba datanglah Abdullah bin Rawahah, lalu Nabi bertanya kepadanya: "Apa yang anda lakukan jika anda hendak mengucapkan syair?"&lt;br /&gt;Jawab Abdullah: "Kurenungkan dulu, kemudian baru kuucapkan". Lalu teruslah ia mengucapkan syairnya tanpa bertangguh, demikian kira-kira artinya secara bebas:&lt;br /&gt;"Wahai putera Hasyim yang baik, sungguh Allah telah melebihkanmu dari seluruh manusia.dan memberimu keutamaan, di mana orang tak usah iri.&lt;br /&gt;  Dan sungguh aku menaruh firasat baik yang kuyakini terhadap dirimu. Suatu firasat yang berbeda dengan pandangan hidup mereka.&lt;br /&gt;  Seandainya anda bertanya dan meminta pertolongan mereka dan memecahkan persoalan tiadalah mereka henhak menjawab atau membela&lt;br /&gt;  Karena itu Allah mengukuhkan kebaikan dan ajaran yang anda,bawa&lt;br /&gt;  SebagaimanaIa telah mengukuhkan dan memberi pertolongan kepada Musa".&lt;br /&gt;  Mendengar ituRasul menjadi gembira dan ridla kepadanya, lalu sabdanya: "Dan engkau pun akan diteguhkan Allah".&lt;br /&gt;Dan sewaktu Rasulullah sedang thawaf di Baitullah pada 'umrah qadla, Ibnu Rawahah berada di muka beliau sambil membaca syair dari rajaznya:&lt;br /&gt;  "Oh Tuhan, kalauIah tidak karena Engkau, niscaya tidaklah ami akan mendapat petunjuk,   tidak   akan   bersedeqah danShalat!&lt;br /&gt;  Maka mohon diturunkan sakinah atas kami dan diteguhkan pendirian kami jika musuh datang menghadang.&lt;br /&gt;  ,Sesuhgguhnya Qrang-orang yang telah aniaya terhadap kami, biIa mereka membuat fitnah akan kami tolak dan kami tentang".&lt;br /&gt;  Orang-orang Islam pun sering mengulang-ulangi syair-syairnya yang indah.&lt;br /&gt;Penyair Rawahah yang produktif ini amat berduka sewaktu turun ayat al-Quranul Karim yang artinya :&lt;br /&gt;  "Dan para penyair, banyak pengikut mereka orang-orang sesat".  (Q.S. Asy-syu'ara: 224)&lt;br /&gt;Tetapi kedukaan hatinya jadi terlipur waktu turun pula ayat lainnya : Artinya :&lt;br /&gt;"Kecuali orang-orang(penyair) yang beriman dan beramal shaleh dan banyak ingat kepada Allah, dan menuntut bela sesudah mereka dianiaya". (Q.S. Asy-syu'ara : 227)&lt;br /&gt;Dan sewaktu Islam terpaksa terjun ke medan perang karena membela diri, tampillah Abdullah ibnu Rawahah membawa pedangnya ke medan tempur Badar, Uhud, Khandak, Hudaibiah dan Khaibar, seraya menjadikan kalimat-kalimat syairnya dan qashidahnya menjadi slogan perjuangan:&lt;br /&gt;"Wahai diri! Seandainya engkau tidak tewas terbunuh, tetapi engkau pasti akan mati juga!"&lt;br /&gt;  Ia juga menyorakkan teriakan perang:&lt;br /&gt;"Menyingkir kamu, hai anak-anak kafir dari jalannya. Menyingkir kamu setiap kebaikkan akan ditemui pada Rasulnya".&lt;br /&gt;  Dan datanglah waktunya perang Muktah ….Abdullah bin Rawahah adalah panglima yang ketiga dalam pasukan Islam.&lt;br /&gt;Ibnu Rawahah berdiri dalam keadaan siap bersama pasukkan Islam yang berangkat meninggalkan kota Madinah …ia tegak sejenak lalu berkata, mengucapkan syairnya;&lt;br /&gt;  " Yang kupinta kepada Allah Yang Maha Rahman&lt;br /&gt;Keampunan dan kemenangan di medan perang&lt;br /&gt;Dan setiap ayunan pedangku memberi ketentuan&lt;br /&gt;Bertekuk lututnya angkatan perang syetan&lt;br /&gt;Akhirnya aku tersungkur memenuhi harapan ….. Mati syahid di medan perang…!!"&lt;br /&gt;Benar, itulah cita-citanya kemenangan dan hilang terbilang …., pukulan pedang atau tusukan tombak, yang akan membawanya ke alam syuhada yang berbahagia…!!&lt;br /&gt;Balatentara Islam maju bergerak kemedan perang muktah. Sewaktu orang-orang Islam dari kejauhan telah dapat melihat musuh-musuh mereka, mereka memperkirakan besarnya balatentara Romawi sekitar duaratus ribu orang …, karena menurut kenyataan barisan tentara mereka seakan tak ada ujung alhir dan seolah-olah tidak terbilang banyaknya ….!&lt;br /&gt;  Orang-orang Islammelihatjumlahmerekayangsedikit, laluterdiam…dansebagianadayangmenyeletukberkata:&lt;br /&gt;"Baiknya kitakirimutusankepadaRasulullah,memberitakan jurnlahmusuh yangbesar.Mungkinkitadapatbantuantambahan pasukan,ataujikadiperintahkantetapmajumakakitapatu hi".&lt;br /&gt;  Tetapi.IbnuRawahah,.bagaikandatangnyasiangbangunbe rdiri diantarabarisanpasukan-pasukannyalaluberucap:&lt;br /&gt;"Kawan:kawansekalian!DemiAilah,sesungguhnyakitaberp erang melawanmusuh-musuhkitabukanberdasarbilangan, kekuatanataubanyaknya jumlahKitatidakmemerangi memerangi mereka, melainkan karenamempertahankanAgamakitaini, yangdengan memeluknyakitatelahdimuliakanAllah...!&lt;br /&gt;  Ayohlahkita maju ….!Salah satudariduakebaikanpasti kitacapai,kemenagan atausyahiddijalanAllah...!"&lt;br /&gt;Dengan bersorak-soraiKaum Musliminyangsedikitbilangannya tetapi besarimannyaitumenyatakansetuju.Merekaberteriak:"Sungguh, demiAllah,benaryangdibilangIbnu Rawahah..!"&lt;br /&gt;Demikianlah,pasukanterusketujuannya,denganbilangan yang jauh lebih sedikit menghadapimusuhyangberjumlah 200.000yang berhasildihimpunorangRomawiuntukmenghadapi suatu peperangan dahsyat yangbelumadataranya.&lt;br /&gt;  Keduapasukan, balatentaraitupunbertemu,laluberkecamuklah pertempurandiantarakeduanya.&lt;br /&gt;Pemimpin yang pertama ZaidbinHaritsahgugursebagai syahid yang mulia, disusul oleh pemimpin yang kedua Ja'far bin Abi Thalib, hingga ia memperoleh syahidnya pula dengan penuh kesabaran, dan menyusl pula sesudah itu pemimpin yang ketiga ini, Abdullah bin Rawahah. Dikala itu ia memungut panji perang dari tangan kananya Ja'far, sementara peperangan sudah mencapai puncaknya. Hampir-hampirlah pasukan Islam yang kecil itu, tersapu musnah diantara pasukan-pasukan Romawi yang datang membajir laksana air bah, yang berhasil dihimpun oleh Heraklius untuk maksud ini.&lt;br /&gt;Ketika ia bertempur sebagai seorang prajurit, ibnu Rawahah ini menerjang ke muka dan ke belakang, ke kiri dan ke kanan tanpa ragu-ragu dan perduli. Sekarang setelah menjadi panglima seluruh pasukan yang akan dimintai tanggung jawabnya atas hidup mati pasukannya, demi terlihat kehebatan tentara romawi seketika seolah terlintas rasa kecut dan ragu-ragu pada dirinya. Tetapi saat itu hanya sekejap, kemudian ia membangkitkan seluruh semangat dan kekutannya dan melenyapkan semua kekhawatiran dari dirinya, sambil berseru:&lt;br /&gt;  "Aku telah bersumpah wahai diri, maju ke medan laga&lt;br /&gt;Tapi kenapa kulihat engkau menolak syurga …..&lt;br /&gt;Wahai diri, bila kau tak tewas terbunuh, kau kan pasti mati&lt;br /&gt;Inilah kematian sejati yang sejak lama kau nanti …….&lt;br /&gt;Tibalah waktunya apa yng engkau idam-idamkan selama ini&lt;br /&gt;Jika kau ikuti jejak keduanya, itulah ksatria sejati ….!"&lt;br /&gt;(Maksudnya, kedua sahabatnya Zaid dan Ja'far yang telah mendahului gugur sebagai syuhada).&lt;br /&gt;Jika kamu berbuat seperti keduanya, itulah ksatria sejati…..!" Ia pun maju menyerbu orang-orang Romawi dengan tabahnya …… Kalau tidaklah taqdir Allah yang menentukan, bahwa hari itu adalah saat janjinya akan ke syurga, niscaya ia akan terus menebas musuh dengan pedangnya, hingga dapat menewaskan sejumlah besar dari mereka …. Tetapi waktu keberangkatan sudah tiba, yang memberitahukan awal perjalananya pulang ke hadirat Allah, maka naiklah ia sebagai syahid…..&lt;br /&gt;Jasadnya jatuh terkapar, tapi rohnya yang suci dan perwira naik menghadap Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Tinggi, dan tercapailah puncak idamannya:&lt;br /&gt;  "Hingga dikatakan, yaitu bila mereka meliwati mayatku:&lt;br /&gt;Wahai prajurit perang yang dipimpin Allah, dan benar ia telah terpimpin!"&lt;br /&gt;"Benar engkau, ya Ibnu Rawahah….! Anda adalah seorang prajurit yang telah dipimpin oleh Allah…..!"&lt;br /&gt;Selagi pertempuran sengit sedang berkecamuk di bumi Balqa' di Syam, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sedang duduk beserta para shahabat di Madinah sambil mempercakapkan mereka. Tiba-tiba percakapan yang berjalan dengan tenang tenteram, Nabi ter;liam, kedua matanya jadi basah berkaca-kaca. Beliau mengangkatkan wajahnya dengan mengedipkan kedua matanya, untuk melepas air mata yang jatu disebabkan rasa duka dan belas kasihan ... ! Seraya memandang berkeliling ke wajah para shahabatnya dengan pandangan haru, beliau berkata: "Panji perang dipegang oleh Zaid bin Haritsah, ia bertempur bersamanya hingga ia gugur sebagai syahid ..... Kemudian diambil alih oleh Ja'far, dan ia bertempur pula bersamanya sampai syahid pula ....". Be!iau berdiam sebentar, lain diteruskannya ucapannya: "Kemudian panji itu dipegang oleh Abdulah bin Rawahah dan ia bertempur bersama panji itu, sampai akhirnya ia·pun syahid pula".&lt;br /&gt;Kemudian Rasul diam lagi seketika, sementara mata beliau bercahaya, menyinarkan kegembiraan, ketentraman dan kerinduan, lalu katanya pula : "Mereka bertiga diangkatkan ke tempatku ke syurga …"&lt;br /&gt;Perjalanan manalagi yang lebih mulia …….&lt;br /&gt;Kesepakatan mana lagi yang lebih berbahagia …….&lt;br /&gt;Mereka maju ke medan laga bersama-sama …….&lt;br /&gt;Dan mereka naik ke syurga bersama-sama pula ….&lt;br /&gt;Dan penghormatan terbaik yang diberikan untuk mengenangkan jasa mereka yang abadi, ialah ucapan Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam yang berbunyi :&lt;br /&gt;  "Mereka telah diangkatkan ke tempatku ke syurga……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-1139307092121606515?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/1139307092121606515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/04/abdullah-ibnu-rawahah-radhiallahu-anhu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1139307092121606515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/1139307092121606515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/04/abdullah-ibnu-rawahah-radhiallahu-anhu.html' title='Abdullah Ibnu Rawahah radhiallahu &apos;anhu'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-7106478983809796782</id><published>2009-04-19T02:44:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T02:45:03.128-07:00</updated><title type='text'>ABDULLAH BIN ZUBEIR</title><content type='html'>Seorang Tokoh Syahid Yang Luar Biasa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menempuh padang pasir yang panas bagai menyala dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah yang terkenal itu, ia masih merupakan janin dalam rahim ibunya. Demikianlah telah menjadi taqdir bagi Abdullah bin Zubeir melakukan hijrah bersama Kaum Muhajirin selagi belum muncul ke alam dunia, masih tersimpan dalam perut ibunya .... Ibunya Asma, - semoga Allah ridla kepadanya dan ia jadi ridla kepada Allah - setibanya di Quba, suatu dusun di luar kota Madinah, datanglah saat melahirkan, dan jabang bayi yang muhajir itu pun masuklah ke bumi Madinah bersamaan waktunya dengan masuknya muhajirin lainnya dari shahabat-shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam ... !&lt;br /&gt;Bayi yang pertama kali lahir pada saat hijrah itu, dibawa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di rumahnya di Madinah, maka diciumnya kedua pipinya dan dikecupnya mulutnya, hingga yang mula pertama masuk ke rongga perut Abdullah bin Zubeir itu ialah air selera Rasulullah shallallahu 'alaihi i wasallam yang mulia. Kaum Muslimin berkumpul dan beramai-ramai membawa bayi yang dalam gendongan itu berkeliling kota sambil membaca tahlil dan takbir. Latar belakangnya ialah karena tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para shahabatnya tinggal menetap di Madinah, orang- orang Yahudi merasa terpukul dan iri hati, lalu melakukan perang urat saraf terhadap Kaum Muslimin. Mereka sebarkan berita bahwa dukun-dukun mereka telah menyihir Kaum Muslimin dan membuat mereka jadi mandul, hingga di Madinah tak seorang pun akan mempunyai bayi dari kalangan mereka... !&lt;br /&gt;Maka tatkala Abdullah bin Zubeir muncul dari alam gaib, hal itu merupakan suatu kenyataan yang digunakan taqdir untuk menolak kebohongan orang-orang Yahudi di Madinah dan mematahkan tipu muslihat mereka ... !&lt;br /&gt;Di masa hayat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , Abdullah belum mencapai asia dewasa. Tetapi lingkungan hidup dan hubungannya yang akrab dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, telah membentuk kerangka kepahlawanan dan prinsip hidupnya, sehingga darma baktinya dalam menempuh kehidupan di dunia ini menjadi buah bibir orang dan tercatat dalam sejarah dunia. Anak kecil itu tumbuh dengan amat cepatnya dan menunjukkan hal-hal yang luar biasa dalam kegairahan, kecerdasan dan keteguhan pendirian. Masa mudanya dilaluinya tanpa noda, seorang yang suci, tekun beribadat, hidup sederhana dan perwira tidak terkira ....&lt;br /&gt;Demikianlah hari-hari dan peruntungan itu dijalaninya dengan tabi'atnya yang tidak berubah dan semangat yang tak pernah kendor. Ia benar-benar seorang laki-laki yang mengenal tujuannya dan menempuhnya dengan kemauan yang keras membaja dan keimanan teguh luar biasa....&lt;br /&gt;Sewaktu pembebasan Afrika, Andalusia dan Konstantinopel, ia yang waktu itu belum melebihi usia tujuh belas tahun, tampak sebagai salah seorang pahlawan yang namanya terlukis sepanjang masa ....&lt;br /&gt;Dalam pertempuran di Afrika sendiri, Kaum Muslimin yang jumlahnya hanya duapuluh ribu sang tentara, pernah menghadapi musuh yang berkekuatan sebanyak seratus duapuluh ribu orang.&lt;br /&gt;Pertempuran berkecamuk, dan pihak Islam terancam bahaya besar! Abdullah bin Zubeir melayangkan pandangannya meninjau kekuatan musuh hingga segeralah diketahuinya di mana letak kekuatan mereka. Sumber kekuatan itu tidak lain dari raja Barbar yang menjadi panglima tentaranya sendiri. Tak putus-putusnya raja itu berseru terhadap tentaranya dan membangkitkan semangat mereka dengan cara istimewa yang mendorong mereka untuk menerjuni maut tanpa rasa takut ....&lt;br /&gt;Abdullah maklum bahwa pasukan yang gagah perkasa ini tak mungkin ditaklukkan kecuali dengan jatunya panglima yang menakutkan ini. Tetapi betapa caranya untuk menemuinya, padahal untuk sampai kepadanya terhalang oleh tembok kukuh dari tentara musuh yang bertempur laksana angin puyuh ... !&lt;br /&gt;Tetapi semangat dan keberanian Ibnu Zubeir tak perlu diragukan lagi untuk selama-lamanya... ! Dipanggilnya sebagian kawan-kawannya, lalu katanya: "Lindungi punggungku dan mari menyerbu bersamaku... !" Dan tak ubah bagai anak panah lepas dari busurnya, dibelahnya barisan yang berlapis itu menuju raja musuh, dan demi sampai di hadapannya, dipukulnya sekali pukul, hingga raja itu jatuh tersungkur. Kemudian secepatnya bersama kawan-kawannya, ia mengepung tentara yang berada di sekeiiling raja dan menghancurkan mereka ...,lalu dikuman dangkannya Allahu Akbar... !&lt;br /&gt;Demi Kaum Muslimin melihat bendera mereka berkibar di sana, yakni di tempat panglima Barbar berdiri menyampaikan perintah dan mengatur siasat, tahulah mereka bahwa kemenangan telah tercapai. Maka seolah-olah satu orang jua, mereka menyerbu ke muka, dan segala sesuatu-pun berakhir dengan keuntungan di pihak Muslimin ... !&lt;br /&gt;Abdullah bin Abi Sarah, panglima tentara Islam, mengetahui peranan penting yang telah diiakukan oleh Ibnu Zubeir. Maka sebagai imbalannya disuruhnya ia menyampaikan sendiri berita kemenangan itu ke Madinah terutama kepada khalifah Utsman bin Affan....&lt;br /&gt;Hanya kepahlawanannya dalam medan perang bagaimana juga unggul dan luar biasanya, tetapi itu tersembunyi di balik ketekunannya dalam beribadah ....Maka orang yang mempunyai tidak hanya satu dua alasan untuk berbangga dan menyombongkan dirinya ini akan menakjubkan kita karena selalu ditemukan dalam lingkungan orang-orang shaleh dan rajin beribadat.&lt;br /&gt;Maka balk derajat maupun kemudaannya, kedudukan atau harta bendanya, keberanian atau kekuatannya, semua itu tidak mampu untuk menghalangi Abdullah bin Zubeir untuk menjadi seorang laki-laki 'abid yang berpuasa di siang hari, bangun malam beribadat kepada Allah dengan hati yang khusu' niat yang suci.&lt;br /&gt;Pada suatu hari Umar bin Abdul Aziz mengatakan kepada Ibnu Abi Mulaikah: "Cobalah ceritakan kepada kami kepribadian Abdullah bin Zubeir!" Maka ujarnya: "Demi Allah! Tak pernah kulihat Jiwa yang tersusun dalam rongga tubuhnya itu seperti jiwanya! Ia tekun melakukan shalat, dan mengakhiri segala sesuatu dengannya. ... Ia ruku' dan sujud sedemikian rupa, hingga karena amat lamanya, maka burung-burung gereja yang bertengger di atas bahunya atau punggungnya, menyangkanya dinding tembok atau kain yang tergantung. Dan pernah peluru meriam batu lewat antara janggut dan dadanya sementara ia shalat, tetapi demi Allah, ia tidak peduli dan tidak goncang, tidak pula memutus bacaan atau mempercepat waktu ruku' nya&lt;br /&gt;Memang, berita-berita sebenamya yang diceritakan orang tentang ibadat Ibnu Zubeir, hampir merupakan dongeng. Maka di dalam shaum dan shalat, dalam menunaikan haji dan serta zakat, ketinggian cita serta kemuliaan diri dalam bertenggang di waktu malam - sepanjang hayatnya - untuk bersujud dan beribadat, dalam menahan lapar di waktu siang, - juga sepanjang usianya - untuk shaum dan jihadun nafs ..., dan dalam keimanannya yang teguh kepada Allah ...dalam semua itu ia adalah tokoh satu-satunya tak ada duanya&lt;br /&gt;Pada suatu kali Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu ditanyai orang mengenai Ibnu Zubeir. Maka walaupun di antara kedua orang ini terdapat perselisihan paham, Ibnu Abbas berkata: "Ia adalah seorang pembaca Kitabullah, dan pengikut sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam, tekun beribadat kepada-Nya dan shaum di siang hari karena takut kepada-Nya.. · Seorang putera dari pembela Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan ibunya ialah Asma puteri Shiddiq, sementara mak-tuanya ialah Khadijah istri dari Rasululiah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka tak ada seorang pun sedang membicarakan khalifah yang telah pergi berlalu bernama Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, tanpa mengindahkan tata-tertib kesopanan dan tidak didasari oleh kesadaran, mereka dicelanya, katanya: "Demi Allah, aku tak sudi meminta bantuan dalam menghadapi musuhku kepada orang-orang yang membenci Utsman ''~ Pada saat itu ia sangat memerlukan bantuan, tak ubah bagai seorang yang tenggelam membutuhkan pertolongan, tetap uluran tangan orang tersebut ditolaknya Keterbukaannya terhadap diri pribadi serta kesetiaannya terhadap aqidah dan prinsipnya, menyebabkannya tidak peduli kehilangan duaratus orang pemanah termahir yang Agama mereka tidak dipercayai dan berkenan di hatinya! Padahal waktu itu ia sedang berada dalam peperangan yang akan menentukan hidup matinya, dan kemungkinan besar akan berubah arah, seandainya pemanah-pemanah ahli itu tetap berada di sampingnya.,,.!&lt;br /&gt;Kemudian pembangkangannya terhadap Mu'awiyah dan puteranya Yazid sungguh-sungguh merupakan kepahlawanan! Menurut pandangannya, Yazid bin Mu'awiyah bin Abi Sufyan itu adalah laki-laki yang terakhir kali dapat menjadi khalifah Muslimin, seandainya memang dapat ... ! Pandangannya ini memang beralasan, karena dalam soal apa pun juga, Yazid tidak becus! Tidak satu pun kebaikan dapat menghapus dosa-dosanya yang diceritakan sejarah kepada kita, maka betapa Ibnu Zubeir akan mau bai'at kepadanya, ?&lt;br /&gt;Kata-kata penolakannya terhadap Mu'awiyah selagi ia masih hidup amat keras dan tegas. Dan apa pula katanya kepada Yazid yang telah naik menjadi khalifah dan mengirim utusannya kepada Ibnu Zubeir mengancamnya dengan nasib jelek apabila ia tidak membai'at pada Yazid ... ? Ketika itu Ibnu Zubeir memberikan jawabannya: "Kapan pun, aku tidak akan bai'at kepada si pemabok ... !" kemudian katanya berpantun : "Terhadap hal bathil tiada tempat berlunak lembut kecuali bila geraham dapat mengunyah batu menjadi lembut ".&lt;br /&gt;Ibnu Zubeir tetap menjadi Amirul Mu'minin dengan mengambil Mekah al-Mukarramah sebagai ibu kota pemerintahan dan membentangkan kekuasaannya terhadap Hijaz, Yaman, Bashrah, Kufah, Khurasan dan seluruh Syria kecuali Damsyik, setelah ia mendapat bai'at dari seluruh warga kota-kota daerah tersebut di atas.&lt;br /&gt;Tetapi orang-orang Banu Umaiyah tidak senang diam dan berhati puas sebelum menjatuhkannya, maka mereka melancarkan serangan yang bertubi-tubi, yang sebagian besar di antaranya berakhir dengan kekalahan dan kegagalan. Hingga akhirnya datanglah masa pemerilitahan Abdul Malik bin Marwan yang untuk menyerang Abdullah di Mekah itu memilih salah seorang anak manusia yang paling celaka dan paling merajalela dengan kekejaman dan kebuasannya ... ! Itulah dia Hajjaj ats-Tsaqafi, yang mengenai pribadinya, Umar bin Abdul Aziz, Imam yang adil itu pernah berkata: "Andainya setiap ummat datang dengan membawa kesalahan masing-masing, sedang kami hanya datang dengan kesalahan Hajjaj seorang saja, maka akan lebih berat lagi kesalahan kami dari mereka semua... !"&lt;br /&gt;Dengan mengerahkan anak buah dan orang-orang upahannya, Hajjaj datang memerangi Mekah ibukota Ibnu Zubeir. Dikepungnya kota itu serta penduduknya, selama lebih kurang enam bulan dan dihalanginya mereka mendapat makanan dan air, dengan harapan agar mereka meninggalkan Ibnu Zubeir sebatang kara, tanpa tentara dan sanak saudara. Dan karena tekanan bahaya kelaparan itu banyaklah yang menyerahkan diri, hingga Ibnu Zubeir mendapatkan dirinya tidak berteman atau kira-kira demikian .... Dan walaupun kesempatan untuk meloloskan diri dan menyelamatkan nyawanya masih terbuka, tetapi Ibnu Zubeir memutuskan akan memikul tanggung jawabnya sampai titik terakhir. Maka ia terus menghadapi serangan tentara Hajjaj itu dengan keberanian yang tak dapat dilukiskan, padahal ketika itu usianya telah mencapai tujuh puluh tahun Dan tidaklah dapat kita melihat gambaran sesungguhnya dari pendirian yang luar biasa ini, kecuali jika kita mendengar percakapan yang berlangsung antara Abdullah dengan ibunya yang agung dan mulia itu, Asma' binti Abu Bakar, yakni di saat-saat yang akhir dari kehidupannya. Ditemuinya ibunya itu dan dipaparkannya di hadapannya suasana ketika itu secara terperinci, begitupun mengenai akhir kesudahan yang sudah nyata tak dapat dielakkan lagi ....&lt;br /&gt;Kata 'Asma' kepadanya: "Anakku, engkau tentu lebih tahu tentang dirimu! Apabila menurut keyakinanmu, engkau berada di jalan yang benar dan berseru untuk mencapai kebenaran itu, maka shabar dan tawakallah dalam melaksanakan tugas itu sampai titik darah penghabisan. Tiada kata menyerah dalam kamus perjuangan melawan kebuasan budak-budak Bani Umaiyah ... ! Tetapi kalau menurut pikiranmu, engkau hanya mengharapkan dunia, maka engkau adalah seburuk-buruk hamba, engkau celakakan dirimu sendiri serta orang-orang yang tewas bersamamu!"&lt;br /&gt;Ujar Abdullah: "Demi Allah, wahai bunda! Tidaklah ananda mengharapkan dunia atau ingin hendak mendapatkannya... ! Dan sekali-kali tidaklah anakanda berlaku aniaya dalam hukum Allah, berbuat curang atau melanggar batas ... !"&lt;br /&gt;Kata Asma' pula: - 'Aku memohon kepada Allah semoga ketabahan hatiku menjadi kebaikan bagi dirimu, baik engkau mendahuluiku menghadap Allah maupun aku. Ya Allah, semoga ibadahnya sepanjang malam, shaum sepanjang siang dan bakti kepada kedua orang tuanya, Engkau terima disertai cucuran Rahmat-Mu. Ya Allah, aku serahkan segala sesuatu tentang dirinya kepada kekuasaan-Mu, dan aku rela menerima keputusan-Mu. Ya Allah berilah aku pahala atas segala perbuatan Abdullah bin Zubeir ini, pahalanya orang-orang yang shabar dan bersyukur ... !"&lt;br /&gt;Kemudian mereka pun berpelukan menyatakan perpisahan dan selamat tinggal.. Dan beberapa saat kemudian, Abdullah bin Zubeir terlibat dalam pertempuran sengit yang tak seimbang, hingga syahid agung itu akhirnya menerima pukulan maut yang menewaskannya. Peristiwa itu menjadikan Hajjaj kuasa Abdul Malik bin Marwan berkesempatan melaksanakan kebuasan dan dendam kesumatnya, hingga tak ada jenis kebiadaban yang lebih keji kecuali dengan menyalib tubuh syahid suci yang telah beku dan kaku itu.&lt;br /&gt;Bundanya, wanita tua yang ketika itu telah berusia sembilan puluh tujuh tahun, berdiri memperhatikan puteranya yang disalib. Dan bagaikan sebuah gunung yang tinggi, ia tegak menghadap ke arahnya tanpa bergerak. Sementara itu Hajjaj datang menghampirinya dengan lemah lembut dan berhina diri, katanya: "Wahai ibu, Amirui Mu'minin Abdulmalik bin Marwan memberiku wasiat agar memperlakukan ibu dengan balk ... !" "Maka adakah kiranya keperluan ibu ?. Bagaikan berteriak dengan suara berwibawa wanita itu berkata: "Aku ini bukanlah ibumu ... ! Aku adalah ibu dari orang yang disalib pada tiang karapan ..!&lt;br /&gt;Tiada sesuatu pun yang kuperlukan daripadamu. Hanya aku akan menyampaikan kepadamu sebuah Hadits yang kudengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sabdanya:&lt;br /&gt;"Akan muncul dari Tsaqif seorang pembohong dan seorang durjana ...! Adapun si pembohong telah sama-sama kita hetahui ....!Adapun si durjana, sepengetahuanku hanyalah hamu I"&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu datang menghiburnya dan mengajak- nya bershabar. Maka jawabnya: -- "Kenapa pula aku tidak akan shahar, padahal kepala Yahya bin Zakaria sendiri telah diserahkan kepada salah seorang durjana dari durjana-durjana Bani Isra'il !".&lt;br /&gt;Oh, alangkah agungnya anda, wahai puteri Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu 'anhu ... ! Memang, adakah lagi kata-kata yang lebih tepat diucapkan selain itu kepada (,rang-orang yang telah memisahkan kepala Ibnu Zubeir dari tubuhnya sebelum mereka menyalibnya !&lt;br /&gt;Tidak salah! Seandainya kepala Ibnu Zubeir telah diberikan sebagai hadiah bagi Hajjaj dan Abdul Malik, maka kepala Nabi yang mulia yakni Yahya 'alaihissalam dulu juga telah diberikan sebagai hadiah bagi Salome, seorang wanita yang durjana danhina dari Bani Israil ... ! Sungguh, suatu tamsil yang tepat dan kata-kata yang jitu ... !&lt;br /&gt;Kemudian mungkinkah kiranya bagi Ahdullah bin Zubeir akan melanjutkan hidupnya di bawah tingkat yang amat tinggi dari keluhuran, keutamaan dan kepahlawanan ini, sedang yang menyusukannya ialah wanita yang demikian corak bentuk-nya&lt;br /&gt;  Salam kiranya terlimpah atas Abdullah ... ! Dan kiranya terlimpah pula atas Asma'...!&lt;br /&gt;Salam bagi kedua mereka di lingkungan syuhada yang tidak pernah fana... !&lt;br /&gt;Dan di lingkungan orang-orang utama lagi bertaqwa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-7106478983809796782?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/7106478983809796782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/04/abdullah-bin-zubeir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/7106478983809796782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/7106478983809796782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/04/abdullah-bin-zubeir.html' title='ABDULLAH BIN ZUBEIR'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-4073641180300026338</id><published>2009-04-19T02:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T02:43:54.648-07:00</updated><title type='text'>ABDULLAH BIN JAHSY radhiallâhu 'anhu</title><content type='html'>"Mereka bertanya tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah:"Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) dari pada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya". (QS. 2:217).&lt;br /&gt;  Menurut beberapa ahli tafsir, ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Abdullah bin Jahsy.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Abdullah bin Jahsy radhiallâhu 'anhu&lt;br /&gt;Dalam Perang Uhud, kaum Quraisy laki-laki dan perempuan melakukan belas dendam terhadap kaum Muslimin atas kekalahan mereka dalam Perang Badar. Mereka bertindak seperti srigala buas, merobek-robek perut Hamzah bin Abdul Muththalib, paman Rasulullah, dan memakan hatinya. Abdullah bin Jahsy radhiallâhu 'anhu ; mereka potong hidung dan daun telinganya.&lt;br /&gt;Abdullah bin Jahsy radhiallâhu 'anhu bangga sekali karena ia merupakan kepala pasukan pertama yang dilantik Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan komandan pasukan pertama yang menetapkan kemenangan perang 1/5 (seperlima) bagian untuk Rasulullah sebelum Allah mengukuhkannya.&lt;br /&gt;Ayahnya adalah Jahsy bin Riab bin Khuzaimah al-Asadi, ibunya adalah Aminah binti Abdul Muththalib bin Hasyim, dan saudarinya adalah Zainab binti Jahsy, istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Jadi, dia adalah saudara misan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan ibunya, sekaligus iparnya.&lt;br /&gt;Dia dilahirkan di Mekkah, dekat Baitullah al-Haram. Sesudah ia dewasa barulah tahu jalan ke Ka'bah. Ia berdiri lama di depan Ka'bah, mengamati jamaah haji yang datang berbondong-bondong dari seluruh pelosok dunia.&lt;br /&gt;Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri isak tangis mereka, air mata sedih dan keharuan mereka, dan keluh kesah serta doa mereka di depan Ka'bah yang megah itu.&lt;br /&gt;Berapa kali telinganya mendengarkan rintihan dan bisikan mereka dengan berbagai bahasa yang tidak dipahami maksud dan tujuannya. Pada saat itu, ia merebahkan dirinya di pangkuan ibunya menanyakan dengan penuh harap apa-apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;Ibunya menjawabnya dengan penuh rasa kasih sayang sambil mengusap-usap kepalanya dan pundaknya hingga ia tertidur. Putranya itu lalu diselimuti dan didoakannya supaya Tuhan Ka'bah itu melindungi dan memeliharanya.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ia datang kepada ibunya sambil menangis sedih. Ia menceritakan bahwa sekelompok orang telah meruntuhkan bangunan Ka'bah itu.&lt;br /&gt;Ibunya menenangkan hatinya, menceritakan kepadanya bahwa mereka sedang memugar bangunan itu supaya emas perak dan permata mutumanikam yang ada di dalamnya tidak dicuri orang akibat kerusakan yang ditimbulkan banjir.&lt;br /&gt;Pada waktu itu, Abdullah melihat bagaimana persaingan keras antara para kabilah Arab yang berebutan ingin meletakkan Hajar Aswad di tempatnya, hingga hampir terjadi pertengkaran dan peperangan antara mereka.&lt;br /&gt;Untunglah, akhirnya, mereka menerima gagasan sesepuh mereka untuk menyerahkan hal itu kepada orang yang pertama kali masuk ke Baitullah esok paginya, untuk menetapkan kabilah mana yang mendapat kehormatan meletakkannya.&lt;br /&gt;Ternyata, orang yang masuk pertama itu Muhammad al-Amin, yang kemudian ia menggelarkan mantelnya dan meletakkan Hajar Aswad itu di tengahnya, lalu ia perintahkan kepada semua wakil kabilah yang hadir untuk memegang ujung mantel itu dan mengangkatnya ke dekat tempatnya, lalu ia mengangkat dengan tangannya dan menaruh di tempatnya.&lt;br /&gt;  Sesudah Hajar al-Aswad diletakkan  di tempatnya, para pekerja meneruskan pekerjaannya memperbaiki Ka'bah.&lt;br /&gt;Sejak saat itulah, Abdullah mencintai Muhammad al-Amin dengan sepenuh hati dan mengagumi kebijaksanaannya memecahkan masalah yang hampir menimbulkan pertumpahan darah diantara kabilah Arab, dan caranya yang cerdik menyertakan semua kabilah ikut merasa mendapat kehormatan mengangkat Hajar al-Aswad ke tempatnya. Sejak itulah, ia menjadikan Muhammad sebagai tokoh favorit dan panutannya.&lt;br /&gt;Setiap hari, Abdullah berusaha menyertai dan duduk-duduk dengan Muhammad untuk belajar lebih banyak tentang berbagai hal, baik melalui tutur katanya maupun melalui tingkah lakunya.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Abdullah tidak melihat Muhammad al-Amin seperti biasanya. Ia tidak sabar menantinya, ia pergi mengetuk pintu rumahnya. Istri beliau memberitahukan bahwa beliau ada di Gua Hira.&lt;br /&gt;Ia pulang ke rumahnya dengan kecewa dan sedih karena rasa rindunya kepada laki-laki pujaannya itu. Kapan gerangan ia kembali duduk-duduk bersamanya lagi?.&lt;br /&gt;Pada suatu pagi yang membahagiakan, menjelang fajar menyingsing, dimana embusan angin membawa titik-titik embun yang membangkitkan kehidupan dan kesegaran, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sedang sujud di tempat shalatnya, memuja dan memuji Tuhannya, tiba-tiba ia mendengar seperti gemerincing suara bel, kemudian malaikat Jibril menyampaikan wahyu dan perintah Tuhan, "Dan, berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat". (Q,.s.asy-Syu'ara: 214)&lt;br /&gt;Sang surya sudah menampakkan wajahnya yang perkasa dan memancarkan cahayanya, menghalau sisa titik-titik embun yang masih ada diatas daun. Sementara itu, Muhammad al-Amin melangkahkan kakinya menuju Bukit Shafa, tidak jauh dari Ka'bah, lalu teriaknya, "selamat pagi, selamat pagi".&lt;br /&gt;Abdullah masih telentang diatas tempat tidurnya, matanya terbuka lebar, sambil berpikir untuk menemui Muhammad al-Amin di Gua Hira, seperti yang dikabarkan isteri beliau, Khadijah. Tiba-tiba, ia mendengar kumandang suara Muhammad, "selamat pagi, selamat pagi" dari atas bukit Shafa, tidak jauh dari rumahnya. Ia lalu melemparkan selimutnya dan pergi ke sana.&lt;br /&gt;  Tampaknya, suara itu berhasil mengumpulkan kaum Quraisy; semuanya berdatangan ingin tahu ada apa sepagi itu mereka diundang.&lt;br /&gt;Sesudah mereka berkumpul, mulailah beliau menyeru mereka, "Hai keluarga Ghalib, keluarga Luai, keluarga Murrah, keluarga Kilab, keluarga Qushai, dan keluarga Abdu Manaf! Kalau aku memberitahukan kepada kalian bahwa di balik gunung itu ada musuh yang hendak menyerang kalian, apakah kalian akan mempercayaiku?".&lt;br /&gt;  Mereka menjawab serentak, "Ya, karena kau tidak pernah berbohong kepada kami".&lt;br /&gt;Rasulullah melanjutkan, "Maka, janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain disamping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. Dan, berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkan dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman". (Q,.s. asy-Syu'araa': 213-215).&lt;br /&gt;  Kerumunan orang itu lalu bubar. Ada yang percaya dan ada yang tidak, masing-masing membela argumentasi dan kebenarannya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pulang kembali ke rumahnya. Abdullah pun kembali juga dengan membawa kata-kata baru yang dilontarkan Muhammad al-Amin itu. Ternyata, kata-katanya meyakinkan kalbunya, lalu ia pergi menyusul Muhammad ke rumahnya dan meyatakan keislamannya di sana.&lt;br /&gt;Sesudah ia mengucapkan kalimat syahadat, lalu ia mengajak kedua saudara perempuannya masuk Islam juga dan ternyata mereka mengikuti jejaknya, malah ia menjadikan salah sebuah ruangan dalam rumahnya sebagai mushalla untuk beribadah dengan tekun dan khusyu' kepada Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;Akan tetapi, Quraisy telah menunggangi kepalanya sendiri. Ia memaklumatkan perang tanpa ampun terhadap dakwah itu dan bertindak kejam dan keji terhadap para mustadh'afin yang berani mengikuti ajaran Muhammad termasuk juga Abdullah.&lt;br /&gt;Beberapa orang mustadh'afin datang menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan meminta supaya Allah meringankan beban yang mereka derita. Dengan agak gusar, Rasulullah bersabda: "Demi Allah, orang-orang sebelum kalian ditangkap dan tubuhnya dibelah dua, namun mereka tidak bergeser dari agamanya sedikitpun. Ada lagi yang tubuhnya disisir dengan sisir besi diantara tulang dan dagingnya, tetapi hal itu tidak memaksa mereka beralih agama. Hal ini akan berjalan terus hingga para musafir dari Shan'a' ke Hadramaut tidak merasa gentar lagi selain kepada Allah atau para gembala tidak takut lagi kepada ternaknya dari terkaman srigala, tetapi memanglah kalian suatu kaum yang terburu nafsu".&lt;br /&gt;Penyiksaan Quraisy makin ganas dan kejam. Abu Jahal menyiksa dan menganiaya Sumayyah, ibu Ammar radhiallâhu 'anhu hingga tewas, begitu pula suaminya, Yasir dan puteranya, Ammar.&lt;br /&gt;Sudah tentu berita itu menimbulkan rasa ngeri dan gelisah pada kaum mustadh'afin karena mereka tidak diperkenankan memaklumatkan perang terhadap kaum mustakbirin itu. Apa yang harus mereka lakukan sedangkan kaum kafir Quraisy tidak henti- hentinya melakukan tindakan penindasan dan perang permusuhan?.&lt;br /&gt;Mereka berkumpul dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam untuk meminta dicarikan jalan pemecahan dari ancaman dan terkaman orang-orang ganas dan buas yang tidak berprikemanusiaan itu.&lt;br /&gt;Pada saat itulah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengemukakan gagasannya: "Kalau kalian mau hijrah ke negeri Habasyah, disana terdapat seorang raja yang tidak berlaku zhalim kepada siapapun, dialah negeri kejujuran hingga Allah membukakan kelapangan dari keadaan kalian dewasa ini".&lt;br /&gt;Kini, mereka diperkenankan melakukan hijrah, menyelamatkan diri dan agamanya ke negeri yang lebih aman agar bisa menunaikan ibadahnya dengan bebas dan tenang.&lt;br /&gt;Pada waktu itu, Abdullah dan kedua saudara laki-lakinya serta kedua saudara perempuannya, bahkan dengan semua anggota keluarganya, pergi hijrah ke negeri yang dimaksudkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai negeri kejujuran, yang rajanya tidak pernah berlaku zhalim itu.&lt;br /&gt;Amr ibnul Ash radhiallâhu 'anhu berkisah, "pada suatu hari, aku duduk di Majelis an-Najasyi, Raja Habasyah, lalu masuklah Amr bin Umayyah adh-Dhamari. Pada waktu itu, ia sedang membawa surat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam untuk Raja Habasyah itu. Sesudah ia keluar, aku berkata kepada Najasyi, 'orang itu perutusan musuh kami. Ia yang telah menegangkan situasi dan membuat tokoh-tokoh kami setengah mati. Serahkanlah dia kepada kami, kami akan membunuhnya'.&lt;br /&gt;Ia gusar sekali atas omongan itu, lalu ia memukul mukaku dengan keras hingga terasa hidungku seakan-akan copot dan mengucurkan darah banyak sekali ke bajuku. Aku merasa terhina sekali di tengah-tengah majelis itu. Rasanya, aku lebih rela mati terkubur dalam tanah daripada menderita malu serupa itu.&lt;br /&gt;Untuk melunakkan amarahnya, aku berkata lagi, 'kalau aku tahu baginda akan murka seperti ini, aku tidak akan mengajukan permintaan seperti itu'.&lt;br /&gt;'Ya Amr, kau meminta kepadaku supaya aku menyerahkan perutusan orang yang mendapatkan Namus yang maha besar, yang pernah datang kepada Musa 'alaihissalam dan 'Isa 'alaihissalam. Kau meminta aku menyerahkan perutusannya untuk dibunuh?' ".&lt;br /&gt;"Sejak saat itu,"kata Amr selanjutnya, "dalam hati kecilku terjadi perubahan sikap, lalu kataku dalam hati, 'Bangsa Arab dan 'Ajam/asing mengenal kebenaran ini sedangkan kau akan melawannya'. Aku kemudian bertannya kepadanya, 'Apakah yang mulia percaya atas hal itu?'.&lt;br /&gt;'Ya, Aku bersaksi di hadapan Allah, wahai Amr! Percayalah kepadaku, dia adalah benar, dia akan dimenangkan atas orang yang melawannya, seperti halnya Musa 'alaihissalam dimenangkan melawan Fir'aun dan pasukannya'.&lt;br /&gt;   'Apakah yang mulia mau menerima bai'atku masuk Islam atas namanya?'.&lt;br /&gt;  'Ya!, ia lalu mengulurkan tangannya membai'atku masuk Islam".&lt;br /&gt;Abdullah dan keluarganya hidup di negeri Habasyah dalam perlindungan raja yang murah hati itu hingga datang berita yang mengatakan bahwa kaum Quraisy sudah sadar dan masuk Islam, lalu Abdullah dan beberapa orang Muhajirin lainnya kembali ke Mekkah.&lt;br /&gt;Ternyata, berita Islamnya kaum Quraisy itu hanyalah isapan jempol yang disebarluaskan Quraisy supaya para Muhajirin itu kembali untuk menghadapi siksaan dan penganiayaan yang baru lagi.&lt;br /&gt;Abdullah dan keluarganya tinggal beberapa saat lamanya di Mekkah hingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengizinkan melakukan hijrah kembali sehingga rumah mereka di Mekkah kosong melompong, tidak ada yang menghuninya. Sesudah Abu Sufyan melihat hal ini, lalu ia menawarkan dan menjualnya. Sesudah berita itu terdengar oleh keluarga Jahsy, Abdullah memberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, Rasulullah lalu menjawab, "wahai Abdullah! Apakah kau tidak mau Allah menggantimu dengan sebuah rumah yang lebih baik di surga?".&lt;br /&gt;  "Sudah tentu mau," sahut Abdullah bin Jahsy.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menegaskan, "Nah, itu untukmu kelak".&lt;br /&gt;Sesudah kota Mekkah ditaklukkan, Abu Ahmad, saudara Abdullah bin Jahsy, datang membicarakan lagi soal rumah-rumah keluarga Jahsy yang dijual oleh Abu Sufyan itu, tetapi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengulur-ulur masalah itu. Beberapa orang lalu memberi keterangan,"wahai Abu Ahmad, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tidak suka membahas kembali kekayaan yang dirampas dari kalian demi karena Allah".&lt;br /&gt;  Sejak itulah, ia tidak mau lagi mengungkit-ungkit soal tersebut.&lt;br /&gt;Abdullah bin Jahsy merupakan komandan pasukan pertama yang dikirimkan ke perbatasan kota Mekkah sehingga menimbulkan kontak senjata dan meninggalnya Amru al-Hadhrami serta tertawannya Utsman bin Abdullah bin al-Mughirah dan al-Hakam bin Kisan, yang menimbulkan kegusaran kaum Quraisy. Mereka berkata: "Muhammad dan kawan-kawannya menghalalkan bulan haram".&lt;br /&gt;Abdullah mengikuti Perang Badar dan semua peristiwa sesudahnya bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam hingga Perang Uhud yang rupanya Allah Ta'ala ingin menguji kaum muslimin. Abdullah bin Ubay, kepala kaum munafiqin di Madinah, kembali ke Madinah di tengah perjalanan dengan 1/3 pasukan, tetapi kaum Muslimin mendesak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam untuk tetap keluar dari Madinah.&lt;br /&gt;  Sebelum perang dimulai, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam duduk di sebuah pondok yang dibikin khusus baginya.&lt;br /&gt;Ummu Salamah datang memberikan daging panggang kepada Rasulullah, lalu dimakannya. Ia lalu memberikan air anggur, lalu diminumnya. Salah seorang yang hadir lalu meminumnya dan sisanya diminum oleh Abdullah bin Jahsy. Salah seorang bertanya kepadanya, "Tahukah kau, kemana perginya minumanmu itu esok?".&lt;br /&gt;"Ya, aku lebih suka menemui Allah dalam keadaan puas daripada dalam keadaan dahaga," jawabnya seraya berdoa, "Ya Allah, aku mohon supaya aku memperoleh syahadah dalam jalanMu".&lt;br /&gt;Menurut putera Sa'ad bin Abi Waqqash, ayahnya berkata,"pada waktu itu, sebelum Perang Uhud berkobar, Abdullah bin Jahsy bertanya, 'apakah tidak sebaiknya kami berdoa kepada Allah?".&lt;br /&gt;Mereka masing-masing berdoa. Sa'ad berdoa,"Ya Allah, kalau kami bertemu musuh esok hari, pertemukanlah aku dengan seorang yang bertenaga kuat dan beremosi tinggi. Saya akan membunuhnya dan merampas miliknya".&lt;br /&gt;Abdullah bin Jahsy berdoa,"Ya Allah, pertemukanlah aku esok dengan seorang yang kuat tenaganya dan tinggi emosinya. Aku akan membunuhnya karenaMu, lalu orang itu membunuhku, kemudian ia memotong hidung dan kedua telingaku. Apabila engkau bertanya kepadaku kelak, 'Ya Abdullah, mengapa hidung dan telingamu itu?'. Aku akan menjawab, 'Ia dipotong oleh orang karenaMu dan karena RasulMu semata-mata, Ya Allah'. Engkau lalu berfirman,'benar kau, Abdullah' ".&lt;br /&gt;Selanjutnya, Sa'ad bin Abi waqqash berkata, "ternyata doa Abdullah bin Jahsy lebih baiik dari doaku. Pada keesokan harinya, menjelang hari berakhir, aku melihat kedua daun telinganya dan ujung hidungnya bergantung dengan seutas tali".&lt;br /&gt;Begitulah cita-cita dan dambaan pengikut Muhammad berebut maju dalam medan perang, ingin mendapatkan salah satu diantara dua kebaikan; meninggikan kalimat Allah dan memenangkan agamaNya atau mati syahid.&lt;br /&gt;Ternyata, doa mereka dikabulkan Allah Ta'ala, cita-citanya dipenuhi sesuai dengan firmanNya, "Berdoalah kepadaKu niscaya Aku akan memperkenankan bagimu". (Q,.s. al-Mukmin:60)&lt;br /&gt;Allah Ta'ala sudah mengabulkan doa Abdullah bin Jahsy radhiallâhu 'anhu dan sudah berkenan menerimanya di sisiNya karena ia sudah menunaikan tugas kewajibannya dengan baik terhadap Tuhan, agama dan Rasulnya. Jadi, fungsinya dinyatakan selesai dan takdirNya sudah jatuh tempo. Akan tetapi, misi Sa'ad bin Abi Waqqash belum selesai, tugas kewajiban yang menantinya masih banyak dan panjang, menunggu penanganannya.&lt;br /&gt;Seusai Perang Uhud, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk menguburkan jenazah pamannya, Hamzah dan Abdullah dalam satu kubur dan memerintahkan Amru ibnul Jumuh dan Abdullah bin Umar bin Haram juga dalam satu kubur karena keduanya kawan karib di dunia.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Aku menjadi saksi mereka bahwa tidak terdapat luka di jalan Allah melainkan Allah akan melahirkan kembali lukanya itu berdarah di hari kiamat; warnanya seperti warna darah dan baunya seperti bau misk (kesturi)".&lt;br /&gt;  Sebab Turunnya Ayat&lt;br /&gt;Menurut keterangan Ahli Tafsir (mufassirin), pada bulan Jumadil Akhir dua bulan sebelum Perang Badar berkobar, kira-kira tujuh belas bulan sesudah hijrah ke Madinah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengirimkan delapan orang Muhajirin dibawah pimpinan Abdullah bin Jahsy dengan pesan,&lt;br /&gt;"Pergilah kau dengan Asma Allah dan janganlah kau buka suratku ini hingga engkau berjalan selama dua hari. Sesudah menempuh jarak itu barulah kau buka suratku itu dan bacakan kepada kawan-kawanmu. Setelah itu, teruskan perjalananmu sesuai perintahku. Janganlah ada diantara kawan-kawanmu itu yang pergi mengikuti karena dipaksa (terpaksa)".&lt;br /&gt;  Abdullah bin Jahsy berjalan selama dua hari, kemudian ia berhenti dan membuka surat Rasulullah itu.&lt;br /&gt;"Bismillaahr-ahmaanirahiim. Amma ba'du, pergilah kau dengan kawan-kawan yang menyertaimu disertai keberkahan dari Allah hingga kau mencapai sebuah kebun kurma. Dari sana, kau bisa mengintai kegiatan kafilah Quraisy, lalu kau kembali membawa berita mereka".&lt;br /&gt;Sesudah membaca isi surat itu, Abdullah berkata:"Sam'an wa thaa 'atan, aku mendengar dan patuh kepada perintahmu", lalu berkata kepada para pengikutnya, "Rasulullah melarang saya memaksa kalian ikut dalam misi ini".&lt;br /&gt;Rombongan ini berjalan atas perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan dengan perlindungan Allah Ta'ala. Di suatu tempat bernama Bahran, Sa'ad bin Abi Waqqash dan Utbah bin Ghazwan kehilangan ontanya. Keduanya pergi mencari ontanya itu hingga tertinggal oleh rombongannya. Abdullah bin Jahsy meneruskan perjalanannya sesuai petunjuk Rasulullah hingga mencapai sebuah perkebunan kurma. Tiba-tiba, mereka melihat kafilah Quraisy dikawal oleh Amru ibnul Hadhrami, Utsman ibnul Mughirah, dan saudaranya; Naufal dan al-Hakam bin Kisan.&lt;br /&gt;Para shahabat itu bermusyawarah tentang mereka. Salah seorang berkata, "kalau kalian membiarkan mereka pergi malam ini, mereka akan memasuki Tanah Haram dan kalian tidak bisa berbuat apa-apa. Akan tetapi, kalau kalian memerangi mereka, kita ada dalam bulan haram?". Pada waktu itu, mereka ada di akhir bulan Rajab.&lt;br /&gt;Mereka ragu-ragu dan takut menindaknya. Tapi akhirnya, mereka memberanikan dan memutuskan untuk memeranginya dengan sekuat-kuatnya. Salah seorang dari shahabat itu lalu melepaskan anak panah kepada Amru ibnul Hadhrami dan tewaslah ia seketika. Mereka berhasil menawan Utsman ibnul Mughirah dan al-Hakam bin Kisan, sedangkan Naufal dan saudaranya Utsman, berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;Menurut keterangan sebagian keluarga Abdullah bin Jahsy, pada waktu itu, Abdullah mengatakan kepada para shahabatnya itu, "Dua puluh persen dari kemenangan yang kita peroleh ini untuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan sisanya dibagi diantara kita". Ini terjadi sebelum ketetapan 20% itu dikukuhkan oleh al-Qur'an.&lt;br /&gt;Sesampainya rombongan di Madinah, Rasulullah bersabda kepada mereka, "Aku tidak memerintahkan kalian mengadakan peperangan di bulan haram", seraya menolak untuk mengambil bagiannya dari hasil kemenangan itu.&lt;br /&gt;Abdullah bin Jahsy dan para shahabatnya bersedih hati karena telah bertindak di luar perintah. Lebih-lebih, setelah semua shahabat Rasulullah menyesalkan tindakannya itu. Belum lagi kampanye Quraisy yang diembus-embuskan dengan gencar, "Muhammad dan shahabatnya menghalalkan pertumpahan darah, perampasan hak milik dan penawanan orang di bulan haram".&lt;br /&gt;Sesudah bicara orang dipusatkan pada soal itu, keputusan langit turun untuk mengesahkan dan sekaligus mengukuhkan tindakan Abdullah bin Jahsy dan kawan-kawannya itu,&lt;br /&gt;"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, 'berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjid Haram, dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah . Dan, berbuat fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu ia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya".&lt;br /&gt;Ibnu Ishaq berkata, "sesudah ayat tersebut turun, legalah Abdullah dan kawan-kawannya, dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mau menerima tawanan dan hasil rampasan perang itu. Setelah itu, datang perutusan dari kaum Quraisy untuk menebus Utsman dan al-Hakam bin Kisan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada perutusan itu, "Kami tidak akan menerima tebusan keduanya hingga shahabat kami datang, yakni: Sa'ad bin Abi Waqqash dan Utbah bin Ghazwan. Kami khawatir, kalian telah menangkap keduanya. Kalau kalian membunuh keduanya, kami juga akan membunuh shahabat kalian".&lt;br /&gt;  Tak lama, Sa'ad dan Utbah datang, lalu Rasulullah menyerahkan kedua tawanan itu kepada perutusan Quraisy itu".&lt;br /&gt;Al-Hakam bin Kisan kemudian masuk Islam dengan baik dan tinggal bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam hingga syahid pada peristiwa Bi'ir Ma'unah. Utsman pulang kembali ke Mekkah dan mati dalam keadaan kafir. Adapun Naufal terjatuh bersama kudanya ke dalam lubang parit (khandaq ) sehingga tewas tertumbuk batu. Kaum Musyrikin meminta mayatnya dengan imbalan uang, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Bawalah, karena mayatnya buruk dan tebusannya buruk".&lt;br /&gt;  Renungan&lt;br /&gt;Di sebelah Baitullah al-Haram, rumah yang Allah jadikan daerah aman dan damai bagi hamba-hambaNya, menyambut doa bapak para nabi, Ibrahim 'alaihissalam , "Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa". (Q,.s. al-Baqarah: 126). Di sana, Asma', ibu Ammar dan Yasir, ayahnya, dibunuh dengan keji dan kejam, bukan karena berdosa tapi semata-mata karena keduanya menyatakan "Tuhan kami hanya Allah".&lt;br /&gt;Di daerah yang Allah tetapkan sebagai daerah aman dan damai secara mutlak dari semua sengketa, peperangan dan pertengkaran, supaya mereka kembali sadar dan menginsafi apa yang tepat dan benar, hidup bersaudara dan berdampingan di dalam daerah itu, oleh kaum Quraisy dijadikan ajang pembunuhan sekelompok orang yang tiada berdaya dan berdosa.&lt;br /&gt;Mereka dipaksa keluar dan menyimpang dari agamanya. Mereka dilarang mengikuti pelajaran yang diberikan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Allah sudah menetapkan bahwa daerah Masjid al-Haram dan sekitarnya itu semacam daerah margasatwa, dimana burung-burung bebas beterbangan tanpa rasa takut, dimana hewan, manusia dan bahkan serangga bisa hidup berdampingan secara aman dan damai tanpa rasa takut satu dengan yang lainnya. Mengapa negeri yang telah ditetapkan menjadi daerah aman dan damai berubah menjadi daerah yang menakutkan dan penuh kengerian. Daerah bebas merdeka itu berganti menjadi daerah perbudakan, dimana kebebasan orang memilih agama dan hak mengamalkan keyakinannya dibatasi dan dihalang-halangi.&lt;br /&gt;Menyambut seruan agama tauhid yang dikumandangkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dicap sebagai kafir dan murtad karena keluar dari agama nenek moyang yang percaya kepada berhala-berhala ; Latta, 'Uzza dan Manat yang dideretkan di sekitar Ka'bah.&lt;br /&gt;Allah telah menetapkan haram (suci)nya rumah itu sejak Ibrahim dan putranya Ismail 'alaihissalam membangunnya. Sejak saat itulah, Allah telah menetapkan daerah itu aman bagi semua orang dan sekalgus daerah haram mengadakan peperangan dan pembunuhan.&lt;br /&gt;"(Dan) ingatlah ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman…". (Q,.s. al-Baqarah: 125)&lt;br /&gt;Rahmat dan nikmat yang dikaruniakan Alah kepada hambaNya itu oleh kaum Quraisy disulap bagi kaum mustadh'afin di daerah aman dan damai itu. Mereka dikejar dan disiksa, agamanya diejek dan dihina, keluarganya diganggu dan dianiaya.&lt;br /&gt;  Alasan palsu mereka diungkapkan oleh al-Qur'an,&lt;br /&gt;  "…jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu niscaya kami akan diusir dari negeri kami…". (Q,.s. al-Qashash:57)&lt;br /&gt;Siapa selain mereka yang mampu melakukan tindak kejahatan di daerah itu? Siapa yang berani melanggar haram Allah seperti mereka?.&lt;br /&gt;Memang pernah terjadi, Abrahah dengan pasukan gajahnya hendak menghancurkan Baitullah al-Haram itu. Ia dengan sombonnya datang sampai di pinggiran kota Mekkah. Semua nasehat dan peringatan orang tidak diindahkan. Kaum Quraisy tahu apa yang dikehendaki Abrahah. Mereka juga tahu kekeuatan pasukan Abrahah. Maka dari itu, mereka tidak berpikir hendak melindungi Ka'bah dari serangannya. Mereka melarikan diri ke luar kota Mekkah.&lt;br /&gt;Abrahah kaget melihat sikap kaum Quraisy yang membiarkan kotanya terbuka, tidak dipertahankan sedikitpun. Malah, ia merasa heran ketika Abdul Muththalib, sesepuh kota Mekkah, datang menghadapnya untuk meminta ontanya dikembalikan dan tidak berbicara soal Baitullah sama sekali, hanya menjawab dengan jawaban yang tersohor itu, "onta itu milik saya sedangkan al-Bait itu ada Pemiliknya yang nanti akan melindunginya!".&lt;br /&gt;Tak salah lagi dugaan Abdul Muthathlib, Tuhan al-Bait itu telah melindunginya dari serangan Abrahah dan pasukannya. Mereka yang hendak berbuat onar, hendak mengeruhkan suasana aman dan damai di daerah haram itu, dihukum.&lt;br /&gt;"Dan, Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)". (Q,.s. al-Fiil: 3-5).&lt;br /&gt;Kepandaian mereka bersilat lidah, "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu niscaya kami akan diusir dari negeri kami", langsung dipatahkan dengan firmanNya, "Dan, apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui". (Q,.s. al-Qashash:57).&lt;br /&gt;Disamping menjadikan Mekkah sebagai daerah damai, Allah Ta'ala juga menjadikannya bulan-bulan haram sebagai masa-masa damai, tetapi bangsa Arab mempermainkan bulan-bulan itu sesuai dengan selera dan nafsu mereka. Adakalanya dipercepat dengan fatwa pimpinan agama atau kabilahnya yang kuat dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;Sesudah Islam datang, ia menetapkan dengan tegas bahwa penundaan percepatan, dan perubahan dari ketetapan Allah itu hukumnya kafir, batil dan sesat,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkan pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan, Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir". (Q,.s. at-Taubah:37) .&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa kaum Quraisy yang pertama merusak kelestarian daerah damai itu. Mereka mempermainkan pantangan pada bulan-bulan itu. Kaum Muslimin dijadikan bulan-bulanan karena agamanya; mereka dikejar-kejar, disiksa, diananiaya, dipecuti, dijemur diterik padang pasir, dan bahkan ada yang dibunuh karena tidak mau murtad dari Islamnya. Mereka lebih suka pergi berhijrah sesudah izin dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam meninggalkan tanah air tercintanya, meninggalkan semua harta milik yang diperoleh dari hasil jerih payah seumur hidup, demi mempertahankan iman dan tauhidnya.&lt;br /&gt;Sudah tentu kaum Muslimin akan menuntut balas kapan pun dan dimana pun terhadap gerombolan penjahat yang sesat itu. Tidak heran kalau luapan itu diledakkan oleh pasukan yang dipimpin Abdullah bin Jahsy sehingga menimbulkan korban tewas dan beberapa orang tertawan di kalangan Quraisy, seperti diutarakan di awal pembahasan.&lt;br /&gt;Oleh kaum Quraisy, kejadian itu dimanfaatkan menarik simpati kabilah Arab dan sekaligus untuk memecah-belah barisan kaum Muslimin. Mereka menghasut bahwa pengikut Muhammad telah merobek-robek kehormatan bulan-bulan haram. Kampanye lihai mereka hampir berhasil memecah-belah barisan kaum Muslimin. Untunglah keputusan langit cepat turun, mengingatkan kaum Muslimin supaya tetap memelihara persatuan dan kesatuannya, dan supaya tidak menganggap remeh tindak-tanduk dan fitnah lawan-lawannya itu.&lt;br /&gt;"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, 'berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (mengahalangi masuk ke) Masjid al-Haram, dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan, berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu ia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya". (al-Baqarah: 217) .&lt;br /&gt;Demikianlah berita wahyu itu mengungkapkan tampang kaum Quraisy yang sebenarnya, bagaimana taktik dan strategi mereka menghadapi kaum Muslimin, mereka akan berusaha sekuat-kuatnya dengan segala cara, legal atau ilegal, halal atau haram, memaksa mereka menjadi kafir kembali.&lt;br /&gt;Akan tetapi, kehendak Allah sudah menetapkan umat Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam yang konsekuen menjalankan ajaran agamanya akan dijadikan pemimpin dunia seluruhnya.&lt;br /&gt;"Dan, demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasulullah (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu..". (Q,.s. al-Baqarah: 143).&lt;br /&gt;Memang secara keseluruhan, mental dan moral jamaah Islam dapat menahan diri dan menghindarkan diri dari godaan duniawi, menyambut dengan patuh titah peritah Allah Ta'ala, tidak melakukan penyerangan terhadap mereka yang telah mengusir keluar dari tanah airnya, yang merampas harta bendanya, dan yang tidak memperkenankan menunaikan manasik haji di Baitullah al-Haram. Mereka merasa gusar dan marah dalam hati atas sikap lawan-lawannya itu, namun mereka harus mampu menahan diri sesuai dengan petunjuk agamanya.&lt;br /&gt;"…Dan, janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksaNya". (Q,.s. al-Maidah: 2).&lt;br /&gt;Kaum Muslimin menyambut dengan lapang dada dan sukacita ajaran yang digariskan langit itu. Mereka memelihara persatuannya, memadu kegiatannya, menaburkan bibit kebaikan dan ketakwaan dan menumpas kuman-kuman dan permusuhan. Dalam sekejap saja, dunai menyambut mereka bagai pemimpin dan guru dunia. Akan tetapi, mengapa cucu-cucu mereka kini berpaling hanya menjadi pengekor?. Bagaimana mereka telah menghilangkan landasan hidup yang mereka rintiskan? Allahumma ihdi qaumi. Wallâhu a'lam .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-4073641180300026338?l=takazakisah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://takazakisah.blogspot.com/feeds/4073641180300026338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/04/abdullah-bin-jahsy-radhiallahu-anhu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/4073641180300026338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6329301302534080215/posts/default/4073641180300026338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://takazakisah.blogspot.com/2009/04/abdullah-bin-jahsy-radhiallahu-anhu.html' title='ABDULLAH BIN JAHSY radhiallâhu &apos;anhu'/><author><name>Rumah Herbal As-Sahla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10658734047825974129</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Rs5Tf3RfKqE/TZdRn_Hw2ZI/AAAAAAAAALA/WWYIRtfghQI/s220/Honey.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6329301302534080215.post-4333131328909267192</id><published>2009-04-19T02:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T02:41:25.436-07:00</updated><title type='text'>ABDULLAH BIN ABBAS</title><content type='html'>"Kyai Umat Ini"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibnu Abbas serupa dengan Ibnu Zubeir bahwa mereka sama-sama menemui Rasulullah dan bergaul dengannya selagi masih becil, dan Rasulullah wafat sebelum Ibnu Abbas mencapai usia dewasa. Tetapi ia seorang lain yang di waktu kecil telah mendapat kerangka kepahlawanan dan prinsip-prinsip kehidupan dari Rasuluilah saw. yang mengutamakan dan mendidiknya serta mengajarinya hikmat yang murni. Dan dengan keteguhan iman dan kekuatan akhlaq serta melimpahnya ilmunya, Ibnu Abbas mencapai kedudukan tinggi di lingkungan tokoh-tokoh sekeliling Rasul ....&lt;br /&gt;Ia adalah putera Abbas bin Abdul Mutthalib bin Hasyim, paman Rasulullah saw. Digelari "habar" atau kyahi atau lengkapnya "kyahi ummat", suatu gelar yang hanya dapat dicapainya karena otaknya yang cerdas, hatinya yang mulia dan pengetahuannya yang luas.&lt;br /&gt;Dari kecilnya, Ibnu Abbbas telah mengetahui jalan hidup yang akan ditempuhnya, dan ia lebih mengetahuinya lagi ketika pada suatu hari Rasulullah menariknya ke dekatnya selagi ia masih kecil itu dan menepuk-nepuk bahunya serta mendu'akannya: -&lt;br /&gt;"Ya Allah, berilah ia ilmu Agama yang mendalam dan ajarkanlah kepadanya ta'wil".&lt;br /&gt;Kemudian berturut-turut pula datangnya kesempatan dimana Rasulullah mengulang-ulang du'a tadi bagi Abdullah bin Abbas sebagai saudara sepupunya itu ..., dan ketika itu ia mengertilah bahwa ia diciptakan untuk ilmu dan pengetahuan.&lt;br /&gt;Sementara persiapan otaknya mendorongnya pula dengan kuat untuk menempuh jalan ini. Karena walaupun di saat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam wafat itu, usianya belum lagi lebih dari tiga belas tahun, tetapi sedari kecilnya tak pernah satu hari pun lewat, tanpa ia menghadiri majlis Rasulullah dan menghafalkan apa yang diucapkannya....&lt;br /&gt;Dan setelah kepergian Rasulullah ke Rafiqul A'la, Ibnu Abbas mempelajari sungguh-sungguh dari shahabat-shahabat Rasul yang pertama, apa-apa yang input didengar dan dipelajarinya dari Rasulullah saw. sendiri. Suatu tanda tanya (ingin mengetahui dan ingin bertanya) terpatri dalam dirinya.&lt;br /&gt;Maka setiap kedengaran olehnya seseorang yang mengetahui suatn ilmu atau menghafaikan Hadits, segeralah ia menemuinya dan belajar kepadanya. Dan otaknya yang encer lagi tidak mau puas itu, mendorongnya nntuk meneliti apa yang didengarnya.&lt;br /&gt;Hingga tidak saja ia menumpahkan perhatian terhadap mengumpulkan ilmu pengetahuan semata, tapi jnga untuk meneliti dan menyelidiki sumber-sumbernya.&lt;br /&gt;Pernah ia menceritakan pengalamannya: -- "Pernah aku bertanya kepada tigapuluh orang shahabat Rasul shallallahu alaihi wasalam mengenai satu masalah". Dan bagaimana keinginannya yang amat besar untuk mendapatkan sesuatu ilmu, digambarkannya kepada kita sebagai berikut: -&lt;br /&gt;"Tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wasalam wafat, kakatakan kepada salah seorang pemuda Anshar: "Marilah kita bertanya kepada shahabat Rasulullah, sekarang ini mereka hampir semuanya sedang bekumpul?"&lt;br /&gt;  Jawab pemuda Anshar itu:&lt;br /&gt;"Aneh sekali kamu ini, hai Ibnu Abbas! Apakah kamu kira orang-orang akan membutuhkanmu, padahal di kalangan mereka sebagai kan lihat banyak terdapat shahabat Rasulullah ... ?" Demikianlah ia tak mau diajak, tetapi aku tetap pergi bertanya kepada shahabat-shahabat Rasulullah.&lt;br /&gt;Pernah aku mendapatkan satu Hadits dari seseorang, dengan cara kudatangi rumahnya kebetulan ia sedang tidur slang. Kubentangkan kainku di muka pintunya, lalu duduk menunggu, sementara angin menerbangkan debu kepadaku, sampai akhirnya ia bangun dan keluar mendapatiku. Maka katanya: -- "Hai saudara sepupu Rasulullah, apa maksud kedatanganmu? Kenapa tidak kamu suruh saja orang kepadaku agar aku datang kepadamu?" "Tidak!" ujarku, "bahkan akulah yang harus datang mengunjungi anda! Kemudian kutanyakanlah kepadanya sebuah Hadits dan aku belajar daripadanya ... !"&lt;br /&gt;Demikianlah pemuda kita yang agung ini bertanya, kemudian bertanya dan bertanya lagi, lalu dicarinya jawaban dengan teliti, dan dikajinya dengan seksama dan dianalisanya dengan fikiran yang berlian. Dari hari ke hari pengetahuan dan ilmu yang dimilikinya berkembang dan tumbuh, hingga dalam usianya yang muda belia telah cukup dimilikinya hikmat dari orang-orang tua, dan disadapnya ketenangan dan kebersihan pikiran mereka, sampai-sampai Amirul Mu'minin Umar bin Khatthab radhiallahu anhu menjadikannya kawan bermusyawarah pada setiap urusan penting dan menggelarkannya "pemuda tua" ... !&lt;br /&gt;  Pada suatu hari ditanyakan orang kepada Ibnu Abbas:&lt;br /&gt;"Bagaimana anda mendapatkan ilmu ini ... ?"&lt;br /&gt;  Jawabnya: -"Dengan lidah yang gemar bertanya, dan akal yang suka berfikir... !"&lt;br /&gt;Maka dengan lidahnya yang selalu bertanya dan fikirannya yang tak jemu-jemunya meneliti, serta dengan kerendahan hati dan pandainya bergaul, jadilah Ibnu Abbas sebagai "kyahi ummat ini".&lt;br /&gt;  Sa'ad bin Abi Waqqash melukiskannya dengan kalimat-kalimat seperti ini :-&lt;br /&gt;Tak seorang pun yang kutemui lebih cepat mengerti, lebih tajam berfikir dan lebih banyak dapat menyerap ilmu dan lebih luas sifat santunnya dari Ibnu Abbas ... ! Dan sungguh, kulihat Umar memanggilnya dalam urusan-urusan pelik, padahal sekelilingnya terdapat peserta Badar dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Maka tampillah Ibnu Abbas menyampaikan pendapatnya, dan Umar pun tak hendak melampaui apa katanya!"&lt;br /&gt;  Ketika membicarakannya, Ubaidillah bin 'Utbah berkata:-&lt;br /&gt;"Tidak seorang pun yang lebih tahu tentang Hadits yang diterimanya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam daripada Ibnu Abbas... !&lt;br /&gt;Dan tak kulihat orang yang lebih mengetahui tentang putusan Abu Bakar, Umar dan Utsman dalam pengadilan daripadanya ... ! Begitu pula tak ada yang lebih mendalam pengertiannya daripadanya ....&lt;br /&gt;Sungguh, ia telah menyediakan waktu untuk mengajarkan fiqih satu hari, tafsir satu hari, riwayat dan strategi perang satu hari, syair satu hari, dan tarikh serta kebudayaan bangsa Arab satu hari ....&lt;br /&gt;Serta tak ada yang lebih tahu tentang syair, bahasa Arab, tafsir -Quran, ilmu hisab dan seal pembagian pusaka daripadanya ... ! Dan tidak seorang alim pun yang pergi duduk ke dekatnya kecuali hormat kepadanya, serta tidak seorang pun yang bertanya, kecuali mendapatkan jawaban daripadanya... !"&lt;br /&gt;Seorang Muslim penduduk Bashrah melukiskannya pula sebagai berikut: -- (Ibnu Abbas pernah menjadi gubernur di sana, diangkat oleh Ali)&lt;br /&gt;  "Ia mengambil tiga perkara dan meninggalkan tiga perkara ....&lt;br /&gt;  1.Menarik hati pendengar apabila ia berbicara.&lt;br /&gt;  2.Memperhatikan setiap ucapan pembicara.&lt;br /&gt;  3.Memilih yang teringan apabila memutuskan perkara.&lt;br /&gt;  1.Menjauhi sifat mengambil muka.&lt;br /&gt;  2.Menjauhi orang-orang yang rendah budi.&lt;br /&gt;  3.Menjauhi setiap perbuatan dosa.&lt;br /&gt;  Sebagaimana kita telah paparkan bahwa Ibnu Abbas adalah orang yang menguasai dan mendalami berbagai cabang ilmu.&lt;br /&gt;Maka ia pun menjadi tepatan bagi orang-orang pang mencari ilmu, berbondong-bondong orang datang dari berbagai penjuru negeri Islam untuk mengikuti pendidikan dan mendalami ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;  Di samping ingatannya yang kuat bahkan luar biasa itu, Ibnu Abbas memiliki pula kecerdasan dan kepintaran yang Istimewa.&lt;br /&gt;Alasan yang dikemukakannya bagaikan cahaya matahari, menembus ke dalam kalbu menghidupkan cahaya iman ....Dan dalam percakapan atau berdialog, tidak saja ia membuat lawannya terdiam, mengerti dan menerima alasan yang dikemukakannya, tetapi juga menyebabkannya diam terpesona, karena manisnya susunan kata dan keahliannya berbicara ... !&lt;br /&gt;Dan bagaimana pun juga banyaknya ilmu dan tepatnya alasan tetapi diskusi atau tukar fikiran itu ... ! Baginya tidak lain hanyalah sebagai suatu slat yang paring ampuh untuk mendapatkan dan mengetahui kebenaran ... !&lt;br /&gt;Dan memang, telah lama ia ditabuti oleh Kaum Khawarij karena logikanya yang tepat dan tajam! Pada suatu hari ia diutus oleh Imam Ali kepada sekelompok besar dari mereka. Maka terjadilah di antaranya dengan mereka percakapan yang amat mempesona, di mana Ibnu Abbas mengarahkan pembicaraan serta menyodorkan alasan dengan cara yang menakjubkan. Dari percakapan yang panjang itu, kita cukup mengutip cupIikan di bawah ini: -&lt;br /&gt;  Tanya Ibnu Abbas: -- "Hal-hal apakah yang menyebabkan tuan-tuan menaruh dendam terhadap Ali ... ?"&lt;br /&gt;  Ujar mereka: -"Ada tiga hal yang menyebabkan kebencian kami padanya: -&lt;br /&gt;  Pertama dalam Agama Allah ia bertahkim kepada manusia, padahal Allah  berfirman:  '"Tak ada hukum kecuali bagi Allah ... !')&lt;br /&gt;Kedua, ia berperang, tetapi tidak menawan pihak musuh dan tidak pula mengambil barta rampasan. Seandainya pihak lawan itu orang-orang kafir, berarti harta mereka itu halal. Sebaliknya bila mereka orang-orang beriman maka haramlah darahnya ... !)&lt;br /&gt;Dan ketiga, waktu bertahkim, ia rela menanggalkan sifat Amirul Mu'minin dari dirinya demi mengabulkan tuntutan lawannya. Maka jika ia sudah tidak jadi amir atau kepala bagi orang-orang Mu'min lagi, berarti ia menjadi kepala bagi orang-orang kafir... !"3)&lt;br /&gt;Lamunan-lamunan mereka itu dipatahkan oleh Ibnu Abbas, katanya: -- "Mengenai perkataan tuan-tuan bahwa ia bertahkim kepada manusia dalam Agama Allah, maka apa salahnya ... ?&lt;br /&gt;  Bukankah Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;"Hai orang-orang beriman! Janganlah halian membunuh binatang buruan, sewaktu halian dalam ihram! Barang siapa di antara kalian yang membunuhnya dengan sengaja, maka hendaklah ia membayar denda berupa binatang ternak yang sebanding dengan hewran yang dibunuhnya itu, yang untuk menetapkannya diputuskan oleh dua orang yang adil di antara kalian sebagai hahimnya ... !" (Q.S. 5 al-hlaidah: 95)&lt;br /&gt;Nah, atas nama Allah cobalah jawab: "Manakah yang lebih penting, bertahkim kepada manusia demi menjaga darah kaum Muslimin, ataukah bertahkim kepada mereka mengenai seekor kelinci yang harganya seperempat dirham ... ?"&lt;br /&gt;Para pemimpin Khawarij itu tertegun menghadapi logika tajam dan tuntas itu. Kemudian "kyai ummat ini" melanjutkan bantahannya: -&lt;br /&gt;"Tentang ucapan tuan-tuan bahwa ia perang tetapi tidak melakukan penawanan dan merebut harta rampasan, apakah tuan-tuan menghendaki agar ia mengambil Aisyah istri Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dan Ummul Mu'minin itu sebagai tawanan, dan pakaian berkabungnya sebagai barang rampasan ... ?"&lt;br /&gt;Di sini wajah orang-orang itu jadi merah padam karena main, lain menutupi muka mereka dengan tangan ...,sementara Ibnu Abbas beralih kepada soal yang ketiga katanya: -&lt;br /&gt;"Adapun ucapan tuan-tuan bahwa ia rela menanggalkan sifat Amirul Mu'minin dari dirinya sampai selesainya tahkim, maka dengarlah oleh tuan-tuan apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasalam di hari Hudaibiyah, yakni ketika ia mengimlakkan surat perjanjian yang telah tercapai antaranya dengan orang-orang Quraisy. Katanya kepada penuiis: "Tulislah: Inilah yang telah disetujui oleh Muhammad Rasulullah ... ". Tiba-tiba utusan Qnraisy menyela: 'Demi Allah, seandainya kami mengakuimu sebagai Rasulullah, tentulah kami tidak menghalangimu ke Baitullah dan tidak pula akan memerangimu ... ! Maka tulislah:&lt;br /&gt;  Inilah yang telah disetujui oleh Muhammad bin Abdullah ... !"&lt;br /&gt;Kata Rasulullah kepada mereka: "Demi Allah, sesungguhnya saya ini Rasulullah walaupun kamu tak hendak mengakuinya…"&lt;br /&gt;  Lalu kepada penulis surat perjanjian itu diperintahkannya:&lt;br /&gt;"Tulislah apa yang mereka kehendaki! Tulis: Inilah yang telah disetujui oleh Muhammad bin Abdullah ... !"&lt;br /&gt;Demikianlah, dengan cara yang menarik( dan menakjubkan ini, berlangsung soal jawab antara Ibnu Abbas dan golongan Khawarij, hingga belum lagi tukar fikiran itu selesai, duapuluh ribu orang di antara mereka bangkit serentak, menyatakan kepuasan mereka terhadap keterangan-keterangan Ibnu Abbas dan sekaligus memaklumkan penarikan diri mereka dari memusuhi Imam Ali... !&lt;br /&gt;Ibnu Abbas tidak saja memiliki kekayaan besar berupa ilmu pengetahuan semata, tapi di samping itu ia memiliki pula kekayaan yang lebih besar lagi, yakni etika ilmu serta akhlak para ulama. Dalam kedermawanan dan sifat pemurahnya, Ia bagaikan Imam dengan,panji-panjinya. Dilimpah-ruahkannya harta bendanya kepada manusia, persis sebagaimana ia melimpah ruahkan ilmunya kepada mereka....&lt;br /&gt;Orang-orang yang sesama dengannya, pernah menceritakan dirinya sebagai berikut: -- "Tidak sebuah rumah pun kita temui yang lebih banyak makanan, minuman buah-buahan, begitupun ilmu pengetahuannya dari rumah Ibnu Abbas ... !"&lt;br /&gt;  Di samping itu ia seorang yang berhati suci dan berjiwa bersih, tidak menaruh dendam atau kebencian kepada siapa juga.&lt;br /&gt;Keinginannya yang tak pernah menjadi kenyang, ialah harapannya agar setiap orang, baik yang dikenalnya atau tidak, beroleh kebaikan...!&lt;br /&gt;  Katanya mengenai dirinya: -&lt;br /&gt;"Setiap aku mengetahui suatu ayat dari kitabullah, aku berharap kiranya semua manusia mengetahui seperti apa yang kuketahui itu ... ! Dan setiap aku mendengar seorang hakim di antara hakim-hakim Islam melaksanakan keadilan dan memutus sesuatu perkara dengan adil, maka aku merasa gembira dan turut mendu'akannya ..., padahal tak ada hubungan perkara antaraku dengannya ... ! Dan setiap aku mendengar turunnya hujan yang menimpa bumi Muslimin, aku merasa berbahagia, padahal tidak seekor pun binatang ternakku yang digembalakan di bumi tersebut...!"&lt;br /&gt;Ia seorang ahli ibadah yang tekun beribadat dan rajin bertaubat ..., sering bangun di tengah malam dan shaum di waktu siang, dan seolah-olah kedua matanya telah hafal akan jalan yang dilalui oleh air matanya di kedua pipinya, karena seringnya ia menangis, balk di kala ia shalat maupun sewaktu membaca alquran ....Dan ketika ia membaca ayat-ayat alquran yang memuat berita duka atau ancaman, apalagi mengenai maut dan saat dibangkitkan, maka isaknya bertambah keras dan sedu sedannya menjadi-jadi ... !&lt;br /&gt;Di samping semua itu, ia juga seorang yang berani, berfikiran sehat dan teguh memegang amanat ... ! Dalam perselisihan yang terjadi antara Ali dan Mu'awiyah, ia mempunyai beberapa pendapat yang menunjukban tingginya kecerdasan dan banyaknya akal serta siasatnya .... Ia lebih mementingkan perdamaian dari peperangan, lebih banyak berusaha dengan jalan lemah lembut daripada kekerasan, dan menggunahan fikiran daripada paksaan...!&lt;br /&gt;Tatkala Husein radhiallahu anhu bermaksud hendak pergi ke Irak untuk memerangi Ziad dan Yazid, Ibnu Abbas menasehati Husein, memegang tangannya dan berusaha sekuat daya untuk menghalanginya. Dan tatkala ia mendengar kematiannya, ia amat terpukul, dan tidak keluar-keluar rumah karena amat dukanya.&lt;br /&gt;Dan di setiap pertentangan yang timbul antara Muslim dengan Muslim tak ada yang dilakukan oleh Ibnu Abbas, selain mengacungkan bendera perdamaian, beriunak lembut dan melenyapkan kesalah-pahaman&lt;br /&gt;Benar ia ikut tejun dalam peperangan di pihak Imam Ali terhadap Mu'awiyah, tetapi hal itu dilakukannya, tiada lain hanyalah sebagai tamparan keras yang wajib dilakukan terhadap penggerak perpecahan yang mengancam keutuhan Agama dan kesatuan ummat... !&lt;br /&gt;Demikianlah kehidupan Ibnu Abbas, dipenuhi dunianya dengan ilmu dan hikmat, dan disebarkan di antara ummat buah nasehat dan ketaqwaannya - · · · Dan pada usianya yang ketujuhpuluh satu tahun, ia terpanggil untuk menemui Tuhannya Yang Maha Agung · - · · Maka kota Thaif pun menyaksikan perarakan besar, di mana seorang Mu'min diiringkan menuju surganya.&lt;br /&gt;Dan tatkala tubuh kasamya mendapatkan tempat yang aman dalam kuburnya, angkasa bagai berguncang disebabkan gema janji Allah yang haq:&lt;br /&gt;"Wahai jiwa yang aman tenteram! Kembalilah kamu kepada Tuhanmu dalam keadaan ridla dan diridlai. Maka masuklah ke dalam lingkungan hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surgaKu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6329301302534080215-4333131328909267192?l=takazakisah.blogspot.com' a
