Minggu, 08 November 2009

UTSMAN BIN MAZHUN (Yang Berkurban Demi Islam)

Utsman bin Mazhun adalah pendeta kuil kehidupan. Dia orang yang ke-14 dari mereka yang masuk Islam. Dan sahabat yang pertama kali dikubur di pekuburan Baqi’, sebagaimana ia juga orang yang pertama kali hijrah ke negeri Habasyah dan yang melakukan dua kali hijrah.
Saat ia mengetahui bahwa sikap permusuhan orang-orang Quraisy terhadap kaum muslimin menjadi lunak, maka ia kembali ke Makkah, namun ternyata ia mendapat penyiksaan. Maka ia bergabung dengan orang yang mendapat perlindungan dari Walid bin Mughirah sehingga iapun mendapat perlindungan. Dan saat ia menyaksikan kaum muslimin disiksa, maka ia keluar darinya sambil berkata, ”Aku rela mencari perlindungan dari Allah dan tidak sudi meminta perlindungan kepada selain-Nya.”
Lalu ia duduk untuk mendengarkan seorang penyair tenar Labid bin Rabi’ah, salah seorang penggubah bait-bait al-Mu’allaqat. Ia melantunkan satu bait,”Ketahuilah, bahwa apa saja selain Allah adalah bathil.”
Maka Utsman menyahut,”Engkau benar.”
Lalu Labid melanjutkan,”Dan setiap kenikmatan pasti hilang.”

Mendengar ucapan Labid itu, maka ia menimpali, ”Sesungguhnya nikmat surga tidak akan fana.”
Labid merah mendengar kata-kata ’Utsman seperti itu, ia berseru,”Wahai segenap bangsa Quraisy, temanmu ini menyakiti.”
Maka seorang pria mendekati Utsman dan memukul mukanya hingga matanya luka. Menyaksikan kejadian itu, maka Walid menukas,”Engkau sebelum ini berada dalam perlindungan yang kuat.”
Utsman menyahut, ”Demi Allah, kedua mataku yang sehat sungguh membutuhkan sesuatu yang menimpa saudara-saudaranya karena Allah. Sesungguhnya aku berada dalam perlindungan Dzat yang lebih mulia dari engkau, hai Walid!”
Ia disiksa di jalan Allah. Namun ia tegar dan tabah. Ia pergi hijrah ke Madinah dan berubah menjadi seorang rahib (ahli ibadah) yang beribadah kepada Allah siang dan malam. Ia bahkan meninggalkan isterinya sampai ia ditegur oleh Rasulullah Saw, ”Hai Utsman, tiadakah engkau menjadi teladan bagiku?”

Utsman bin Mazhun menjawab,”Bagaimana mungkin , bukankah engkau adalah teladan yang baik?
Rasulullah Saw bertutur,”Tubuhmu punya hak yang harus engkau penuhi. Matamu memiliki hak yang harus engkau tunaikan dan keluargamu mempunyai hak yang harus engkau penuhi.” (HR. Muttafaq ’alaih)

Rasulullah Saw mencintainya bahkan menangisinya saat ia pergi dari alam dunia untuk selama-lamanya.
Ketika putri Nabi yang bernama Ruqayyah meninggal, beliau berkata kepadanya: ”Pergilah engkau bergabung dengan pendahulu kita yang shaleh, Utsman bin Mazhun.”

Rasulullah Saw melepas kepergiannya dengan ucapannya,”Mudah-mudahan Allah mengucuri rahmat kepada engkau wahai Abu Saib. Engkau keluar dari dunia ini dengan apa yang engkau dapat kan dari dunia dan apa yang diperoleh dunia darimu.” (Usud Al-Ghabah)
Semoga Allah meredhai Utsman bin Mazhun

0 komentar:

Posting Komentar

Mau Tukar Link? Copy/paste code HTML berikut ke blog anda.

Kisah Sahabat

Silahkan tambahkan sendiri Link Banner para sobat dengan cara menulis alamat URL site dan alamat URL banner ke dalam kolom di bawah ini.

Pengikut

FEEDJIT Live Traffic Feed

  © Blogger template 'Isfahan' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP